Sabtu, 17 Oktober 2026
16:38 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Pelabuhan Angin

Pelabuhan Angin

pelabuhan di Indonesia

Bagikan:
Pelabuhan Angin
330px-Pelabuhan_Angin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,10,1.305831,97.610364,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pelabuhan_Angin&revid=29864127&groups=_a88be211ee6772237c4d5f080398bc90f9af3040&parser=parsoid
Peta interaktif Pelabuhan Angin
Pelabuhan Angin di Nias
Pelabuhan Angin
Lokasi di Nias
Tampilkan peta Nias
Pelabuhan Angin di Sumatra
Pelabuhan Angin
Lokasi di Sumatra
Tampilkan peta Sumatra
Pelabuhan Angin di Indonesia
Pelabuhan Angin
Lokasi di Indonesia
Tampilkan peta Indonesia
Lokasi
NegaraIndonesia
LokasiGunungsitoli
Koordinat1°18′21″N 97°36′37″E / 1.305831°N 97.610364°E / 1.305831; 97.610364
Detail
Mulai beroperasi1980
Dimiliki olehPelindo I[1]
JenisPelabuhan penyeberangan
Luas perairan-
Luas lahan-
Luas lahan-
Jumlah Punggahan-
Jenis dermaga-
Jumlah dermaga-
Sarat air9-11 mlsw
Otoritas PelabuhanASDP Indonesia Ferry Gunungsitoli[2]
Menghubungkan KePelabuhan Sibolga, Aceh Singkil
Statistik
Kedatangan kapalSetiap hari

Pelabuhan Angin merupakan pelabuhan terbesar di Pulau Nias, yang berada di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Pelabuhan ini menghubungkan antara Pulau Nias dan Pulau Sumatra

Tentang

Pelabuhan Angin terletak di pantai barat Pulau Nias berjarak lebih kurang 80 mil dari Pelabuhan Sibolga. Secara administratif berada di Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara.

Hinterland pelabuhan ini menghasilkan komoditas karet, kelapa dan minyak nilam. Selain itu terdapat daerah kunjungan wisata pantai Lagundri, Kabupaten Nias Selatan yang merupakan salah satu pantai terbaik didunia untuk olahraga selancar air.

Alur panjang open sea kedalaman 11-12 mlws- Luas Kolam Open sea kedalaman 9-11 mlws. Secara morfologi, Pelabuhan Angin terletak di daerah dataran rendah dengan pantai yang sempit.

Di sebelah Barat, terdapat puncak bukit dengan ketinggian 184 meter. Keadaan hidro-oseanografi kawasan sekitar adalah landai dan banyak ditumbuhi pohon kelapa.

Dasar laut sekitar kawasan Pelabuhan Angin terjal dan terdiri dari lumpur karang dan lumpur pasir. Posisi berlabuh ditetapkan di Pelabuhan Lama Gunungsitoli yang jaraknya lebih kurang 2 km dari Pelabuhan Angin.

Bobot total kapal yang dapat tambat didermaga adalah 6.000 DWT dengan draft 7 meter, panjang kapal maksimum 90 meter.[3]

Sejarah

Pada masa Kolonial Belanda Pelabuhan Gunungsitoli yang terletak di Moawo (1864) dipindahkan ke dalam pusat kota yang terletak di Kelurahan Pasar (1926) dan pada tahun 1980 pelabuhan Gunungsitoli kembali dipindahkan di Kelurahan Labuhan Angin[4]

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-24. Diakses tanggal 2020-06-01.
  2. ↑
  3. ↑ "Supplychain Indonesia". Pelindo I Kembangkan Pelabuhan Angin Gunungsitoli.
  4. ↑ "Pelindo I". Sejarah pelabuhan Gunungsitoli.[pranala nonaktif permanen]
Pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo
Regional I
120px-Logo_Baru_Pelindo_%282021%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Regional II
Regional III
Regional IV
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan