Minggu, 27 September 2026
23:16 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Pecinan

Pecinan

komunitas Tionghoa di luar Tiongkok

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Chinees_kamp_bij_de_kleine_poort_TMnr_3728-781.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah Pecinan pada masa Hindia Belanda (litografi berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard, 1883-1889)
330px-Chinatown_london.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suasana di pecinan London
Pecinan

330px-Chinatown_-_East_Broadway.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pecinan Manhattan New York memiliki konsentrasi orang Tionghoa tertinggi di luar Asia.[1][2][3]
Hanzi: 唐人街
Makna harfiah: "Jalan orang Tang"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Tángrénjiē
- Wade-Giles: Tʻang2 jen2 chieh1
- Bopomofo: ㄊㄤˊ ㄖㄣˊ ㄐㄧㄝ
Min Nan
- Romanisasi POJ: Tông-jîn-ke
Min Timur
- Fuzhou RF: Tòng-ìng-kĕ
Wu
- Romanisasi: Daon平 nin平 ka平
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: Tòhngyàhngāai
- Jyutping: Tong4 jan4 gaai1
nama alternatif
Hanzi tradisional: 中國城
Hanzi sederhana: 中国城
Makna literal: "Kota Tiongkok"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Zhōngguóchéng
- Wade-Giles: Chung1-kuo2 chʻeng2
- Bopomofo: ㄓㄨㄥ ㄍㄨㄛˊ ㄔㄥˊ
Kejia (Hakka)
- Romanisasi: Zungˊ guedˋ sangˇ
Min
- Romanisasi Min-nan : Tiong-kok-siânn
- Romanisasi Min-dong : Dŭng-guók-siàng
Wu
- Romanisasi: Tson平 koh入 zen平
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: Jūnggwoksìhng
- Jyutping: Zung1 gwok3 sing4

Pecinan atau Kampung Tionghoa (Hanzi: 唐人街; Pinyin: Tángrénjiē/Jalan Tenglang; Inggris: Chinatown) merujuk kepada sebuah wilayah kota di luar daerah Tiongkok yang mayoritas penghuninya adalah etnis Tionghoa. Pecinan banyak terdapat di kota-kota besar di berbagai negara di mana orang Tionghoa merantau dan kemudian menetap seperti di Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara di Asia Tenggara.

Pecinan di Indonesia sendiri kini tersebar di berbagai wilayah. Beberapa yang terkenal di antaranya seperti daerah Glodok, Singkawang, Kauman, Kampung Sudiroprajan, Kampung Ketandan, Kya-kya, Kesawan Square, Asia Mega Mas Medan (Medan Chinatown), Pecinan Bandung, Bukit Nagoya, dan Pecinan Magelang.[4]

Asal mula Pecinan

Pecinan pada dasarnya terbentuk karena 2 faktor yaitu faktor politik dan faktor sosial.

  • Faktor politik berupa peraturan pemerintah lokal yang mengharuskan masyarakat Tionghoa dikonsentrasikan di wilayah-wilayah tertentu supaya lebih mudah diatur (Wijkenstelsel). Ini lumrah dijumpai di Indonesia pada zaman Hindia Belanda karena pemerintah kolonial melakukan segregasi berdasarkan latar belakang rasial. Pada waktu-waktu tertentu, malah diperlukan izin masuk atau keluar dari pecinan (Passenstelsel) semisal di pecinan Batavia.
  • Faktor sosial berupa keinginan sendiri masyarakat Tionghoa untuk hidup berkelompok karena adanya perasaan aman dan dapat saling bantu-membantu. Ini sering dikaitkan dengan sifat ekslusif orang Tionghoa, namun sebenarnya sifat ekslusif ada pada etnis dan bangsa apapun, semisal adanya kampung Madras/India di Medan, Indonesia; kampung Arab di Fujian, Tiongkok atau pemukiman Yahudi di Shanghai, Tiongkok.
330px-Kelenteng_Tua_Pek_Kong.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelenteng Tua Pek Kong di Ketapang

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

  • Chew, James R. "Boyhood Days in Winnemucca, 1901–1910." Nevada Historical Society Quarterly 1998 41(3): 206–209. ISSN 0047-9462 Oral history (1981) describes the Chinatown of Winnemucca, Nevada, during 1901–10. Though many Chinese left Winnemucca after the Central Pacific Railroad was completed in 1869, around four hundred Chinese had formed a community in the town by the 1890s. Among the prominent buildings was the Joss House, a place of worship and celebration that was visited by Chinese president Sun Yat-Sen in 1911. Beyond describing the physical layout of the Chinatown, the author recalls some of the commercial and gambling activities in the community.
  • Ki Longfellow, China Blues, Eio Books 2012, ISBN 0-9759255-7-1, San Francisco's Chinatown during the 1906 earthquake and in the early 1920s. ( Diarsipkan 2013-06-18 di Wayback Machine.)
  • "Chinatown: Conflicting Images, Contested Terrain", K. Scott Wong, Melus (Vol. 20, Issue 1), 1995. Scholarly work discussing the negative perceptions and imagery of old Chinatowns.
  • Pan, Lynn. Sons of the Yellow Emperor: A History of the Chinese Diaspora (1994). Book with detailed histories of Chinese diaspora communities (Chinatowns) from San Francisco, Honolulu, Bangkok, Manila, Johannesburg, Sydney, London, Lima, etc.
  • Williams, Daniel. "Chinatown Is a Hard Sell in Italy" Diarsipkan 2011-05-14 di Wayback Machine., Washington Post Foreign Service, March 1, 2004; Page A11.

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pecinan.
Rumah adat
Jawa
Bali
Minangkabau
Batak
Dayak
Sunda
Sumatera Selatan
Nusa Tenggara Timur
Daerah lain
Hindu-Buddha
Islam
Kolonial Belanda
Awal
Modern
Lainnya
Pasca-kolonial
& kontemporer
1950-an–1970-an
1970-an–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan