Minggu, 04 Oktober 2026
22:08 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Rumah Kalang

Bagikan:

Rumah Kalang (bahasa Jawa: ꦲꦺꦴꦩꦃꦏꦭꦁ omah kalang) adalah bangunan tempat tinggal orang Kalang, bagian dari masyarakat Jawa yang tinggal di lingkungan Keraton Mataram dan hidup terpisah-pisah. Rumah Kalang dibentuk melalui pengembangan rumah tradisional suku Jawa. Kata "kalang" dalam bahasa Jawa berarti pagar atau batas karena orang Kalang dikumpulkan di satu tempat dan dipagari pada masa pemerintahan Sultan Agung.[1][2]

Sejarah

Menurut legenda setempat, orang Kalang awalnya merupakan tawanan perang yang dibawa oleh Sultan Agung setelah gagal melakukan ekspedisi ke Bali pada awal abad ke-17. Mereka tinggal di sekitar Tegalgendu di tepi barat Sungai Gajahwong sampai tahun 1920-an dan tidak diizinkan tinggal di dalam wilayah Kotagede.

Kehidupan orang Kalang

Orang Kalang mempraktikkan endogami. Sebagian dari mereka menikah dengan sepupu sedarah. Suku Kalang yang tinggal di Tegalgendu diketahui bertukar pasangan dengan suku-suku lain yang tinggal di permukiman tertutup di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Contoh rumah

250px-Ansor%27s_Silver_side_building.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sisi kanan toko Ansor's Silver.

Beriktu ini adalah daftar rumah kalang yang terletak di Kotagede dan Surakarta.

  • Rumah Kalang di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta (1915)[3]
  • Rumah Kalang di Jalan Urip Sumoharjo, Surakarta (1927 direnovasi)[3]
  • Anshor's Silver, Kotagede
  • Rumah Pesik, Kotagede (1920)
  • Rumah Kalang B.H. Noeriah, atau Omah Tembong (1862)
  • Omah Dhuwur, Kotagede
  • Omah Prayadranan, atau Ndalem Natan, Kotagede (1857, 1927 direnovasi)

Referensi

  1. ↑ "Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta". kebudayaan.jogjakota.go.id. Diakses tanggal 2020-03-01.
  2. ↑ Santosa, Revianto Budi (2007). Kotagede: Life Between Walls. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9789792225471.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Santoso 2012, hlm. 21. sfn error: tanpa target: CITEREFSantoso2012 (bantuan)
Rumah adat
Jawa
Bali
Minangkabau
Batak
Dayak
Sunda
Sumatera Selatan
Nusa Tenggara Timur
Daerah lain
Hindu-Buddha
Islam
Kolonial Belanda
Awal
Modern
Lainnya
Pasca-kolonial
& kontemporer
1950-an–1970-an
1970-an–sekarang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan