Kamis, 22 Oktober 2026
04:27 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Parang Nabur

Parang Nabur

Bagikan:
Parang Nabur
330px-Parang_nabur_pipih.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Parang nabur pipih dari Kalimantan Selatan.
Jenis Pedang
Negara asal Kalimantan (Kalimantan Selatan, Indonesia)
Sejarah pemakaian
Digunakan oleh Suku Banjar
Pada perang Perang Banjarmasin (1859 – 1863)
Spesifikasi
Panjang 50 hingga 90 cm (20 hingga 35 in)
Tipe pedang Tepi ganda parsial, gerinda cembung
Tipe gagang Tanduk kerbau, tulang, kayu
Jenis sarung Kayu

Parang Nabur adalah pedang lengkung yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan Selatan. Pedang ini banyak dibuat oleh Kesultanan Banjarmasin pada awal abad ke 19. Parang nabur juga dikenal dengan nama beladah atau belabang.[1]

Deskripsi

Parang Nabur adalah sejenis pedang yang memiliki bilah melengkung[2] melebar ke arah ujung, dengan bagian terlebar terletak pada lengkungannya.[3] Tepinya cembung, sedangkan bagian belakangnya cekung. Pedang ini memiliki dua sisi sepanjang sekitar 066 hingga 0.375 in (1.700 hingga 9.500 mm) dari bilah hingga ujung pedangnya. Gagangnya biasanya terbuat dari dari tanduk, tulang, ataupun kayu serta sering kali memiliki pelindung untuk tangan dan jari yang terbuat dari kuningan atau besi. Gagangnya dilengkapi dengan pelindung buku jari[2] dan tangkisan yang dibuat mirip dengan model pedang-pedang Eropa yang sangat dipengaruhi oleh pedang angkatan laut yang dibawa oleh pelaut Belanda dan memiliki perpaduan gaya Eropa dan Islam. Parang nabur biasanya memiliki sarung yang terbuat dari kayu. Parang nabur dibuat dari dua bagian besi yang disatukan dengan pita logam dan dibentuk mengikuti bilahnya.[4] Pedang nabur berbeda dengan Niabor

Referensi

  1. ↑ D., Peter (27 Juni 2020). "Parang nabur". Mandarin Mansion Antiques. Diakses tanggal 4 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Claude Blair & Leonid Tarassuk, ed. (1986). The Complete Encyclopedia of Arms & Weapons: The Most Comprehensive Reference Work Ever Published on Arms and Armor. Bonanza Books. hlm. 358. ISBN 9-780-51748-7761.
  3. ↑ Nick Evangelista (1995). The Encyclopedia of the Sword. Greenwood Publishing Group. ISBN 0-313-27896-2.
  4. ↑ Albert G Van Zonneveld (2002). Traditional Weapons of the Indonesian Archipelago. Koninklyk Instituut Voor Taal Land. ISBN 90-5450-004-2.

Pranala luar

Senjata tradisional, pelindung, dan senjata berbasis bubuk mesiu wilayah Indonesia
Senjata tradisional
Pedang
Belati & pisau
Perimbas & parang
Senjata hantam
Senjata galah atau tombak
Senjata lentur
Senjata lainnya
Keris display
Meriam perunggu isian belakang dan garuda kayu
Peurise teumaga
Senjata berbasis Mesiu
Senjata api
Meriam
Dari nama
Pelindung dan pakaian
Perisai
Zirah
Helm
Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan