Minggu, 20 September 2026
22:43 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Otodus

Otodus

Genus di Hiu

Otodus
Rentang waktu: PaleosenPliosen
250px-Otodus_obliquus%2C_reconstrucci%C3%B3_de_la_mand%C3%ADbula_amb_dents_originals%2C_museu_paleontol%C3%B2gic%2C_Elx.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekostruksi rahang Otodus (O. obliquus) dari Paleogen
250px-Megalodon_shark_jaws_museum_of_natural_history_068.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekonstruksi rahang Otodus (O. megalodon) dari periode Neogen
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Subkelas: Elasmobranchii
Subdivisi: Selachimorpha
Ordo: Lamniformes
Famili: Otodontidae
Genus: Otodus
Agassiz, 1843
Spesies
Sinonim
Artikel takson sembarang

Otodus adalah genus hiu Lamniformes punah yang hidup dari kala Paleosen sampai Pliosen. Nama Otodus berasal dari Bahasa Yunani Kuno ὠτ (ōt, berarti "telinga") dan (odoús, berarti "gigi") – dengan demikian, "gigi berbentuk telinga".

Anatomi

Hiu ini dikenal dari fosil gigi dan tulang belakang tengahnya.[1] Seperti elasmobranchii lain, kerangka Otodus terdiri dari tulang rawan dan bukan tulang, mengakibatkan sedikitnya bagian struktur kerangka yang muncul di jejak fosil. Gigi hiu ini berukuran besar dengan mahkota berbentuk segitiga, bagian pemotong tajam, dan puncak gigi yang terlihat di akarnya. Beberapa Otodus menunjukkan tanda-tanda gerigi yang berevolusi.[1][2]

250px-Otodus_obliquus_multiple_021313.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gigi O. obliquus dari Eosen jika dilihat dari bagian lidah ditemukan di dekat Khouribga, Maroko

Estimasi ukuran

Fosil Otodus menunjukkan bahwa Otodus adalah hiu predator raksasa yang sangat besar.[2] Gigi terbesar yang diketahui berukuran 104 104 milimeter (4,1 in).[3] Lebar bagian tengah tulang belakang hiu ini lebih dari 12,7 cm (5 inci).[2] Ilmuwan menganggap bahwa panjang total hiu ini mencapai setidaknya 91 meter (299 ft),[2] dengan panjang maksimum 122 meter (400 ft).[4]

Penyebaran

Otodus tersebar di seluruh dunia, sebagaimana fosil telah digali dari Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Utara.[1]

Makanan

Otodus sepertinya memakan ikan bertulang yang besar, hiu lain, dan dari Eosen sampai kepunahan genusnya saat Miosen, mamalia laut. Otodus adalah salah satu di antara predator puncak pada saat itu.

Evolusi

Genus ini dipercaya secara luas berasal dari garis keturunan hiu yang termasuk dalam genus Cretalamna, karena kesamaan morfologi gigi yang kuat.[5] Ilmuwan menentukan bahwa Otodus berevolusi ke genus Carcharocles, denga bukti fosil yang substansial berupa gigi transisi.[1][2] Beberapa gigi digali dari sedimen Formasi Nanjemoy di Maryland, AS, Tanah liat Ypres di Belgia, dan Kazakhstan barat, yang secara morfologis mirip dengan gigi Otodus tetapi dengan cusplet bergerigi dan ujung tombak bergerigi. Fosil transisi ini kemungkinan adalah peristiwa evolusi, dan mendukung teori bahwa Otodus berevolusi menjadi Otodus aksuaticus dan dengan demikian memprakarsai garis keturunan Carcharocles.[1] Studi lebih baru mengenai kekerabatan taksonomi Megalolamna menunjukkan kemungkinan bahwa Otodus perlu memasukkan spesies yang terkadang dimasukkan ke Carcharocles (yaitu, garis keturunan bergigi besar, termasuk megalodon) agar menjadi monofiletik.[6]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Bourdon, Jim, Otodus
  2. 1 2 3 4 5 Renz, Mark (2002), Megalodon: Hunting the Hunter, PaleoPress, hlm. 26–30, ISBN 0-9719477-0-8
  3. "Huge OTODUS OBLIQUUS shark tooth with pathology". Diarsipkan dari asli tanggal Juli 22, 2011. Diakses tanggal Mei 21, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Gordon Hubbel (2006). "Virtual Tour of Private Shark Museum". Diakses tanggal 2014-02-12.
  5. Ebersole, Jun A.; Ehret, Dana J. (2018-01-08). "A new species of Cretalamna sensu stricto (Lamniformes, Otodontidae) from the Late Cretaceous (Santonian-Campanian) of Alabama, USA". PeerJ (dalam bahasa Inggris). 6: e4229. doi:10.7717/peerj.4229. ISSN 2167-8359. PMC 5764036. PMID 29333348.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  6. Shimada, K.; Chandler, R. E.; Lam, O. L. T.; Tanaka, T.; Ward, D. J. (2016-10-03). "A new elusive otodontid shark (Lamniformes: Otodontidae) from the lower Miocene, and comments on the taxonomy of otodontid genera, including the 'megatoothed' clade". Historical Biology. 29 (5): 704–714. doi:10.1080/08912963.2016.1236795. ISSN 0891-2963.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan