Minggu, 20 September 2026
22:09 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Organon

Organon

Untuk kegunaan lain, lihat Organon (disambiguasi).
250px-Aristotele%2C_organon%2C_XIII_secolo_%28bml%2C_pluteo_11_sin_1%29_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Organon

Organon (bahasa Yunani Kuno:Ὄργανον, har. 'instrumen, alat, perkakas') adalah kumpulan risalah Aristoteles tentang logika dan dialektika, yang judulnya diberikan oleh para pengikut Aristoteles yang disebut kaum Peripatetik; bahkan menurut M. Barthélemy St. Hilaire penamaan tersebut belum dikenal hingga abad ke-15.[1] Aristoteles menuliskan risalah logika dalam tulisan yang terpisah-pisah, dan baru dikumpulkan dalam satu jilid di sekitar masa Andronikus dari Rhodes di sekitar tahun 60 SM,[1] dan salah satu salinan yang cukup lengkap dikerjakan oleh Aldus Manutius dengan judul "Eis organon Aristotelous: Anônymon" (1495)[2] dan "Aristotelous Organon: Aristotelis Stagiritae Peripateticorum" (1597).[3]

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli apa saja risalah Aristoteles yang masuk ke dalam Organon. Kalangan peneliti Barat umumnya menyebutkan enam risalah, yakni Kategori, Interpretasi, Analisa Dasar, Analisa Lanjutan, Topik, dan Sanggahan; adapun ilmuwan muslim di Abad Pertengahan seperti Al-Farabi, menyebutkan terdapat delapan risalah, yakni Kategori, Interpretasi, Analisa Dasar, Analisa Lanjutan, Dialektika, Sanggahan, Retorika, dan Poetika.[4][5]

Secara harfiah, organon artinya adalah alat atau perkakas untuk membuat atau mengerjakan sesuatu;[6] secara makna, sesuai isi Organon, logika adalah suatu alat yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan filosofis atau untuk mengerjakan filsafat dan tidak dianggap sebagai suatu tujuan pada dirinya sendiri.[6]

Nomor
Bekker
Terjemahan Judul Yunani
Logika (penalaran)
Organon
1a Kategori Κατηγορίαι
16a Interpretasi Περὶ ἑρμηνείας
24a Analisa Dasar Ἀναλυτικὰ Πρότερα
71a Analisa Lanjutan Ἀναλυτικὰ Ὕστερα
100a Topik Τοπικά
164a Sanggahan Akhir Σοφιστικοὶ Ἔλεγχοι

Pada Abad Pencerahan, Francis Bacon menggunakan istilah ini untuk karyanya yang berjudul Novum Organum (dapat diartikan sebagai "metode baru sains") yang berisi tentang metode atau instrumen empiris yang baru (novel) dalam sains untuk menggantikan instrumen lama dari Aristoteles.[6]

Pandangan Beberapa Filsuf

Istilah organon memungkinkan risalah logika Aristoteles dikenal secara luas.[6] Menurut M. Barthélemy St. Hilaire penamaan tersebut belum dikenal hingga abad ke-15.[1] Aristoteles menuliskan risalah logika dalam tulisan yang terpisah-pisah, dan baru dikumpulkan dalam satu jilid di sekitar masa Andronikus dari Rhodes di sekitar tahun 60 SM.[1]

Francis Bacon mengikuti penamaan ini dan mengambil istilah "Organon" saat menuangkan tulisannya tentang logika induktif versus logika tradisional dadalam buku New Orgaon atau Novum Organum.[6] Filsuf lain melanjutkan revisi terhadap organon yang telah dimulai oleh Francis Bacon misalnya Whewell dengan Novum Organum Renovatum.[6] Namun, sebagaimana dikatakan Immanuel Kant dalam Philosophy: A Short History (1787), bahwa "ilmu logika, yang sudah sedemikian maju sejak awal, menunjukkan fakta bahwa sejak Aristoteles ilmu logika tidak maju satu langkah pun dan tampaknya telah mencapai tujuan ultimanya."[7]

Lihat Pula

Rujukan

  1. 1 2 3 4 Aristotle; Owen, Octavius Freire (1853). The Organon, Or Logical Treatises, of Aristotle. With the Introduction of Porphyry. Literally Translated, with Notes, Syllogistic Examples, Analysis and Introduction. By Octavius Freire Owen (dalam bahasa Inggris). H.G. Bohn.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |lay-source= diabaikan; Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Aristotle;Manuzio, Aldo;Forteguerri (1495). "Eis Organon Aristotelous. ; Anōnymon v. 1". library.si.edu. Diakses tanggal 2023-07-25.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. Aristotelous Organon. Aristotelis Stagiritae Peripateticorum principis Organum, hoc est, libri omnes ad logicam pertinentes, Graecè & Latinè. Iul. Pucius recensuit, atque ex libris cùm manuscriptis tum editis emendauit: è Graeca in Latinam linguam conuertit: ... & tabulis synopticis illustrauit. Additi sunt indices tres, ..: 1 (dalam bahasa Latin). 1597.
  4. Farabi, Muhammad b Muhammad al- (1931). Ihsa' al-`ulum (dalam bahasa Arab). Matba`at al-Sa`ada.
  5. al-Farabi (1986). Al-Mantiq 'inda Al-Farabi (dalam bahasa Arab). al-Mashriq.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 3 4 5 6 Lorens Bagus (1996). Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia. hlm. 761-762.
  7. Kenny, Anthony (2019). Immanuel Kant: a very brief history. A very brief history. London: Society for Promoting Christian Knowledge. ISBN 978-0-281-07654-3.
Tentang
120px-Aristoteles_Louvre.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gagasan
Corpus Aristotelicum
Pengikut
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan