Minggu, 04 Oktober 2026
05:44 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Oka Rusmini

penulis dan wartawan asal Indonesia

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Oka Rusmini" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Oka Rusmini
Lahir
Ida Ayu Oka Rusmini

(1967-07-11)11 Juli 1967
Pendidikansastra
AlmamaterUniversitas Udayana
Pekerjaanpenulis, wartawan
Pasangan menikahArif Bagus Prasetyo
Anak1
Karier kepenulisan
BahasaIndonesia
PeriodeAngkatan Reformasi (1994–sekarang)
Genre
Subjekperempuan di dalam masyarakat patriarkal Bali
Karya terkenalTarian Bumi
Penghargaan terkenal

Oka Rusmini lahir di Jakarta pada 11 Juli 1967. Ia merupakan penulis puisi, novel, cerita anak, cerita pendek, dan esai, serta wartawan (editor) yang tinggal di Denpasar, Bali. Oka Rusmini menjadi salah satu sastrawan perempuan di Indonesia yang turut meramaikan semaraknya sastra Indonesia. Karya-karya Oka mengangkat isu-isu mengenai perempuan dengan menggunakan latar belakang sosial budaya perempuan Bali.[1] Tradisi (adat) dan agama merupakan isu yang banyak memberatkan perempuan dalam novel yang ditulis oleh Oka Rusmini.[2] Selain menjadi penulis, sejak tahun 1990 sampai kini, ia juga bekerja sebagai wartawan Bali Post di Denpasar, Bali.[3]

Penghargaan

Selama berkecimpung di dunia penulisan, Oka Rusmini memperoleh berbagai penghargaan, antara lain:

  1. Penghargaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (2003 dan 2012).
  2. Anugerah Sastra Tantular, Balai Bahasa Denpasar Provinsi Bali (2012).
  3. Penghargaan Penulis Asia Tenggara dari Pemerintah Thailand (2012) dan Kusala Sastra Khatulistiwa untuk buku puisi Saiban (2013/2014).
  4. Terpilih sebagai Ikon Berprestasi Indonesia Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila kategori Seni dan Budaya (2017).
  5. Menerima CSR Indonesia Awards kategori Karsa Budaya Prima (2019).

Selain penghargaan-penghargaan di atas, Oka Rusmini juga beberapa kali berkesempatan menghadiri forum sastra nasional maupun internasional, di antaranya yaitu Festival Sastra Winternachten di Den Haag dan Amsterdam, Belanda. Dia juga pernah menjadi penulis tamu wanita di Universitas Hamburg, Jerman (2003); Universitas Napoli, Italia (2015); Singapore Writers Festival di Singapura (2011); OZ Asia Festival di Adelaide, Australia (2013); Fankfurt Book Fair di Frankfurt, Jerman (2015); dan Asian Literature Creative Workshop di Seoul Art Space Yeonhui, Korea Selatan, 2017.

Karya

  • Monolog Pohon (puisi, 1997)
  • Tarian Bumi (novel, 2000)
  • Sagra (cerpen, 2001)
  • Kenanga (novel, 2003)
  • Patiwangi (puisi, 2003)
  • Warna Kita (puisi, 2007)
  • Pandora (puisi, 2008)
  • Tempurung (novel, 2010)
  • "Akar Pule" (kumcer,2012)
  • "Saiban" (puisi,2014)
  • "Men Coblong" (2019)
  • "Koplak" (2019)

Novelnya yang berjudul Tarian Bumi telah diterjemahkan ke dalam sejumlah bahasa, yaitu Erdentanz (bahasa Jerman, 2007), Jordens Dans (bahasa Svenska, 2009), Earth Dance (bahasa Inggris, 2011), La Danza Della Terra (bahasa Italia, 2015), dan bahasa Korea (2016).[4]

Referensi

  1. ↑ Mahsa, Mashithah (2021). "REPRESENTASI MASYARAKAT BALI DALAM NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)". Kande : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (dalam bahasa American English). 2 (2): 219–230. ISSN 2797-3220.
  2. ↑ Sunarti, Sastri (2018-04-17). "OKA RUSMINI MENGKRITIK TRADISI BALI DALAM NOVEL: TARIAN BUMI, KENANGA, DAN TEMPURUNG". Kandai (dalam bahasa American English). 12 (1): 85–101. doi:10.26499/jk.v12i1.74. ISSN 2527-5968.
  3. ↑ "Artikel "Oka Rusmini" - Ensiklopedia Sastra Indonesia". ensiklopedia.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2024-12-11.
  4. ↑ Rusmini, Oka (2010). Tempurung. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. ISBN 978-602-375-895-1.
Puisi/Nonfiksi
Prosa/Fiksi
Penulis Muda Berbakat
Karya Perdana atau Kedua
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan