Senin, 21 September 2026
08:03 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Bali Post

Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
250px-Bali_Post.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
TipeHarian
FormatHarian koran pagi
PemilikKelompok Media Bali Post
PenerbitPT Bali Post
Didirikan16 Agustus 1948 (umur 78)
BahasaBahasa Indonesia & Bahasa Bali
PusatJalan Kepundung 67,
Daun Puri Kangin, Denpasar Timur
Kotak Pos 3788
Kota Denpasar 80232, Bali, Indonesia
Telepon: (62-361) 225764
Faksimili: (62-361) 227418
Surat kabar saudariBisnisBali
Denpost
Suara NTB
Tokoh
Bali Travel News
International Bali Post
Tabloid Lintang
Tabloid Wyata Mandala
Situs webwww.balipost.com

Bali Post adalah sebuah surat kabar harian ibu kota provinsi yang terbit di Jalan Kepundung Nomor. 67, Kawasan Desa Daun Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali, Indonesia. Harian Pagi Bali Post yang mengklaim sebagai "Pengemban Pengamal Pancasila" merupakan harian terbesar di Kota Denpasar dan merupakan salah satu harian dengan oplah terbesar di Bali.

Sejarah

250px-Gedung_Bali_Post_%2826162576544%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gedung Bali Post di Denpasar

Bali Post didirikan oleh Ketut Nadha, pelopor pers dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara. Cikal bakal Bali Post adalah "Harian Suara Indonesia" yang diterbitkan Nadha pada tanggal 16 Agustus 1948, saat revolusi bersenjata di Indonesia masih terjadi. Ketika situasi politik berubah, majalah itu harus berganti nama jadi "Harian Suluh Indonesia" pada tahun 1966 dan berganti lagi menjadi "Harian Suluh Marhaen" pada tanggal 1 Juni 1966 sampai dengan pada tanggal 1 Mei 1971.

Nadha dan kawan-kawannya lalu mendirikan "PT Bali Press" dan menerbitkan "Harian Umum Pagi Bali Post" dengan Surat Izin Terbit No. 0359/PER/SK/DIR PP/SIT/1971 mulai sejak pada tanggal 1 September 1971. Koran yang terbit sejak pada tahun 1972 ini juga menjadi anggota Serikat Penerbit Surat Kabar (SPSK).

Kantor pertama Bali Post beralamat di Jalan Bisma Nomor. 1, Kawasan Desa Daun Puri, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar (ibu kota Provinsi Bali).

Pada tahun 1976, Bali Post dengan alamat itu juga menjadi kantor redaksi surat kabar Suluh Marhaen yang dinaungi "Yayasan Gesuri" yang dipimpinan oleh Raka Wiratma. Di Bali Post, Ketut Nadha menjadi pemimpin umum, Raka Wiratma jadi penanggung jawab dan pemimpin redaksi, serta Widminarko sebagai wakilnya. Ketiganya menjadi tokoh-tokoh pers di Bali.

Kemudian terbit pertama kali dengan slogan dan motto tagline "Pengemban Pengamal Pancasila". Pada awalnya, koran ini hanya terbit empat halaman, sebagaimana lazimnya surat kabar pada masa itu. Pada awal dekade 1980-an, oplahnya tak tersaingi oleh surat kabar lain, seperti Nusa Tenggara dan Karya Bhakti. Tirasnya pada tahun 1980 sampai dengan pada tahun 1984 yang berkisar dari 19.200 hingga 24.500-eksemplar per hari. Pada tahun 1988 tiras itu naik menjadi sekitar 39.000-eksemplar per hari.

Pada dekade itu edisi mingguannya menjadi mitra pemerintah dalam program "Koran Masuk Desa". Oplah edisi itu 21.000-eksemplar daripada tahun 1980 sampai dengan pada tahun 1984, 23.800-eksemplar daripada tahun 1985 sampai dengan pada tahun 1987, dan melompat ke 35.500-eksemplar mulai sejak 1988. Kontribusi koran-koran lain dalam program Koran Masuk Desa tak lebih dari separuh oplah Bali Post.

Sepeninggal Nadha pada 5 Januari 2001, tongkat pimpinan dipegang putranya adalah Satria Naradha yang mengembangkan Kelompok Media Bali Post (KMB) dengan berkonglomerasi media yang tersebar di berbagai segmen, dari anak-anak hingga orang tua.

Pada tahun 2007, Bali Post juga memberi "Penghargaan K Nadha Nugraha" kepada insan pers dan warga Bali yang memberikan pengabdian nyata dalam bentuk apa saja dan mengharumkan nama Bali.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan