Jumat, 09 Oktober 2026
06:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Avianti Armand

seniman Indonesia

Bagikan:
Avianti Armand
Lahir(1969-07-12)12 Juli 1969
PekerjaanSastrawan
Arsitek
Masa aktif1995 - sekarang

Avianti Armand (lahir 12 Juli 1969) adalah seniman berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui sejumlah karyanya berupa fiksi dan puisi yang dipublikasikan di beberapa media massa. Avianti Armand merupakan salah satu penerima Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa untuk kategori Puisi melalui karyanya, Perempuan yang Dihapus Namanya, pada tahun 2011[1][2][3][4][5] dan Museum Masa Kecil, pada tahun 2018.[6] Selain menulis, Ia juga berprofesi sebagai arsitek.[7]

Latar Belakang

Avianti Armand lahir di Jakarta, 12 Juli 1969.[8] Sejak usia muda, Ia mempelajari dunia kesenian dengan menulis karya sastra berupa fiksi dan puisi yang dipublikasikan di berbagai media massa. Selain menulis, Avianti Armand juga berprofesi sebagai arsitek sejak tahun 1992. Desain rumah tinggalnya memenangkan Penghargaan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) pada 2008.[7]

Desain dan arsitektur

Pada 2010, Ia menggagas bengkel kerja dan pameran arsitektur dan kota bertajuk Ruang Tinggal Dalam Kota yang diselenggarakan di Komunitas Salihara. Tahun itu pula Ia ditunjuk sebagai kurator Pameran Arsitek Muda Indonesia.[butuh rujukan]

Pada 2014, Avianti memimpin tim kurator untuk Paviliun Indonesia dalam perhelatan pameran arsitektur internasional, Venice Architecture Biennale, dengan tema Craftsmanship: Material Consciousness.[9][10]

Pada 2015, Avianti menjadi Ketua Komite Desain di pameran buku internasional Frankfurt dań menjadi salah satu kurator untuk pameran arsitektur Indonesia di Museum Arsitektur Jerman (Deutsches Architekturmuseum), Frankfurt, dengan tema Tropicality: Revisited.[11]

Kepenulisan

Sejak 2008, produktivitas Avianti di dunia tulis-menulis semakin meningkat. Kumpulan cerita pendeknya yang pertama, terbit pada 1999 dengan judul Negeri Para Peri.[12] Salah satu cerita dalam buku tersebut memenangi Penghargaan Cerpen Terbaik Kompas pada 2009.[13] Kumpulan cerita pendeknya yang lain adalah Kereta Tidur.[14]

Kumpulan puisinya yang berlatar belakang kitab suci Perjanjian Lama berjudul Perempuan yang Dihapus Namanya,[15] terbit pada 2010 dan mendapat Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa untuk kategori Puisi,[16] bersama Nirwan Dewanto melalui karyanya, Buli-Buli Lima Kaki (puisi), pada 2011.[17][18]

Kumpulan puisinya yang lain adalah Buku Tentang Ruang dan Museum Masa Kecil, yang mendapat penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2018.[butuh rujukan] Terakhir, Ia menulis seri cerita anak, dalam dua bahasa, yang bertujuan mengajarkan empati sejak dini. Empat buku telah terbit dałam seri empati tersebut: Daddy Has A Secret, One Hair One Angel, Granny Loves To Dance, dan He Says The Nicest Thing, yang terpilih sebagai "The 2025 IBBY Selection of Outstanding Books for Young People with Disabilities."[butuh rujukan]

Selain buku sastra, Ia juga menulis kolom arsitektur yang dikumpulkan dalam buku Arsitektur yang Lain.[19]

Aktivitas sosial lainnya

Pada 2015, Ia menginisiasi program Toilet Publik di Ruang Publik yang mengajak arsitek-arsitek di Jakarta untuk mendesain secara gratis toilet di ruang publik.[20] Insiatif ini membuat Ia mendapat kesempatan untuk berkontribusi mengoordinasi 11 konsultan arsitek untuk mendesain 123 RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) di seluruh pelosok Jakarta pada tahun 2016.[21]

Avianti Armand adalah Asian Cultural Council Fellow 2016 untuk riset dan survey ekstensif tentang museum dan arsip arsitektural di Amerika Serikat.[butuh rujukan] Tahun 2017, bersama Setiadi Sopandi, Nadia Purwestri, dan Ria Febrian, Ia mendirikan Museum Arsitektur Indonesia, dengan laman virtual arsitekturindonesia.org – sebuah repositori arsip arsitektur tentang arsitektur Indonesia.[22]

Sejak 2020 hingga 2023, Avianti Armand menjadi anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta dan menginisiasi situs kritik sastra tengara.id. Dia juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Jakarta International Literary Festival untuk penyelenggaraan tahun 2020, 2022, 2025, dan 2026. [23]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Kusala Sastra Khatulistiwa". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-23. Diakses tanggal 2015-07-14.
  2. ↑ "Hot Detik: Perempuan yang Dihapus Namanya' Didiskusikan". desain interior. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-15. Diakses tanggal 2015-07-14.
  3. ↑ Cerpen Pilihan Kompas: Avianti Armand
  4. ↑ Google Books: Avianti Armand
  5. ↑ News-Indonesia Kreatif: Venice Architecture Biennale 2014[pranala nonaktif permanen]
  6. ↑ Piscayanti, Kadek (2021-05-09). "Memasuki Museum Masa Kecil Avianti Armand | Hidup dan Hidup Lagi Berkali Kali". tatkala.co. Diakses tanggal 2026-05-15.
  7. 1 2 "Avianti Armand, kegelisahan sang arsitek". BBC News Indonesia. 2014-09-03. Diakses tanggal 2026-05-15.
  8. ↑ "'Perempuan yang Dihapus Namanya' Didiskusikan". detikhot. Diakses tanggal 2026-05-15.
  9. ↑ Ulung, A. Kurniawan. "Avianti Armand: Living her two worlds - People". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-15.
  10. ↑ "Avianti Armand, Achma D. Tardiyana, David Hutama, Robin Hartanto, Setiadi Sopandi, Andrea Avezzù, Sergio Grazia · 14 Biennale di Venezia. Indonesian Pavilion". Divisare (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-15.
  11. ↑ Astuti, Tia Agnes. "'Tropicality Revisited', Pameran 12 Arsitek di Frankfurt Book Fair 2015". detikhot. Diakses tanggal 2026-05-15.
  12. ↑ "Resensi: Buku Negeri Para Peri karya Avianti Armand". www.goodreads.com. Diakses tanggal 2026-05-15.
  13. ↑ "Avianti Armand Raih Cerpen Terbaik "Kompas"". KOMPAS. 2010-06-29. Diakses tanggal 2026-05-16.
  14. ↑ Latek, Shanalen. "Kereta Tidur, Undangan untuk Merenungi Kehidupan dan Segala Kompleksitasnya - RRI.co.id". rri.co.id. Diakses tanggal 2026-05-15.
  15. ↑ "Jual Novel Perempuan Yang Dihapus Namanya Karya Avianti Ahmad | Toko Buku Online Terbesar | Gramedia.com". https://gramedia.com. Diakses tanggal 2026-05-30.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
  16. ↑ "'Perempuan yang Dihapus Namanya' Didiskusikan". detikhot. Diakses tanggal 2026-05-30.
  17. ↑ Grazella, Mariel. "Avianti Armand: An architect with words - Wed, November 30, 2011". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-30.
  18. ↑ "Kusala Sastra Khatulistiwa – Situs Resmi". Diakses tanggal 2026-05-30.
  19. ↑ "Resensi Buku Arsitektur Yang Lain, Avianti Armand". Perempuan Membaca. Diakses tanggal 2026-05-15.
  20. ↑ "Arsitek Muda Tawarkan Toilet Berestetika di Ruang Publik". beritajakarta.id. Diakses tanggal 2026-05-15.
  21. ↑ Savitri, Isma; Maulana, Reza (10 Februari 2015 | 14.52 WIB). "Toilet Umum Cantik ala Kotak Tisu Han Awal". Tempo. Diakses tanggal 2026-05-15.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  22. ↑ Irawan, Dika (2017-03-07). "Kalangan Arsitek Luncurkan Museum Virtual". Bisnis.com. Diakses tanggal 2026-05-15.
  23. ↑ Hernawan (2021-08-19). "DKJ Luncurkan Situs Kritik Sastra Tengara.id: Datang Sebagai Suluh, Bukan Sekadar Gaduh". Yoursay.id. Diakses tanggal 2026-05-15.
Puisi/Nonfiksi
Prosa/Fiksi
Penulis Muda Berbakat
Karya Perdana atau Kedua
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan