Minggu, 20 September 2026
17:16 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Obduksi

proses geologis pada batas lempeng tektonik

Artikel ini berisi tentang yahaha cemas kau dek. Untuk permainan video, lihat Obduksi (permainan). Untuk prosedur medis, lihat Autopsi.
Untuk kegunaan lain, lihat Obduksi (disambiguasi).

Obduksi adalah proses geologi dan salah satu batas antar lempeng di antara kerak benua dan kerak samudra,[1] dimana kerak benua menunjam di bawah kerak samudra konvergen.[2][3][4] Meskipun batuan samudra yang padat biasanya dihancurkan oleh subduksi di palung samudra, lempengan berat yang lebih tercerabut, terlepas dan berpindah melintasi kerak benua yang kurang padat. Batuan samudra yang diangkut ini diidentifikasi di darat sebagai suite ofiolit. Penempatan ofiolit ini terkait dengan dorongan bawah samudra dari cekungan batas yang terperangkap dan irisan akresi (prisma).[5][6] Contohnya adalah di beberapa sabuk orogenik seperti pegunungan Himalaya yang merupakan hasil tumbukan lempeng Eurasia dan India, Appalachia dan Alpen di Eropa.[7][8]

Pembentukan

Ada beberapa hipotesis tentang asal mula terjadinya obduksi. Hipotesis yang paling memungkinkan, awal terjadinya obduksi diawali penunjaman kerak samudra dengan kerak benua. Pada awalnya, kerak samudra naik ke kerak benua. Selanjutnya, penunjaman di tempat itu berhenti dan ke tempat lain yang mengakomodasi konvergensi antar lempeng. Penunjaman bisa terjadi karena perubahan dari batas lempeng divergen menjadi konvergen. Kelanjutan penunjaman membawa kerak benua berbenturan dengan kerak samudra.[2] Obduksi menunjukkan bahwa penempatan material samudra yang padat di litosfer benua bukanlah proses misterius yang membutuhkan kondisi batas luar biasa tetapi hasil dari proses subduksi normal berskala besar.[9]

Referensi

  1. "Definition of obduction | Dictionary.com". www.dictionary.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-08.
  2. 1 2 "Tektonisme". 2015-01-14. Diakses tanggal 2020-10-08.
  3. Geolgi, Ilmu Batu. "Apa Pengertian dari Divergen, Konvergen, dan Transform? | Ilmu Batu Geologi". Apa Pengertian dari Divergen, Konvergen, dan Transform? | Ilmu Batu Geologi. Diakses tanggal 2020-10-08.
  4. Noor, Djauhari. "Tektonik Lempeng".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  5. Searle, M. P.; Stevens, R. K. (1984). "Obduction processes in ancient, modern and future ophiolites". Geological Society, London, Special Publications. 13 (1): 303–319. doi:10.1144/gsl.sp.1984.013.01.24. ISSN 0305-8719.
  6. "The Geological Society". www.geolsoc.org.uk. Diakses tanggal 2020-10-08.
  7. "Proses Terbentuknya Pegunungan Himalaya Disebut Obduksi". Geograph88 (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-10-08.
  8. Williams, H. (1987). Structural Geology and Tectonics (dalam bahasa Inggris). Dordrecht: Kluwer Academic Publishers. hlm. 465–470. doi:10.1007/3-540-31080-0_72. ISBN 978-0-442-28125-0.
  9. Agard, P.; Zuo, X.; Funiciello, F.; Bellahsen, N.; Faccenna, C.; Savva, D. (2014-05-01). "Obduction: Why, how and where. Clues from analog models". Earth and Planetary Science Letters (dalam bahasa Inggris). 393: 132–145. doi:10.1016/j.epsl.2014.02.021. ISSN 0012-821X.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan