Sabtu, 17 Oktober 2026
13:39 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kerak samudra

Kerak samudra

bagian dari litosfer Bumi

Bagikan:
330px-Earth_seafloor_crust_age_1996_-_2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Usia kerak samudra.

Kerak samudra atau kerak lautan (bahasa Inggris:oceanic crust) adalah bagian dari litosfer bumi yang permukaannya berada di cekungan samudra. Kerak ini menyusun sekitar 65% dari luas kerak bumi. Kedalaman dari kerak samudra ini rata-rata sekitar 4.000 meter dari permukaan laut, meskipun ada beberapa palung laut kedalamannya ada yang mencapai lebih dari 10 km.[1] Kerak samudra tersusun oleh batuan berwarna gelap yaitu basalt, yang tersusun atas mineral dan unsur silikon, oksigen, magnesium, yang membuatnya sering disebut kerak basaltis. Kerak samudra juga sering disebut lempeng samudra.[2] Kerak ini lebih tipis dibandingkan dengan kerak benua, dengan ketebalan 5–15 kilometer, tetapi massa jenisnya lebih besar, memiliki massa jenis rata-rata sekitar 3,0 gram per sentimeter kubik, tetapi lebih padat, sedangkan bagian bawahnya disusun oleh batuan metamorf dan batuan beku Gabro. Hal ini diduga disebabkan oleh berat jenis kerak samudra yang jauh lebih tinggi dibanding kerak benua. Oleh karena itu, kerak tersebut akan cenderung termampatkan ke dalam volume yang jauh lebih kecil.[3][4][5]

Permukaan kerak samudra ditutupi oleh endapan sedimen dengan ketebalan rata-rata sekitar 500 meter. Kerak samudra juga memiliki umur yang jauh lebih muda dibanding kerak benua. Kerak samudra terbentuk dari lapisan mantel bumi yang mencair dan naik ke permukaan bumi, kemudian mencair.[1] Seiring waktu, mantel padat berkumpul di bagian bawah kerak samudra sehingga membentuk dua lapisan. Lapisan kerak yang membeku ini bisa masuk kembali ke mantel bumi dan kembali mencair karena densitas yang tinggi.[6] Densitas kerak samudra lebih tinggi dibandingkan kerak benua. Maka kerak samudra mengapung di atas mantel.[7] Kerak samudra senantiasa dihancurkan dan dibuat kembali oleh rekahan tengah samudra, berbeda dengan kerak benua yang relatif lebih statis di atas benua.[4][5]

Referensi

  1. 1 2 masgurudedi. "kerak samudera". dedisasmito.wordpress.com. Diakses tanggal 2020-09-28.
  2. ↑ "Kerak Bumi dan Penjelasannya". IlmuGeografi.com. 2016-01-14. Diakses tanggal 2020-09-28.
  3. ↑ "Perbedaan Kerak Benua dan Kerak Samudera". Gurugeografi.id (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-09-28.
  4. 1 2 "Lapisan Bumi Paling Luar Terdiri dari Kerak Samudra dan Kerak Benua, Apa Beda Keduanya?". bobo.grid.id. Diakses tanggal 2020-09-28.
  5. 1 2 http://www.contextureintl.com, Designed by Contexture International |. "Perbedaan antara Kerak Benua dan Kerak Samudra | Catatan Geografer" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-09-28.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |last=
  6. ↑ "Inilah Perbedaan Kerak Benua dan Kerak Samudera". Diakses tanggal 2020-09-28.
  7. ↑ "Geologi Kerak Benua dan Kerak Samudera". Geograph88 (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-09-28.
Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ombak
Upwelling





Antarctic bottom water
Sirkulasi
Pasang laut
Bentang alam
Tektonika
lempeng
Zona samudra
Permukaan laut
Acoustics
Satelit
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan