Sabtu, 31 Oktober 2026
14:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Polusi laut

Polusi laut

suatu kondisi dimana ekosistem laut kemasukan substansi atau zat yang bersifat mencemari/polutan

Bagikan:
60px-Project_Translation_inspection_logo1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Marine pollution di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
330px-Obvious_water_pollution.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sementara pencemaran laut dapat terlihat jelas, untuk sampah-sampah laut yang ditunjukkan di atas, pencemar merupakan yang sering kali tidak dapat dilihat yang paling membahayakan.

Pencemaran laut (bahasa Inggris:Marine pollution) terjadi ketika efek berbahaya atau efek yang mungkin berbahaya terjadi di perairan air laut. Pencemaran laut terjadi akibat masuknya bahan-bahan kimia, partikel, limbah industri, pertanian, dan perumahan, bunyi, atau ketersebaran organisme invasif. Delapan puluh persen pencemaran laut berasal dari daratan. Pencemaran air juga merupakan faktor yang berperan penting dengan membawa pestisida atau kotoran ke lautan. Pencemaran udara dan darat juga terbukti berbahaya bagi kehidupan laut dan habitatnya.[1]

Pencemaran sering berasal dari sumber bukan tentu, seperti limpasan pertanian, puing-puing yang tertiup angin, dan debu. Pencemaran dalam badan air yang besar juga dapat diperburuk dengan fenomena fisik, seperti efek biologis sirkulasi Langmuir. Pencemaran nutrien merupakan suatu bentuk pencemaran air yang merujuk kepada kontaminasi karena masuknya nutrien yang berlebihan. Ini merupakan penyebab utama eutrofikasi permukaan air, ketika nutrien yang berlebihan, biasanya nitrat atau fosfat, merangsang pertumbuhan alga. Banyak bahan kimia yang berpotensi beracun menempel pada partikel-partikel kecil yang nantinya dibawa oleh plankton dan hewan-hewan bentik, yang sebagian besar merupakan pemakan deposit atau hewan penyaring. Dengan cara ini, racun terpusat ke atas dalam rantai makanan laut. Banyak partikel yang bergabung secara kimiawi menyebabkan berkurangnya oksigen, sehingga muara menjadi anoksik.

Ketika pestisida masuk ke dalam ekosistem laut, pestisida terserap ke dalam jaring-jaring makanan laut dengan cepat. Ketika berada dalam jaring-jaring makanan, pestisida ini dapat menyebabkan mutasi, serta penyakit yang dapat berbahaya bagi manusia dan seluruh jaring makanan. Logam beracun juga dapat masuk ke dalam jaring-jaring makanan laut. Ini dapat menyebabkan perubahan materi, biokimia, tingkah laku, pembiakan, dan menekan pertumbuhan dalam kehidupan laut. Di samping itu, banyak pakan hewan mengandung tepung ikan atau hidrolisat ikan. Dengan cara ini, racun-racun laut dapat berpindah ke hewan-hewan darat, dan muncul dalam daging dan produk-produk susu nantinya.

Banyak kebijakan yang telah dikembangkan secara antarbangsa untuk melindungi laut dari pencemaran laut. Terdapat berbagai cara bagi lautan tercemar. Oleh karena itu, ada banyak hukum, kebijakan, dan perjanjian yang diberlakukan sepanjang sejarah. Langkah-langkah mencegah polusi atau pencemaran laut diantaranya, berhenti menggunakan plastik dan membuang sampah sembarangan karena tidak hanya menyumbat saluran air, tetapi juga membuangnya ke laut, p

Pastikan bahan kimia yang disebutkan di atas tidak digunakan di dekat aliran air dan coba kurangi penggunaan bahan kimia tersebut.

Lihat juga

Buku Wikipedia adalah koleksi artikel yang bisa diunduh atau dipesan dalam bentuk cetak.

Rujukan

  1. ↑ US Department of Commerce, National Oceanic and Atmospheric Administration. "What is the biggest source of pollution in the ocean?". oceanservice.noaa.gov (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 22 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Pranala luar

Polusi udara
Polusi air
Kontaminasi tanah
Kontaminasi radioaktif
Jenis polusi lainya
Perjanjian internasional
Organisasi utama
Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan