Selasa, 22 September 2026
20:56 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Suak (gelombang)

Suak (gelombang)

Gelombang berdiri dalam perairan yang tertutup sepenuhnya atau sebagianTemplat:SHORTDESC:Gelombang berdiri dalam perairan yang tertutup sepenuhnya atau sebagian
330px-Standing_wave_2.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gelombang berdiri (hitam) yang digambarkan sebagai penjumlahan dua gelombang yang merambat dengan arah yang saling berlawanan (biru dan merah).

Suak[1] (bahasa Inggris : seiche) adalah gelombang berdiri dalam sebuah perairan yang tertutup, baik tertutup sepenuhnya maupun sebagian. Fenomena akibat suak dapat terjadi di danau, waduk, kolam renang, teluk, pelabuhan, dan laut. Syarat utama terbentuknya suak adalah adanya perairan yang setidaknya tertutup sebagian sehingga dapat menjadi tempat terbentuknya gelombang berdiri.

Istilah ini dipopulerkan oleh hidrologis asal Swiss bernama François-Alphonse Forel pada 1890. Ia merupakan orang pertama yang melakukan pengamatan saintifik di Danau Jenewa.[2] Menurut Wilson (1972),[3][4] kata ini rupanya telah digunakan sejak lama di beberapa daerah untuk mendeskripsikan osilasi di danau-danau alpen. Menurut Wilson (1972), kata berdialek Prancis Swiss ini berasal dari kata dalam bahasa Latin yakni [siccus] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) yang berarti "kering".

Suak di pelabuhan diakibatkan oleh gelombang infragravitasi atau gelombang berperiode panjang yang terbentuk akibat interaksi antara gelombang subharmonik linear dengan ombak akibat angin.[5]

Sebab

Suak sering kali tidak dapat dicermati oleh mata telanjang maupun penumpang kapal karena periodenya yang begitu lama.

Efek ini disebabkan oleh resonansi perairan akibat gangguan beberapa faktor, umumnya akibat efek meteorologis seperti angin dan variasi tekanan atmosfer, aktivitas seismik, atau tsunami.[6] Gravitasi selalu berusaha menyeimbangkan permukaan horizontal perairan, ketika air memenuhi konfigurasi keseimbangan hidrostatik.

Akibatnya, terbentuk pergerakan harmonik vertikal yang menghasilkan pergerakan impuls sepanjang perairan dengan kecepatan yang bergantung pada kedalaman perairan. Impuls tersebut dipantulkan kembali oleh ujung perairan hingga menyebabkan interferensi. Refleksi yang berulang-ulang membentuk gelombang berdiri dengan satu atau lebih dimpul yang tidak memiliki pergerakan vertikal. Frekuensi osilasi bergantung pada besar, kedalaman, kontur, dan temperatur perairan.

Periode natural terlama suak merupakan periode yang berhubungan dengan dasar resonansi pada perairan. Untuk seiche di perairan tertutup berbentuk segi empat, periode ini dapat dihitung menggunakan persamaan Merian:[7][8]

T = 2 L g h {\displaystyle T={\frac {2L}{\sqrt {gh}}}} {\displaystyle T={\frac {2L}{\sqrt {gh}}}}

dengan T adalah periode natural terlama, L adalah panjang perairan, h adalah kedalaman rata-rata perairan, dan g adalah percepatan gravitasi.[9]

Periode karmonik kedua merupakan setengah dari periode natural, periode harmonik ketiga merupakan sepertiga dari periode natural, dan seterusnya.

Referensi

  1. "Terjadi Kesalahan - KBBI VI Daring". kbbi.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2024-09-16.
  2. Darwin, G. H. (1898). The Tides and Kindred Phenomena in the Solar System. London: John Murray. hlm. 21–31.
  3. Rabinovich, Alexander B. (2018). "Seiches and Harbor Oscillations". Handbook of Coastal and Ocean Engineering. World Scientific. hlm. 243–286. doi:10.1142/9789813204027_0011. ISBN 978-981-320-401-0.
  4. Wilson, Basil W. (1972). Seiches. Advances in Hydroscience. Vol. 8. Elsevier. hlm. 1–94. doi:10.1016/b978-0-12-021808-0.50006-1. ISBN 978-0-12-021808-0.
  5. Munk, Walter H. (1950). Origin and generation of waves. 1st International Conference on Coastal Engineering, Long Beach, California. Coastal Engineering ... : Proceedings of the ... International Conference. Council on Wave Research, American Society of Civil Engineers. doi:10.9753/icce.v1.1. ISSN 2156-1028.
  6. Tsunami yang dimaksud bukan hanya akibat gempa bumi, melainkan juga yang dapat terjadi akibat longsoran, erupsi gunung berapi, dan tumbukan meteorit.
  7. Proudman, J. (1953). Dynamical oceanography. London: Methuen. §117 (p. 225). OCLC 223124129.
  8. Merian, J. R. (1828). Ueber die Bewegung tropfbarer Flüssigkeiten in Gefässen [On the motion of drippable liquids in containers] (thesis) (dalam bahasa Jerman). Basel: Schweighauser. OCLC 46229431.
  9. Sebagai contoh, periode gelombang seiche di perairan dengan kedalaman 10 meter dan panjang 5 kilometer adalah 1000 detik atau sekitar 17 menit. Sementara itu, perairan yang memiliki panjang sekitar 300 km (seperti Teluk Finlandia) memiliki periode selama hampir 12 jam.

Bacaan lanjutan

  • Jackson, J. R. (1833). "On the Seiches of Lakes". Journal of the Royal Geographical Society of London. 3: 271–275. doi:10.2307/1797612. JSTOR 1797612.

Pranala luar

Lihat entri suak (gelombang) di kamus bebas Wikikamus.

Umum

Hubungan dengan "monster" akuatik

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan