Selasa, 20 Oktober 2026
10:19 WIB
TERKINI
Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau
Namhansanseong

Namhansanseong

bangunan istana di Korea Selatan

Bagikan:
Namhansanseong
250px-Khitai5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sueojangdae (Pos perintah Sueojangdae)
Nama Korea
Hangul
남한산성
Hanja
南漢山城
Alih AksaraNamhansanseong
McCune–ReischauerNamhansansŏng

Namhansanseong (terjemah harfiahnya "Benteng Pegunungan Han Selatan") merupakan sebuah taman pada ketinggian 480m di atas permukaan laut, yang berada di sebelah tenggara Seoul. Taman ini berlokasi di Namhansan ("Pegunungan Han Selatan"). Taman ini memiliki kubu-kubu pertahanan bertanggalkan abad ke-17 serta sejumlah kuil.

Sejarah

Berdasarkan kisah tradisional, situs Namhansanseong berkaitan dengan Onjo, pendiri Baekje. Pada tahun 672, sebuah benteng yang disebut Jujangseong (晝長城) dibangun di sudut sebelah barat Namhansan untuk melindungi Silla dari Tang China. Kemudian benteng ini diberi nama Iljangseong (日長城). Raja Goryeo memperbaiki kembali benteng ini sebagai sebuah pos terdepan untuk Gwangju, ibu kota provinsi terdekatnya.

Kebanyakan benteng yang ada saat ini bertanggalkan dari zaman Joseon. Konstruksinya direncanakan Seo, pada awal 1624, ketika Manchu mengancam Ming China. Pada tahun 1636, Manchu menginvasi dan Raja Injo melarikan diri bersama pejabat istana dan 13.800 orang tentaranya ke Namhansanseong. Di sini mereka mempertahankan diri dengan baik dan sang raja mendapatkan perlindngan dari penjaga yang terdiri dari 3000 orang biarawan petarung. Manchu tidak dapat mengambil alih benteng karena badai, akan tetapi setelah 45 hari pengepungan, pasokan makanan kemudian habis, dan raja terpaksa menyerah, memberikan anak-anaknya sebagai sandera serta berpindah kesetiaan dari Ming. Monumen Samjeondo (三田渡碑) didirikan di jalan bagian selatan dari Seoul ke Namhansanseong untuk menandai kejadian ini.

Setelah pasukan Manchu ditarik, Namhanseong dibiarkan tak tersentuh hingga pemerintahan Raja Sukjong, yang memperluasnya dan menambahkan Pongamseong di sudut bagian timur laut area benteng pada tahun 1686. Ruang tambahan lainnya, Hanbongseong, dibangun sepanjang punggung bukit di bagian timur benteng pada tahun 1693. Lebih banyak karya lainnya lagi dibuat pada masa pemerintahan Raja Yeongjo (1724-76). Dinding sandaran abu-abu dibuat tahun 1778, selama pemerintahan Raja Jeongjo.

Taman Provinsi Namhansanseong

Benteng ini tidak dipergunakan dan perlahan-lahan runtuh hingga tahun 1954, ketika kemudian benteng ini ditetapkan sebagai sebuah taman nasional serta dilakukan sejumlah perbaikan. Pada mulanya, di area benteng terdapat sembilan buah kuil serta beberapa pos komando dan menara pengintai. Akan tetapi, saat ini yang tersisa hanyalah sebuah pos komando, yaitu Seojangdae (西將台), serta sebuah kuil tunggal, Changgyeongsa. Terdapat pula beberapa kuil baru lainnya pada jalur hingga ke gerbang selatan dan dinding-dinding benteng. Gerbang utara, selatan, dan timur telah dipulihkan keadaannya.

1280px-SeoulPanorama.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan pusat kota Seoul dari dinding benteng - perlu memperbesar untuk melihat ratusan blok apartemen.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Namhansanseong.
Sejarah
120px-Coat_of_Arms_of_Joseon_Korea.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Politik
Pemerintahan
Masyarakat
Budaya
Warisan kebudayaan
Lihat pula

37°28′N 127°11′E / 37.467°N 127.183°E / 37.467; 127.183

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan