Senin, 19 Oktober 2026
14:08 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Angkatan Laut Joseon

Angkatan Laut Joseon

Bagikan:
Angkatan LautJoseon
250px-Coat_of_Arms_of_Joseon_Korea.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Kerajaan Joseon
Negara Korea
AliansiDinasti Joseon Raja Joseon
Tipe unitAngkatan laut
PeranPertempuran laut
Jumlah personelKapal
  • 249 (1465)
  • 300 (1592)
Dibubarkan1895
Insignia
Lambang250px-Ensign_of_the_Joseon_Navy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Angkatan Laut Joseon (bahasa Korea:조선 수군; Hanja: 朝鮮水軍) adalah angkatan laut dinasti Joseon dari Korea. Pada awalnya ditugaskan untuk melindungi kapal dagang dan kota-kota pesisir dari serangan bajak laut Jepang, angkatan laut Joseon terkenal karena mengalahkan angkatan laut Jepang selama Perang Imjin dan sering dianggap menghentikan kampanye invasi Jepang dan menyelamatkan dinasti dari penaklukan.[1][2][3][4][5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Turnbull, Stephen (Nov 20, 2012). The Samurai Invasion of Korea 1592-98. Osprey Publishing. hlm. 17. ISBN 9781782007128. Diakses tanggal Maret 25, 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen] "His naval victories were to prove decisive in the Japanese defeat, although Yi was to die during his final battle in 1598."
  2. ↑ Perez, Louis (2013). Japan At War: An Encyclopedia. Santa Barbara, California: ABC-CLIO. hlm. 140. ISBN 9781598847413 https://books.google.com/books?id=RHXG0JV9zEkC&q=imjin+war+korean+victory&pg=PA140.{{cite encyclopedia}}: |title= tidak ada atau kosong"Just as a complete Japanese victory appeared imminent, Admiral Yi entered the war and quickly turned the tide."
  3. ↑ Perez, Louis (2013). Japan At War: An Encyclopedia. Santa Barbara, California: ABC-CLIO. hlm. 140–141. ISBN 9781598847413 https://books.google.com/books?id=RHXG0JV9zEkC.{{cite encyclopedia}}: |title= tidak ada atau kosong"Yi's successes gave Korea complete control of the sea lanes around the peninsula, and the Korean navy was able to intercept most of the supplies and communications between Japan and Korea"
  4. ↑ Elisonas, Jurgis. "The inseparable trinity: Japan's relations with China and Korea." The Cambridge History of Japan. Vol. 4. Ed. John Whitney Hall. Cambridge: Cambridge UP, 1991. pp. 278
  5. ↑ Lee, Ki-baik. A New History of Korea. Trans. Edward W. Wagner and Edward J. Schultz. Seoul: Ilchokak, 1984. pp. 212

Sumber

  • Stephen Turnbull, "Samurai Invasion - Japan's Korean War 1592-1598", Cassel & Co, 2002

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan