Senin, 12 Oktober 2026
15:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Chaekgeori

Chaekgeori

Bagikan:
250px-Chaekgeori%2C_1864-1872%2C_Lee_EungRok.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Chaekgeori, c. 1864-1872, oleh Lee EungRok

Chaekgeori (Hangul: 책거리;Hanja: 冊巨里), atau jika diterjemahkan akan bermakna "buku dan benda", adalah genre lukisan yang berasal dari periode Joseon di Korea. Genre lukisan ini menampilkan buku sebagai subjek dominan.[1] Tradisi chaekgeori berkembang dari paruh kedua abad ke-18 hingga paruh pertama abad ke-20 dan dinikmati oleh semua kalangan masyarakat Korea, mulai dari raja hingga rakyat jelata, menunjukkan betapa eratnya budaya membaca buku dan pembelajaran dalam budaya Korea.[2]

Nama

Chaekgeori dapat diartikan sebagai "buku dan benda." Chaekgeori yang menampilkan rak buku disebut chaekgado (책가도; 冊架圖).[3] Chaekgeori juga sering disebut sebagai munbangdo (문방도; 文房圖).[4]

Sejarah

Selama abad ke-18, Joseon mengalami masa keemasan setelah pergolakan yang terjadi pada abad ke-17. Seni berkembang pesat, dan tema serta genre seni baru mulai banyak bermunculan.[1]

Mulai berkembang pada abad ke-18, chaekgeori disebarkan secara pribadi oleh Raja Jeongjo, yang dikenal sebagai seorang bibliofil (orang yang cinta buku). Ia juga turut serta dalam mengembangkan pendidikan dan pembelajaran yang tekun, dan dianut oleh aristokrat kelas yangban dalam masyarakat periode Joseon.[2][3] Lukisan-lukisan chaekgeori awal dinilai berharga karena realisme ilusionisnya. Pada abad ke-19, chaekgeori mulai menyebar ke seni rakyat minhwa yang meupakan kelas masyarakat umum, yang menghasilkan penggambaran yang lebih ekspresionis dan abstrak, dan berkurangnya keunggulan rak buku sebagai motif utama.[3] Chaekgeori istana digunakan dalam upacara ritual dan sebagai dekorasi, tetapi chaekgeori minhwa dipajang semata-mata sebagai dekorasi di rumah.[3]

Pengaruh

Raja Jeongjo mempromosikan dan menyebarkan pertukaran budaya dengan Dinasti Qing, yang menyebabkan peningkatan paparan dan impor benda-benda dalam budaya Tiongkok dan Eropa.[2] Beberapa benda yang digambarkan dalam chaekgeori berasal dari luar negeri, seperti Tiongkok, Jepang, dan dunia Barat. Chaekgado menggabungkan perspektif linear dan teknik bayangan di seni Barat, dan rak buku yang digambarkan menunjukkan pengaruh lemari harta duobaoge dari Dinasti Qing, meskipun lebih simetris dan sistematis.[1] Duobaoge sendiri dipengaruhi oleh lemari barang antik Eropa yang dibawa ke Tiongkok oleh misionaris Jesuit.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Hyun, Eleanor Soo-ah. "Korean Chaekgeori Paintings". The Met’s Heilbrunn Timeline of Art History. The Metropolitan Museum of Art. Diakses tanggal 30 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "책거리". Encyclopedia of Korean Folk Culture. National Folk Museum of Korea. Diakses tanggal 2 Juni 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 "People of Joseon paint their desire for learning". Korea.net. Korean Culture and Information Service. Diakses tanggal 30 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "문방도". Encyclopedia of Korean Folk Culture. National Folk Museum of Korea. Diakses tanggal 30 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Art Historian Brings Little-Known Korean Art to America". Dartmouth News (dalam bahasa Inggris). Dartmouth College. 25 Oktober 2016. Diakses tanggal 2 Desember 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Topik Korea
Politik
Korea Utara
Korea Selatan
Ekonomi
Korea Utara
Korea Selatan
Geografi
Umum
Korea Utara
Korea Selatan
Demografi
Umum
Seni
Korea Utara
Korea Selatan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan