Sabtu, 17 Oktober 2026
07:37 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Kudeta Gapsin

Bagikan:

Kudeta Gapsin, juga dikenal sebagai Revolusi Gapsin, adalah kudeta tiga hari yang gagal yang terjadi di Korea pada tahun 1884. Para reformis Korea di Partai Gaehwa berusaha untuk memulai perubahan cepat di dalam negeri, termasuk menghilangkan perbedaan sosial dengan menghapus hak istimewa dalam hukum untuk kelas yangban. Upaya kudeta, dengan dukungan Jepang, dimulai pada tanggal 4 Desember 1884, dengan pendudukan istana kerajaan di Seoul dan pembunuhan beberapa anggota faksi konservatif pro-Tiongkok. Namun, kudeta itu akhirnya ditumpas oleh garnisun Tiongkok yang ditempatkan di negara itu. Digagalkan oleh tindakan Tiongkok, beberapa pemimpin faksi pro-Jepang diasingkan di Jepang. Peristiwa tersebut menyebabkan dominasi Tiongkok informal di Korea dari tahun 1885—1894. Di dalam istana Joseon, pengaruh Tiongkok semakin besar khususnya di bawah Residen Jenderal Yuan Shikai.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Baca Selengkapnya di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan