Minggu, 20 September 2026
09:09 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kabupaten Muara Enim

Kabupaten Muara Enim

kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan

Kabupaten Muara Enim
Lematang Ilir Ogan Tengah ( LIOT )
Transkripsi bahasa daerah
  Surat Uluꤸꥈꥆꤽ ꥆꥉꤵꥇꤸ꥓
  Abjad Jawiموارا اينيم
Wisata Danau Shuji - Muara Enim
Wisata Danau Shuji - Muara Enim
Lambang resmi Kabupaten Muara Enim
Lambang
Motto: 
Serasan sekundang
(Bahasa Besemah) Senasib untuk berkorban dan sepenanggung jawab untuk membangun daerah
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kabupaten_Muara_Enim&revid=29901756&groups=_94d0c6d109a39c1c675248c16324dcbdccaf7176&parser=parsoid
Peta Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim di Sumatra
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim
Peta Kabupaten Muara Enim
Tampilkan peta Sumatra
Kabupaten Muara Enim di Indonesia
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 4°13′58″S 103°36′51″E / 4.2327°S 103.6141°E / -4.2327; 103.6141
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Selatan
Tanggal berdiri26 Juni 1959[1]
Dasar hukumUU No. 28 Tahun 1959[1]
Hari jadi20 November 1946;79 tahun lalu (1946-11-20)
Ibu kotaMuara Enim
Jumlah satuan pemerintahan[2]
Daftar
  • Kecamatan: 22
  • Kelurahan: 10
  • Desa: 246
Pemerintahan
  BupatiSumarni (Plt.)
  Wakil Bupati
  Sekretaris DaerahIr. Yulius, M.Si.
Luas
  Total6.764 km2 (2,612 sq mi)
Populasi
  Total667.083
  Kepadatan99/km2 (260/sq mi)
  Laki-laki340,368
  Perempuan326,715
Demografi
  AgamaIslam 98,80%
Kristen 0,87%
- Protestan 0,65%
- Katolik 0,22%
Hindu 0,22%
Buddha 0,11%
Konghucu 0,01%
Lainnya 0,00%[2]
  IPMKenaikan 73,77 (2025)
Tinggi[2]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1603 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0734
0713
Pelat kendaraanBG xxxx D** ( Masih Digunakan ) BG "xxxx" O** ( Tidak lagi digunakan)
Kode Kemendagri16.03 Suntingan nilai di Wikidata
PADRp449.369.599.734,06 (2025)
DAURp675.777.451.987,00 (2025)
DAKRp303.035.048.002,00 (2025)
Situs webwww.muaraenimkab.go.id

Kabupaten Muara Enim (sebelumnya bernama Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah/LIOT)[butuh rujukan] (Surat Ulu: ꤸꥈꥆꤽ ꥆꥉꤵꥇꤸ꥓ Jawi: موارا اينيم) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten terletak di Kecamatan Muara Enim.

Kabupaten Muara Enim adalah salah satu kabupaten dengan jumlah tetangga kabupaten terbanyak di Indonesia dan salah satu kabupaten yang memiliki daerah eksklave di Indonesia, yaitu Kecamatan Gelumbang, Kelekar, Lembak, Sungai Rotan, Belida Darat dan Muara Belida akibat pembetukan Daerah Otomomi Baru Kabupaten PALI dan peningkatan status kota administratif Kota Prabumulih.[butuh rujukan]

Kantor Pusat Pertambangan Batu Bara PT Bukit Asam berada di kabupaten ini, tepatnya di Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, sekitar 15 km dari ibukota kabupaten. Jumlah penduduk Kabupaten Muara Enim pada akhir tahun 2025 adalah sebanyak 667.083 jiwa.[2] Kabupaten Muara Enim memiliki julukan Bumi Serasan Sekundang.[butuh rujukan]

Geografi

Secara geografis, posisi Kabupaten Muara Enim terletak antara 4°- 6° LS dan 104° - 106° BT.[3] Kabupaten Muara Enim merupakan daerah agraris dengan luas wilayah 7.483,06 km², terdiri atas 22 kecamatan, 246 desa, dan 10 kelurahan.[4]

Batas Wilayah

Kabupaten Muara Enim memiliki batas wilayah sebagai berikut:

Utara Banyuasin, Kota Palembang, dan PALI Sumatera Selatan,
Timur OKU, Ogan Ilir, dan Kota Prabumulih Sumatera Selatan,
Selatan OKU Selatan, Sumatera Selatan, dan Kaur, Bengkulu
Barat Musi Rawas, Lahat, dan Kota Pagar Alam Sumatera Selatan

Topografi

Kondisi topografi di Kabupaten Muara Enim cukup beragam. Daerah dataran tinggi di bagian barat daya yang merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan, meliputi Kecamatan Semende Darat Laut, Semende Darat Ulu, Semende Darat Tengah, dan Kecamatan Tanjung Agung. Daerah dataran rendah bermula dari bagian tengah (Muara Enim, Ujan Mas, Benakat, Gunung Megang, Rambang Niru, Rambang, Lubai) terus ke utara–timur laut di mana terdapat daerah rawa yang berhadapan langsung dengan daerah aliran Sungai Musi, meliputi Kecamatan Gelumbang, Sungai Rotan, dan Muara Belida.[butuh rujukan]

Pemerintahan

Pada awal terbentuknya, Kabupaten Muara Enim bernama Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT). Terbentuknya Kabupaten Muara Enim berawal dari panitia Sembilan sebagai realisasi surat Keputusan Bupati Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah tanggal 20 November 1946, hasil karya panitia tersebut disimpulkan dalam bentuk laporan yang terdiri dari 10 bab, dangan judul Naskah Hari Jadi Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah dan telah dikukuhkan dengan surat keputusan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah tanggal 14 Juni 1972 No. 47/Deshuk/1972. Tanggal 20 November tersebut kemudian menjadi dasar hari jadi Kabupaten Muara Enim. Namun, dasar hukum pembentukan Kabupaten Muara Enim juga tertuang dalam Undang-undang nomor 28 tahun 1959, tanggal 26 Juni 1959.[1]

Kabupaten Muara Enim sebelumnya terdiri dari 22 kecamatan[5] kemudian pada 2012 bertambah tiga kecamatan, yaitu Belimbing, Belida Darat, dan Lubai Ulu, sehingga menjadi 25 kecamatan, dan menjadi 20 kecamatan sejak keluarnya UU Nomor 7 Tahun 2013, dimana lima kecamatan dalam kabupaten ini, yaitu Talang Ubi, Penukal Utara, Penukal, Abab, dan Tanah Abang, bergabung membentuk kabupaten sendiri yaitu Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir,[6] kemudian menjadi 22 kecamatan dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 10 Tahun 2018.[7]

Daftar Bupati

No Potret Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Amaludin 1950 1956 1
2 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Aziz 1956 1958 2
3 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Abbas Ali Rachman 1958 1958 3
4 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ahmad Wani 1958 1965 4
5 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ahmad Kasim Djaki 1965 1974 5
6 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Asnawi Mangkualam 1974 1975 6
7 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Muhammad Sai Sohar 1975 1980 7
1980 1985 8
8 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Nang Ali Solichin 1985 1990 9
9 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail H.
Hasan Zen
S.H., M.M.
1990 1995 10
1995 1998 11
10
250px-Governor_of_South_Sumatra_Ramli_Hasan_Basri.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ramli Hasan Basri (Ct) 1998 1998 -
11 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sofyan Effendi 1998 2003 12
12 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail H.
Kalamudin Djinab
S.H., M.H.
2003 2008 13 Ir. H. Hanan Zulkarnain, MTP
2008 27 Mei 2009 14 [Ket. 1] Ir. H. Muzakir Sai Sohar
13 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ir. H. Muzakir Sai Sohar 2009 2013 H. Nurul Aman, S.H.
2013 2018 15 H. Nurul Aman, S.H.
14 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Teddy Meilwansyah
S.STP., M.M.
21 Juni 2018 18 September 2018 - [Ket. 2]
[8]
15 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ir. H.
Ahmad Yani
M.M.
18 September 2018 3 September 2019 16 [9] H.
Juarsah
S.H.
16 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail H.
Juarsah
S.H.
4 September 2019 16 September 2019 [Ket. 3]
[10]
16 September 2019 11 Desember 2020 [Ket. 4]
[11]
11 Desember 2020 16 Februari 2021 [12]
17 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Dr. H.
Nasrun Umar
S.H., M.M.
16 Februari 2021 11 Mei 2021 [Ket. 5]
[13]
11 Mei 2021 11 Mei 2022 [Ket. 6]
[14]
18 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kurniawan
A.P., M.Si.
12 Mei 2022 23 Juni 2022 [Ket. 7]
[15]

23 Juni 2022

24 Januari 2023

[Ket. 8]
[16]
19 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ahmad Usmarwi Kaffah, S.H., LL.M. (Bham), LL.M. (Abdn), Ph.D. 25 Januari 2023 17 September 2023 [Ket. 9]
[17]
Ahmad Usmarwi Kaffah, S.H., LL.M. (Bham), LL.M. (Abdn), Ph.D.
20 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Dr. H. Ahmad Rizali, M.A. 18 September 2023 22 Juli 2024 - [Ket. 10]
[18]
21 langid-120px-No_image_available.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Henky Putrawan 22 Juli 2024 20 Februari 2025 - [Ket. 11]
[19]
22
250px-Edison%2C_Bupati_Muara_Enim.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Edison, S.H., M.Hum. 20 Februari 2025 10 Juni 2026[Ket. 12] 17 [21] Ir. Sumarni, M.Si.
23
250px-Sumarni%2C_Wakil_Bupati_Muara_Enim_2025.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumarni 10 Juni 2026 sekarang[Ket. 13] [22]
Catatan
  1. Meninggal dunia saat menjabat
  2. Penjabat Bupati Muara Enim
  3. Pelaksana Harian Bupati Muara Enim
  4. Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim
  5. Pelaksana Harian Bupati Muara Enim
  6. Penjabat Bupati Muara Enim
  7. Pelaksana Harian Bupati Muara Enim
  8. Penjabat Bupati Muara Enim
  9. Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim sekaligus Wakil Bupati Muara Enim definitif
  10. Penjabat Bupati Muara Enim
  11. Penjabat Bupati Muara Enim
  12. Ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi pada 8 Juni 2026[20]
  13. Ditunjuk sebagai Pelaksana tugas menggantikan Edison yang ditangkap KPK[22]

Dewan Perwakilan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Muara Enim (disingkat DPRD Muara Enim) adalah lembaga perwakilan rakyat daerah tingkat kabupaten yang ada di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Anggota DPRD Muara Enim berjumlah 45 orang yang tersebar di 13 partai politik, dengan perolehan suara mayoritas diraih oleh Partai Gerakan Indonesia Raya.

Pemekaran

Anggota DPRD Muara Enim periode 2014-2019 berjumlah 45 orang dilantik pada 27 September 2014. Karena adanya pemekaran Kabupaten PALI pada tahun 2013, pemilihan anggota DPRD Muara Enim dan PALI digabung atas nama DPRD Muara Enim. Barulah pada tahun 2015, anggota DPRD Muara Enim dibagi menjadi dua: anggota DPRD Muara Enim dan anggota DPRD PALI, dengan beberapa penyesuaian.

Kecamatan

Kabupaten Muara Enim memiliki 20 kecamatan, 10 kelurahan dan 245 desa (dari total 236 kecamatan, 386 kelurahan dan 2.853 desa di seluruh Sumatera Selatan). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 567.450 jiwa dengan luas wilayahnya 7.383,90 km² dan sebaran penduduk 77 jiwa/km².[23][24]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Muara Enim, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
16.03.24 Belida Darat 10Desa
16.03.23 Belimbing 10Desa
16.03.19 Benakat 6Desa
16.03.26 Empat Petulai Dangku 10Desa
16.03.06 Gelumbang 122Desa
Kelurahan
16.03.04 Gunung Megang 13Desa
16.03.21 Kelekar 7Desa
16.03.07 Lawang Kidul 34Desa
Kelurahan
16.03.17 Lembak 10Desa
16.03.14 Lubai 10Desa
16.03.25 Lubai Ulu 11Desa
16.03.22 Muara Belida 8Desa
16.03.02 Muara Enim 610Desa
Kelurahan
16.03.27 Panang Enim 12Desa
16.03.15 Rambang 13Desa
16.03.03 Rambang Niru 16Desa
16.03.08 Semende Darat Laut 10Desa
16.03.09 Semende Darat Tengah 12Desa
16.03.10 Semende Darat Ulu 10Desa
16.03.16 Sungai Rotan 19Desa
16.03.01 Tanjung Agung 14Desa
16.03.11 Ujan Mas 8Desa
TOTAL2210245

Pembagian Wilayah Kecamatan

Nama KecamatanLuas per km2Populasi (pertengahan 2024)Ibukota
Muara Enim187,0880.782Muara Enim
Lawang Kidul287,2676.736Keban Agung
Tanjung Agung517,1030.097Tanjung Agung
Panang Enim192,9413.367Lebak Budi
Wilayah Melayu Enim1184,38200.982
Rambang Niru634,9835.282Tebat Agung
Rambang378,0728.882Sugih Waras
Empat Petulai Dangku138,3520.547Dangku
Lubai Ulu478,4934.640Karang Agung
Lubai529,3227.764Beringin
Wilayah suku Rambang2159,21147.115
Semende Darat Laut269,1415.473Pulau Panggung
Semende Darat Tengah302,2411.478Sri Tanjung
Semende Darat Ulu426,6418.346Aremantai
Wilayah Melayu Semende998,0245.315
Gunung Megang471,3636.026Gunung Megang Dalam
Ujan Mas311,1327.145Ujan Mas Baru
Benakat451,9610.648Padang Bindu
Belimbing148,6926.970Cinta Kasih
Wilayah Melayu Lematang1383,14100.789
Gelumbang705,5764.082Gelumbang
Muara Belida204,678.345Patra Tani
Kelekar138,0311.715Menanti
Belida Darat264,2613.556Tanjung Bunut
Lembak101,4419.957Lembak
Sungai Rotan344,1433.412Sukarami
Wilayah Melayu Belida1758,11151.067

Demografi

Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, jumlah penduduk kabupaten ini sebanyak 716.676 jiwa. Kemudian pada Sensus Penduduk Indonesia 2020, penduduk Muara Enim menjadi 6152.900 jiwa, dengan kepadatan 82 jiwa/km. Jumlah penduduk terbanyak berada di kecamatan Muara Enim (73.550 jiwa) dan Lawang Kidul (72.120 jiwa), sementara penduduk lebih sedikit berada di kecamatan Muara Belida (7.940 jiwa).[25]

Kepadatan penduduk tertinggi ada di Kecamatan Muara Enim yaitu 308 jiwa per km2, diikuti Kecamatan Lawang Kidul sebanyak 169 penduduk dan Kecamatan Sungai Rotan sebanyak 103 penduduk. Namun sebaran penduduk menurut kecamatan di wilayah Kabupaten Muara Enim tidak merata. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Lawang Kidul (64.180) dan Muara Enim (62.851). Sementara kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Muara Belida (7.750) dan Kelekar (9.574 %).

Mayoritas penduduk Kabupaten Muara Enim, memeluk agama Islam, yang umumnya dianut oleh penduduk asli setempat, seperti Suku Melayu Lematang, suku Rambang, Melayu Enim, Melayu Semende, Belide kemudian Jawa, Sunda dan suku bangsa lainnya. Penduduk Kabupaten Muara Enim yang memeluk agama Kristen (Protestan dan Katolik) umumnya dianut oleh Suku Batak (Batak Angkola dan Batak Toba) dan sebagian Suku Jawa. Penganut agama Hindu umumnya berasal dari Suku Bali. Terakhir, agama Budha dianut oleh Suku Tionghoa.

Adapun persentase penduduk Kabupaten Muara Enim menurut agama yang dianut, yaitu Islam sebanyak 96,34%. Kemudian Kekristenan sebanyak 1,71%, dengan rincian Protestan sebanyak 1,20% dan Katolik sebanyak 0,51%. Sebagian lagi menganut agama Buddha sebanyak 1,63%, Hindu sebanyak 0,30%, Konghucu dan aliran kepercayaan sebanyak 0,01%.[26] Untuk sarana rumah ibadah yang tersedia adalah sebanyak 812 masjid, 499 mushala, 9 gereja Protestan, 6 gereja Katolik, 6 vihara dan 3 pura.[25]

Sejarah

Nama “Muara Enim” berasal dari kata “Muara” yang berarti pertemuan sungai, dan “Enim” yang merupakan nama sungai utama yang membelah wilayah ini: Sungai Enim.[22]

Berdasarkan cerita rakyat “Asal Mula Berdirinya Semende”, puyang (Nenek Moyang) masyarakat Semende di Muara Enim adalah enam orang dari Pagaruyung, Sumatera Barat, dan satu orang dari Basemah, Sumatera Selatan. Konon puyang dari Pagaruyung yakni Tuan Raja, Alim Raja, Legam Bumi, Raja Ngekop, Nakan Adin, dan Sarna Wali. Sementara dari Suku Basemah bernama Prabu Sahmat. Selain itu, banyak juga yang berasal dari Jawa dan Banten[27]

Abad ke-13 Masehi, Islam diperkenalkan di Muara Enim Penduduk Muara Enim zaman dahulu memiliki hubungan dagang dengan Kayu Agung dan Palembang, lagipula Muara Enim pernah menjadi wilayah Kesultanan Palembang. Saat Palembang berperang dengan Belanda, banyak tokoh agama dari pedalaman, termasuk Muara Enim, ikut mati dalam perang sehingga terjadi krisis ulama, dan kemudian Belanda menduduki Muara Enim.[28]

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Bukit-Asam_steenkoolmijnen_het_hoofdkantoor_TMnr_10007033.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor pusat PT Bukit Asam (Saat itu dikenal sebagai perusahaan milik belanda yang mengelola Tambang Air Laya di Tanjung Enim pada tahun 1929)

Berdasarkan sejarah, Kabupaten Muara Enim pada masa pendudukan Hindia Belanda, marga-marga di sepanjang Sungai Enim, mulai dari marga Semendo Darat sampai ke marga Tamblang Patang Puluh Bubung. Kemudian, marga-marga di sepanjang Sungai Lematang mulai dari marga tamblang ujan mas hingga marga sungai rotan digabung menjadi satu wilayah administratif dengan nama "Onderafdeling Lematang Ilir" yang tunduk dengan Afdeling Palembangsche Boven Landen dengan asisten residen yang bertempat di Lahat. Batu bara mulai digali Belanda pada tahun 1919.[22][29]

250px-Ikon_Taman_Adipura%2C_Muara_Enim.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Taman Adipura, taman yang memperingati pemberian piala Adipura tiga tahun berturut-turut (2009-2011) kepada Kabupaten Muara Enim.[30]

Pada masa pendudukan Jepang, wilayah yang dikenal dengan nama Lematang Ilir diubah menjadi Lematang Sijo dan dibentuk wilayah administratif baru yang dikenal dengan Lematang Ogan Tengah, selanjutnya dikenal dengan nama Kawedanan Lematang Ogan Tengah.[butuh rujukan]

Ketika masa awal kemerdekaan Indonesia, hasil sidang Dewan Keresidenan Palembang pada tanggal 20 November 1946 dalam surat Keputusan Bupati Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah, wilayah Kawedanan Lematang Ilir dan Lematang Ogan Tengah digabung menjadi Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT).[22] Panitia Sembilan dibentuk untuk bertanggung jawab atas pembentukan LIOT, dan hasil karya panitia tersebut disimpulkan dalam bentuk laporan yang terdiri dari 10 bab, dangan judul Naskah Hari Jadi Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah dan telah dikukuhkan dengan surat keputusan Bupati Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT) tanggal 14 Juni 1972 No. 47/Deshuk/1972. Tanggal 20 November tersebut kemudian menjadi hari jadi Kabupaten Muara Enim. Namun, dasar hukum pembentukan Kabupaten Muara Enim juga tertuang dalam Undang-undang nomor 28 tahun 1959, tanggal 26 Juni 1959.[1]

Kabupaten LIOT dibentuk pada Masa Bersiap, sehingga jabatan kepala daerah dipegang oleh Gubernur Daerah Tingkat I Sumatera Selatan antara tahun 1946-1950. Adapun Bupati non-gubernur pertama Muara Enim adalah Amaludin.[butuh rujukan]

Dengan dikeluarkannya Surat Edaran Bupati Kepala Daerah Tingkat II Muara Enim Nomor 2642/2/B/1980, pada tanggal 1 April 1980 nama Kabupaten Daerah Tingkat II Lematang Ilir Ogan Tengah berubah menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Muara Enim, dan dengan berlakunya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, nama Kabupaten Daerah Tingkat II Muara Enim dirubah menjadi Kabupaten Muara Enim sampai dengan sekarang.

Kemudian, 21 Juni 2001, Kota Prabumulih dimekarkan dari Muara Enim, dan pada 11 Januari 2013 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dimekarkan dari Kabupaten Muara Enim[31]

Pada 5 Maret 2024, Muara Enim meraih penghargaan adipura ke-15 kalinya.[32]

Pendidikan

Data sarana pendidikan pada semua jenjang pendidikan pada tahun 2010 adalah jumlah sekolah TK sebanyak 110 atau bertambah 23,6% dibanding tahun 2009. Jumlah sekolah dasar dan MI sebanyak 507 atau meningkat 2,01%. Pada tingkat SLTP/MTs terdapat 153 sekolah atau meningkat 12,5%. Sedangkan Sekolah SMU/SMK/MA pada tahun ini menjadi 78 atau meningkat 5,4%.[butuh rujukan]

Kesehatan

Pad 2010, Kabupaten Muara Enim telah terdapat 3 buah rumah sakit, 24 unit puskesmas dan 107 unit puskesmas pembantu. Sementara untuk jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Muara Enim seluruhnya sebanyak 1.872 orang dengan rincian 101 dokter, 13 apoteker, 185 sarjana kesehatan, 804 tenaga keperawatan, 571 bidan, dan 198 tenaga non medis.[butuh rujukan]

Ekonomi

Kabupaten Muara Enim mengandalkan pertanian terutama perkebunan dalam mendorong perekonomiannya. Hal ini terlihat dari besarnya luas lahan yang digunakan untuk perkebunan. Lahan yang ada di Kabupaten Muara Enim umumnya merupakan lahan bukan sawah yaitu sekitar 96,19 % dan sisanya merupakan lahan sawah. Produk pertanian Muara Enim yang terkenal adalah karet, kelapa sawit, kopi (kopi Semende), kelapa, kakao, lada, kapuk, pinang dan kayu manis.[33]

Sektor pertambangan juga berperan cukup besar dalam perekonomian Kabupaten Muara Enim, baik komposisi dengan migas maupun tanpa migas. Dalam komposisi dengan migas, peranan dominan sektor pertambangan dibentuk oleh dominasi produk minyak dan gas bumi, sementara dalam komposisi tanpa migas, sumbangan batubara, yang dikelola oleh Bukit Asam masih cukup dominan. Jumlah produksi batubara tahun 2010 tercatat sebanyak 11.948.767 ton atau naik 3,54% dari tahun lalu yang mencapai 11.540.720 ton. Walaupun produksi briket batubara turun 88,64% dibanding tahun sebelumnya.[butuh rujukan]

Pelayanan umum

PLTU Tanjung Enim merupakan pembangkit listrik yang berada di Kabupaten Muara Enim, tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah Sumatra bagian selatan yang dihubungkan melalui jaringan transmisi interkoneksi Sumatra bagian selatan. Daya terpasang pembangkit listrik PLTU Tanjung Enim mencapai 260.000 kW dengan tenaga listrik yang dibangkitkan mencapai 1.753.805 MWh.[butuh rujukan]

Budaya

Seni

Muara Enim, yang dihuni Suku Semende Darat, memiliki berbagai budaya, seperti Tari sambut (Muara Enim) yang berkembang dari Tari Sembah dalam masyarakat Kikim [22]

Masyarakat

Dalam kehidupan masyarakat pedesaan Muara Enim, bebehas dahulu menjadi bagian penting dalam persiapan hajatan, terutama pernikahan atau yang dikenal dengan ngantenkan. Secara harfiah, istilah ini merujuk pada proses mengumpulkan dan mengolah padi hingga menjadi beras.[34]

Tunggu tubang

Mereka juga memiliki tradisi pewarisan Tunggu tubang, yakni tradisi di mana harta pusaka (rumah, sawah, dll) diberikan pada anak perempuan tertua (Matrilineal). Kalau tidak ada anak perempuan, anak laki-laki tertua yang menjadi Tunggu tubang (Ngangkit).[35] Jika keluarga Tunggu tubang tidak punya anak, pusaka dialihkan ke adik perempuan sang tunggu tubang. Meski demikian, kuasa Tunggu Tubang terikat norma-norma adat dan diawasi Meraje/Jurai (Paman dari pihak ibu) serta keluarga besar.[27]

Tunggu tubang memiliki tugas menjaga aset seperti mengatur waktu tanam dan panen. Mereka juga harus menentukan siapa yang berhak diberi hasil panen. Tunggu tubang juga harus melayani kerabat yang berkunjung ke desanya, yang membuat rumah itu harus muat dengan seluruh keluarga. Tunggu tubang bertanggung jawab atas semua urusan keluarga, mulai dari pernikahan, acara kematian atau ziarah besar.[36] Sistem Tunggu tubang terbukti dapat menjaga ketahanan pangan di daerah Semende.[27] Sistem adat Tunggu tubang berlaku di Semende Darat yang luas wilayahnya sekitar 99.802 ha, sebuah lembah yang dikelilingi perbukitan Gunung Patah. Diperkirakan, sistem adat Tunggu tubang dipengaruhi sistem adat di Suku Minangkabau, yang juga mewariskan pusaka keluarga kepada perempuan.[27]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 12 Februari 2022.
  2. 1 2 3 4 5 "Kabupaten Muara Enim Dalam Angka 2026". Badan Pusat Statistik Kabupaten Muara Enim. 2026-02-27. Diakses tanggal 2026-09-18.
  3. bappeda.muaraenimkab.go.id Muara Enim Dalam Angka 2010[pranala nonaktif permanen]
  4. "Luas Daerah - Tabel Statistik". muaraenimkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-05-18.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=
  5. "Lampiran Permendagri No 66 Tahun 2011" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-07-10. Diakses tanggal 2012-11-01.
  6. "Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 07 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir di Provinsi Sumatera Selatan". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-08-24. Diakses tanggal 2013-03-03.
  7. Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 10 Tahun 2018[pranala nonaktif permanen]
  8. Gubernur Alex Noerdin Lantik Teddy Meilwansyah Sebagai PJ Bupati Muaraenim, diakses 27 Desember 2020.
  9. "Alex Noerdin lantik 7 kepala daerah hasil pilkada serentak di Sumsel". merdeka.com. 18-09-2018. Diakses tanggal 08-03-2022. {{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  10. "Juarsah Resmi Menjadi PLH Bupati Muara Enim". tribunnews.com. 05-09-2019. Diakses tanggal 08-03-2022. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  11. "H Juarsah SH Terima SK Plt Bupati Muara Enim". sriwijayaonline.com. 16-09-2019. Diakses tanggal 08-03-2022. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  12. "Usai Dilantik, Juarsah Resmi Jabat Bupati Muara Enim". kabarmuaraenim.com. 12-12-2020. Diakses tanggal 08-03-2022. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  13. "Ditunjuk Jadi Plh Bupati Muara Enim, Sekda Sumsel Akan Lakukan Pembenahan". liputan6.com. Diakses tanggal 08-03-2022. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  14. "Herman Deru Lantik Nasrun Umar Jadi Penjabat Bupati Muara Enim". palugadanews.com. 11-05-2021. Diakses tanggal 08-03-2022. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  15. "Gubernur Sumsel Tunjuk Kurniawan Jadi Plh Bupati Muara Enim". infopublik.id. Diakses tanggal 30-05-2022. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  16. "Kurniawan Resmi Dilantik Menjadi Penjabat Bupati Muara Enim". muaraenimkab.go.id. 23-06-2022. Diakses tanggal 24-06-2022. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  17. HD Resmi Lantik Wakil Bupati Muara Enim, diakses 26 Januari 2023.
  18. Gubernur Sumsel Lantik Pj Bupati Muara Enim, diakses 18 September 2023.
  19. rmolnetwork. "Portal Berita Politik Terkini Palembang - RMOLSUMSEL.ID". RMOLSUMSEL. Diakses tanggal 2024-12-11.
  20. "KPK Tangkap 10 Orang dalam OTT Bupati Muara Enim Edison". Kompas.com. 8 Juni 2026. Diakses tanggal 9 Juni 2026.
  21. "Daftar Lengkap 481 Pasangan Kepala Daerah Dilantik Prabowo Hari Ini". CNN Indonesia. cnnindonesia.com. 20 Februari 2025. Diakses tanggal 2 Agustus 2025.
  22. 1 2 3 4 5 6 Sinta Dharmastri (10 Juni 2026). "Profil Sumarni, sang Istri Mantan Terpidana Kini Naik Takhta Gantikan Bupati Edison yang Kena OTT". tribunnews.com. Diakses tanggal 14 Juli 2026.
  23. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  24. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  25. 1 2 "Kabupaten Muara Enim Dalam Angka 2021" (pdf). muaraenimkab.bps.go.id. hlm. 10, 75. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-02-12. Diakses tanggal 12 Februari 2022.
  26. "Kabupaten Muara Enim Dalam Angka 2026" (PDF). muaraenimkab.bps.go.id. 2026-02-27. Diakses tanggal 18 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. 1 2 3 4 Wijaya, Taufik. "Tunggu Tubang, Sistem Adat Masyarakat Semende Jaga Ketahanan Pangan". Diakses tanggal 04-04-2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  28. "Sejrah kota Muara Enim kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan". Diakses tanggal 2025-09-12.
  29. "Asal Usul Kabupaten Muara Enim, Tambang Tua Legendaris di Sumsel yang Nyaris Terlupakan". Diakses tanggal 2025-09-12.
  30. "Wisata Taman Adipura, Prestasi Muara Enim sebagai Kota Terbersih yang Wajib Kamu Kunjungi saat Liburan". Diakses tanggal 2025-09-12.
  31. "Video Sejarah Kabupaten Muara Enim". Diakses tanggal 2025-09-12.
  32. "Pj. Bupati Muara Enim melaksanakan arak-arakan Piala Adipura ke-15". Eaglenews. Diakses tanggal 2025-09-12.
  33. Hati, Ika Permata dan Sardjito. "Arahan Pengembangan Komoditas Unggulan di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan" (PDF). Diakses tanggal 04-04-2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; line feed karakter dalam |title= pada posisi 20
  34. "Menghidupkan Kembali Bebehas, Warisan Budaya Muara Enim". Diakses tanggal 04-04-2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  35. Oktarina, Evi dan Erniwati. "SISTIM KEWARISAN MASYARAKAT SEMENDO BERBASIS KEARIFAN LOKAL" (PDF). Diakses tanggal 04-04-2026.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; line feed karakter dalam |title= pada posisi 36
  36. Pieter, Yoppy. "Bumi Perempuan Tunggu Tubang di Muara Enim: Menjaga Warisan Keluarga Demi Masa Depan Bersama".

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan