Rabu, 14 Oktober 2026
13:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas
Michael J. Ryan

Michael J. Ryan

Bagikan:
Irish doctor and Chief Executive Director of the WHO Health Emergencies ProgrammeTemplat:SHORTDESC:Irish doctor and Chief Executive Director of the WHO Health Emergencies Programme
Michael Ryan
250px-Michael_Ryan_ESCAIDE_2019_%2849198471961%29_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Michael Joseph Ryan

1965 (umur 60–61)
PendidikanM.P.H, MB BCh BAO
AlmamaterNUI Galway, UCD, Health Protection Agency
Pekerjaan- Dokter
- Direktur Eksekutif untuk Program Darurat Kesehatan WHO
Masa aktif1990–sekarang

Michael Joseph Ryan[1] (lahir tahun 1965) adalah seorang dokter, mantan ahli bedah trauma dan ahli epidemiologi spesialis penyakit menular dan kesehatan masyarakat, yang berasal dari Irlandia. Ryan menjadi direktur eksekutif untuk Program Keadaan Darurat Kesehatan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjadi ketua tim yang bertanggungjawab atas penanggulangan dan pengobatan internasional pasca terjadinya wabah COVID-19 diakhir tahun 2019.[2][3] Ryan juga pernah memegang posisi penting lainnya, dan menjadi pemimpinan dalam berbagai tim tanggap wabah di lapangan untuk memberantas penyebaran penyakit, termasuk diantaranya wabah disentri basiler, kolera, demam berdarah Krimea-Kongo, Ebola, penyakit virus Marburg, campak, meningitis, demam kambuh, demam Rift Valley, SARS, dan Shigellosis.[4]

Kehidupan awal dan pendidikan

Ryan berasal dari Townland Curry, dekat Tubbercurry, di County Sligo, Irlandia.[5] Kemudian, dia tumbuh besar di kota Charlestown di County Mayo.[6] Ayahnya merupakan seorang pelaut dan pedagang.[1]

Dalam bidang pendidikan, Ryan mengambil kuliah jurusan kedokteran di NUI Galway (National University of Ireland in Galway) atau Universitas Nasional Irlandia di Galway.[1] Dia mendapat pelatihan bidang ortopedi di Skotlandia.[1] Ryan mendapat gelar Masters of Public Health dari University College Dublin. Selanjutnya, dia menyelesaikan pelatihan spesialis pengendalian penyakit menular, kesehatan masyarakat dan penyakit menular di Health Protection Agency kota London, Inggris. Ryan juga menyelesaikan pelatihan di Program Eropa untuk Pelatihan Epidemiologi Intervensi atau European Programme for Intervention Epidemiology Training (EPIET).[2][6]

Karier

Awal karier

Pada bulan Juli 1990, Ryan pindah ke Irak bersama pacarnya, yang kemudian menjadi istrinya, untuk melatih para dokter di sana. Setelah terjadinya Invasi Kuwait, mereka menjadi tawanan dan dipaksa untuk bekerja sebagai dokter di bawah tawanan, dan sering kali bekerja di bawah tekanan.[1][7]

Sebuah konvoi militer menghancurkan banyak kawasan, dan Ryan terkena serangan tersebut. Karena mengalami luka-luka, akhirnya mereka diizinkan untuk meninggalkan Irak. Ryan mengalami cedera yang cukup parah pada bagian punggung, dan karena kondisi tersebut, dia dilarang untuk bekerja lagi sebagai ahli bedah. Setelah pulih, dia kemudian beralih ke bidang kesehatan masyarakat dan penyakit menular.[1][3][8] Ryan bekerja untuk Bill & Melinda Gates Foundation dalam upaya memberantas penyakit menular di Afrika.[9]

Karier di WHO

Ryan mulai bekerja di Organisasi Kesehatan Dunia para tahun 1996 di unit yang baru dibuka yang berfokus pada epidemi dan penyakit menular di bawah arahan ahli penyakit menular, David L. Heymann.[1][2] Dia mengembangkan pedoman penanggulangan wabah campak sebagai bagian dari tim Expanded Programme on Immunization (EPI) atau Program yang Diperluas tentang Imunisasi, yang menerapkan pengawasan terhadap kelumpuhan lembek akut, cara pemberantasan polio.[6]

Dari tahun 2000 hingga 2003, Ryan menjadi koordinator Respon Epidemi di WHO.[2] Pada tahun 2001, dia tinggal di Uganda menjadi kepala tim pakar internasional yang terlibat dalam penanggulangan epidemi Ebola di Afrika.[10] Sama seperti di Irak, Ryan berada di daerah konflik seperti Republik Demokratik Kongo, di mana para pekerja bantuan sering mendapat serangan dan bahkan dibunuh.[7] Pada tahun 2003, ia juga bekerja sebagai Koordinator Operasional untuk kasus Wabah SARS.[2]

Selanjutnya, tahun 2005 hingga 2011, Ryan menjadi Direktur Operasi Siaga dan Respons Global (Director of Global Alert and Response Operations untuk WHO.[2] Tahun 2011, Ryan meninggalkan WHO dan kembali ke Galway, Irlandia, untuk mengerjakan sebuah program yakni Global Polio Eradication Initiative (GPEI) untuk wilayah Pakistan, Afghanistan, dan kawasan Timur Tengah, hingga tahun 2017. Setelah itu, tahun 2017 dia kembali bergabung dengan WHO.[1][3]

Pada awal terjadinya krisis Ebola, Ryan menjadi ahli epidemiologi lapangan, koordinator lapangan, koordinator operasional atau direktur khususnya saat wabah Ebola melanda Afrika. Dari tahun 2014 hingga 2015, dia menjabat sebagai penasihat senior di Misi PBB untuk Tanggap Darurat Ebola (UNMEER) di Afrika Barat. Dia juga bekerja lapangan di Guinea, Liberia dan juga Sierra Leone.[6]

Tahun 2013 hingga 2017, Ryan mendapat tugas untuk bekerja di Timur Tengah sebagai Penasihat Senior dalam Pemberantasan Polio dan Keadaan Darurat untuk Inisiatif Pemberantasan Polio Global (GPEI), Organisasi Kesehatan Dunia.[6] Tujuan pekerjaan tersebut adalah untuk memberantas polio yang sedang marak di Pakistan dan Afghanistan.[4] Ryan juga menjadi koordinasi untuk mendukung operasional dan teknis tanggap wabah polio di wilayah Suriah dan Irak. Tahun 2014, Direktur Jenderal Margaret Chan menunjuk Ryan bergabung dengan Grup Penasihat WHO dalam Respons Penyakit Virus Ebola, yang diketuai oleh Sam Zaramba dan David L. Heymann.[11] Selama masa itu, dia berdomisili di Islamabad, Pakistan tepatnya di Pusat Operasi Darurat Nasional (NEOC), yang bekerjasama dengan pemerintahan Pakistan.[6]

Sejak tahun 2017 hingga 2019, Ryan menjabat sebagai Asisten Direktur Jenderal untuk Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (Emergency Preparedness and Response) di Program Keadaan Darurat Kesehatan WHO (WHO Health Emergencies Programme atau WHOHEP).[2] Selanjutnya tahun 2019, dia menjadi bagian dari kepemimpinan yang membuat Laporan Kesiapsiagaan Global untuk Dewan Pemantau Kesiapsiagaan Global (Global Preparedness Monitoring Board (GPMB)).[4] Tahun 2019, Ryan menjadi Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia menggantikan Peter Salama.[2][12]

Setelah terjadinya pandemi COVID-19, Ryan sering muncul dalam konferensi pers oleh WHO mengenai penanganan pandemi ini.[13] Ryan menjadi juru bicara dan menjawaban setiap pertanyaan media tentang strategi WHO dalam memerangi pandemi COVID-19 dan upaya menemukan vaksin yang tepat. Merujuk pada pengalamannya mengatasi wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, Ryan mengatakan bahwa melakukan jarak sosial, penguncian (lockdown), dan pembatasan aktivitas di luar rumah, merupakan cara yang dapat menghentikan penyebaran COVID-19. Untuk memberantas virus ini, Ryan berpendapat bahwa pentingnya intervensi kesehatan masyarakat berskala besar dengan fokus pada prinsip sentral penahanan, yakni pengawasan berbasis komunitas, pelacakan kontak (contact tracing), isolasi mandiri, dan juga di karantina.[14]

Kehidupan pribadi

Ryan bertemu dengan istrinya, Máire Connolly, ketika kuliah kedokteran di NUI Galway, tahun 1988, dan mereka menikah tahun 1997.[15] Itrinya Connolly, juga adalah seorang dokter dan penulis yang spesialisasi penyakit menular dan juga bekerja di Organisasi Kesehatan Dunia.[1][16] Connolly menjadi profesor untuk keamanan kesehatan dan penyakit menular di NUI Galway.[17] Dari pernikahan mereka, dikaruniai tiga orang anak.[1] Saat ini, Ryan tinggal di Jenewa, Swiss.[18]

Aktivitas lain

  • Global Outbreak Alert and Response Network (GOARN), anggota pendiri.[2][6]
  • Informal Advisory Group on the Ebola Virus Disease Response, sebagai anggota[6]
  • Program Darurat Kesehatan (Health Emergencies Programmes) WHO, sebagai Komite Pengawas dan Penasihat Independen (2016-2017)[6]

Karya dan publikasi terpilih

Scholia memiliki profil author tentang Michael J. Ryan.

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Branswell, Helen (30 Oktober 2019). "The World Health Organization's emergencies chief is put to the test". STAT. Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "WHO Headquarters Leadership Team: Dr Michael Ryan, Executive Director, WHO Health Emergencies Programme". World Health Organization (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  3. 1 2 3 Cullen, Paul (2 Februari 2020). "Irishman leading WHO response to coronavirus outbreak optimistic". The Irish Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  4. 1 2 3 Patnaik, Priti (12 Maret 2020). "Q&A: How countries in crisis can prepare for a coronavirus epidemic". The New Humanitarian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  5. ↑ McCarrick, Roger (11 Februari 2020). "Corona Virus". The Sligo Champion. Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "About WHO: Dr Michael J Ryan, Senior Advisor, Global Polio Eradication Initiative (GPEI), National Emergency Operations Centre, Islamabad, Pakistan". World Health Organization. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-14. Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  7. 1 2 "Taking risks to provide care in a conflict zone". World Health Organization (dalam bahasa Inggris). 22 Mei 2019.
  8. ↑ "Sligoman leads the fight against global spread of coronavirus". Ocean FM (Ireland). 5 Februari 2020. Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  9. ↑ Murray, Eavan (17 Maret 2020). "How a former trauma surgeon from Ireland is leading global fight against coronavirus". Irish Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  10. ↑ Feehan, Conor (13 Januari 2001). "Hero doctor returns from fighting Ebola virus". Irish Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  11. ↑ "WHO: Members of the WHO Advisory Group on the Ebola Virus Disease Response". World Health Organization. September 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Green, Andrew (2020). "Peter Salama". The Lancet. 395 (10223): 490. doi:10.1016/S0140-6736(20)30298-1.
  13. ↑ "COVID-19 – Virtual Press conference 18 March, 2020" (PDF). World Health Organization. 18 Maret 2020. Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  14. ↑ Jamjoom, Mohammed; Ryan, Mike (27 Maret 2020). "Talk to AlJazeera: WHO's Dr Mike Ryan: Coronavirus vaccine 'at least a year' away". Al Jazeera. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-22. Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  15. ↑ Altman, Lawrence K. (4 Januari 2005). "From a Far Continent, Victims' Needs Beckon. But So Does Her Family". The New York Times. Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  16. ↑ "Team at PANDEM - Pandemic Risk and Emergency Management EU: Coordinator Prof. Máire Connolly (NUIG)". PANDEM. Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  17. ↑ Nicholson, Craig (27 Maret 2020). "Pandemic expert calls for action now against future outbreaks". Research Professional News. Diakses tanggal 25 Maret 2021.
  18. ↑ McGreal, Edwin (10 Maret 2020). "Charlestown man at heart of worldwide fight against coronavirus". The Mayo News. Diakses tanggal 25 Maret 2021.
Afrika
Barat
Selatan
Tengah
Timur
Utara
Amerika
Utara
dan
Tengah
Selatan
Asia
Barat
Selatan
Tengah dan Utara
Tenggara
Timur
Eropa
Uni Eropa
Oseania
Kapal pesiar
Penutupan
Lainnya
Institusi
Pusat Pengendalian dan
Pencegahan Penyakit
Rumah sakit
Organisasi
Masalah
Masalah dan
pembatasan
Pengobatan
Sosial ekonomi
Kronologi
Varian yang diwaspadai
Varian yang diperhatikan
Transmisi lintas-spesies
Tokoh
Ahli kesehatan/
pelapor pelanggaran
Peneliti
Pejabat
WHO
Indonesia
Negara lain
Lainnya
Kematian
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan