Selasa, 27 Oktober 2026
03:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Maria Van Kerkhove

Maria Van Kerkhove

Bagikan:
Maria D. Van Kerkhove
250px-Maria_van_k.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Maria Rosanne DeJoseph

20 Februari 1977 (umur 49)
PendidikanUniversitas Cornell (BS, 1999)
Universitas Stanford (MS, 2000)
London School of Hygiene and Tropical Medicine (PhD, 2009)
Pasangan menikah
Neil Van Kerkhove
​
(m. 2003)​
Anak2
Karier ilmiah
DisertasiH5N1/highly pathogenic avian influenza in Cambodia : evaluating poultry movement and the extent of interaction between poultry and humans. (2009)

Maria van Kerkhove (lahir 20 Februari 1977) adalah seorang epidemiolig penyakit menular berkebangsaan Amerika Serikat. Dengan latar belakang patogen serangan tingkat tinggi, Van Kerkhove memiliki spesialisasi dalam penyakit menular berkembang dan mendapat posisi di Health Emergency Program di World Health Organization (WHO). Ia pemimpin teknis dalam respon Covid 19 dan kepala penyakit berkembang dan zoonosis di WHO.

Masa kecil dan pendidikan

Van Kerkhove lahir di Amerika Serikat. Tahun 1999, ia meraih gelar B.S. dalam sains biologis di Cornell University. Tahun 2000, ia meraih gelar magister M.S. di bidang epidemiologi di Stanford University School of Medicine. Tahun 2009, ia menerima Ph.D dalam epidemiologi penyakit menular dari London School of Gygiene and Tropical Medicine, dengan thesis flu burung di Kamboja.

Karier

Tahun 2006 sampai 2008, van Kerkhove adalah epidemiolog di Institut Pasteur de Cambodia. Ia kepala dari Gugus Tugas Investigasi Penyebaran, dengan membuat riset lapangan berupa zoonosis, virus pernapasan, dan penyakit merebak atau merebak kemabli seperti Ebola dan Marburg. Ia memiliki spesialisasi dalam riset lapangan untuk mengumpulkan data dalam penyakit flu burung H5N1 (HPAI/H5N1), dengan fokus risiko transmisi dari binatang peliharaan ke manusia. Dari 2009 sampai 2015, ia bekerja di Imperial College, London sebagai rekanan peneliti senior dalam Medical Research Council Centre for Outbreak Analysis and Modelling. Ia memiliki spesialisasi Ebola, influenze, meningitis, MERS-CoV, dan demam kuning.

Bulan April 2009, van Kerkhove mulai bekerja sebagai konsultan teknis untuk World Health Organization (WHO) dalam Global Capacities, Alert and Response Cluster. Tahun 2013, ia menjadi konsultan teknis untuk WHO sebagai anggota gugus tugas MERS-CoV.

Sejak 2015, ia menjadi dosen kehormatan di Imperial College London. Ia juga menjadi peneliti, kepala teknis MERS-CoV di WHO, Jenewa, Swiss, sejak Maret 2017.

Sebagai bagian dari kerjanya bersama WHO, van Kerkhove sering tampil dalam konperensi pers untuk pandemi Novel Coronavirus 2019-2020. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai pandemi ini. Van Kerkhove menghabiskan waktu dua minggu di China untuk memahami penyebaran Covid-10 dan cara China mengontrol penyebarannya.

Kehidupan Pribadi

Van Kerkhove tinggal di Jenewa, Swiss, bersama suami dan dua anaknya.

Penelitian dan Tulisan

Scholia memiliki profil tentang Maria Van Kerkhove (Q28025108).
  • Van Kerkhove, Maria D (2009). "H5N1/Highly Pathogenic Avian Influenza in Cambodia: Evaluating poultry movement and the extent of interaction between poultry and humans" (PDF). PhD thesis. London: University of London: London School of Hygiene & Tropical Medicine. doi:10.17037/PUBS.00682389.
  • WHO Ebola Response Team; Agua-Agum, J; Ariyarajah, A; Blake, IM; Cori, A; Donnelly, CA; Dorigatti, I; Dye, C; Eckmanns, T; Ferguson, NM; Fraser, C; Garske, T; Hinsley, W; Jombart, T; Mills, HL; Nedjati-Gilani, G; Newton, E; Nouvellet, P; Perkins, D; Riley, S; Schumacher, D; Shah, A; Thomas, LJ; Van Kerkhove, MD (7 Januari 2016). "Ebola Virus Disease among Male and Female Persons in West Africa". The New England journal of medicine. 374 (1): 96–8. doi:10.1056/NEJMc1510305. PMID 26736011.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Aguanno, Ryan; ElIdrissi, Ahmed; Elkholy, Amgad A.; Ben Embarek, Peter; Gardner, Emma; Grant, Rebecca; Mahrous, Heba; Malik, Mamunur Rahman; Pavade, Gounalan; VonDobschuetz, Sophie; Wiersma, Lidewij; Van Kerkhove, Maria D. (November 2018). "MERS: Progress on the global response, remaining challenges and the way forward". Antiviral Research. 159: 35–44. doi:10.1016/j.antiviral.2018.09.002.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Bernard-Stoecklin, Sibylle; Nikolay, Birgit; Assiri, Abdullah; Bin Saeed, Abdul Aziz; Ben Embarek, Peter Karim; El Bushra, Hassan; Ki, Moran; Malik, Mamunur Rahman; Fontanet, Arnaud; Cauchemez, Simon; Van Kerkhove, Maria D. (14 Mei 2019). "Comparative Analysis of Eleven Healthcare-Associated Outbreaks of Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (Mers-Cov) from 2015 to 2017". Scientific Reports. 9 (1). doi:10.1038/s41598-019-43586-9.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Farag, Elmoubasher; Nour, Mohamed; Islam, Md. Mazharul; Mustafa, Aya; Khalid, Minahil; Sikkema, Reina S.; Alhajri, Forhud; Bu-Sayaa, Abdulla; Haroun, Mohamed; Van Kerkhove, Maria D.; Elkholy, Amgad; Malik, Sk. Mamunur R.; Reusken, Chantal; Koopmans, Marion; AlHajri, Mohd M. (Juni 2019). "Qatar experience on One Health approach for middle-east respiratory syndrome coronavirus, 2012–2017: A viewpoint". One Health. 7: 100090. doi:10.1016/j.onehlt.2019.100090.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  • Ramshaw, Rebecca E.; Letourneau, Ian D.; Hong, Amy Y.; Hon, Julia; Morgan, Julia D.; Osborne, Joshua C. P.; Shirude, Shreya; Van Kerkhove, Maria D.; Hay, Simon I.; Pigott, David M. (13 Desember 2019). "A database of geopositioned Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus occurrences". Scientific Data. 6 (1). doi:10.1038/s41597-019-0330-0.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Memish, Ziad A; Perlman, Stanley; Van Kerkhove, Maria D; Zumla, Alimuddin (Maret 2020). "Middle East respiratory syndrome". The Lancet. doi:10.1016/S0140-6736(19)33221-0.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Elkholy, Amgad A.; Grant, Rebecca; Assiri, Abdullah; Elhakim, Mohamed; Malik, Mamunur R.; Van Kerkhove, Maria D. (Maret 2020). "MERS-CoV infection among healthcare workers and risk factors for death: Retrospective analysis of all laboratory-confirmed cases reported to WHO from 2012 to 2 June 2018". Journal of Infection and Public Health. 13 (3): 418–422. doi:10.1016/j.jiph.2019.04.011.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Afrika
Barat
Selatan
Tengah
Timur
Utara
Amerika
Utara
dan
Tengah
Selatan
Asia
Barat
Selatan
Tengah dan Utara
Tenggara
Timur
Eropa
Uni Eropa
Oseania
Kapal pesiar
Penutupan
Lainnya
Institusi
Pusat Pengendalian dan
Pencegahan Penyakit
Rumah sakit
Organisasi
Masalah
Masalah dan
pembatasan
Pengobatan
Sosial ekonomi
Kronologi
Varian yang diwaspadai
Varian yang diperhatikan
Transmisi lintas-spesies
Tokoh
Ahli kesehatan/
pelapor pelanggaran
Peneliti
Pejabat
WHO
Indonesia
Negara lain
Lainnya
Kematian
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan