Sabtu, 31 Oktober 2026
10:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Maitri Upanisad

Maitri Upanisad

salah satu naskah Sanskerta kuno Hindu

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Maitreya Upanishad.
330px-1860s_manuscript_copy_of_ancient_Maitrayaniya_Upanishad%2C_sample_iii%2C_Krishna_Yajurveda%2C_Pune_Maharashtra%2C_Sanskrit%2C_Devanagari.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Satu halaman manuskrip Maitrayaniya Upanishad yang ditemukan di Pune, Maharashtra (bahasa Sanskerta, Dewanagari)
Bagian dari seri
Sastra Hindu
SASTRA HINDU
OM Portal agama Hindu

Maitrayaniya Upanishad (Sanskerta: मैत्रायणीय उपनिषद्, Maitrāyaṇīya Upaniṣad) adalah sebuah kitab Sanskerta kuno yang tersemat di dalam Yajurweda.[1][2] Kitab ini juga dikenal dengan nama Maitri Upanishad (Sanskerta: मैत्री उपनिषद्, Maitrī Upaniṣad), dan terdaftar sebagai nomor 24 dalam kanon Muktikā dari 108 Upanisad.[3]

Maitrayaniya Upanishad dikaitkan dengan aliran Maitrayana di Yajurweda.[2] Kitab ini merupakan bagian dari Yajurweda "hitam", dengan istilah "hitam" menyiratkan "koleksi beraneka ragam yang tidak tertata" dari isi dalam Yajurweda, berbeda dengan Yajurweda "putih" (tertata dengan baik) dengan Brihadaranyaka Upanishad dan Isha Upanishad disematkan.[4] Kronologi Maitrayaniya Upanishad dipertentangkan, tetapi secara umum diterima sebagai periode akhir penyusunan Upanisad.[5]

Maitrayaniya Upanishad terdiri dari tujuh Prapathaka (pelajaran). Prapathaka yang pertama merupakan pengantar, tiga berikutnya disusun dalam gaya tanya jawab dan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan metafisika yang berkaitan dengan Atman (Diri, Jiwa), sedangkan Prapathaka yang kelima sampai ketujuh merupakan tambahan.[2] Namun, beberapa manuskrip yang ditemukan di berbagai daerah di India mengandung jumlah Prapathaka yang lebih sedikit, dengan versi bahasa Telugu yang hanya memiliki empat Prapathaka, dan versi Burnell lainnya hanya memiliki satu bagian.[6] Isi dan susunan Upanisad juga berbeda dalam berbagai manuskrip, menunjukkan bahwa Upanishad secara luas diinterpolasi dan dikembangkan selama periode waktu tertentu. Inti umum dari Upanisad dalam berbagai resensi, ujar Max Muller, adalah penghormatan terhadap jiwa, yang dapat diringkas dalam beberapa kata sebagai, "(Manusia) adalah Diri - yang abadi, yang tak kenal takut, sang Brahman".[6]

Maitri Upanishad adalah sebuah kitab kuno penting yang terkenal, dalam versi yang dikembangkan, karena rujukannya pada teori-teori yang juga ditemukan dalam agama Buddha, unsur-unsur aliran Samkhya dan Yoga Hindu, serta sistem Caturasrama.[7] Kitab ini juga terkenal karena praktik Anyatrapyuktam (atau Ityevam Hyaha), yang menjadi salah satu kitab berbahasa Sanskerta paling awal yang dikenal, yang menyertakan kutipan dengan pujian dan sering mengutip kitab-kitab Sanskerta yang lebih kuno.[8]

Etimologi

Akar etimologis Maitrayaniya Upanishad tidak jelas. Hal ini secara historis menyebabkan berbagai nama dan ejaan untuk Upanisad ini.[6]

Maitra (Sanskerta: मैत्र) dan Maitri (मैत्री) adalah kata-kata yang berhubungan yang secara harfiah berarti "ramah, baik hati, niat baik, persahabatan, sahabat semua makhluk".[9] Akar kata yang mungkin untuk Upanisad adalah kemungkinan nama seorang cendekiawan India kuno, Maitra, kadang-kadang dieja Maitri atau Maitreya, sehingga kitab ini memiliki nama alternatif Maitri atau Maitri Upanishad.[6][8][10] Cendekiawan kuno tersebut juga dihubungkan dengan suatu aliran pemikiran, sehingga kitab ini diberi nama Maitrayaniya Upanishad. Nama lain untuk kitab ini termasuk Maitrayani Upanishad (मैत्रायणि उपनिषद्), Maitrayana Upanishad, Maitrayaniya-brahmana Upanishad, Sriyagussakhayam Maitrayaniya-brahmana Upanishad, Maitreyopanishad, dan Maitrayaniyopanishad.[6][8]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Charles Johnston (1920-1931), The Mukhya Upanishads, Kshetra Books, ISBN9781495946530 (Reprinted in 2014)
  2. 1 2 3 Paul Deussen, Sixty Upanishads of the Veda, Volume 1, Motilal Banarsidass, ISBN978-8120814684, pages 327-386
  3. ↑ The Upanishads, Part II. Diterjemahkan oleh F.Max Müller. Dover Publications, Inc. 2012. hlm. xliii-xliv.
  4. ↑ Paul Deussen, Sixty Upanishads of the Veda, Volume 1, Motilal Banarsidass, ISBN978-8120814684, pages 217-219
  5. ↑ Stephen Phillips (2009), Yoga, Karma, and Rebirth: A Brief History and Philosophy, Columbia University Press, ISBN978-0231144858, Chapter 1
  6. 1 2 3 4 5 Max Muller, The Upanishads, Part 2, Maitrayana-Brahmana Upanishad Introduction, Oxford University Press, pages xliii-lii
  7. ↑ Paul Deussen, Sixty Upanishads of the Veda, Volume 1, Motilal Banarsidass, ISBN978-8120814684, pages 328-329
  8. 1 2 3 Maitri Upanishad - Sanskrit Text with English Translation EB Cowell (Translator), Cambridge University, Bibliotheca Indica, See Preface chapter pages iii-vii
  9. ↑ see maitrI and maitra Sanskrit-English Dictionary, Cologne Digital Lexicon, Germany
  10. ↑ Hume, Robert Ernest (1921), The Thirteen Principal Upanishads, Oxford University Press, hlm. 412–458

Bibliografi

  • Cowell, E.B. (re-issue 1935). (tr.) The Maitri or Maitrāṇīya Upanishad, Calcutta: The Asiatic Society of Bengal

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisource Sanskerta memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan