Lise Meitner | |
|---|---|
Meitner, ca 1960 | |
| Lahir | Elise Meitner (1878-11-07)7 November 1878 |
| Meninggal | 27 Oktober 1968(1968-10-27) (umur 89) |
Tempat peristirahatan terakhir | Gereja St James, Bramley, Inggris |
| Kewarganegaraan |
|
| Pendidikan | |
| Dikenal karena |
|
| Ayah | Philipp Meitner |
| Kerabat | Otto Frisch (keponakan) |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | Fisika nuklir |
| Tempat kerja |
|
| Disertasi | Wärmeleitung in inhomogenen Körpern (Konduksi panas dalam benda heterogen) (1906) |
Pembimbing akademik lainnya | |
Mahasiswa doktoral |
|
Mahasiswa terkenal lainnya | |
| Tanda tangan | |
Elise "Lise" Meitner (/ˈmaɪtnər/ MYTE-ner;[2] Jerman:[ˈliːzəˈmaɪtnɐ]ⓘ; 7 November 1878 – 27 Oktober 1968) adalah seorang fisikawan nuklir Austria dan Swedia yang berperan penting dalam penemuan fisi nuklir.
Setelah menyelesaikan penelitian doktornya pada tahun 1906, Meitner menjadi wanita kedua yang meraih gelar doktor fisika dari Universitas Wina. Ia menghabiskan sebagian besar karier ilmiahnya di Berlin, tempat ia menjabat sebagai profesor fisika dan kepala departemen di Institut Kimia Kaiser Wilhelm. Ia merupakan wanita pertama yang menjadi profesor penuh fisika di Jerman. Ia kehilangan jabatannya pada tahun 1935 akibat Hukum Nürnberg yang anti-Yahudi di Jerman Nazi, serta kehilangan kewarganegaraannya setelah aneksasi Austria oleh Jerman pada tahun 1938. Pada 13–14 Juli 1938, ia melarikan diri ke Belanda dengan bantuan Dirk Coster. Ia tinggal di Stockholm selama bertahun-tahun, hingga akhirnya menjadi warga negara Swedia pada tahun 1949 sambil tetap mempertahankan kewarganegaraan Austrianya, sebelum pindah ke Inggris pada tahun 1950-an untuk berkumpul bersama keluarganya.
Pada pertengahan tahun 1938, ahli kimia Otto Hahn dan Fritz Strassmann di Institut Kimia Kaiser Wilhelm membuktikan bahwa isotop barium dapat terbentuk melalui penembakan neutron pada uranium. Meitner diberi tahu mengenai temuan ini oleh Hahn, dan pada akhir Desember, bersama keponakannya yang juga seorang fisikawan, Otto Robert Frisch, ia berhasil menjelaskan mekanisme fisika dari proses tersebut dengan menginterpretasikan data eksperimen Hahn dan Strassmann secara tepat. Pada 13 Januari 1939, Frisch mereplikasi proses yang diamati oleh Hahn dan Strassmann. Dalam laporan Meitner dan Frisch yang diterbitkan pada edisi Februari 1939 di jurnal Nature, mereka menamai proses tersebut sebagai "fisi". Penemuan fisi nuklir ini kemudian memicu pengembangan reaktor nuklir dan bom atom selama Perang Dunia II.
Meitner tidak memenangkan Hadiah Nobel dalam Kimia tahun 1944 untuk penemuan fisi nuklir, yang justru dianugerahkan kepada rekan kerja lamanya, Otto Hahn. Sejumlah ilmuwan dan jurnalis menganggap pengabaian dirinya sebagai hal yang "tidak adil". Menurut arsip Hadiah Nobel, namanya dinominasikan sebanyak 19 kali untuk Hadiah Nobel Kimia antara tahun 1924 hingga 1948, dan 30 kali untuk Hadiah Nobel Fisika antara tahun 1937 hingga 1967. Meskipun tidak pernah menerima Hadiah Nobel, Meitner diundang untuk menghadiri Pertemuan Peraih Nobel Lindau pada tahun 1962. Ia menerima berbagai penghargaan lainnya, termasuk penamaan elemen 109, meitnerium, secara anumerta pada tahun 1997.
Masa awal
Elise Meitner lahir pada bulan November 1878 dari keluarga Yahudi kelas menengah atas di kediaman keluarga yang terletak di Kaiser Josefstraße 27, distrik Leopoldstadt, Wina. Ia merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara pasangan master catur Philipp Meitner dan istrinya, Hedwig. Catatan kelahiran komunitas Yahudi Wina mencatatnya lahir pada 17 November 1878, tetapi semua dokumen lainnya mencatat tanggal kelahirannya sebagai 7 November, yang merupakan tanggal yang digunakannya.[3]
Ayahnya adalah salah satu pengacara Yahudi pertama yang diizinkan berpraktik di Austria.[4] Ia memiliki dua kakak, Gisela dan Auguste (Gusti), serta empat adik: Moriz (Fritz), Carola (Lola), Frida, dan Walter; semuanya pada akhirnya menempuh pendidikan tinggi.[5] Ayahnya adalah seorang pemikir bebas, dan ia dibesarkan dalam pandangan tersebut.[4]
Saat dewasa, ia berpindah agama ke Kristen, mengikuti aliran Lutheranisme, dan dibaptis pada tahun 1908;[6][7] saudari-saudarinya, Gisela dan Lola, berpindah ke Katolik pada tahun yang sama.[7] Ia juga mengadopsi nama singkat "Lise".[8]
Pendidikan
Ketertarikan Meitner pada ilmu pengetahuan dimulai sejak berusia delapan tahun, saat ia menyimpan buku catatan penelitian ilmiah di bawah bantalnya. Ia tertarik pada matematika serta sains, dan mempelajari warna-warni pada lapisan minyak, lapisan tipis, serta pantulan cahaya. Karena satu-satunya karier yang terbuka bagi wanita saat itu adalah mengajar, ia menempuh pendidikan di sekolah menengah khusus putri untuk dilatih menjadi guru bahasa Prancis. Selain bahasa Prancis, pendidikannya mencakup pembukuan, aritmetika, sejarah, geografi, sains, dan senam. Ia menyelesaikan sekolah menengah pada tahun 1892.
Wanita tidak diizinkan menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri Wina hingga tahun 1897. Namun, ketika pembatasan ini dicabut, persyaratan lulusan gimnasium ditiadakan, dan wanita hanya perlu lulus ujian matura, yaitu kualifikasi kelulusan sekolah menengah yang menjadi syarat masuk universitas. Kakaknya, Gisela, lulus ujian matura dan masuk sekolah kedokteran pada tahun 1900. Meitner mulai mengikuti les privat bersama dua wanita muda lainnya pada tahun 1899, memadatkan materi sekolah menengah selama beberapa tahun ke dalam waktu dua tahun saja. Pelajaran fisika saat itu diampu oleh Arthur Szarvasy.
Pada bulan Juli 1901, mereka mengikuti ujian eksternal matura di Akademisches Gymnasium. Hanya empat dari empat belas wanita yang dinyatakan lulus, termasuk Meitner dan Henriette Boltzmann, putri dari fisikawan Ludwig Boltzmann.[9][10]
Penelitian, karya, dan dunia akademis
Universitas Wina

Meitner masuk ke Universitas Wina pada bulan Oktober 1901.[11] Ia sangat terinspirasi oleh Ludwig Boltzmann dan sering kali berbicara dengan penuh antusiasme mengenai kuliah-kuliahnya.[12] Disertasinya dibimbing oleh Franz Exner dan asistennya, Hans Benndorf.[13] Disertasinya diserahkan pada 20 November 1905 dan disetujui pada 28 November. Ia lulus ujian lisan dari Exner dan Boltzmann pada 19 Desember,[14] serta memperoleh gelar doktornya pada 1 Februari 1906.[15] Ia menjadi wanita kedua yang meraih gelar doktor fisika di Universitas Wina, setelah Olga Steindler yang menerima gelarnya pada tahun 1903;[16] wanita ketiga adalah Selma Freud, yang bekerja di laboratorium yang sama dengan Meitner dan meraih gelarnya pada tahun 1906.[14] Disertasi Meitner diterbitkan dengan judul Wärmeleitung in inhomogenen Körpern ('Konduksi Panas dalam Benda Heterogen') pada 22 Februari 1906.[14][17]
Paul Ehrenfest memintanya untuk menyelidiki sebuah artikel tentang optika karya Lord Rayleigh yang merinci eksperimen dengan hasil yang tidak dapat dijelaskan oleh Rayleigh sendiri. Ia berhasil menjelaskan hasil eksperimen tersebut dan membuat prediksi berdasarkan penjelasannya, yang kemudian ia verifikasi secara eksperimental. Hal ini membuktikan kemampuannya untuk melakukan penelitian secara mandiri dan tanpa pengawasan.[18] Ia menerbitkan hasil-hasil tersebut dalam laporannya mengenai "Beberapa Kesimpulan yang Diturunkan dari Rumus Refleksi Fresnel".[19] Pada tahun 1906, saat melakukan penelitian ini, Meitner diperkenalkan oleh Stefan Meyer pada radioaktivitas, yang saat itu merupakan bidang studi yang sangat baru. Ia memulainya dengan partikel alfa. Dalam eksperimennya dengan kolimator dan lembaran logam, ia menemukan bahwa hamburan pada berkas partikel alfa meningkat seiring dengan massa atom logam tersebut. Ia menyerahkan temuannya ke jurnal Physikalische Zeitschrift pada 29 Juni 1907. Eksperimen ini merupakan salah satu eksperimen yang mengarahkan Ernest Rutherford untuk memprediksi keberadaan inti atom.[18][20]
Universitas Friedrich Wilhelm

Dengan dorongan serta dukungan finansial dari ayahnya, Meitner masuk ke Universitas Friedrich Wilhelm di Berlin, tempat fisikawan ternama Max Planck mengajar. Planck mengundangnya ke rumahnya dan mengizinkannya untuk menghadiri kuliah-kuliahnya. Tindakan ini tergolong tidak biasa bagi Planck, yang tercatat secara terbuka menolak penerimaan wanita di perguruan tinggi secara umum, tetapi tampaknya mengakui Meitner sebagai pengecualian.[21] Ia berteman erat dengan putri kembar Planck, Emma dan Grete, yang lahir pada tahun 1889 dan sama-sama menyukai musik seperti Meitner.[22][23]
Menghadiri kuliah Planck tidak menyita seluruh waktunya, sehingga Meitner mendatangi Heinrich Rubens, kepala institut fisika eksperimental, untuk mengajukan keinginan melakukan penelitian. Rubens menyatakan bahwa ia akan dengan senang hati menerima Meitner bekerja di laboratoriumnya. Ia juga menambahkan bahwa Otto Hahn di institut kimia sedang mencari seorang fisikawan untuk diajak bekerja sama. Beberapa menit kemudian, ia diperkenalkan kepada Hahn. Hahn telah mempelajari zat-zat radioaktif di bawah bimbingan William Ramsay dan Ernest Rutherford, serta telah diakui atas penemuan beberapa unsur radioaktif baru—menurut pemahaman saat itu.[24][25][a] Hahn sebaya dengan Meitner, dan Meitner mencatat kepribadian Hahn yang informal serta mudah didekati.[24][25] Di Montreal, Hahn telah terbiasa bekerja sama dengan para fisikawan—termasuk setidaknya seorang wanita, Harriet Brooks.[27]

Kepala institut kimia, Emil Fischer, menyediakan bekas bengkel kayu (Holzwerkstatt) di ruang bawah tanah bagi Hahn untuk digunakan sebagai laboratorium. Hahn melengkapinya dengan elektroskop untuk mengukur partikel alfa, partikel beta, dan sinar gama. Sebenarnya tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian di bengkel kayu tersebut, tetapi Alfred Stock, kepala departemen kimia anorganik, mengizinkan Hahn menggunakan salah satu sudut di salah satu dari dua laboratorium pribadinya.[29] Seperti halnya Meitner, Hahn tidak digaji dan hidup dari tunjangan ayahnya, meskipun jumlahnya sedikit lebih besar daripada tunjangan Meitner. Ia menyelesaikan habilitasinya pada awal tahun 1907 dan menjadi seorang Privatdozent.[30] Sebagian besar ahli kimia organik di institut kimia tersebut tidak menganggap pekerjaan Hahn—yaitu mendeteksi jejak isotop yang sangat kecil hingga tidak dapat dilihat, ditimbang, atau dicium melalui radioaktivitasnya—sebagai kimia sejati.[25] Seorang kepala departemen bahkan berkomentar bahwa "sungguh luar biasa syarat seseorang untuk menjadi seorang Privatdozent zaman sekarang!"[25] Lise Meitner membantu menemukan unsur radioaktif protaktinium.[31]
Pengaturan ini awalnya terasa sulit bagi Meitner. Kaum wanita saat itu belum diizinkan menempuh pendidikan di universitas-universitas di negara bagian Kerajaan Prusia, yang mencakup Berlin. Meitner hanya diizinkan bekerja di bengkel kayu yang memiliki pintu masuk terpisah dari luar, tetapi ia tidak boleh memasuki area institut lainnya, termasuk ruang laboratorium Hahn di lantai atas. Jika ingin menggunakan toilet, ia harus pergi ke toilet di restoran yang terletak di ujung jalan. Pada tahun berikutnya, wanita mulai diizinkan masuk ke universitas-universitas di Prusia; Fischer pun mencabut pembatasan tersebut dan memasang toilet wanita di gedung institut. Namun, tidak semua ahli kimia menyukai perubahan ini.[27] Institut Fisika jauh lebih terbuka, dan Meitner pun menjalin pertemanan dengan para fisikawan di sana, termasuk Otto von Baeyer [de], James Franck, Gustav Hertz, Robert Pohl, Max Planck, Peter Pringsheim [de], dan Wilhelm Westphal.[32]
Pada tahun-tahun pertama Meitner bekerja bersama Hahn, mereka menulis sembilan makalah ilmiah secara bersama: tiga pada tahun 1908 dan enam pada tahun 1909. Bersama Hahn, ia menemukan dan mengembangkan metode pemisahan fisik yang dikenal sebagai rekoil radioaktif, yaitu ketika inti anak terlempar dengan kuat akibat gaya balik pada saat peluruhan. Ketika Hahn lebih berfokus pada penemuan unsur-unsur baru (yang sekarang diketahui sebagai isotop), Meitner justru lebih tertarik untuk memahami radiasinya. Ia mengamati bahwa rekoil radioaktif, yang pertama kali ditemukan oleh Harriet Brooks pada tahun 1904, dapat menjadi cara baru untuk mendeteksi zat radioaktif. Tak lama kemudian, mereka menemukan dua isotop baru lagi, yaitu bismut-211 dan talium-207.[33][34][35] Meitner sangat tertarik pada partikel beta, yang pada saat itu telah diketahui sebagai elektron. Partikel alfa dipancarkan dengan energi khas, dan ia menduga hal yang sama berlaku untuk partikel beta. Hahn dan Meitner mengukur penyerapan partikel beta oleh aluminium secara cermat, tetapi hasilnya membingungkan. Pada tahun 1914, James Chadwick menemukan bahwa elektron yang dipancarkan dari inti membentuk spektrum kontinu, tetapi Meitner sulit memercayainya karena tampaknya bertentangan dengan fisika kuantum, yang menyatakan bahwa elektron dalam atom hanya dapat menduduki tingkat energi diskret (kuanta).[36]
Institut Kimia Kaiser Wilhelm

Pada tahun 1912, Hahn dan Meitner pindah ke Institut Kimia Kaiser Wilhelm (KWI) yang baru didirikan di Berlin. Hahn menerima tawaran dari Fischer untuk menjadi asisten muda yang bertanggung jawab atas bagian radiokimia-nya, laboratorium pertama dari jenisnya di Jerman. Pekerjaan ini disertai dengan gelar "profesor" dan gaji sebesar 5.000 mark per tahun (setara dengan €29.000 pada 2021). Berbeda dari universitas, KWI yang didanai secara swasta tidak memiliki kebijakan yang mengecualikan wanita, tetapi Meitner bekerja tanpa dibayar sebagai seorang "tamu" di bagian tempat Hahn bekerja.[37][38] Ia kemungkinan menghadapi kesulitan keuangan setelah kematian ayahnya pada tahun 1910. Karena khawatir ia akan kembali ke Wina, Planck mengangkatnya sebagai asistennya di Institut Fisika Teoretis Universitas Friedrich Wilhelm. Dalam peran tersebut, ia mengoreksi tugas-tugas mahasiswa Planck. Ini merupakan posisi berbayar pertamanya. Posisi asisten merupakan jenjang terendah dalam hierarki akademis, dan Meitner menjadi asisten ilmiah wanita pertama di Prusia.[37][28]
Para pejabat dengan bangga memperkenalkan Meitner kepada Kaisar Wilhelm II pada pembukaan resmi Institut Kimia KWI pada 23 Oktober 1912.[39] Pada tahun berikutnya, ia menjadi seorang Mitglied ('anggota') seperti Hahn (meskipun gajinya masih lebih kecil),[38] dan bagian radioaktivitas diubah namanya menjadi Laboratorium Hahn-Meitner. Meitner merayakannya dengan pesta makan malam di Hotel Adlon. Gaji Hahn dan Meitner tak lama kemudian kalah jauh dibandingkan royalti dari mesotorium ("thorium tengah", radium-228, yang juga disebut "radium Jerman") yang diproduksi untuk keperluan medis, di mana Hahn menerima 66.000 mark pada tahun 1914 (setara dengan €369.000 pada 2021). Ia memberikan sepuluh persen dari jumlah tersebut kepada Meitner.[40] Pada tahun 1914, Meitner ditawari posisi akademis di Praha, yang saat itu merupakan bagian dari negaranya, Austria-Hungaria. Planck menegaskan kepada Fischer bahwa ia tidak ingin Meitner pergi, dan Fischer mengatur agar gaji Meitner dinaikkan dua kali lipat menjadi 3.000 mark (setara dengan €17.000 pada 2021).[41]
Kepindahan ke bangunan baru ini merupakan hal yang sangat menguntungkan, karena bekas bengkel kayu sebelumnya telah terkontaminasi parah oleh tumpahan cairan radioaktif serta gas radioaktif yang terlepas, meluruh, dan mengendap sebagai debu radioaktif, sehingga pengukuran yang sensitif tidak mungkin lagi dilakukan. Untuk memastikan laboratorium baru mereka yang bersih tetap terjaga, Hahn dan Meitner menerapkan prosedur-prosedur yang ketat. Pengukuran kimia dan fisika dilakukan di ruangan yang berbeda, orang-orang yang menangani zat radioaktif harus mematuhi protokol yang mencakup larangan berjabat tangan, dan gulungan kertas toilet digantung di samping setiap telepon serta gagang pintu. Zat-zat yang memiliki radioaktivitas tinggi disimpan di bekas bengkel kayu yang lama, dan kemudian dipindahkan ke gedung radium yang dibangun khusus di area institut tersebut.[41]
Perang Dunia I dan penemuan protaktinium
Pada Juli 1914—sesaat sebelum meletusnya Perang Dunia I—Hahn dipanggil untuk bertugas aktif di angkatan darat dalam resimen Landwehr.[42][43] Meitner mengikuti pelatihan teknisi sinar-X dan kursus anatomi di rumah sakit kota Lichterfelde.[28] Sementara itu, ia menyelesaikan pekerjaan mengenai spektrum sinar beta yang telah ia mulai sebelum perang bersama Hahn dan Baeyer, serta penelitian pribadinya tentang deret peluruhan uranium.[44] Pada bulan Juli 1915, ia kembali ke Wina dan bergabung dengan Angkatan Darat Austria sebagai perawat-teknisi sinar-X. Unitnya ditempatkan di Front Timur di Polandia, dan ia juga bertugas di Front Italia sebelum dibebastugaskan pada bulan September 1916.[45]
Meitner kembali ke KWI untuk Kimia dan melanjutkan penelitiannya pada bulan Oktober. Pada bulan Januari 1917, ia diangkat sebagai kepala bagian fisika mandiri. Laboratorium Hahn-Meitner dipisah menjadi Laboratorium Hahn dan Laboratorium Meitner secara terpisah, dan gajinya dinaikkan menjadi 4.000 mark (setara dengan €10.000 pada 2021).[4][48] Hahn kembali ke Berlin saat cuti, dan mereka mendiskusikan persoalan gantung lainnya dari pekerjaan sebelum perang: pencarian isotop induk aktinium (unsur 89). Menurut hukum pergeseran radioaktif Fajans dan Soddy, isotop ini haruslah merupakan isotop dari unsur 91 yang belum ditemukan pada tabel periodik, yang terletak di antara torium (unsur 90) dan uranium (unsur 92). Kasimir Fajans dan Oswald Helmuth Göhring menemukan unsur yang hilang tersebut pada tahun 1913, serta menamainya brevium karena waktu paruhnya yang singkat. Namun, isotop yang mereka temukan adalah pemancar beta, sehingga tidak mungkin menjadi isotop induk aktinium. Isotop induk tersebut haruslah merupakan isotop lain dari unsur yang sama.[49]
Pada tahun 1914, Hahn dan Meitner telah mengembangkan teknik baru untuk memisahkan kelompok tantalum dari pitchblende, yang mereka harapkan dapat mempercepat isolasi isotop baru tersebut. Ketika Meitner melanjutkan penelitian ini pada tahun 1917, Hahn beserta sebagian besar mahasiswa, asisten laboratorium, dan teknisi telah dipanggil untuk bertugas dalam angkatan bersenjata, sehingga Meitner harus melakukan semuanya seorang diri. Pada bulan Februari, ia mengekstraksi 2 gram silikon dioksida (SiO2) dari 21 gram pitchblende. Ia menyisihkan 1,5 gram dan menambahkan pembawa tantalum pentafluorida (TaF5) ke 0,5 gram sisanya, yang kemudian dilarutkan dalam hidrogen fluorida (HF). Ia lalu mendidihkannya dalam asam sulfat (H2SO4) pekat, mengendapkan zat yang diyakini sebagai unsur 91, dan memverifikasi bahwa zat tersebut merupakan pemancar alfa. Hahn pulang saat cuti pada bulan April, dan bersama-sama mereka merancang serangkaian pengujian untuk menyingkirkan sumber partikel alfa lainnya. Satu-satunya sumber yang diketahui memiliki perilaku kimia serupa adalah timbal-210 (yang meluruh menjadi pemancar alfa polonium-210 melalui bismut-210) dan torium-230.[49]
Penyelidikan lebih lanjut membutuhkan lebih banyak pitchblende. Meitner pergi ke Wina dan bertemu dengan Stefan Meyer. Ekspor uranium dari Austria dilarang karena pembatasan masa perang, tetapi Meyer berhasil menawarkan satu kilogram residu uranium kepadanya—yaitu pitchblende yang uraniumnya telah dipisahkan—yang sebenarnya justru lebih sesuai untuk tujuannya. Pengujian menunjukkan bahwa aktivitas alfa tersebut bukan berasal dari zat-zat tersebut. Kini yang tersisa hanyalah mencari bukti keberadaan aktinium. Untuk keperluan ini, dibutuhkan lebih banyak lagi pitchblende, tetapi kali ini Meyer tidak dapat membantu karena ekspor telah dilarang sepenuhnya. Meitner berhasil memperoleh 100 gram "residu ganda"—pitchblende tanpa uranium atau radium—dari Friedrich Oskar Giesel dan memulai pengujian dengan 43 gram di antaranya. Namun, komposisinya berbeda dan pada awalnya pengujian yang dilakukannya tidak berhasil. Dengan bantuan Giesel, ia berhasil menghasilkan produk murni yang beradioaktivitas tinggi. Pada bulan Desember 1917, ia berhasil mengisolasi baik isotop induk maupun produk anak aktiniumnya. Ia menyerahkan temuan mereka untuk diterbitkan pada bulan Maret 1918.[49][50]
Meskipun Fajans dan Göhring adalah pihak pertama yang menemukan unsur tersebut, konvensi menetapkan bahwa suatu unsur diwakili oleh isotopnya yang paling stabil (berumur paling panjang) dan paling melimpah, sementara brevium dianggap kurang sesuai. Fajans menyetujui usulan Meitner untuk menamai unsur tersebut "protoaktinium" (yang kemudian diperpendek menjadi protaktinium), serta menetapkan lambang kimianya Pa. Pada bulan Juni 1918, Soddy dan John Cranston mengumumkan bahwa mereka secara independen telah mengekstraksi sampel isotop tersebut, tetapi tidak seperti Meitner, mereka tidak dapat menjelaskan karakteristiknya. Mereka mengakui prioritas penemuan Meitner dan menyetujui nama tersebut. Hubungannya dengan uranium sempat menjadi misteri, karena tidak ada satu pun dari dua isotop uranium yang diketahui saat itu (uranium-234 dan uranium-238) yang meluruh menjadi protaktinium. Hal ini baru terpecahkan ketika uranium-235 ditemukan oleh Arthur Jeffrey Dempster pada tahun 1935.[49][51]
Radiasi beta
Pada tahun 1921, Meitner menerima undangan dari Manne Siegbahn untuk datang ke Swedia dan memberikan serangkaian kuliah mengenai radioaktivitas sebagai profesor tamu di Universitas Lund. Ia mendapati bahwa penelitian mengenai radioaktivitas di Swedia masih sangat sedikit, tetapi ia sangat antusias untuk mempelajari spektroskopi sinar-X, yang merupakan keahlian Siegbahn. Di laboratoriumnya, ia bertemu dengan seorang kandidat doktor asal Belanda, Dirk Coster, yang sedang mempelajari spektroskopi sinar-X, beserta istrinya, Miep, yang sedang menempuh pendidikan doktor dalam bidang bahasa dan kebudayaan Indonesia. Berbekal pengetahuan baru tentang spektroskopi sinar-X yang diperolehnya, Meitner meninjau kembali spektrum sinar beta sekembalinya ke Berlin.[52] Saat itu telah diketahui bahwa sebagian pemancaran beta bersifat primer, yaitu elektron dilontarkan langsung dari inti, dan sebagian lagi bersifat sekunder, yaitu partikel alfa dari inti menghempaskan elektron keluar dari orbitnya. Meitner bersikap skeptis terhadap klaim Chadwick bahwa garis-garis spektrum tersebut sepenuhnya disebabkan oleh elektron sekunder, sedangkan elektron primer membentuk spektrum kontinu.[53] Menggunakan teknik yang dikembangkan oleh Jean Danysz, ia meneliti spektrum timbal-210, radium-226, dan torium-238.[54] Pada tahun 1922, Meitner menemukan penyebab pemancaran elektron dari permukaan atom dengan energi "khas", yang kini dikenal sebagai efek Auger-Meitner.[55][56] Efek ini dinamai bersama Pierre Victor Auger, yang secara independen menemukannya pada tahun 1923.[57][58]

Kaum wanita diberikan hak habilitasi di Prusia pada tahun 1920, dan pada tahun 1922 Meitner memperoleh habilitasinya serta menjadi seorang Privatdozentin. Ia merupakan wanita pertama yang meraih habilitasi dalam bidang fisika di Prusia, dan wanita kedua di Jerman setelah Hedwig Kohn. Karena Meitner telah mempublikasikan lebih dari 40 makalah ilmiah, ia tidak diwajibkan menyerahkan tesis, tetapi Max von Laue menyarankan agar persyaratan kuliah inaugurasi tidak ditiadakan karena ia tertarik mendengar apa yang ingin disampaikannya. Oleh karena itu, ia memberikan kuliah inaugurasi bertajuk "Masalah-Masalah Fisika Kosmik".[59] Dari tahun 1923 hingga 1933, ia mengajar kolokium atau tutorial di Universitas Friedrich Wilhelm setiap semester, serta membimbing mahasiswa doktor di Institut Kimia KWI.[59] Pada tahun 1926, ia menjadi seorang außerordentlicher Professor ('profesor luar biasa'), profesor fisika universitas wanita pertama di Jerman. Bagian fisikanya berkembang makin besar dan ia mendapatkan seorang asisten tetap. Para ilmuwan dari Jerman dan seluruh dunia datang ke Institut Kimia KWI untuk melakukan penelitian di bawah bimbingannya.[59] Pada tahun 1930, Meitner mengajar seminar tentang "Pertanyaan-Pertanyaan Fisika Atom dan Kimia Atom" bersama Leó Szilárd.[60]

Meitner memprakarsai pembuatan sebuah kamar awan Wilson di Institut Kimia KWI—kamar awan pertama di Berlin—dan bersama mahasiswanya, Kurt Freitag, ia mempelajari lintasan partikel alfa yang tidak bertabrakan dengan inti atom.[61] Bersama asistennya, Kurt Philipp, ia kemudian menggunakannya untuk mengambil gambar-gambar pertama dari jejak positron yang dihasilkan dari radiasi gama. Ia membuktikan kebenaran pernyataan Chadwick bahwa garis-garis spektrum diskret sepenuhnya merupakan hasil dari elektron sekunder, sehingga spektrum kontinu memang terjadi akibat elektron primer. Pada tahun 1927, Charles Drummond Ellis dan William Alfred Wooster mengukur energi spektrum kontinu yang dihasilkan oleh peluruhan beta bismut-210 sebesar 0,34 MeV, padahal energi dari setiap peluruhan adalah sebesar 0,35 MeV. Dengan demikian, spektrum tersebut mencakup sebagian besar, tetapi tidak seluruh energi yang ada. Meitner menganggap hasil ini sangat meragukan sehingga ia mengulangi eksperimen tersebut bersama Wilhelm Orthmann menggunakan metode yang telah disempurnakan, dan hasilnya mengonfirmasi kebenaran temuan Ellis dan Wooster.[53][62][63]
Fenomena ini mengindikasikan bahwa hukum kekekalan energi tampaknya tidak berlaku pada peluruhan beta, suatu anggapan yang dinilai tidak dapat diterima oleh Meitner. Pada tahun 1930, Wolfgang Pauli menulis surat terbuka kepada Meitner dan Hans Geiger, mengajukan gagasan bahwa spektrum kontinu tersebut disebabkan oleh pemancaran partikel kedua selama peluruhan beta, yakni partikel yang tidak bermuatan listrik dan memiliki massa diam yang sangat kecil atau bahkan nol. Hipotesis ini kemudian diangkat oleh Enrico Fermi dalam teori peluruhan beta yang dirumuskannya pada tahun 1934, di mana ia menamai partikel netral hipotetis tersebut sebagai "neutrino". Pada masa itu, harapan untuk mendeteksi keberadaan neutrino sangatlah tipis, hingga akhirnya Clyde Cowan dan Frederick Reines berhasil membuktikannya secara eksperimental pada tahun 1956.[53]
Jerman Nazi
Adolf Hitler dilantik sebagai Kanselir Jerman pada 30 Januari 1933, seiring dengan Partai Nazi (NSDAP) pimpinannya yang menjadi partai terbesar di Reichstag.[64] Undang-Undang Pemulihan Layanan Sipil Profesional tanggal 7 April 1933 menyingkirkan orang-orang Yahudi dari layanan sipil, termasuk dunia akademis. Meitner tidak pernah berusaha menyembunyikan asal-usul Yahudinya, tetapi pada awalnya ia dikecualikan dari dampak undang-undang tersebut atas beberapa alasan: ia telah bekerja sebelum tahun 1914, pernah bertugas di militer selama Perang Dunia, berstatus warga negara Austria alih-alih Jerman, serta Institut Kaiser Wilhelm merupakan kemitraan antara pemerintah dan industri.[65] Namun, ia diberhentikan dari jabatan profesor luar biasanya pada 6 September dengan alasan bahwa tugas masa Perang Dunia I yang dijalaninya tidak berada di garis depan, serta ia baru menyelesaikan habilitasinya pada tahun 1922. Hal ini tidak memengaruhi baik gaji maupun pekerjaannya di Institut Kimia KWI.[66] Carl Bosch, direktur IG Farben yang merupakan sponsor utama Institut Kimia KWI, meyakinkan Meitner bahwa posisinya di sana aman.[65] Meskipun Hahn dan Meitner tetap memegang kendali, asisten mereka masing-masing, Otto Erbacher dan Kurt Philipp—yang keduanya merupakan anggota NSDAP—diberikan pengaruh yang semakin besar dalam operasional harian institut.[67]
Nasib orang lain tidak seberuntung itu; keponakannya, Otto Robert Frisch, diberhentikan dari jabatannya di Institut Kimia Fisika di Universitas Hamburg, demikian pula dengan Otto Stern, direktur institut tersebut. Stern mencarikan posisi untuk Frisch bersama Patrick Blackett di Birkbeck College, Inggris,[68] dan ia kemudian bekerja di Institut Niels Bohr, Kopenhagen, dari tahun 1934 hingga 1939.[69] Fritz Strassmann datang ke Institut Kimia Kaiser Wilhelm untuk belajar di bawah bimbingan Hahn guna meningkatkan prospek kerjanya. Ia menolak tawaran pekerjaan yang menguntungkan karena menuntut pelatihan politik dan keanggotaan Partai Nazi, serta mengundurkan diri dari Perhimpunan Ahli Kimia Jerman ketika perhimpunan tersebut menjadi bagian dari Front Buruh Jerman milik Nazi alih-alih menjadi anggota organisasi yang dikendalikan Nazi. Akibatnya, ia tidak dapat bekerja baik di industri kimia maupun memperoleh habilitasinya. Meitner membujuk Hahn untuk mempekerjakannya sebagai asisten. Tak lama kemudian, namanya tercantum sebagai kolaborator ketiga dalam makalah-makalah yang mereka hasilkan, dan terkadang bahkan dicantumkan di urutan pertama.[70][71] Antara tahun 1933 hingga 1935, Meitner memublikasikan karyanya secara eksklusif di jurnal Naturwissenschaften, karena penyuntingnya, Arnold Berliner, berdarah Yahudi dan terus menerima tulisan dari para ilmuwan Yahudi. Hal ini memicu boikot terhadap publikasi tersebut, dan pada bulan Agustus 1935, pihak penerbit, Springer-Verlag, memecat Berliner.[72]
Transmutasi
Setelah Chadwick menemukan neutron pada tahun 1932,[73] Irène Curie dan Frédéric Joliot menyinari lembaran aluminium menggunakan partikel alfa, lalu menemukan bahwa proses tersebut menghasilkan isotop radioaktif fosforus berumur pendek. Mereka mengamati bahwa pemancaran positron tetap berlanjut bahkan setelah penyinaran dihentikan. Selain menemukan bentuk peluruhan radioaktif yang baru, mereka juga berhasil mentransmutasikan suatu unsur menjadi isotop radioaktif unsur lain yang belum pernah diketahui sebelumnya, sehingga menginduksi radioaktivitas pada materi yang sebelumnya steril dari radioaktivitas. Bidang radiokimia kini tidak lagi terbatas pada unsur-unsur berat tertentu, melainkan meluas ke seluruh tabel periodik.[74][75] Chadwick mencatat bahwa karena bersifat netral secara listrik, neutron dapat menembus inti atom dengan lebih mudah dibandingkan proton atau partikel alfa.[76] Enrico Fermi beserta rekan-rekannya di Roma mengembangkan gagasan tersebut,[77] lalu mulai menyinari berbagai unsur menggunakan neutron.[78]
Hukum pergeseran radioaktif Fajans dan Soddy menyatakan bahwa peluruhan beta menyebabkan suatu isotop bergeser satu tingkat ke atas pada tabel periodik, sedangkan peluruhan alfa menyebabkannya bergeser dua tingkat ke bawah. Ketika kelompok Fermi menembaki atom uranium dengan neutron, mereka menemukan campuran kompleks dari berbagai waktu paruh. Fermi lantas menyimpulkan bahwa unsur-unsur baru dengan nomor atom lebih besar dari 92 (yang dikenal sebagai unsur transuranium) telah terbentuk.[78] Meitner dan Hahn sudah bertahun-tahun tidak bekerja sama, tetapi Meitner sangat berhasrat untuk menyelidiki hasil temuan Fermi. Hahn pada awalnya enggan, tetapi ia mengubah pemikirannya setelah Aristid von Grosse menduga bahwa zat yang ditemukan Fermi sebenarnya merupakan isotop protaktinium.[79] "Satu-satunya pertanyaan yang ada," tulis Hahn di kemudian hari, "tampaknya adalah apakah Fermi telah menemukan isotop dari unsur-unsur transuranium, ataukah isotop dari unsur satu tingkat di bawahnya, yaitu protaktinium. Pada saat itu Lise Meitner dan saya memutuskan untuk mengulangi eksperimen Fermi guna memastikan apakah isotop berwaktu paruh 13 menit tersebut merupakan isotop protaktinium atau bukan. Itu adalah keputusan yang logis, mengingat kami adalah penemu protaktinium."[80]
Antara tahun 1934 hingga 1938, Hahn, Meitner, dan Strassmann menemukan sejumlah besar produk transmutasi radioaktif, yang seluruhnya mereka anggap sebagai unsur transuranium.[81] Pada masa itu, keberadaan deret aktinida belum dipahami, dan uranium secara keliru diyakini sebagai unsur golongan 6 yang memiliki sifat serupa tungsten. Konsekuensinya, unsur-unsur transuranium pertama diperkirakan memiliki kemiripan dengan unsur golongan 7 hingga 10, seperti renium dan platina. Mereka mengonfirmasi keberadaan beberapa isotop dari setidaknya empat unsur semacam itu, lalu (secara keliru) mengidentifikasikannya sebagai unsur bernomor atom 93 hingga 96. Mereka merupakan ilmuwan pertama yang mengukur waktu paruh 23 menit dari radioisotop sintetis uranium-239 serta membuktikan secara kimiawi bahwa zat tersebut merupakan isotop uranium. Namun, akibat keterbatasan sumber neutron yang lemah, mereka tidak dapat melanjutkan penelitian ini hingga mencapai kesimpulan akhir untuk mengidentifikasi unsur 93 yang sebenarnya. Mereka mencatat sepuluh waktu paruh berbeda dengan tingkat kepastian yang bervariasi. Untuk menjelaskan fenomena tersebut, Meitner harus mengemukakan hipotesis mengenai kelas reaksi baru serta peluruhan alfa dari uranium—dua hal yang belum pernah dilaporkan sebelumnya dan belum memiliki bukti fisik yang memadai. Hahn dan Strassmann menyempurnakan prosedur kimia mereka, sementara Meitner merancang eksperimen-eksperimen baru untuk mengamati proses reaksi tersebut.[82]
Pada bulan Mei 1937, Hahn dan Meitner menerbitkan dua laporan sejajar, yaitu satu laporan dalam Zeitschrift für Physik dengan Meitner sebagai penulis utama, serta satu laporan lagi dalam Chemische Berichte dengan Hahn sebagai penulis utama.[82][83][84] Hahn mengakhiri laporannya dengan pernyataan tegas: Vor allem steht ihre chemische Verschiedenheit von allen bisher bekannten Elementen außerhalb jeder Diskussion ('Yang terpenting, perbedaan sifat kimianya dari seluruh unsur yang dikenal sejauh ini berada di luar perdebatan').[84] Meitner sebaliknya merasa semakin ragu. Ia mempertimbangkan kemungkinan bahwa reaksi-reaksi tersebut berasal dari isotop uranium yang berbeda; saat itu tiga isotop telah diketahui: uranium-238, uranium-235, dan uranium-234. Namun, ketika ia menghitung penampang lintang neutron, nilainya terlalu besar untuk berasal dari isotop lain selain isotop yang paling melimpah, yaitu uranium-238. Ia lantas menyimpulkan bahwa fenomena ini pastilah kasus lain dari isomerisme nuklir, yaitu gejala yang ditemukan Hahn pada protaktinium bertahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, ia mengakhiri laporannya dengan nada yang sangat berbeda dari Hahn, dengan melaporkan bahwa: "Proses tersebut pastilah penangkapan neutron oleh uranium-238, yang menghasilkan tiga inti isomerik dari uranium-239. Hasil ini sangat sulit untuk diselaraskan dengan konsep-konsep inti atom saat ini."[83][85]
Pelarian dari Jerman
Peristiwa Anschluss, yakni aneksasi Austria oleh Jerman pada 12 Maret 1938, menyebabkan Meitner kehilangan kewarganegaraan karena hak atas status warga negara Jerman ditolak berdasarkan undang-undang anti-Yahudi yang saat itu diberlakukan.[86] Niels Bohr menawarkan kesempatan memberikan kuliah di Kopenhagen, sementara Paul Scherrer mengundangnya menghadiri kongres di Swiss dengan seluruh biaya ditanggung. Carl Bosch meyakinkan bahwa ia masih dapat bertahan di Institut Kimia KWI, tetapi pada bulan Mei, Meitner menyadari bahwa Kementerian Sains, Pendidikan, dan Kebudayaan Reich mulai menyelidiki perihalnya. Pada 9 Mei, ia memutuskan untuk menerima undangan Bohr berangkat ke Kopenhagen, tempat Frisch bekerja,[87] tetapi ketika mendatangi konsulat Denmark untuk mengajukan visa perjalanan, ia diberi tahu bahwa Denmark tidak lagi mengakui paspor Austrianya sebagai dokumen sah. Ia tidak dapat berangkat ke Denmark, Swiss, ataupun negara lainnya.[88]
Bohr berkunjung ke Berlin pada bulan Juni dan merasa sangat prihatin atas situasi tersebut. Sekembalinya ke Kopenhagen, ia mulai mengupayakan posisi akademis bagi Meitner di Skandinavia. Ia juga meminta Hans Kramers untuk memeriksa kemungkinan lowongan yang tersedia di Belanda. Kramers menghubungi Coster, yang kemudian meneruskan kabar tersebut kepada Adriaan Fokker. Coster dan Fokker berusaha mengamankan posisi untuk Meitner di Universitas Groningen. Mereka mendapati bahwa Yayasan Rockefeller tidak memberikan bantuan bagi ilmuwan bersatus pengungsi, serta Federasi Internasional Wanita Universitas telah dibanjiri permohonan bantuan dari Austria. Pada 27 Juni, Meitner menerima tawaran posisi kontrak satu tahun di Laboratorium Manne Siegbahn [sv] milik Manne Siegbahn yang baru di Stockholm—lembaga yang saat itu sedang dibangun dan dikhususkan untuk riset fisika nuklir—lalu ia memutuskan untuk mengikutinya. Namun, pada 4 Juli ia menerima kabar bahwa para akademisi tidak lagi diberikan izin bepergian ke luar negeri.[89]
Melalui Bohr di Kopenhagen, Peter Debye berkomunikasi dengan Coster dan Fokker, lalu mereka mendatangi Kementerian Pendidikan Belanda dengan permohonan untuk mengizinkan Meitner datang ke Belanda. Karena warga negara asing tidak diizinkan bekerja secara berbayar, diperlukan pengangkatan sebagai privaat-docente tanpa gaji. Wander Johannes de Haas dan Anton Eduard van Arkel mengupayakan posisi tersebut di Universitas Leiden.[90] Coster juga berbicara kepada kepala penjaga perbatasan, yang meyakinkannya bahwa Meitner akan diizinkan masuk. Seorang teman Coster, E. H. Ebels, merupakan politisi lokal dari wilayah perbatasan yang berbicara langsung kepada para penjaga di sana.[91]
Pada 11 Juli, Coster tiba di Berlin dan menginap di kediaman Debye.[91] Keesokan paginya, Meitner datang lebih awal di Institut Kimia KWI, lalu Hahn menjelaskan rencananya. Untuk menghindari kecurigaan, ia menjalankan rutinitas seperti biasa, bertahan di institut hingga pukul 20.00 demi mengoreksi naskah ilmiah rekannya sebelum diterbitkan. Hahn dan Paul Rosbaud membantunya mengemas dua koper kecil yang hanya berisi pakaian musim panas. Hahn memberikannya sebuah cincin berlian warisan ibunya untuk keadaan darurat; ia hanya membawa uang 10 mark dalam tasnya (setara dengan €40pada 2021). Setelah itu, ia menginap di rumah Hahn. Pagi harinya, Meitner menemui Coster di stasiun kereta api, tempat mereka berpura-pura bertemu secara tidak sengaja. Mereka bepergian menggunakan jalur kereta yang sepi menuju Stasiun kereta api Bad Nieuweschans di perbatasan, yang berhasil mereka lintasi tanpa hambatan;[92] para penjaga perbatasan Jerman mungkin mengira Meitner adalah istri seorang profesor.[93] Sebuah telegram dari Pauli memberi tahu Coster bahwa ia kini "sama terkenalnya karena penculikan Lise Meitner sebagaimana karena penemuan hafnium".[94]
Pada 26 Juli, Meitner mendapat kabar bahwa Swedia memberi izin masuk menggunakan paspor Austrianya. Dua hari kemudian, ia terbang ke Kopenhagen, disambut oleh Frisch, serta menginap bersama Niels dan Margrethe Bohr di rumah peristirahatan mereka di Tisvilde. Pada 1 Agustus, ia bepergian dengan kereta api dan kapal uap menuju stasiun Gothenburg di Swedia, tempat ia disambut oleh Eva von Bahr. Mereka kemudian naik kereta dan dilanjutkan dengan kapal uap menuju kediaman Von Bahr di Kungälv, tempat ia tinggal hingga bulan September.[95] Hahn memberi tahu semua orang di Institut Kimia KWI bahwa Meitner pergi ke Wina untuk mengunjungi kerabatnya, lalu beberapa hari kemudian institut tersebut tutup selama musim panas. Pada 23 Agustus, ia bersurat kepada Bosch untuk mengajukan pensiun.[96] Bosch berupaya mengirimkan barang-barang pribadinya ke Swedia, tetapi Kementerian Pendidikan Reich menginstruksikan agar seluruh barang tersebut tetap berada di Jerman.[97]
Meitner mengkhawatirkan keselamatan keluarganya di Austria. Langkah awal yang diambilnya di Swedia adalah mengajukan izin imigrasi Swedia untuk Gusti beserta suaminya, Justinian (Jutz) Frisch.[97] Hahn memilih Josef Mattauch untuk menggantikan posisinya sebagai kepala bagian fisika, lalu pergi ke Wina untuk menawarkan posisi tersebut kepadanya. Selama berada di sana, ia makan malam bersama saudara-saudara perempuan Meitner, Gusti dan Gisela, beserta suami mereka, Jutz Frisch dan Karl Lion, pada 9 November. Keesokan harinya, Gusti mengabarkan bahwa Frisch telah ditangkap. Pada hari yang sama, Meitner tiba di Kopenhagen; pengurusan visa perjalanan berlangsung rumit karena paspor Austrianya yang tidak berlaku lagi. Hahn menyusulnya ke Kopenhagen pada 13 November, lalu berdiskusi mengenai penelitian uranium bersama Meitner, Bohr, dan Otto Robert Frisch.[98]
Fisi nuklir

Hahn dan Strassmann mengisolasi tiga isotop radium (yang diverifikasi melalui waktu paruhnya) serta menggunakan kristalisasi terfraksi guna memisahkannya dari pembawa barium dengan menambahkan kristal barium bromida dalam empat tahap. Karena radium mengendap lebih dahulu dalam larutan barium bromida, pada setiap tahapan fraksi yang dipisahkan akan mengandung lebih sedikit radium dibandingkan fraksi sebelumnya. Namun, mereka tidak menemukan perbedaan antarfraksi tersebut. Untuk mengantisipasi adanya kekeliruan dalam proses yang mereka lakukan, pemastian diulang menggunakan isotop radium yang sudah dikenal, dan hasilnya menunjukkan bahwa proses tersebut berjalan dengan benar. Pada 19 Desember, Hahn bersurat kepada Meitner untuk mengabarkan bahwa isotop-isotop radium tersebut secara kimiawi berperilaku layaknya barium. Karena berhasrat menyelesaikannya sebelum libur Natal, Hahn dan Strassmann menyerahkan temuan mereka ke jurnal Naturwissenschaften pada 22 Desember tanpa menunggu balasan dari Meitner.[100] Hahn mengakhiri makalah tersebut dengan menyatakan: "Sebagai ahli kimia... kami seharusnya mengganti lambang Ra, Ac, Th dengan Ba, La, Ce. Sebagai 'ahli kimia nuklir' yang cukup dekat dengan fisika, kami belum sanggup mengambil langkah ini karena bertentangan dengan seluruh pengalaman sebelumnya dalam bidang fisika."[101]
Frisch biasanya merayakan Natal bersama Meitner di Berlin, tetapi pada tahun 1938 Meitner menerima undangan dari Eva von Bahr untuk menghabiskan masa liburan bersama keluarganya di Kungälv, serta meminta Frisch menyusul ke sana. Meitner menerima surat dari Hahn yang menguraikan bukti kimiawi bahwa sebagian produk dari penembakan uranium dengan neutron adalah barium. Barium memiliki massa atom 40% lebih kecil dibandingkan uranium, sedangkan tidak ada metode peluruhan radioaktif yang dikenal sebelumnya yang mampu menjelaskan perbedaan massa inti sebesar itu.[102][103] Meskipun demikian, ia segera membalas surat Hahn dengan menyatakan: "Saat ini asumsi mengenai perpecahan yang begitu menyeluruh terasa sangat sulit bagi saya, tetapi dalam fisika nuklir kita telah mengalami begitu banyak kejutan, sehingga orang tidak dapat mengatakan secara mutlak: 'Hal itu tidak mungkin.'"[104]

Meitner menepis kemungkinan bahwa identifikasi barium oleh Hahn keliru; keyakinannya pada keahlian Hahn sebagai ahli kimia sangat mutlak. Meitner dan Frisch kemudian mempertimbangkan bagaimana hal tersebut mungkin terjadi. Upaya pemecahan atom sebelumnya tidak pernah memiliki energi yang cukup untuk menepis lebih dari sekadar proton individual atau partikel alfa, sedangkan inti barium jauh lebih besar. Mereka mempertimbangkan model tetes cairan dari inti atom yang pernah diusulkan oleh George Gamow: mungkin saja suatu tetesan menjadi memanjang lalu membelah dirinya menjadi dua.[105]
Frisch di kemudian hari menulis:
Pada titik itu kami berdua duduk di atas batang pohon (seluruh diskusi tersebut berlangsung saat kami berjalan menembus hutan bersalju, saya dengan papan ski saya, Lise Meitner membuktikan pernyataannya bahwa ia dapat berjalan sama cepatnya tanpa ski), lalu mulai berhitung di atas potongan-potongan kertas. Muatan inti uranium, sebagaimana kami temukan, memang cukup besar untuk mengatasi efek tegangan permukaan secara hampir menyeluruh; sehingga inti uranium mungkin memang menyerupai tetesan yang sangat tidak stabil dan bergoyang-goyang, siap membelah diri pada provokasi sekecil apa pun, seperti tumbukan dari satu neutron tunggal.
Namun ada masalah lain. Setelah terpisah, kedua tetesan akan terdorong saling menjauh oleh gaya tolak-menolak listrik bersama dan akan memperoleh kecepatan tinggi, sehingga menghasilkan energi yang sangat besar, sekitar 200 MeV secara keseluruhan; dari manakah energi itu berasal? Beruntung Lise Meitner mengingat rumus empiris untuk menghitung massa inti atom, lalu mengalkulasikan bahwa kedua inti yang terbentuk dari pembelahan inti uranium jika digabungkan akan lebih ringan sekitar seperlima massa proton dibandingkan inti uranium asli. Kini, kapan pun massa melenyap, energi tercipta, sesuai dengan rumus Einstein E = mc2, dan seperlima massa proton tepat setara dengan 200 MeV. Jadi, inilah sumber energi tersebut; semuanya sangat cocok![105]

Meitner dan Frisch berhasil menginterpretasikan hasil penemuan Hahn secara tepat, yakni bahwa inti atom uranium telah terbelah menjadi dua bagian yang relatif seimbang. Dua reaksi pertama yang diamati oleh kelompok Berlin merupakan unsur-unsur ringan yang tercipta dari perpecahan inti uranium; sedangkan reaksi ketiga—yang berwaktu paruh 23 menit—merupakan peluruhan menjadi unsur 93 yang sebenarnya.[106] Sekembalinya ke Kopenhagen, Frisch mengabarkan hal tersebut kepada Bohr, yang serta-merta menepuk dahinya seraya berseru, "Betapa bodohnya kita selama ini!"[107] Bohr berjanji untuk menjaga kerahasiaan hal tersebut hingga mereka selesai menyiapkan makalah yang siap diterbitkan. Guna mempercepat proses, mereka memutuskan untuk mengirimkan catatan singkat sepanjang satu halaman ke jurnal Nature. Pada tahap ini, satu-satunya bukti yang mereka miliki barulah keberadaan barium. Secara logis, jika barium terbentuk, maka unsur lainnya tentulah kripton,[108] tetapi Hahn secara keliru meyakini bahwa massa atom-lah yang harus berjumlah total 239, bukannya nomor atom yang harus berjumlah total 92. Ia mengira unsur pendamping tersebut adalah masurium (teknesium), sehingga ia tidak memeriksanya:[109]
- 92U + n → 56Ba + 36Kr + beberapa n[b]
Melalui serangkaian panggilan telepon jarak jauh, Meitner dan Frisch merancang sebuah eksperimen sederhana untuk memperkuat klaim mereka, yaitu mengukur rekoil dari fragmen-fragmen fisi menggunakan pencacah Geiger dengan ambang batas yang diatur di atas ambang batas partikel alfa. Frisch melakukan eksperimen tersebut pada 13 Januari dan mendapati pulsa-pulsa yang dihasilkan oleh reaksi persis seperti yang telah mereka prediksikan.[108] Ia menyadari perlunya sebuah penamaan bagi proses nuklir yang baru ditemukan tersebut. Ia berdiskusi dengan William A. Arnold, seorang ahli biologi asal Amerika Serikat yang bekerja bersama George de Hevesy, untuk menanyakan istilah yang digunakan oleh para ahli biologi saat sel hidup membelah menjadi dua. Arnold memberi tahu bahwa para ahli biologi menyebutnya fisi. Frisch lantas menerapkan istilah tersebut untuk menyebut proses nuklir dalam makalahnya.[111] Ia mengirimkan kedua makalah tersebut ke jurnal Nature pada 16 Januari; catatan ilmiah hasil kolaborasi tulisan mereka terbit pada 11 Februari, sedangkan makalah Frisch mengenai pelontaran balik terbit pada 18 Februari.[112][113]
Ketiga laporan tersebut—yakni publikasi perdana Hahn-Strassmann pada 6 Januari dan 10 Februari 1939, serta publikasi Frisch-Meitner pada 11 Februari 1939—memberikan dampak yang sangat mengguncang bagi komunitas ilmiah.[114] Pada tahun 1940, Frisch dan Rudolf Peierls menyusun Memorandum Frisch–Peierls, yang membuktikan secara teoretis bahwa ledakan atom dapat diciptakan.[115]
Hadiah Nobel
Terlepas dari berbagai penghargaan yang diterima Meitner sepanjang hidupnya, ia tidak pernah menerima Hadiah Nobel ketika penghargaan tersebut dianugerahkan kepada Otto Hahn atas penemuan fisi nuklir. Ia dinominasikan sebanyak 49 kali untuk Hadiah Nobel Fisika dan Kimia, tetapi tidak pernah memenangkannya.[116] Pada 15 November 1945, Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia mengumumkan bahwa Hahn dianugerahi Hadiah Nobel Kimia tahun 1944 atas "penemuannya mengenai fisi inti atom berat".[117][c] Meitner-lah yang meminta Hahn dan Strassmann untuk menguji sampel radium mereka secara lebih mendalam, serta ia pula yang memberi tahu Hahn bahwa inti uranium dapat terurai. Tanpa kontribusi-kontribusi tersebut, Hahn tidak akan menemukan bahwa inti uranium dapat terbelah menjadi dua.[119]
Pada tahun 1945, Komite Nobel untuk Kimia di Swedia yang bertugas memilih peraih Hadiah Nobel Kimia memutuskan untuk menganugerahkan penghargaan tersebut secara eksklusif kepada Hahn, yang mengetahui kabar tersebut melalui surat kabar saat ditahan di Farm Hall, Inggris. Pada dekade 1990-an, arsip persidangan Komite Nobel yang sekian lama dirahasiakan akhirnya dibuka untuk umum. Biografi komprehensif mengenai Meitner yang diterbitkan pada tahun 1996 oleh Ruth Lewin Sime memanfaatkan keterbukaan arsip tersebut untuk meninjau kembali pengabaian terhadap Meitner.[118] Dalam sebuah artikel tahun 1997 di jurnal terbitan American Physical Society, Physics Today, Sime bersama rekan-rekannya, Elisabeth Crawford dan Mark Walker, menulis:
Tampaknya Lise Meitner tidak turut menerima penghargaan tahun 1944 tersebut karena struktur komite Nobel kurang sesuai untuk menilai karya lintas disiplin; karena para anggota komite kimia tidak mampu atau tidak bersedia menilai kontribusinya secara adil; serta karena selama masa perang para ilmuwan Swedia mengandalkan keahlian mereka sendiri yang terbatas. Pengabaian Meitner dari penghargaan kimia tersebut sangat dapat dirangkum sebagai perpaduan antara prasangka disiplin ilmu, ketumpulan politik, ketidaktahuan, dan ketergesa-gesaan.[118]
Max Perutz, pemenang Hadiah Nobel Kimia tahun 1962, sampai pada kesimpulan yang sama:
Setelah tersimpan rapat dalam berkas-berkas Komite Nobel selama lima puluh tahun ini, dokumen-dokumen yang berujung pada penganugerahan tidak adil tersebut kini mengungkap bahwa pertimbangan panjang juri Nobel terhambat oleh kurangnya apresiasi, baik terhadap kerja sama yang mendahului penemuan tersebut maupun terhadap kontribusi tertulis dan lisan Meitner setelah pelariannya dari Berlin.[120][121]
Komite fisika yang beranggotakan lima orang tersebut mencakup Manne Siegbahn; mantan mahasiswanya, Erik Hulthén, profesor fisika eksperimental di Universitas Uppsala; serta Axel Lindh, yang kelak menggantikan posisi Hulthén. Ketiganya merupakan bagian dari mazhab spektroskopi sinar-X Siegbahn. Hubungan yang kurang baik antara Siegbahn dan Meitner menjadi salah satu faktor penentu, sebagaimana halnya bias yang lebih berpihak pada fisika eksperimental dibandingkan fisika teoretis.[118][122] Dalam laporannya mengenai karya Meitner dan Frisch, Hulthén mengandalkan makalah-makalah dari masa sebelum perang. Ia tidak menganggap karya mereka sebagai suatu terobosan, serta berargumen bahwa hadiah bidang fisika dianugerahkan untuk karya eksperimental alih-alih teoretis—suatu pendirian yang sebenarnya sudah bertahun-tahun ditinggalkan.[118] Pada masa itu, Meitner sendiri menulis dalam sebuah surat: "Tentu saja Hahn sangat layak menerima Hadiah Nobel Kimia. Sama sekali tidak ada keraguan mengenai hal itu. Namun, saya percaya bahwa Frisch dan saya memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam mengklarifikasi proses fisi uranium—bagaimana proses itu bermula dan mengapa proses tersebut menghasilkan begitu banyak energi, yang merupakan hal yang sangat asing bagi Hahn."[123][124] Hadiah Nobel untuk Hahn telah lama diperkirakan; baik ia maupun Meitner telah beberapa kali dinominasikan untuk hadiah bidang kimia serta fisika bahkan sebelum penemuan fisi nuklir. Menurut arsip Hadiah Nobel, nama Meitner dinominasikan sebanyak 19 kali untuk Hadiah Nobel Kimia antara tahun 1924 hingga 1948, serta 30 kali untuk Hadiah Nobel Fisika antara tahun 1937 hingga 1967. Para pengusul nominasinya mencakup Arthur Compton, Dirk Coster, Kasimir Fajans, James Franck, Otto Hahn, Oskar Klein, Niels Bohr, Max Planck, dan Max Born.[125][126] Meskipun tidak pernah dianugerahi Hadiah Nobel, Meitner diundang untuk menghadiri Pertemuan Peraih Nobel Lindau pada tahun 1962.[127]
Masa tua

Meitner menyadari bahwa Siegbahn tidak menginginkan keberadaannya. Ketika penawaran untuk datang ke Swedia disampaikan, Siegbahn menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki dana dan hanya dapat menawarkan tempat bekerja bagi Meitner. Eva von Bahr kemudian bersurat kepada Carl Wilhelm Oseen, yang lantas menyediakan dana dari Yayasan Nobel. Hal ini membuat Meitner memiliki ruang laboratorium, tetapi kini ia harus melakukan sendiri pekerjaan yang selama dua puluh tahun sebelumnya biasa ia delegasikan kepada teknisi laboratoriumnya.[128] Ruth Lewin Sime menulis:
Di Swedia tidak ada simpati umum terhadap para pengungsi dari Jerman Nazi: negara tersebut kecil, perekonomiannya lemah, serta tidak memiliki tradisi imigran. Kebudayaan akademisnya pun sejak lama bersikap pro-Jerman—sebuah tradisi yang tidak banyak berubah hingga pertengahan perang ketika mulai terlihat jelas bahwa Jerman tidak akan menang. Selama masa perang, anggota kelompok Siegbahn memandang Meitner sebagai orang luar yang tertutup dan depresi; mereka tidak memahami penderitaan dan kecemasan yang dialami oleh semua pengungsi, trauma akibat kehilangan teman serta kerabat dalam Holokaus, ataupun isolasi luar biasa yang dialami oleh seorang wanita yang telah mencurahkan seluruh hidupnya demi pekerjaannya.[128]
Pada 14 Januari 1939, Meitner mendapat kabar bahwa iparnya, Jutz, telah dibebaskan dari Kamp Konsentrasi Dachau, serta ia beserta istrinya, Gusti, diizinkan berimigrasi ke Swedia.[129] Atasan Jutz, Gottfried Bermann, telah melarikan diri ke Swedia[129] dan menawarkan kembali posisi lamanya di perusahaan penerbitan jika Jutz berhasil datang. Niels Bohr meminta bantuan kepada seorang pejabat Swedia, Justitieråd Alexandersson, yang menyatakan bahwa Jutz akan menerima izin kerja setibanya di Swedia. Ia bekerja di sana hingga pensiun pada tahun 1948, lalu pindah ke Cambridge untuk bergabung bersama Otto Robert Frisch.[130] Saudarinya, Gisela, dan iparnya, Karl Lion, pindah ke Inggris,[131] dan Meitner juga mempertimbangkan untuk pindah ke sana. Ia mengunjungi Cambridge pada bulan Juli 1939 serta menerima tawaran dari William Lawrence Bragg dan John Cockcroft untuk memegang posisi di Laboratorium Cavendish dengan kontrak tiga tahun di Girton College, Cambridge, tetapi Perang Dunia II meletus pada bulan September 1939 sebelum ia sempat pindah.[132]
Di Swedia, Meitner melanjutkan penelitiannya sebaik mungkin. Ia mengukur penampang lintang neutron dari torium, timbal, dan uranium menggunakan disprosium sebagai detektor neutron,[128] sebuah teknik analisis yang dipelopori oleh George de Hevesy dan Hilde Levi.[133] Ia berhasil mengupayakan agar Hedwig Kohn—yang menghadapi ancaman deportasi ke Polandia—dapat datang ke Swedia, hingga akhirnya berimigrasi ke Amerika Serikat melalui rute Uni Soviet. Ia gagal membawa Stefan Meyer keluar dari Jerman,[134] tetapi Meyer berhasil bertahan hidup selama perang.[135] Ia menolak tawaran untuk bergabung bersama Frisch dalam kontribusi Britania pada Proyek Manhattan di Laboratorium Los Alamos, seraya menyatakan, "Saya tidak akan sudi berhubungan dengan bom!"[136] Ia di kemudian hari menyatakan bahwa pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki merupakan kejutan baginya, serta ia merasa "menyesal bahwa bom tersebut harus diciptakan."[137] Setelah perang usai, Meitner mengakui kegagalan moralnya karena bertahan di Jerman dari tahun 1933 hingga 1938. Ia menulis: "Bukan hanya bodoh, melainkan sangat salah bahwa saya tidak segera pergi."[138] Ia menyesali sikap pasifnya selama periode tersebut, serta melontarkan kritik tajam kepada Hahn, Max von Laue, Werner Heisenberg, dan ilmuwan Jerman lainnya. Dalam sebuah surat bulan Juni 1945 yang ditujukan kepada Hahn—yang tidak pernah diterimanya—ia menulis:
Kalian semua bekerja untuk Jerman Nazi. Bahkan kalian tidak pernah mencoba melakukan perlawanan pasif. Memang benar, demi membebaskan rasa bersalah, kalian membantu beberapa orang yang tertindas di sana-sini, tetapi jutaan manusia tak berdosa telah dibunuh dan tidak ada suara protes yang terdengar. Di Swedia yang netral ini, jauh sebelum perang berakhir, telah berlangsung diskusi mengenai apa yang harus dilakukan terhadap para cendekiawan Jerman setelah perang usai. Lantas apa yang ada di pikiran orang-orang Inggris dan Amerika? Saya dan banyak orang lainnya berpandangan bahwa satu-satunya jalan bagi kalian adalah menyampaikan pernyataan terbuka bahwa kalian menyadari, melalui sikap pasif kalian, kalian turut bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi, serta kalian merasa perlu bekerja untuk melakukan apa pun yang bisa diperbuat demi menebusnya. Namun banyak yang menilai hal itu sudah terlambat. Orang-orang ini mengatakan bahwa pertama-tama kalian mengkhianati teman-teman kalian, lalu menumbalkan anak buah dan anak-anak kalian dengan membiarkan mereka mempertaruhkan nyawa dalam perang kriminal—dan pada akhirnya kalian mengkhianati Jerman itu sendiri, sebab ketika perang sudah sama sekali tanpa harapan, kalian tidak pernah sekalipun bersuara menentang penghancuran Jerman yang sia-sia ini. Hal tersebut terdengar tanpa belas kasihan, tetapi saya percaya bahwa alasan saya menuliskan ini kepada Anda adalah persahabatan sejati. Dalam beberapa hari terakhir, orang-orang mendengar kabar tentang hal-hal mengerikan yang tak terbayangkan di kamp-kamp konsentrasi; hal itu meremukkan segala sesuatu yang ditakutkan sebelumnya. Ketika saya mendengar laporan yang sangat terperinci dari Inggris dan Amerika di radio Inggris mengenai Belsen dan Buchenwald, saya mulai menangis keras-keras dan terbaring tidak tidur sepanjang malam. Dan seandainya Anda melihat orang-orang yang dibawa ke sini dari kamp-kamp tersebut. Seseorang seharusnya menyeret orang seperti Heisenberg dan jutaan orang lainnya seperti dia, lalu memaksa mereka menyaksikan kamp-kamp ini beserta orang-orang yang disiksa tersebut. Cara kedatangannya di Denmark pada tahun 1941 tidak akan pernah bisa dilupakan.[138]
Pascapengeboman Hiroshima, Meitner menjadi sosok yang sangat terkenal. Ia menjalani wawancara radio bersama Eleanor Roosevelt, dan beberapa hari kemudian melakukan wawancara lain dengan sebuah stasiun radio di New York, tempat ia mendengarkan suara saudarinya, Frida, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun.[138] "Saya adalah keturunan Yahudi," tuturnya kepada Frida, "Saya bukan pemeluk agama Yahudi, tidak tahu apa-apa mengenai sejarah Yudaisme, dan tidak merasa lebih dekat dengan orang-orang Yahudi dibandingkan orang lain."[139] Pada 25 Januari 1946, Meitner tiba di New York dan disambut oleh saudara-saudara perempuannya, Lola dan Frida, serta oleh Frisch yang menempuh perjalanan kereta api selama dua hari dari Los Alamos. Suami Lola, Rudolf Allers, mengupayakan posisi profesor tamu bagi Meitner di Universitas Katolik Amerika. Meitner memberikan kuliah di Universitas Princeton, Universitas Harvard, dan Universitas Columbia, serta berdiskusi mengenai fisika bersama Albert Einstein, Hermann Weyl, Tsung-Dao Lee, Yang Chen-Ning, dan Isidor Isaac Rabi. Ia berkunjung ke Durham, Carolina Utara untuk menemui Hertha Sponer dan Hedwig Kohn, lalu menghabiskan malam di Washington, D.C. bersama James Chadwick, yang saat itu menjabat sebagai kepala Misi Britania untuk Proyek Manhattan. Ia juga bertemu dengan direktur proyek tersebut, Mayor Jenderal Leslie Groves. Ia memberikan ceramah di Smith College, lalu melanjutkan perjalanan ke Chicago untuk bertemu Enrico Fermi, Edward Teller, Victor Weisskopf, dan Leo Szilard.[140] Pada 8 Juli, Meitner menaiki kapal RMS Queen Mary menuju Inggris, tempat ia bertemu dengan Erwin Schrödinger, Wolfgang Pauli, dan Max Born. Acara perayaan ulang tahun ke-300 Isaac Newton diadakan secara susulan, tetapi satu-satunya orang Jerman yang diundang untuk hadir hanyalah Max Planck.[141]

Bagi rekan-rekannya di Swedia, penolakan Siegbahn terhadap Hadiah Nobel Meitner menjadi puncak kekecewaan, sehingga mereka bertekad mengupayakan posisi yang lebih baik baginya. Pada tahun 1947, Meitner pindah ke Institut Teknologi Kerajaan (KTH) di Stockholm, tempat Gudmund Borelius mendirikan fasilitas baru untuk penelitian atom. Penelitian fisika nuklir di Swedia sebelumnya sangat minim—hal yang ditengarai akibat kurangnya dukungan Siegbahn terhadap riset Meitner—dan kini pengetahuan semacam itu dinilai sangat krusial bagi masa depan Swedia. Di KTH, Meitner mendapatkan tiga ruangan, dua asisten, serta akses ke tenaga teknisi, dengan Sigvard Eklund menempati ruangan di sebelah pintunya. Rencananya, Meitner akan menerima gaji dan gelar "profesor riset"—posisi tanpa kewajiban mengajar.[142]
Rencana pengangkatan profesor tersebut batal ketika Menteri Pendidikan, Tage Erlander, secara tak terduga menjadi Perdana Menteri Swedia pada tahun 1946, tetapi Borelius dan Klein memastikan bahwa ia tetap menerima gaji setara profesor, meskipun tanpa gelar tersebut.[143] Pada tahun 1949, ia resmi menjadi warga negara Swedia tanpa melepaskan kewarganegaraan Austrianya berkat undang-undang khusus yang disahkan oleh Riksdag. Rencana pembangunan R1, reaktor nuklir pertama di Swedia, disetujui pada tahun 1947 dengan Eklund sebagai direktur proyek, dan Meitner bekerja bersamanya dalam perancangan serta konstruksinya. Dalam makalah ilmiah terakhirnya pada tahun 1950 dan 1951, ia menerapkan angka ajaib pada proses fisi nuklir.[143] Ia pensiun pada tahun 1960 dan pindah ke Britania Raya, tempat tinggal sebagian besar kerabatnya.[144]
Pada dekade 1950-an dan 1960-an, Meitner senang berkunjung ke Jerman dan menginap bersama Hahn beserta keluarganya selama beberapa hari dalam berbagai kesempatan.[145] Hahn menulis dalam memoarnya bahwa ia dan Meitner tetap bersahabat karib seumur hidup.[146] Meskipun persahabatan mereka dipenuhi berbagai cobaan—yang dapat dikatakan lebih banyak dialami oleh Meitner—ia "tidak pernah menyuarakan apa pun selain rasa kasih sayang yang mendalam terhadap Hahn".[147] Pada kesempatan-kesempatan seperti ulang tahun ke-70, ke-75, ke-80, dan ke-85 mereka, keduanya saling menyampaikan kenangan untuk menghormati satu sama lain. Hahn menekankan produktivitas intelektual Meitner serta karyanya seperti penelitian tentang model kulit inti, sembari selalu melompati alasan kepindahannya ke Swedia secepat mungkin. Sebaliknya, Meitner menekankan kualitas pribadi Hahn, pesonanya, dan kemampuan bermusiknya.[145]

Perjalanan berat ke Amerika Serikat pada tahun 1964 menyebabkan Meitner mengalami serangan jantung, yang membutuhkan waktu beberapa bulan baginya untuk pulih. Kondisi fisik dan mentalnya melemah akibat aterosklerosis. Setelah mengalami patah tulang pinggul akibat jatuh serta menderita beberapa kali strok ringan pada tahun 1967, Meitner sempat pulih sebagian, tetapi fisiknya pada akhirnya sangat melemah hingga ia harus pindah ke sebuah panti jompo di Cambridge.[148] Meitner meninggal dunia dalam tidurnya pada 27 Oktober 1968 di usia 89 tahun. Ia tidak diberi tahu baik mengenai kematian Otto Hahn pada 28 Juli 1968 maupun istrinya, Edith, pada 14 Agustus, karena keluarganya meyakini bahwa kabar tersebut terlalu berat bagi seseorang yang sangat rapuh.[149] Sesuai keinginannya, ia dimakamkan di desa Bramley, Hampshire, dekat Gereja Paroki St James, berdampingan dengan adik laki-lakinya, Walter, yang telah wafat pada tahun 1964.[150] Keponakannya, Frisch, merangkai inskripsi pada batu nisannya. Inskripsi tersebut berbunyi:
Lise Meitner: seorang fisikawan yang tidak pernah kehilangan kemanusiaannya.[150][d]
Penghargaan dan penghormatan
Meitner dipuji oleh Albert Einstein sebagai "Marie Curie dari Jerman".[4] Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat pada tahun 1946, ia menerima penghargaan "Woman of the Year" dari National Press Club serta menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Amerika Serikat, Harry S. Truman, di Women's National Press Club.[151] Ia meraih Medali Leibniz dari Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia pada tahun 1924, Penghargaan Lieben dari Akademi Ilmu Pengetahuan Austria pada tahun 1925, Penghargaan Ellen Richards pada tahun 1928, Penghargaan Kota Wina untuk sains pada tahun 1947, Medali Max Planck dari Masyarakat Fisika Jerman bersama Hahn pada tahun 1949, Penghargaan Otto Hahn perdana dari Masyarakat Kimia Jerman pada tahun 1954,[152] Medali Wilhelm Exner pada tahun 1960,[153] serta Dekorasi Austria untuk Sains dan Seni pada tahun 1967.[154]
Presiden Jerman, Theodor Heuss, menganugerahkan tanda kehormatan tertinggi Jerman bagi para ilmuwan, yakni kelas perdamaian Pour le Mérite, kepada Meitner pada tahun 1957, pada tahun yang sama dengan Hahn.[152] Meitner menjadi anggota asing Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia pada tahun 1945 dan anggota penuh pada tahun 1951, yang mengizinkannya untuk berpartisipasi dalam proses seleksi Hadiah Nobel.[155] Empat tahun kemudian, ia terpilih sebagai Anggota Asing Royal Society.[156] Ia juga terpilih sebagai Anggota Kehormatan Asing Akademi Seni dan Ilmu Pengetahuan Amerika pada tahun 1960.[157] Ia menerima gelar doktor kehormatan dari Adelphi College, Universitas Rochester, Universitas Rutgers, dan Smith College di Amerika Serikat,[152] Universitas Bebas Berlin di Jerman,[158] serta Universitas Stockholm di Swedia.[152]
Pada bulan September 1966, Komisi Energi Atom Amerika Serikat menganugerahkan Penghargaan Enrico Fermi secara bersama-sama kepada Hahn, Strassmann, dan Meitner atas penemuan fisi nuklir. Upacara penganugerahan tersebut diselenggarakan di Istana Hofburg, Wina.[159] Momen ini merupakan pertama kalinya penghargaan tersebut diberikan kepada warga non-Amerika Serikat, serta pertama kalinya diserahkan kepada seorang wanita.[160] Ijazah penghargaan Meitner memuat kalimat: "Atas penelitian pelopor dalam radioaktivitas alami dan studi eksperimental mendalam yang mengarah pada penemuan fisi".[161] Ijazah milik Hahn sedikit berbeda: "Atas penelitian pelopor dalam radioaktivitas alami dan studi eksperimental mendalam yang memuncak pada penemuan fisi."[162] Hahn dan Strassmann hadir dalam acara tersebut, tetapi Meitner terlalu lemah untuk datang, sehingga Frisch mewakilinya untuk menerima penghargaan tersebut.[163] Glenn Seaborg, penemu plutonium, menyerahkan penghargaan tersebut secara langsung kepadanya di kediaman Max Perutz di Cambridge pada 23 Oktober 1966.[163]

Setelah meninggal pada tahun 1968, nama Meitner diabadikan dalam berbagai penamaan penghormatan. Pada tahun 1997, unsur 109 dinamai meitnerium. Ia merupakan wanita nonmitologis pertama dan sejauh ini satu-satunya yang diabadikan secara eksklusif dalam nama unsur kimia (mengingat kurium dinamai berdasarkan nama Marie dan Pierre Curie).[4][164][165] Penghormatan penamaan lainnya meliputi Hahn-Meitner-Institut di Berlin,[166] kawah di Bulan[167] serta Venus,[168] dan asteroid sabuk utama 6999 Meitner.[169] Pada tahun 2000, Masyarakat Fisika Eropa menetapkan Penghargaan Lise Meitner yang dianugerahkan dua tahun sekali atas penelitian luar biasa dalam ilmu nuklir.[170] Pada tahun 2006, "Penghargaan Lise Meitner Gothenburg" didirikan oleh Universitas Gothenburg dan Universitas Teknologi Chalmers di Swedia; penghargaan ini dianugerahkan setiap tahun kepada ilmuwan yang berhasil membuat terobosan dalam bidang fisika.[171] Pada bulan Oktober 2010, gedung di Universitas Bebas Berlin yang dahulu menampung Institut Kimia KWI dan dikenal sebagai Gedung Otto Hahn sejak tahun 1956, diubah namanya menjadi Gedung Hahn-Meitner,[172] serta pada bulan Juli 2014 patung Meitner diresmikan di taman Universitas Humboldt Berlin bersebelahan dengan patung Hermann von Helmholtz dan Max Planck.[173]
Berbagai sekolah dan jalan di banyak kota Austria serta Jerman dinamai berdasarkan namanya,[174][175] serta sebuah jalan pemukiman pendek di Bramley, tempat peristirahatannya yang terakhir, dinamai Meitner Close.[176] Sejak tahun 2008, Masyarakat Fisika Austria dan Masyarakat Fisika Jerman telah menyelenggarakan Lise Meitner Lectures, yakni serangkaian ceramah umum tahunan yang disampaikan oleh para fisikawan wanita terkemuka,[177] dan sejak tahun 2015 Pusat Universitas AlbaNova di Stockholm menyelenggarakan ceramah tahunan Lise Meitner Distinguished Lecture.[178] Pada tahun 2016, Institut Fisika di Britania Raya menetapkan Medali Meitner untuk keterlibatan publik dalam bidang fisika.[179] Pada tahun 2017, Advanced Research Projects Agency-Energy di Amerika Serikat menamai sebuah program penelitian energi nuklir utama berdasarkan namanya.[180] Pada 6 November 2020, sebuah satelit yang dinamai berdasarkan namanya (ÑuSat 16 atau "Lise", COSPAR 2020-079H) diluncurkan.[181] Badan Energi Atom Internasional menamai perpustakaannya[182] untuk menghormatinya serta mendirikan sebuah program untuk "memberikan kesempatan bagi para profesional wanita tingkat awal dan menengah untuk berpartisipasi dalam program kunjungan profesional selama beberapa minggu guna meningkatkan keterampilan teknis dan nonteknis mereka".[183]
Catatan
- ↑ Pada kenyataannya, zat-zat tersebut merupakan isotop dari unsur yang sudah dikenal, tetapi konsep isotop beserta istilahnya baru dicetuskan oleh Frederick Soddy pada tahun 1913.[26]
- ↑ Meskipun Hahn dan Strassmann meyakini bahwa fisi terjadi pada isotop uranium-238, pengamatan mereka mengindikasikan bahwa mereka sebenarnya mengamati fisi pada uranium-235.[110]
- ↑ Komite Nobel memutuskan untuk menunda penganugerahan tahun 1944 selama satu tahun akibat Perang Dunia II.[118]
- ↑ Inskripsi asli: "Lise Meitner: a physicist who never lost her humanity."
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 "Lise Meitner Physics Tree" [Pohon Fisika Lise Meitner]. academictree.org. Diakses tanggal 9 Juni 2025.
- ↑ "MEITNER Definition & Meaning". dictionary.com. Diakses tanggal 24 Mei 2025.
- ↑ Sime 1996, hlm. 1.
- 1 2 3 4 5 Bartusiak, Marcia (17 Maret 1996). "The Woman Behind the Bomb" [Wanita di Balik Bom]. The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Maret 2012. Diakses tanggal 28 Desember 2017.
- ↑ Sime 1996, hlm. 5–6.
- ↑ Oxford Dictionary of National Biography (Edisi elektronik). Oxford University Press.
{{cite encyclopedia}}:|title=tidak ada atau kosong berlangganan atau keanggotan Perpustakaan Umum Britania Raya diperlukan - 1 2 Sime 1996, hlm. 6.
- ↑ Offereins 2011, hlm. 69–74.
- ↑ Watkins 1984, hlm. 13.
- ↑ Sime 1996, hlm. 5–9.
- ↑ Sime 1996, hlm. 10.
- ↑ Sime 1996, hlm. 12–16.
- ↑ Sime 1996, hlm. 17.
- 1 2 3 Sime 1996, hlm. 398.
- ↑ Sime 1996, hlm. 16.
- ↑ Sime 2005, hlm. 7.
- ↑ Meitner, Lise (1906). "Wärmeleitung in inhomogenen Körpern" [Konduksi panas dalam benda heterogen]. Bayerische Staatsbibliothek. Diakses tanggal 12 Juli 2020.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 18–21.
- ↑ Meitner, Lise (Juni 1906). "Über einige Folgerungen, die sich aus den Fresnel'schen Reflexionsformeln ergeben" [Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari rumus refleksi Fresnel]. Sitzungsberichte / Akademie der Wissenschaften in Wien, Mathematisch-Naturwissenschaftliche Klasse. Abteilung IIA, Mathematik, Astronomie, Physik, Meteorologie und Technik. 115: 259–286.
- ↑ Meitner, L. (1 Agustus 1907). "Über die Zerstreuung der α-Strahlen" [Tentang hamburan sinar α]. Physikalische Zeitschrift (dalam bahasa Jerman). 8 (15): 489–496. ISSN 2366-9373.
- ↑ Sime 1996, hlm. 24–26.
- ↑ Sime 1996, hlm. 38.
- ↑ "Max Planck – a biographical overview". Max-Planck Gesellschaft. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Juli 2024. Diakses tanggal 16 Juli 2024.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 26–27.
- 1 2 3 4 Hahn 1966, hlm. 50.
- ↑ Hughes 2008, hlm. 134–135.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 28–29.
- 1 2 3 Hahn 1966, hlm. 66.
- ↑ Hahn 1966, hlm. 52.
- ↑ Stolz 1989, hlm. 20.
- ↑ "Women in Radiation History: Lise Meitner". 7 Januari 2021.
- ↑ Hahn 1966, hlm. 65.
- ↑ Hahn 1966, hlm. 58–64.
- ↑ Dava Sobel, Dava (2 Juli 2020). "Harriet Brooks". Linda Hall Library. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Juli 2024. Diakses tanggal 21 Juli 2024.
- ↑ Brooks, H. A. (21 Juli 1904). "A Volatile Product from Radium". Nature. 70 (1812): 270. Bibcode:1904Natur..70..270B. doi:10.1038/070270b0. ISSN 0028-0836.
- ↑ Watkins 1983, hlm. 551–553.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 44–45.
- 1 2 Sime 2005, hlm. 11.
- ↑ Hahn 1966, hlm. 70–71.
- ↑ Sime 1996, hlm. 47.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 48.
- ↑ Van der Kloot 2004, hlm. 150.
- ↑ Spence 1970, hlm. 286–287.
- ↑ Sime 1996, hlm. 55.
- ↑ Sime 1996, hlm. 59–62.
- ↑ Sime 1996, hlm. 368.
- ↑ "Ehrung der Physikerin Lise Meitner Aus dem Otto-Hahn-Bau wird der Hahn-Meitner-Bau" [Honouring physicist Lise Meitner as the Otto Hahn building becomes the Hahn-Meitner building] (dalam bahasa Jerman). Universitas Bebas Berlin. 28 Oktober 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Agustus 2020. Diakses tanggal 10 Juni 2020.
- ↑ Sime 1996, hlm. 65.
- 1 2 3 4 Sime 1986, hlm. 653–657.
- ↑ Meitner, Lise (1 Juni 1918), "Die Muttersubstanz des Actiniums, Ein Neues Radioaktives Element von Langer Lebensdauer" [The Parent Substance of Actinium, a New Radioactive Element with a Long Lifetime], Zeitschrift für Elektrochemie und angewandte physikalische Chemie, 19 (11–12): 169–173, doi:10.1002/bbpc.19180241107, S2CID 94448132, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Oktober 2020, diakses tanggal 3 Juni 2021
- ↑ Dempster, A. (3 Agustus 1935). "Isotopic Constitution of Uranium". Nature. 136 (180): 180. Bibcode:1935Natur.136..180D. doi:10.1038/136180a0. ISSN 0028-0836.
- ↑ Sime 1996, hlm. 653–657.
- 1 2 3 Watkins 1983, hlm. 552–553.
- ↑ Sime 1996, hlm. 86.
- ↑ Sime 1996, hlm. 90.
- ↑ Meitner, L. (1922). "Über die Entstehung der β-Strahl-Spektren radioaktiver Substanzen" [Tentang asal-usul spektrum sinar-β zat radioaktif]. Zeitschrift für Physik (dalam bahasa Jerman). 9 (1): 131–144. Bibcode:1922ZPhy....9..131M. doi:10.1007/BF01326962. ISSN 0044-3328. S2CID 121637546.
- ↑ Auger, P. (1923). "Sur les rayons β secondaires produits dans un gaz par des rayons X" [Tentang sinar-β sekunder yang dihasilkan dalam gas oleh sinar-X]. Comptes rendus hebdomadaires des séances de l'Académie des sciences (dalam bahasa Prancis). 177: 169–171. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Oktober 2017. Diakses tanggal 30 Mei 2011.
- ↑ Meitner menerbitkan temuannya sebelum Auger, tetapi efek tersebut tidak menggunakan namanya. Persoalan mengenai apakah nama Meitner seharusnya dicantumkan dibahas dalam: Duparc, Olivier Hardouin (2009). "Pierre Auger – Lise Meitner: Comparative contributions to the Auger effect". International Journal of Materials Research. 100 (9): 1162–1166. Bibcode:2009IJMR..100.1162H. doi:10.3139/146.110163. ISSN 1862-5282. S2CID 229164774., Matsakis, Demetrios; Coster, Anthea; Laster, Brenda; Sime, Ruth (September 2019). "A Renaming Proposal: "The Auger–Meitner effect"". Physics Today. 72 (9): 10–11. Bibcode:2019PhT....72i..10M. doi:10.1063/PT.3.4281. ISSN 0031-9228.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) and Sietmann, Richard (1988). "False Attribution: a Female Physicist's Fate". Physics Bulletin. 39 (8): 316–317. doi:10.1088/0031-9112/39/8/017. ISSN 0031-9112. - 1 2 3 Sime 1996, hlm. 109–110, 421.
- ↑ Lanouette & Silard 1992, hlm. 100–101.
- ↑ Sime 1996, hlm. 113.
- ↑ Ellis, C. D.; Wooster, W. A. (1927). "The Continuous Spectrum of β-Rays" [Spektrum Kontinu Sinar-β]. Nature. 119 (2998): 563–564. Bibcode:1927Natur.119..563E. doi:10.1038/119563c0. ISSN 0028-0836. S2CID 4097830.
- ↑ Meitner, L.; Orthmann, Wilhelm (Maret 1930). "Über eine absolute Bestimmung der Energie der primären ß-Strahlen von Radium E" [Tentang Penentuan Mutlak Energi Sinar ß Primer Radium E]. Zeitschrift für Physik (dalam bahasa Jerman). 60 (3–4): 143–155. doi:10.1007/BF01339819. ISSN 0044-3328. S2CID 121406618.
- ↑ Sime 1996, hlm. 135.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 138–139.
- ↑ Sime 1996, hlm. 150.
- ↑ Sime 1996, hlm. 153.
- ↑ Frisch 1979, hlm. 51–52.
- ↑ Frisch 1979, hlm. 81.
- ↑ Sime 1996, hlm. 156–157, 169.
- ↑ Walker 2006, hlm. 122.
- ↑ Sime 1996, hlm. 151–152.
- ↑ Rhodes 1986, hlm. 39, 160–167, 793.
- ↑ Rhodes 1986, hlm. 200–201.
- ↑ Sime 1996, hlm. 161–162.
- ↑ Fergusson 2011, hlm. 1151.
- ↑ Rhodes 1986, hlm. 210–211.
- 1 2 Segrè 1989, hlm. 39–40.
- ↑ Sime 1996, hlm. 164–165.
- ↑ Hahn 1966, hlm. 140–141.
- ↑ Hahn 1958, hlm. 78.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 170–172.
- 1 2 Meitner, L.; Hahn, O.; Strassmann, F. (Mei 1937). "Über die Umwandlungsreihen des Urans, die durch Neutronenbestrahlung erzeugt werden" [Mengenai rangkaian transformasi uranium yang dihasilkan oleh radiasi neutron]. Zeitschrift für Physik (dalam bahasa Jerman). 106 (3–4): 249–270. Bibcode:1937ZPhy..106..249M. doi:10.1007/BF01340321. ISSN 0939-7922. S2CID 122830315.
- 1 2 Hahn, O.; Meitner, L.; Strassmann, F. (9 Juni 1937). "Über die Trans-Urane und ihr chemisches Verhalten" [Tentang unsur transuranium dan perilaku kimianya]. Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 70 (6): 1374–1392. doi:10.1002/cber.19370700634. ISSN 0365-9496.
- ↑ Sime 1996, hlm. 177.
- ↑ Sime 1996, hlm. 155, 184–185.
- ↑ Sime 1990, hlm. 262.
- ↑ Sime 1996, hlm. 189–190.
- ↑ Sime 1990, hlm. 263.
- ↑ Sime 1990, hlm. 264.
- 1 2 Sime 1990, hlm. 265.
- ↑ Sime 1990, hlm. 266.
- ↑ Sime 1990, hlm. 267.
- ↑ Sime 1996, hlm. 205.
- ↑ Sime 1996, hlm. 207.
- ↑ Sime 1996, hlm. 210.
- 1 2 Sime 1990, hlm. 215–216.
- ↑ Sime 1990, hlm. 226–228.
- ↑ Sime 2010, hlm. 206–211.
- ↑ Sime 1996, hlm. 233–234.
- ↑ Hahn, O.; Strassmann, F. (6 Januari 1939). "Über den Nachweis und das Verhalten der bei der Bestrahlung des Urans mittels Neutronen entstehenden Erdalkalimetalle" [Mengenai keberadaan logam alkali tanah yang dihasilkan dari iradiasi neutron terhadap uranium]. Naturwissenschaften (dalam bahasa Jerman). 27 (1): 11–15. Bibcode:1939NW.....27...11H. doi:10.1007/BF01488241. ISSN 0028-1042. S2CID 5920336.
- ↑ Frisch 1979, hlm. 113–114.
- ↑ Sime 1996, hlm. 235–239.
- ↑ Sime 1996, hlm. 235.
- 1 2 Frisch 1979, hlm. 115–116.
- ↑ Sime 1996, hlm. 243.
- ↑ Frisch 1979, hlm. 116.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 246.
- ↑ Sime 1996, hlm. 239, 456.
- ↑ Steinhauser 2016, hlm. 265–266.
- ↑ Rhodes 1986, hlm. 263.
- ↑ Meitner, L.; Frisch, O. R. (1939). "Disintegration of Uranium by Neutrons: a New Type of Nuclear Reaction". Nature. 143 (3615): 239. Bibcode:1939Natur.143..239M. doi:10.1038/143239a0. ISSN 0028-0836. S2CID 4113262. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 April 2019. Diakses tanggal 11 Maret 2008.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Frisch, O. R. (1939). "Physical Evidence for the Division of Heavy Nuclei under Neutron Bombardment". Nature. 143 (3616): 276. Bibcode:1939Natur.143..276F. doi:10.1038/143276a0. ISSN 0028-0836. S2CID 4076376.
- ↑ Stuewer 1985, hlm. 54–56.
- ↑ Bernstein 2011, hlm. 441–446.
- ↑ "The Nobel prize – Nomination archive – Lise Meitner". Yayasan Nobel. April 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2023. Diakses tanggal 30 Agustus 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The Nobel Prize in Chemistry 1944". Yayasan Nobel. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Desember 2008. Diakses tanggal 26 Agustus 2011.
- 1 2 3 4 5 Crawford, Sime & Walker 1997, hlm. 26–32.
- ↑ Sime 1989, hlm. 373–376.
- ↑ Perutz 2002, hlm. 27.
- ↑ Perutz, Max (20 Februari 1997). "A Passion for Science". The New York Review of Books. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Februari 2020. Diakses tanggal 11 Juli 2020.
- ↑ Miller, Katrina (2 Oktober 2023). "Why the 'Mother of the Atomic Bomb' Never Won a Nobel Prize". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Oktober 2023. Diakses tanggal 8 Agustus 2024.
- ↑ Sexl & Hardy 2002, hlm. 119.
- ↑ Sime 1996, hlm. 327.
- ↑ "Nomination Database: Otto Hahn". Nobel Media AB. 9 Juni 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Juni 2020. Diakses tanggal 14 Juni 2017.
- ↑ "Nomination Database: Lise Meitner". Nobel Media AB. 9 Juni 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Juni 2020. Diakses tanggal 14 Juni 2017.
- ↑ Hanel, Stephanie (5 November 2015). "Lise Meitner – Fame without a Nobel Prize". The Lindau Nobel Laureate Meetings. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Agustus 2020. Diakses tanggal 11 Juli 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 Sime 1994, hlm. 697.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 247.
- ↑ Frisch 1979, hlm. 205–207.
- ↑ Sime 1996, hlm. 215.
- ↑ Sime 1996, hlm. 278.
- ↑ Frisch 1979, hlm. 88–90.
- ↑ Sime 1996, hlm. 285–288.
- ↑ Sime 1996, hlm. 313.
- ↑ Sime 1996, hlm. 305.
- ↑ Dawidoff 1994, hlm. 228.
- 1 2 3 Sime 1996, hlm. 310.
- ↑ Sime 1996, hlm. 315–316.
- ↑ Sime 1996, hlm. 330–333.
- ↑ Sime 1996, hlm. 334–335.
- ↑ Sime 1996, hlm. 347–348.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 358–361.
- ↑ Webb, Richard. "Lise Meitner – Physicist who co-discovered nuclear fission". New Scientist. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Agustus 2024. Diakses tanggal 9 Juli 2024.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 365.
- ↑ Hahn 1966, hlm. 51.
- ↑ Cropper 2004, hlm. 343.
- ↑ Sime 1996, hlm. 379.
- ↑ "Lise Meitner Dies; Atomic Pioneer, 89. Lise Meitner, Physicist, Is Dead. Paved Way for Splitting of Atom". The New York Times. 28 Oktober 1968. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Juli 2018. Diakses tanggal 18 April 2008.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Sime 1996, hlm. 380.
- ↑ Yruma 2008, hlm. 161–164.
- 1 2 3 4 Frisch 1970, hlm. 415.
- ↑ "Lise Meitner" (dalam bahasa Jerman). Österreichischer Gewerbeverein. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Agustus 2020. Diakses tanggal 13 Juli 2020.
- ↑ Taschwer, Klaus (21 Juni 2019). "Ehre, wem Ehre tidak unbedingt gebührt" [Memberikan Penghormatan yang Belum Tentu Layak Diterima]. Der Standard (dalam bahasa Jerman). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Agustus 2020. Diakses tanggal 13 Juli 2020.
- ↑ Sime 1996, hlm. 359.
- ↑ Frisch 1970, hlm. 405.
- ↑ "Members of the American Academy of Arts & Sciences: 1780–2012" (PDF). American Academy of Arts and Sciences. hlm. 363. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 21 September 2018. Diakses tanggal 29 Juli 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Emeriti and Honorary Doctors". Universitas Bebas Berlin. 23 Januari 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Oktober 2020. Diakses tanggal 5 November 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Europeans Receive Fermi Prize For Nuclear Fission Research". The New York Times. 24 September 1966. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Juni 2020. Diakses tanggal 10 Juni 2020.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hahn 1966, hlm. 183.
- ↑ "Fermi Lise Meitner, 1966". U.S. DOE Office of Science. 28 Desember 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Juli 2020. Diakses tanggal 12 Juli 2020.
- ↑ "Fermi Otto Hahn, 1966". U.S. DOE Office of Science. 28 Desember 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Agustus 2020. Diakses tanggal 12 Juli 2020.
- 1 2 Sime 1996, hlm. 379–380.
- ↑ Hahn, Otto (13 Desember 1946). "From the natural transmutations of uranium to its artificial fission. Nobel Lecture". Yayasan Nobel. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Oktober 2020. Diakses tanggal 14 Oktober 2020.
- ↑ Hardy, Anne (4 Maret 2004). "Otto Hahn – Entdecker der Kernspaltung" (dalam bahasa Jerman). Pro Physik, Wiley Interscience GmbH. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Oktober 2007. Diakses tanggal 24 September 2007.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Predecessor facility HMI". Helmholtz-Zentrum Berlin für Materialien und Energie. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Juli 2020. Diakses tanggal 12 Juli 2020.
- ↑ "Planetary Names: Crater, craters: Meitner on Moon". United States Geological Survey. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Juli 2020. Diakses tanggal 12 Juli 2020.
- ↑ "Planetary Names: Crater, craters: Meitner on Venus". United States Geological Survey. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Juli 2020. Diakses tanggal 12 Juli 2020.
- ↑ "IAU Minor Planet Center". International Astronomical Union. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Maret 2017. Diakses tanggal 12 Juli 2020.
- ↑ "EPS Nuclear Physics Division – Lise Meitner Prize". European Physical Society. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Oktober 2014. Diakses tanggal 12 Desember 2015.
- ↑ "Gothenburg Lise Meitner Award". Chalmers University of Technology. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 September 2015. Diakses tanggal 12 Desember 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Neukam, Viola (28 Oktober 2010). "'More than Just a Name Change': Freie Universität Renames Otto Hahn Building as Hahn-Meitner Building". Universitas Bebas Berlin. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Agustus 2020. Diakses tanggal 4 Juni 2020.
- ↑ Herbold, Astrid (9 Juli 2014). "Große Physikerin, späte Ehrung" [Fisikawan Hebat, Penghargaan yang Terlambat]. Der Tagesspiegel (dalam bahasa Jerman). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Juli 2014. Diakses tanggal 14 Juli 2014.
- ↑ "Lise Meitner Gymnasium: Hamburg". www.hh.schule.de (dalam bahasa Jerman). Offenes Hamburger. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Juli 2016. Diakses tanggal 5 Maret 2016.
- ↑ "Lise-Meitner-Gymnasium". hp.lise-meitner-gymnasium.de (dalam bahasa Jerman). LMG Falkensee. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 5 Maret 2016.
- ↑ "Lise Meitner" (PDF). The Bramley Magazine. Oktober 2018. hlm. 15. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 Juli 2024. Diakses tanggal 10 Juli 2024.
- ↑ "Lise-Meitner Lectures". German Physical Society. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Juli 2020. Diakses tanggal 12 Juli 2020.
- ↑ "LiseMeitnerLecture". Royal Institute of Technology. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Juni 2016. Diakses tanggal 12 Juli 2020.
- ↑ "Physics education and widening participation within it and public engagement within physics". Institute of Physics. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Agustus 2018. Diakses tanggal 23 Agustus 2018.
- ↑ "MEITNER: Modeling-Enhanced Innovations Trailblazing Nuclear Energy Reinvigoration". United States Department of Energy. 20 Oktober 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Agustus 2020. Diakses tanggal 14 Oktober 2021.
- ↑ "Post Launch Report". Satellogic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Juli 2022. Diakses tanggal 3 Maret 2023.
- ↑ "IAEA Lise Meitner Library" (dalam bahasa Inggris). Badan Tenaga Atom Internasional. 15 Juli 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Januari 2024. Diakses tanggal 7 Januari 2024.
- ↑ "Lise Meitner Programme" (dalam bahasa Inggris). Badan Tenaga Atom Internasional. 17 Februari 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Januari 2024. Diakses tanggal 7 Januari 2024.
Sumber
- Bernstein, Jeremy (1 Mei 2011). "A Memorandum that Changed the World" (PDF). American Journal of Physics. 79 (5): 441–446. Bibcode:2011AmJPh..79..440B. doi:10.1119/1.3533426. ISSN 0002-9505. S2CID 7928950. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 Maret 2019.
- Crawford, Elisabeth; Sime, Ruth Lewin; Walker, Mark (1997). "A Nobel Tale of Postwar Injustice". Physics Today. 50 (9): 26–32. Bibcode:1997PhT....50i..26C. doi:10.1063/1.881933. ISSN 0031-9228.
- Cropper, William H. (2004). Great Physicists: The Life and Times of Leading Physicists from Galileo to Hawking. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-517324-6. OCLC 917369352.
- Dawidoff, Nicholas (1994). The Catcher was a Spy. New York: Pantheon Books. ISBN 978-0-679-41566-4. OCLC 29313997.
- Fergusson, Jack E. (Juli 2011). "The History of the Discovery of Nuclear Fission". Foundations of Chemistry. 13 (2): 145–166. doi:10.1007/s10698-011-9112-2. ISSN 1386-4238. S2CID 93361285.
- Frisch, Otto Robert (1970). "Lise Meitner. 1878–1968". Biographical Memoirs of Fellows of the Royal Society. 16: 405–426. doi:10.1098/rsbm.1970.0016. ISSN 0080-4606.
- Frisch, Otto Robert (1979). What Little I Remember. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-40583-1. OCLC 861058137.
- Hahn, Otto (1958). "The Discovery of Fission". Scientific American. 198 (2): 76–84. Bibcode:1958SciAm.198b..76H. doi:10.1038/scientificamerican0258-76.
- Hahn, Otto (1966). Otto Hahn: A Scientific Autobiography. Diterjemahkan oleh Ley, Willy. New York: Charles Scribner's Sons. OCLC 646422716.
- Hughes, Jeff (29 Desember 2008). "Making isotopes matter: Francis Aston and the mass-spectrograph". Dynamis. 29: 131–165. doi:10.4321/S0211-95362009000100007. hdl:10481/77556. ISSN 0211-9536.
- Lanouette, William; Silard, Bela (1992). Genius in the Shadows: A Biography of Leo Szilard: The Man Behind The Bomb. New York: Skyhorse Publishing. ISBN 1-626-36023-5. OCLC 25508555.
- Offereins, Marianne (27 April 2011). "Lise Meitner (1878–1968)". Dalam Apotheker, Jan; Simon Sarkadi, Livia (ed.). European Women in Chemistry. Weinheim, Germany: Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA. hlm. 69–74. doi:10.1002/9783527636457.ch18. ISBN 978-3-527-63645-7. OCLC 773564825.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Perutz, Max F. (2002). "Splitting the Atom". I Wish I'd Made You Angry Earlier: Essays on Science, Scientists, and Humanity. New York: Cold Spring Laboratory Press. ISBN 978-0-87969-524-8. OCLC 37721221. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Januari 2023. Diakses tanggal 11 Juli 2020.
- Rhodes, Richard (1986). The Making of the Atomic Bomb. New York: Simon and Schuster. ISBN 0-671-65719-4. OCLC 224864936.
- Segrè, Emilio G. (Juli 1989). "Discovery of Nuclear Fission". Physics Today. 42 (7): 38–43. Bibcode:1989PhT....42g..38S. doi:10.1063/1.881174.
- Sexl, Lore; Hardy, Anne (2002). Lise Meitner (dalam bahasa Jerman). Hamburg: Rowohlt Verlag. ISBN 978-3-499-50439-6. OCLC 770105690.
- Sime, Ruth Lewin (Agustus 1986). "The Discovery of Protactinium". Journal of Chemical Education. 63 (8): 653–657. Bibcode:1986JChEd..63..653S. doi:10.1021/ed063p653. ISSN 0021-9584.
- Sime, Ruth Lewin (Mei 1989). "Lise Meitner and the Discovery of Fission". Journal of Chemical Education. 66 (5): 373–376. Bibcode:1989JChEd..66..373S. doi:10.1021/ed066p373. ISSN 0021-9584.
- Sime, Ruth Lewin (Maret 1990). "Lise Meitner's Escape from Germany". American Journal of Physics. 58 (3): 262–267. Bibcode:1990AmJPh..58..262S. doi:10.1119/1.16196. ISSN 0002-9505. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Februari 2022. Diakses tanggal 25 September 2020.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Sime, Ruth Lewin (Agustus 1994). "Lise Meitner in Sweden 1938–1960: Exile from physics". American Journal of Physics. 62 (8): 695–701. Bibcode:1994AmJPh..62..695S. doi:10.1119/1.17498. ISSN 0002-9505. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Februari 2022. Diakses tanggal 25 September 2020.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Sime, Ruth Lewin (1996). Lise Meitner: A Life in Physics. Berkeley: University of California Press. ISBN 978-0-520-08906-8. OCLC 32893857.
- Sime, Ruth Lewin (2005). From Exceptional Prominence to Prominent Exception: Lise Meitner at the Kaiser Wilhelm Institute for Chemistry (PDF). History of the Kaiser Wilhelm Institute under National Socialism. Geschichte der Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft im Nationalsozialismus. No. 24. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 30 Oktober 2013. Diakses tanggal 26 November 2015.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Sime, Ruth Lewin (15 Juni 2010). "An Inconvenient History: The Nuclear-Fission Display in the Deutsches Museum". Physics in Perspective. 12 (2): 190–218. Bibcode:2010PhP....12..190S. doi:10.1007/s00016-009-0013-x. ISSN 1422-6944. S2CID 120584702.
- Spence, Robert (1970). "Otto Hahn 1879–1968". Biographical Memoirs of Fellows of the Royal Society. 16: 279–313. doi:10.1098/rsbm.1970.0010.
- Steinhauser, G. (2016). "Hahn and Strassmann's First Credible, Yet Erroneous Approximation to the Discovery of Nuclear Fission". European Physical Journal H. 41 (3): 265–266. Bibcode:2016EPJH...41..265S. doi:10.1140/epjh/e2016-70043-y. ISSN 2102-6459.
- Stolz, Werner (1989). "Die Arbeitsgemeinschaft Hahn – Meitner" [The Hahn-Meitner Work Group]. Otto Hahn/Lise Meitner. Biographien Hervorragender Naturwissenschaftler, Techniker und Mediziner (dalam bahasa Jerman). Leipzig: Vieweg+Teubner Verlag. hlm. 19–41. doi:10.1007/978-3-322-82223-9_3. ISBN 978-3-322-00685-1. OCLC 263971970.
- Stuewer, Roger H. (Oktober 1985). "Bringing the News of Fission to America". Physics Today. 38 (10): 48–56. Bibcode:1985PhT....38j..48S. doi:10.1063/1.881016. ISSN 0031-9228.
- Van der Kloot, W. (2004). "April 1915: Five Future Nobel Prize-Winners Inaugurate Weapons of Mass Destruction and the Academic-Industrial-Military Complex". Notes and Records of the Royal Society of London. 58 (2): 149–160. doi:10.1098/rsnr.2004.0053. S2CID 145243958.
- Walker, Mark (Mei 2006). "Otto Hahn: Responsibility and Repression". Physics in Perspective. 8 (2): 116–163. Bibcode:2006PhP.....8..116W. doi:10.1007/s00016-006-0277-3. ISSN 1422-6944. S2CID 120992662.
- Watkins, Sallie A. (Juni 1983). "Lise Meitner and the Beta-Ray Energy Controversy: An historical Perspective". American Journal of Physics. 51 (6): 551–553. Bibcode:1983AmJPh..51..551W. doi:10.1119/1.13201. ISSN 0002-9505.
- Watkins, Sallie A. (Januari 1984). "The Making of a Physicist". The Physics Teacher. 22 (1): 12–15. Bibcode:1984PhTea..22...12W. doi:10.1119/1.2341442. ISSN 0031-921X.
- Yruma, Jeris Stueland (November 2008). How Experiments Are Remembered: The Discovery of Nuclear Fission, 1938–1968 (PhD tesis). Princeton University. OCLC 297148928.
{{cite thesis}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Bacaan lanjutan
- Frisch, Otto Robert, ed. (1959). Trends in Atomic Physics: Essays Dedicated to Lise Meitner, Otto Hahn, Max von Laue on the Occasion of Their 80th Birthday. New York: Interscience. OCLC 1547540.
- Goldberg, Stanley (Juli 1996). "With friends like these . ..." Bulletin of the Atomic Scientists: 55–57. doi:10.1080/00963402.1996.11456645. Contemporaneous review of Ruth Lewin Sime's biography of Meitner.
- Hedqvist, Hedvig: Lise Meitner di Svenskt kvinnobiografiskt lexikon
- Lykknes, Annette; Van Tiggelen, Brigitte, ed. (2019). Women In Their Element: Selected Women's Contributions To The Periodic System. New Jersey: World Scientific. ISBN 978-9-811206-28-3. OCLC 1104056222.
- Meitner, Lise (2005). Hahn, Dietrich (ed.). Erinnerungen an Otto Hahn [Recollections of Otto Hahn] (dalam bahasa Jerman). Stuttgart: S. Hirzel. ISBN 978-3-7776-1380-2. OCLC 180889711.
- Rife, Patricia (1999). Lise Meitner and the Dawn of the Nuclear Age. Boston: Birkhäuser. ISBN 978-0-8176-3732-3. OCLC 38130718.
Pranala luar
- Catalogue (Diarsipkan 5 November 2021 di Wayback Machine) of the Lise Meitner papers at the Churchill Archives Centre; Diarsipkan 22 Desember 2019 di Wayback Machine
- "Lise Meitner" (Diarsipkan 24 Desember 2019 di Wayback Machine), "Contributions of 20th-Century Women to Physics" (CWP), University of California, Los Angeles
- Wired.com: "February 11, 1939: Lise Meitner, 'Our Madame Curie'"; Diarsipkan 5 Maret 2014 di Wayback Machine
- "Lise Meitner", B. Weintraub, Chemistry in Israel, no. 21, Mei 2006, hlm. 35. (Diarsipkan 3 Agustus 2020 di Wayback Machine)
- Meitner, Lise (Diarsipkan 1 Februari 2023 di Wayback Machine) di biografiA Encyclopedia of Austrian Women
- Elise Meitner: Co-discoverer of Nuclear Fission; Diarsipkan 16 Maret 2023 di Wayback Machine
- List of Meitner's nominations for the Nobel Prize
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Akademik | |
| Seniman | |
| Orang | |
| Lain-lain | |