Minggu, 11 Oktober 2026
12:16 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Efek Auger

Efek Auger

Bagikan:
500px-Auger_Process.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua tampilan proses Auger menggunakan model atom Bohr. (a) mengilustrasikan secara berurutan langkah-langkah yang terlibat dalam deeksitasi Auger. Elektron (atau foton) yang datang menciptakan lubang pada kulit dalam tingkat 1s. Elektron dari tingkat 2s mengisi lubang 1s, dan energi transisi diserahkan kepada elektron 2p yang kemudian dipancarkan. Keadaan akhir atom dengan demikian memiliki dua lubang, yaitu satu di orbital 2s dan satu lagi di orbital 2p. (b) mengilustrasikan proses yang sama menggunakan notasi sinar-X, KL1L2,3.

Efek Meitner–Auger adalah sebuah fenomena fisik tempat atom memancarkan elektron. Efek ini terjadi ketika kekosongan kulit dalam pada sebuah atom diisi oleh elektron lain, membebaskan energi yang memicu pemancaran elektron tambahan dari kulit yang berbeda pada atom yang sama.[1]

Ketika sebuah elektron teras tersingkir dan meninggalkan kekosongan, elektron dari tingkat energi yang lebih tinggi dapat jatuh mengisi kekosongan tersebut, sehingga menghasilkan pelepasan energi. Pada atom ringan (Z < 12), energi ini paling sering ditransfer ke elektron valensi yang kemudian terpancar keluar dari atom.[2] Elektron kedua yang terpancar ini disebut sebagai elektron Auger.[3] Pada inti atom yang lebih berat, pelepasan energi dalam bentuk pemancaran foton secara bertahap menjadi lebih mungkin terjadi.

Efek

Ketika dipancarkan, energi kinetik elektron Auger selaras dengan selisih antara energi transisi elektronik awal menuju kekosongan dan energi ionisasi kulit elektron asal terpancarnya elektron Auger tersebut. Tingkat-tingkat energi ini bergantung pada jenis atom serta lingkungan kimia tempat atom tersebut berada.

Spektroskopi elektron Auger melibatkan pemancaran elektron Auger melalui penembakan sampel, baik menggunakan sinar-X maupun elektron berenergi tinggi, lalu mengukur intensitas elektron Auger yang dihasilkan sebagai fungsi dari energi elektron Auger. Spektrum yang dihasilkan dapat digunakan untuk menentukan identitas atom pemancar beserta sejumlah informasi mengenai lingkungannya.

Rekombinasi Auger merupakan fenomena serupa yang terjadi pada semikonduktor. Sebuah elektron dan lubang elektron (pasangan elektron-lubang) dapat berekombinasi seraya menyerahkan energinya kepada elektron pada pita konduksi, sehingga meningkatkan energi elektron tersebut. Efek kebalikannya dikenal sebagai ionisasi dampak.

Efek Auger juga dapat berdampak pada molekul biologis seperti DNA. Menyusul ionisasi kulit-K pada atom-atom penyusun DNA, elektron Auger akan terpancar sehingga menyebabkan kerusakan pada kerangka gula-fosfatnya.[4]

Penemuan

Proses pemancaran Auger diamati dan dipublikasikan pada tahun 1922 oleh Lise Meitner,[5] seorang fisikawan Austria-Swedia, sebagai efek samping dalam pencarian kompetitifnya terhadap elektron beta nuklir bersama fisikawan Britania, Charles Drummond Ellis.

Fisikawan Prancis Pierre Victor Auger secara independen menemukannya pada tahun 1923[6] setelah menganalisis eksperimen kamar awan Wilson, dan penemuan tersebut menjadi bagian inti dari disertasi doktornya.[7] Sinar-X berenergi tinggi digunakan untuk mengionisasi partikel gas serta mengamati elektron fotolistrik. Pengamatan terhadap lintasan elektron yang tidak bergantung pada frekuensi foton datang mengindikasikan adanya mekanisme ionisasi elektron yang dipicu oleh konversi internal energi dari transisi nirradiasi. Penyelidikan lebih lanjut serta kajian teoretis menggunakan mekanika kuantum elementer dan kalkulasi laju/probabilitas transisi menunjukkan bahwa fenomena ini lebih merupakan efek nirradiasi dibandingkan efek konversi internal.[8][9]

References

  1. ↑ IUPAC, Compendium of Chemical Terminology, edisi ke-2 ("Buku Emas") (1997). Versi koreksi daring:  (2006–) "Auger effect".
  2. ↑ Berkowitz. Photoabsorption, Photoionization, and Photoelectron Spectroscopy. Academic Press. hlm. 156. doi:10.1016/B978-0-12-091650-4.50011-6. ISBN 978-0-12-091650-4.
  3. ↑ IUPAC, Compendium of Chemical Terminology, edisi ke-2 ("Buku Emas") (1997). Versi koreksi daring:  (2006–) "Auger electron".
  4. ↑ Yokoya, Akinari; Ito, Takashi (3 Agustus 2017). "Photon-induced Auger effect in biological systems: a review". International Journal of Radiation Biology. 93 (8): 743–756. doi:10.1080/09553002.2017.1312670. ISSN 0955-3002. PMID 28397587.
  5. ↑ L. Meitner (1922). "Über die Entstehung der β-Strahl-Spektren radioaktiver Substanzen". Z. Phys. 9 (1): 131–144. Bibcode:1922ZPhy....9..131M. doi:10.1007/BF01326962. S2CID 121637546.
  6. ↑ P. Auger: Sur les rayons β secondaires produits dans un gaz par des rayons X, C.R.A.S. 177 (1923) 169–171.
  7. ↑ Duparc, Olivier Hardouin (2009). "Pierre Auger – Lise Meitner: Comparative contributions to the Auger effect". International Journal of Materials Research. 100 (9): 1162–1166. Bibcode:2009IJMR..100.1162H. doi:10.3139/146.110163. S2CID 229164774.
  8. ↑ Burhop, E. H. S (1 Januari 1952). The Auger effect and other radiationless transitions (Cambridge monographs on physics). University Press.
  9. ↑ Chattarji, Dipankar (1976). The theory of auger transitions. London; New York: Academic Press. ISBN 978-0-12-169850-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan