Rabu, 30 September 2026
16:32 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Kamar kabut

Kamar kabut

detektor partikel untuk memvisualisasikan radiasi pengion

Bagikan:

Kamar kabut (bahasa Inggris:cloud chamber), disebut juga kamar kabut Wilson, adalah detektor partikel yang digunakan untuk memvisualisasikan pergerakan radiasi pengion.

jalur partikel subatom yang bergerak ke atas melalui kamar kabut dan berbelok ke kiri (sebuah elektron akan belok ke kanan)
Fig. 1: Foto kamar kabut yang digunakan untuk membuktikan keberadaan positron. Diamati oleh C. Anderson.

Kamar kabut terdiri dari sebuah lingkungan tertutup yang berisi uap air atau alkohol yang disupersaturasikan. Partikel bermuatan energi (misalnya, sebuah partikel alfa atau beta) akan berinteraksi dengan campuran gas dengan cara menumbuk elektron dari molekul gas melalui gaya elektrostatik pada saat tumbukan, menghasilkan sebuah jejak partikel gas yang diionkan. Ion yang dihasilkan berperan sebagai pusat pengembunan yang disekitarnya terbentuk sebuah jejak tetasan kecil yang menyerupai kabut apabila campuran gasnya sedang dalam titik pengembunan. Tetesan-tetesan ini terlihat seperti sebuah jalur "kabut" yang terus ada selama beberapa detik ketika tetesannya jatuh melalui uap. Jalur-jalur ini memiliki bentuk yang khas. Contohnya, jalur partikel alfa berbentuk tebal dan lurus, sedangkan jalur elektron berbentuk tipis dan tampak telah mengalami tumbukan.[1][2]

Kamar kabut memiliki peran penting dalam fisika partikel eksperimental dari 1920-an sampai 1950-an, sampai penemuan bilik gelembung. Khususnya, penemuan positron pada tahun 1932 (lihat Fig. 1) dan muon pada 1936, keduanya ditemukan oleh Carl Anderson (yang dihargai Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1936), menggunakan kamar kabut. Penemuan kaon oleh George Rochester dan Clifford Charles Butler pada tahun 1947, juga dilakukan menggunakan kamar kabut sebagai detektor.[3] Dalam penemuan-penemuan tersebut, sinar kosmik adalah sumber radiasi pengionnya.

Galeri

  • Ruang awan tipe difusi. Alkohol (biasanya isopropanol) diuapkan oleh pemanas di saluran di bagian atas ruangan. Uap pendingin turun ke pelat berpendingin hitam, di mana ia mengembun. Karena gradien suhu, lapisan uap jenuh terbentuk di atas pelat bawah. Di wilayah ini, partikel radiasi menginduksi kondensasi dan membuat jalur awan.
    Ruang awan tipe difusi. Alkohol (biasanya isopropanol) diuapkan oleh pemanas di saluran di bagian atas ruangan. Uap pendingin turun ke pelat berpendingin hitam, di mana ia mengembun. Karena gradien suhu, lapisan uap jenuh terbentuk di atas pelat bawah. Di wilayah ini, partikel radiasi menginduksi kondensasi dan membuat jalur awan.
  • Bagaimana jalur kondensasi terbentuk di ruang awan difusi.
    Bagaimana jalur kondensasi terbentuk di ruang awan difusi.
  • Dalam ruang awan difusi, jalur partikel alfa 5,3 MeV dari sumber pin Pb-210 dekat Titik (1) mengalami hamburan Rutherford dekat Titik (2), dibelokkan dengan sudut theta sekitar 30 derajat. Itu menyebar sekali lagi di dekat Titik (3), dan akhirnya berhenti di gas. Inti target dalam gas kamar bisa jadi inti nitrogen, oksigen, karbon, atau hidrogen. Ini menerima energi kinetik yang cukup dalam tumbukan elastis untuk menyebabkan lintasan pendek yang terlihat mundur di dekat Titik (2). (Skala dalam sentimeter.)
    Dalam ruang awan difusi, jalur partikel alfa 5,3 MeV dari sumber pin Pb-210 dekat Titik (1) mengalami hamburan Rutherford dekat Titik (2), dibelokkan dengan sudut theta sekitar 30 derajat. Itu menyebar sekali lagi di dekat Titik (3), dan akhirnya berhenti di gas. Inti target dalam gas kamar bisa jadi inti nitrogen, oksigen, karbon, atau hidrogen. Ini menerima energi kinetik yang cukup dalam tumbukan elastis untuk menyebabkan lintasan pendek yang terlihat mundur di dekat Titik (2). (Skala dalam sentimeter.)
  • Jejak partikel dari radioisotop di  cloud chamver ruang awan ekspansi. (Kiri) Jalur partikel alfa dari sumber Am-241, dengan satu jalur partikel beta kemungkinan dari radionuklida anak perempuannya, Pa-233. (Kanan) Trek beta dari sumber Sr-90/Y-90.
    Jejak partikel dari radioisotop di cloud chamver ruang awan ekspansi. (Kiri) Jalur partikel alfa dari sumber Am-241, dengan satu jalur partikel beta kemungkinan dari radionuklida anak perempuannya, Pa-233. (Kanan) Trek beta dari sumber Sr-90/Y-90.
  • Gambar langka ini menunjukkan 4 jenis partikel bermuatan yang dapat kita deteksi di ruang awan cloud chamber: alfa, proton, elektron, dan muon (mungkin). Gambar diambil di Pic duMidi pada ketinggian 2877 m di ruang awan difusi Phywe PJ45. Ukuran permukaan interaksi jika 45x45 cm.
    Gambar langka ini menunjukkan 4 jenis partikel bermuatan yang dapat kita deteksi di ruang awan cloud chamber: alfa, proton, elektron, dan muon (mungkin). Gambar diambil di Pic duMidi pada ketinggian 2877 m di ruang awan difusi Phywe PJ45. Ukuran permukaan interaksi jika 45x45 cm.
  • Video pendek yang menunjukkan deteksi sinar kosmik di ruang awan. Partikel sub-atomik berenergi tinggi ini, kebanyakan proton, menghujani kita terus menerus dari seluruh alam semesta, tetapi kita biasanya sama sekali tidak menyadarinya. Direkam di Pameran Musim Panas Royal Society pada Juli 2012.
  • Video ruang Cloud di LMU
  • Gambar ruang awan di LMU
    Gambar ruang awan di LMU
  • Contoh ruang awan termoelektrik berpendingin air.
    Contoh ruang awan termoelektrik berpendingin air.
  • Partikel alfa dan elektron (dibelokkan oleh medan magnet) dari batang torium di cloud chamber ruang awan.
    Partikel alfa dan elektron (dibelokkan oleh medan magnet) dari batang torium di cloud chamber ruang awan.
  • Radioaktivitas mineral Thorite terlihat di ruang awan.
    Radioaktivitas mineral Thorite terlihat di ruang awan.
  • Kamar Awan Difusi TEC / Berpendingin Air (5 Tahap).
    Kamar Awan Difusi TEC / Berpendingin Air (5 Tahap).
  • Ruang awan Wilson adalah wadah di mana uap etanol jenuh terletak di dekat permukaan yang didinginkan. Inu menggunakan akuarium dan loyang, didinginkan dari bawah dengan es kering. Ketika sumber radiasi alfa ditempatkan di ruangan seperti itu, jejak alfa mulai terbentuk dari etanol terkondensasi, dari lewatnya partikel alfa bermuatan melaluinya.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ C.L. Morris; et al. (2011). "Flash radiography with 24 GeV/c protons". Journal of Applied Physics. 109 (10): 104905–104905–10. Bibcode:2011JAP...109j4905M. doi:10.1063/1.3580262.
  2. ↑ Frisch, O.R. (2013-10-22). Progress in Nuclear Physics, Band 3. hlm. 1. ISBN 9781483224923.
  3. ↑ "The Nobel Prize in Physics 1936". Nobelprize.org. Diakses tanggal 7 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cloud chambers.
Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan