Kamis, 22 Oktober 2026
06:53 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Liang Bua

Liang Bua

Bagikan:
Liang Bua
330px-Homo_floresiensis_cave.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di gua ini ditemukan sisa-sisa kehidupan Homo floresiensis.
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Liang_Bua&revid=29848848&groups=_1a83b02e31b2c82d42c4b305cd05ce35e001fcfb&parser=parsoid
Peta interaktif Liang Bua
Panjang50 meter
Ditemukan1950
GeologiBatu kapur
Pintu masuk1
Situs Liang Bua
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
osm-intl,13,-8.5393487,120.4161758,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Liang_Bua&revid=29848848&groups=_c1cc4150b724bed5116c3a757cd8639645c30544&parser=parsoid
Peta interaktif Liang Bua
40px-Logo_Direktorat_Pelestarian_Cagar_Budaya_dan_Permuseuman.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriSitus
No. RegnasCB.1513
Lokasi
keberadaan
Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
No. SKSK Menteri No.180/M/2018
Tanggal SK9 Juli 2018
PemilikKabupaten Manggarai
PengelolaKabupaten Manggarai
Koordinat8°32′22″S 120°24′58″E / 8.5393487°S 120.4161758°E / -8.5393487; 120.4161758
Liang Bua di Flores
Situs Liang Bua
Situs Liang Bua
Lokasi situs Liang Bua di Rahong Utara, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Liang Bua merupakan sebuah situs pemukiman di zaman prasejarah yang terletak di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.[1] Menurut kebahasaan, kata liang memiliki arti "gua" dan bua berarti "sejuk"/"dingin", yang diambil dari bahasa Manggarai. Ukuran Liang Bua mencapai 50 meter untuk panjang, 40 meter untuk lebar, dan 25 meter untuk tinggi.[2]

Para arkeolog memulai proyek penggalian pada tahun 1930, tepatnya pada masa kolonial Belanda. Theodor L. Verhoeven, seorang misionaris merangkap arkeolog berkebangsaan Belanda, pada tahun 1950-an sampai 1960-an menunjukkan potensi arkeologi dan paleontologi.[3] Petunjuk ini ditindaklanjuti oleh Puslit Arkenas hingga kini. Hasil penelitian yang dilakukan para arkeolog menyebutkan bahwa usia Liang Bua mencapai 190.000 tahun.[2] Di zaman dahulu diperkirakan Liang Bua mempunyai fungsi sebagai hunian manusia prasejarah dimulai dari zaman Batu (Paleotikum), zaman Batu Madya (Mesolitikum), zaman Batu Muda (Nesolitikum), hingga zaman Logam Awal (Paleometalikum).[2] Kini, Liang Bua mempunyai fungsi sebagai tempat penelitian oleh para arkeolog baik dari dalam negeri maupun luar negeri.[2]

Penemuan yang menarik dari gua ini adalah tengkorak kuno dari manusia Flores (Homo floresiensis).[2] Di kedalaman enam meter, tengkorak ini berbentuk manusia pendek dengan tinggi badan 100 cm dan berat 25 kilogram, yang berasal dari 18.000 tahun yang lalu. Selain itu, di kedalaman 10,7 meter terdapat penemuan rangka binatang seperti kadal, kura-kura, dan gajah purba.[2]

Rujukan dan catatan kaki

  1. ↑ "Situs Liang Bua - Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya". cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-19. Diakses tanggal 2021-03-23.
  2. 1 2 3 4 5 6 "Liang Bua Ruteng, Gua Purbakala yang Menyimpan Sejarah". pesona indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-01-02. Diakses tanggal 2020-01-02.
  3. ↑ For Verhoeven, see: Knepper, Gert M. (2019): Floresmens - Het leven van Theo Verhoeven, missionaris en archeoloog, ISBN978-9-46-3892476 (Boekscout, Soest, The Netherlands) (= Verhoeven's biography, in Dutch)
Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Benda
Bangunan
Struktur
Situs
Kawasan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan