Kunarto | |
|---|---|
| Kepala Staf Angkatan Kepolisian Republik IndonesiaKe-11 | |
| Masa jabatan 20 Februari 1991 –5 April 1993 | |
| Presiden | Soeharto |
| Menhankam | L.B. Moerdani Edi Sudrajat |
| Panglima ABRI | Try Soetrisno Edi Sudrajat |
| Pendahulu | Mochammad Sanoesi |
| Pengganti | Banurusman Astrosemitro |
| Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesiake-3 | |
| Masa jabatan 11 Agustus 1993 –1998 | |
| Presiden | Soeharto |
| Pendahulu | Marathon Wirija Mihardja |
| Pengganti | Bambang Triadji |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1940-06-08)8 Juni 1940 |
| Meninggal | 28 September 2011(2011-09-28) (umur 71) |
| Anak | Rica Andriani (cucu) |
| Kerabat | Fahrul Sudiana (cucu menantu) |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Pangkat | |
Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Kunarto (8 Juni 1940 – 28 September 2011) adalah Kepala Staf Angkatan Kepolisian Republik Indonesia periode 1991-1993. Ia lulusan pendidikan polisi, PTIK angkatan IX pada tahun 1962. Ia pernah menjabat sebagai ajudan mantan Presiden Soeharto[1] dari tahun 1979 hingga tahun 1986, kemudian Wakil Kepala Polda Metro Jaya dari tanggal 1 September 1986 hingga Desember 1987 serta sebagai Kapolda Sumatera Utara periode tahun 1987-1989. Pada 11 Agustus 1993, ia dilantik sebagai Wakil Ketua BPK RI mendampingi J.B. Sumarlin, beliau bertugas sampai tahun 1998.
Kehidupan pribadi
Ia lahir di Yogyakarta pada 8 Juni 1940 dari orangtua Amat Djohar dan Parimah. Ia bersekolah di Sekolah Rakyat pada tahun 1948 dan lulus dari SMP pada tahun 1957. Ia setelah lulus dari SMA masuk ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember tetapi tidak menyelesaikan pendidikan di sana. Ia pindah ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada tahun 1960.[2]
Ia menikah dengan Warsiyah dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Rino Adi Kuswaryono dan Hariadi Kuswaryono.
Karier
Jenderal Polisi Kunarto memulai karier di Polri sejak 1961 sebagai perwira staf PTIK. Ia juga ikut andil dalam Asian Games Jakarta pada tanggal 31 Juli 1962 sebagai Komandan Komando Keamanan. Ia juga ditugaskan sebagai tim keamanan untuk Ganefo.[2]
Jabatan besar yang pernah ia raih adalah sebagai Waka Polda Metro Jaya, Wakil ketua Badan Pengawas Keuangan Republik Indonesia, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.[2]
Meninggal

Jenderal (Purn) Kunarto meninggal dunia di Rumah Sakit Internasional Surabaya, 28 September 2011 pada pukul 04.00 WIB. Jenazah disemayamkan di STIK-PTIK Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta-Selatan dengan Acara Kemiliteran.[3]
Tanda Kehormatan
| Baris ke-1 | Bintang Mahaputera Adipradana (12 Agustus 1992)[4] | Bintang Bhayangkara Utama | Bintang Yudha Dharma Pratama |
|---|---|---|---|
| Baris ke-2 | Bintang Bhayangkara Pratama | Bintang Yudha Dharma Nararya | Bintang Bhayangkara Nararya |
| Baris ke-3 | Satyalancana Jana Utama | Satyalancana Karya Bhakti | Satyalancana Prasetya Pancawarsa |
| Baris ke-4 | Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun | Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun | Satyalancana Penegak |
Catatan Kaki
- ↑ "Bintang Terang Mantan Ajudan Presiden di Istana"
- 1 2 3 "JENDERAL POLISI DRS. KUNARTO, MBA". Diakses tanggal 2023-11-14.
- ↑ Mantan Kapolri Kunarto Tutup Usia, diakses pada 29 September 2011.
- ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 3 September 2021.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Referensi
- Winarno, Bondan. 2013. J.B. Sumarlin Cabe Rawit yang Lahir di Sawah. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara
- (Indonesia) Mantan Wakil Ketua BPK RI Kunarto Meninggal Dunia
| Jabatan kepolisian | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Moch. Sanoesi |
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia 1991–1993 |
Diteruskan oleh: Banurusman Astrosemitro |
| Didahului oleh: Kolonel Pol. |
Ajudan Presiden RI (Polri) 1979 - 1986 |
Diteruskan oleh: Kolonel Pol. Dibyo Widodo |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |