Senin, 21 September 2026
05:29 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Kosmos 60

Translation arrow icon
Artikel atau bagian artikel ini diterjemahkan secara buruk. Kualitas terjemahannya masih kurang bagus. Bagian-bagian yang mungkin diterjemahkan dari bahasa lain masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Anda dapat mempertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menulis ulang artikel atau bagian artikel ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
Translation arrow icon
Artikel atau bagian dari artikel ini diterjemahkan dari Kosmos 60 di en.wikipedia.org. Terjemahannya masih terlalu kaku, kemungkinan besar karena kalimat Inggrisnya diterjemahkan kata-per-kata. Maka dari itu, terjemahan di artikel ini masih memerlukan penyempurnaan. Pengguna yang mahir dengan bahasa yang bersangkutan dipersilakan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini, atau Anda juga dapat ikut bergotong royong dalam ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
Kosmos 60
Jenis misiPendaratan halus di Bulan
OperatorOKB-1
COSPAR ID1965-018A
SATCAT no.01246
Durasi misi5 hari
Properti wahana
ProdusenOKB-1
Massa luncur6530 kg [1]
Massa kering1470 kg [2]
Awal misi
Tanggal luncur12 Maret 1965
09:25:31 GMT
Roket peluncurMolniya 8K78
s/n G15000-24
Tempat peluncuranBaikonur, Site 1/5
KontraktorOKB-1
Akhir misi
Tanggal lepas dari orbit17 Maret 1965
Parameter orbit
Sistem rujukanGeosentris [3]
Sistem orbitBumi rendah
Ketinggian perigee195 km
Ketinggian apoogee248 km
Inklinasi64.7°
Periode89.1 menit
Epoch12 Maret 1965
 

Kosmos 60 (Rusia: Космос 60 bermakna Cosmos 60) adalah satelit penyelidik seri E-6. Diluncurkan oleh Uni Soviet pada tanggal 12 Maret 1965, satelit ini merupakan upaya keenam di misi pendaratan halus di Bulan. Satelit ini memiliki desain yang mirip dengan Luna 4. Wahana antariksa berhasil diluncurkan menuju orbit Bumi (apogee 287 km, perigee 201 km, inklinasi 64,8 derajat, periode orbit 89 menit) tetapi gagal meninggalkan orbitnya untuk mencapai Bulan karena kegagalan pasokan listrik di sistem kontrol. Satelit masuk kembali ke atmosfer Bumi pada 17 Maret 1965.

Kosmos 60 membawa 16-channel NaI (Tl) sintilator 40 x 40 mm. Wahana antariksa tersebut juga membawa detektor yang terletak di dalam kendaraan. Detektor itu sensitif terhadap foton 0,5-2,0 MeV.

Kosmos 60 mengukur sinar gamma kerapatan fluks latar belakang hingga 1,7 × 104 quanta / (m2·s). Seperti yang dilihat oleh Ranger 3 dan Lunas 10 & 12, spektrum turun tajam hingga 1,5 MeV dan datar untuk energi yang lebih tinggi. Beberapa puncak diamati dalam spektrum yang disebabkan oleh interaksi elastis proton kosmik dengan bahan dalam tubuh satelit.

Penunjukan misi ini sebagai probe planet dimaksudkan didasarkan pada bukti dari sumber-sumber Soviet dan non-Soviet dan dokumen sejarah.

Referensi

Tempat peluncuran
120px-Roscosmos_logo_ru.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kendaraan peluncur
Program
Penerbangan luar angkasa berawak
Dulu
Dibatalkan
Aktif
Dalam pengembangan
Program
wahana antariksa nirawak
Dulu
Aktif
Dalam pengembangan
Komunikasi
Konsep
Ikon rintisan

Artikel bertopik wahana antariksa atau satelit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan