Sabtu, 03 Oktober 2026
14:51 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Luna 8

Luna 8

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Luna 8
330px-Luna_8_and_9_locations_Planitia_Descensus_3214_med.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto miring Planitia Descensus yang menunjukkan lokasi jatuhnya Luna 8 dan tempat mendarat Luna 9 (gambar Lunar Orbiter 3)
Jenis misiPendarat Bulan
COSPAR ID1965-099A
SATCAT no.1810
Durasi misi3 hari
Properti wahana
Jenis wahana antariksaYe-6
ProdusenOKB-1
Massa luncur1.550 kilogram (3.420 pon)
Dayawatt
Awal misi
Tanggal luncur3 December 1965, 10:46:14 (3 December 1965, 10:46:14) UTC
Roket peluncurMolniya 8K78
Tempat peluncuranBaikonur 31/6
Menabrak Bulan (kegagalan pendaratan)
Tanggal tumbukan6 December 1965, 21:51:30 (1965-12-06UTC21:51:31Z) UTC[1]
Lokasi tumbukan9°06′N 63°18′W / 9.1°N 63.3°W / 9.1; -63.3[1]
 

Luna 8 (Seri E-6 atau Ye-6), juga dikenal sebagai Lunik 8, adalah sebuah wahana bulan nirawak yang merupakan bagian dari Program Luna. Wahana ini diluncurkan pada 3 Desember 1965 dengan tujuan mencapai pendaratan lunak di Bulan. Namun, roket retrogradanya nyala terlalu lama, menyebabkan wahana ini menumbuk permukaan Bulan dengan keras di Oceanus Procellarum. Sebelum jatuh, misi ini telah menyelesaikan sistem panduan-bintang dan kontrol daratan peralatan telemetri radionya, beserta dengan lintasan penerbangannya, dan beberapa instrumen-instrumen lainnya.

Referensi

  1. 1 2 "Luna 8". NASA Space Science Data Coordinated Archive. 26 Agustus 2014. Diakses tanggal 5 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan