Jumat, 23 Oktober 2026
21:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Kopi Toratima

Bagikan:

Kopi Toratima adalah kopi robusta khas Sigi, Sulawesi Tengah. Keunikan kopi Toratima terletak pada cara pemilihan biji kopinya. Biji kopi diambil dari lepehan binatang-binatang nokturnal yang memakan buah kopi di malam hari, seperti tarsius, kelelawar, tangali, dll. Biji-biji kopi yang tertinggal di permukaan tanah ini kemudian diolah dan dijadikan kopi Toratima. Walaupun pada awalnya kopi Toratima hanya dikonsumsi masyarakat setempat sebagai suguhan tamu atau kegiatan adat, kopi Toratima kemudian menjadi sajian khas yang dijual ke pelbagai daerah di Sulawesi, seperti di Palu.[1][2]

Warga dataran tinggi Gempu, Pipikoro, Sigi hampir semuanya menanam kopi. Sebanyak 19 desa di Sigi juga mendapatkan pendampingan sejak 2012 untuk mengembangkan produksi dan mutu kopinya.[1] Di daerah dataran tinggi Gempu, terdapat banyak kuskus kerdil yang memiliki peran serupa sebagaimana luwak dalam pembuatan kopi luwak. Bedanya, kuskus kerdil tidak memakan biji kopi, melainkan melepehkannya. Karena kuskus kerdil hanya memilih buah kopi matang terbaik, kopi pilihan kuskus kerdil ini dipercaya memiliki cita rasa yang istimewa.[3]

Asal kata

Toratima berasal dari kata bahasa Kulawi yang artinya diambil atau dipungut dari tanah.[4]

Sejarah

Bagi masyarakat Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kopi sudah menjadi komoditas utama sejak dua abad silam. Pada tahun 1820-an, masyarakat Sulawesi Tengah sudah mulai berkebun kopi, terpengaruh oleh kebiasaan tanam yang diperkenalkan Belanda di Minahasa, Sulawesi Utara. Akan tetapi, Belanda melarang warga lokal untuk turut menikmati kopi yang mereka tanam. Sebagai gantinya, warga mengumpulkan biji kopi sisa makanan hewan-hewan liar untuk kemudian mereka nikmati secara pribadi.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Tarigan, Mitra (2017-09-30). "Toratima, Kopi Lepehan Mamalia Asal Sulawesi". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-30.
  2. ↑ Galikano, Silvia. "Saingan Kopi Luwak dari Sulawesi: Kopi Toratima". detikTravel. Diakses tanggal 2019-07-30.
  3. ↑ "'Sentuhan' Tangali, Dalam Cita Rasa Kopi Toratima". pesona indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-30. Diakses tanggal 2019-07-30.
  4. ↑ "Kopi Toratima dan Valuasi Jasa Lingkungan | WRI Indonesia". wri-indonesia.org. Diakses tanggal 2019-07-30.
Spesies
Sejarah
Kopi Seasal
Sumatra
Jawa
Kalimantan
Bali Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku dan Papua
Olahan khusus
Racikan
Kedai
Rumah sangrai
Barista
Sosial Budaya
Seni dan Sastra
Perusahaan
Acara
Serbaneka
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan