Senin, 26 Oktober 2026
11:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung

Konflik Xinjiang

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang pertikaian dan ketegangan terkini di Xinjiang. Untuk kebangkitan dan pertempuran di Xinjiang pada 1930an dan 1940an, lihat Peperangan Xinjiang.
Konflik Xinjiang
Tanggal1960an–sekarang
Lokasi
Status Sedang terjadi
Pihak yang terlibat
Tiongkok Uni Soviet PRRTT (1969-1989)
Uni Soviet FRSTT (1969-1989)
Didukung oleh:
Uni Soviet Uni Soviet (1969-1989)
Mongolia Republik Rakyat Mongolia (1960-1989)

TIP
ETIM
ETLO (dibubarkan)
Didukung oleh:
ETIC
Al-Qaeda[1][2]
Tehrik-i-Taliban Pakistan[3]
Gerakan Islamis Uzbekistan[4]
Perhimpunan Solidaritas dan Pendidikan Turkistan Timur (ETESA)[5]
Pemimpin atau tokoh terkemuka

Xi Jinping
Mao Zedong
Deng Xiaoping
Jiang Zemin

Hu Jintao
Uni Soviet Yusupbek Mukhlisi Abdullah Mansour[6]
Hasan Mahsum †
Abdul Haq †
Abdul Shakoor al-Turkistani †
Pasukan yang terlibat
Tentara Pengungsi Minoritas Xinjiang[7]

Konflik Xinjiang[8] adalah sebuah perjuangan separatis yang sedang terjadi[9] di provinsi barat jauh Tiongkok, Xinjiang.[10] Kelompok separatis Uighur mengklaim bahwa wilayah tersebut, yang mereka sebut sebagai Turkestan Timur, bukanlah bagian dari Tiongkok, tetapi merupakan Republik Turkestan Timur Kedua yang didukung Soviet yang diinkorporasikan oleh RRT pada 1949 dan sejak itu berada dibawah pendudukan Tiongkok. Gerakan separatis tersebut dipimpin oleh organisasi-organisasi militan Islamis Turkic, yang paling terkanal adalah gerakan kemerdekaan Turkestan Timur, melawan pemerintahan nasional di Beijing.

Latar belakang

Kebangkitan sebelumnya

Peperangan Xinjiang adalah serangkaian konflik bersenjata yang terjadi pada awal dan pertengahan abad ke-20, pada Masa Pemimpin Perang di Republik Tiongkok; dan saat Perang Saudara Tiongkok, yang berujung pada berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Peperangan tersebut juga memainkan peran penting dalam gerakan kemerdekaan Turkestan Timur.

Akibat

Sebanyak 2,500+ orang tewas dalam konlfik Xinjiang sejak 1989.

2014

Sekitar 500[11] orang tewas dalam konflik Xinjiang pada 2014.

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Potter 2013 Diarsipkan 2018-10-20 di Wayback Machine, pp. 71-74.
  2. ↑ FOREIGN TERRORIST ORGANIZATIONS p. 237.
  3. ↑ Potter 2013 Diarsipkan 2018-10-20 di Wayback Machine, p. 74.
  4. ↑ "Beijing, Kunming, Urumqi and Guangzhou: The Changing Landscape of Anti-Chinese Jihadists". Yayasan Jamestown. 23 Maei 2014. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ Zenn, Jacob (Oktober 10, 2014). "An Overview of Chinese Fighters and Anti-Chinese Militant Groups in Syria and Iraq". China Brief. 14 (19). The Jamestown Foundation. Diakses tanggal 14 Juni 2015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ MacLean, William (2013-11-23). "Islamist group calls Tiananmen attack 'jihadi operation': SITE". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-26. Diakses tanggal 2015-07-04.
  7. ↑ "Xinjiang". Diakses tanggal 29 Juni 2015.
  8. ↑ The Xinjiang Conflict: Uyghur identity, Language, Policy, and Political discourse (PDF), East West center, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-10-11, diakses tanggal 2015-07-04
  9. ↑ Uyghur Separatist conflict, American, diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-04, diakses tanggal 2015-07-04
  10. ↑ Ismail, Mohammed Sa'id; Ismail, Mohammed Aziz (1960) [Hejira 1380], Moslems in the Soviet Union and China (Privately printed pamphlet), vol. 1, Translated by U.S. Government, Joint Publications Service, Tehran, IR, hlm. 52{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) translation printed in Washington: JPRS 3936, 19 September 1960.
  11. ↑ Lihat Blasts, clashes in China's restive region kill 12 - World news

Referensi

Latar belakang
Peristiwa
Tokoh
Hal terkait
Nasional
Daratan
Hong Kong
Makau
Operasi
Topik lain
Konflik pasca-Perang Dingin di Asia
Asia Selatan
Asia Timur
Asia
Tenggara
Asia Tengah
Asia Barat
(kecuali
Kaukasus Selatan)
Konflik Irak
Konflik dengan Israel
Konflik Yaman
Konflik sipil di Turki
Lainnya
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan