Senin, 26 Oktober 2026
01:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Agustus Merah

peristiwa-peristiwa penuh ketegangan yang menyebabkan perubahan besar dalam politik dan masyarakat, dengan nuansa dramatis yang mengarah pada pengorbanan, kekerasan, dan perjuangan rakyat di tengah tekanan negara

Bagikan:

Agustus Merah (Hanzi sederhana:红八月; Hanzi tradisional:紅八月; Pinyin:Hóng Bāyuè), yang awalnya memiliki arti Agustus 1966 dari Revolusi Kebudayaan, juga dipakai untuk menyebut serangkaian pembantaian di Beijing yang utamanya terjadi pada periode tersebut.[1][2][3][4][5][6] Menurut statistik resmi pada tahun 1980, dari Agustus sampai September pada 1966, sebanyak 1.772 orang—termasuk guru dan kepala sekolah—dibunuh di Beijing oleh Garda Merah. Selain itu, 33.695 rumah diserbu dan 85.196 keluarga dipaksa untuk meninggalkan kota tersebut.[1][7][8][9][10] Pembunuhan oleh Garda Merah juga menimbulkan dampak pada banyak distrik pedesaan Beijing, menyebabkan "Pembantaian Daxing", contohnya, di mana 325 orang dibunuh dari 27 Agustus sampai 1 September di Distrik Daxing, Beijing.[2][7][11] Orang tertua yang dibunuh pada Pembantaian Daxing berusia 80 tahun, sementara orang termuda baru berusia 38 hari.[1][7][12] Para cendekiawan menekankan bahwa, menurut statistik resmi pada 1985, jumlah kematian yang sesungguhnya pada Agustus Merah berjumlah lebih dari 10.000 jiwa.[9][13][14]

Referensi

  1. 1 2 3 Wang, Youqin (2001). "Student Attacks Against Teachers: The Revolution of 1966" (PDF). Universitas Chicago. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2020-04-17.
  2. 1 2 "A Massacre in Daxing County During the Cultural Revolution". Chinese Law & Government (dalam bahasa Inggris). 14 (3): 70–71. 2014-12-07. doi:10.2753/CLG0009-4609140370.
  3. ↑ Phillips, Tom (2016-05-11). "The Cultural Revolution: all you need to know about China's political convulsion". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-12-08. Diakses tanggal 2019-12-23.
  4. ↑ Dong, Yifu. "My Grandfather Survived China's Cultural Revolution. Why Does He Still Love Mao?". Foreign Policy (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-12-24. Diakses tanggal 2019-12-23.
  5. ↑ Jian, Guo; Song, Yongyi; Zhou, Yuan (2006-07-17). Historical Dictionary of the Chinese Cultural Revolution (dalam bahasa Inggris). Scarecrow Press. ISBN 978-0-8108-6491-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-06-11. Diakses tanggal 2020-07-10.
  6. ↑ Lasseter, Tom. "Chinese haunted by bloody 'Red August'". Austin American-Statesman (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-06-12. Diakses tanggal 2020-06-12.
  7. 1 2 3 Jian, Guo; Song, Yongyi; Zhou, Yuan (2015-07-23). Historical Dictionary of the Chinese Cultural Revolution (dalam bahasa Inggris). Rowman & Littlefield. ISBN 978-1-4422-5172-4.
  8. ↑ Wang, Jiajun (2014-09-05). "怎样反思"红卫兵"" (dalam bahasa Tionghoa). Phoenix Weekly (凤凰周刊). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-10-16. Diakses tanggal 2019-12-10.
  9. 1 2 Song, Yongyi (2011). "文革中"非正常死亡"了多少人? ---- 读苏扬的《文革中中国农村的集体屠杀》". Boxun (dalam bahasa Tionghoa). Dong Xiang (动向). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-12-10. Diakses tanggal 2019-12-10.
  10. ↑ "Chinese Red Guards Apologize, Reopening A Dark Chapter". NPR.org (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-02-14. Diakses tanggal 2020-02-14.
  11. ↑ Southerl, Daniel (1994-07-18). "A NIGHTMARE LEAVES SCARS, QUESTIONS". Washington Post (dalam bahasa American English). ISSN 0190-8286. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-12-24. Diakses tanggal 2019-12-23.
  12. ↑ Yu, Luowen. "文革时期北京大兴县大屠杀调查". Chinese University of Hong Kong (dalam bahasa Tionghoa). Lecture Room. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-06-09. Diakses tanggal 2019-12-10.
  13. ↑ Peng, Xiaoming (2013-03-02). "记下老红卫兵的血债". Beijing Spring (北京之春) (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-05-09. Diakses tanggal 2019-12-10.
  14. ↑ Sai, Hongqiu. "毛泽东大笑谈杀人". Boxun (dalam bahasa Tionghoa). 北京周末诗会. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-12-10. Diakses tanggal 2019-12-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan