Jumat, 09 Oktober 2026
09:58 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
Rebiya Kadeer

Rebiya Kadeer

Bagikan:
Rebiya Kadeer
250px-Rebiya_Kadeer_%282%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir15 November 1946 (umur 79)
PekerjaanAktivis politik
Dikenal karenaPresiden Kongresi Uighur Dunia
Rebiya Kadeer
Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 熱比婭·卡德爾
Hanzi sederhana: 热比娅·卡德尔
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Rèbǐyǎ Kǎdé'ěr
- Wade-Giles: Je4-pi3-ya K'a3-te2-erh3
Nama Uighur
Uighur: رابىيە قادىر

Rebiya Kadeer (bahasa Uighur: رابىيە قادىر‎; Hanzi:热比娅·卡德尔; kelahiran 15 November 1946) adalah seorang pengusaha dan aktivis beretnis Uighur asal China. Lahir di wilayah Xinjiang di Tiongkok, Kadeer menjadi seorang milioner pada 1980an karena kepemilikan real estatenya dan konglomerat multinasional. Kadeer memegang berbagai jabatan dalam parlemen China dan institusi politik lainnya sebelum ditangkap pada 1999 karena mengirimkan laporan rujukan internal konfidensial kepada suaminya, yang bekerja di Amerika Serikat sebagai penyiar independen pro-Xinjiang. Setelah ia pergi ke Amerika Serikat pada 2005, Kadeer mengklaim telah memegang berbagai gelar kepemimpinan dari organisasi-organisasi Uighur di luar negara seperti Kongres Uighur Dunia. Kadeer dapat berbicara dalam bahasa Uighur dan bahasa Mandarin.

Kehidupan awal dan karier

Rebiya Kadeer adalah seorang aktivis politik dan pengusaha Uighur berpengaruh dari wilayah barat laut Xinjiang, sebuah wilayah otonomi di Republik Rakyat China (RRC). Ia lahir di kota Altay, kemudian ia menikah pada 1965 dan berpindah ke kota Aksu.

Sejarah keluarga

Menurut autobiografinya, Dragon Fighter: One Woman's Epic Struggle for Peace with China, ayah Rebiya Kadeer' menjadi bagian dari para pemberontak Uighur pro-Soviet dibawah kepemimpinan Republik Turkestan Timur Kedua dalam Pemberontakan Ili (Pemberontakan Tiga Provinsi) pada 1944-1946, menggunakan bantuan Soviet dan bertarung dengan pemerintahan Republik China dibawah kepemimpinan Chiang Kai-shek.[1] Kadeer dan keluarganya berteman akrab dengan para pengasing Rusia Putih yang tinggal di Xinjiang dan Kadeer berkata bahwa beberapa orang Uighur yang mengikuti budaya Rusia menjadi "lebih maju" ketimbang orang Uighur yang lain.[2]

Pernikahan pertama

Kadeer memasuki pernikahan pertamanya sebagai seorang ibu rumah tangga, namun pada beberapa titik ia mulai secara independen membuat dan menjual pakaian dan usaha-usaha kecil lainnya untuk tambahan masukan.

Kewirausahaan

Setelah perceraiannya, Kadeer membuat sebuah layanan pencucian baju pada 1976. Ia kemudian menikah lagi pada 1981 dengan Sidik Rouzi, yang kemudian menjadi profesor yang berasosiasi, dan berpindah ke Ürümqi, menganugerahinya sebelas anak.[3] Di Ürümqi, Kadeer menjalankan sebuah tempat jualan di distrik bisnis lokal tersebut, dan mengubahnya menjadi toko swalayan yang khusus menjual pakaian adat Uighur. Pada 1985, Kadeer memindahkan usaha tersebut ke gedung komersial yang berukuran 14,000 meter persegi.[4]

Setelah keruntuhan Uni Soviet, Kadeer melakukan perdagangan lintas perbatasan, membuat asetnya memuncak menjadi lebih dari 200 juta yuan.[5] Ia menjadi salah satu dari lima orang terkaya di China, dan kesuksesannya membuatnya dijuluki "millioner perempuan". Perusahaan perdagangan tersebut telah mengoperasikan bisnisnya di China, Rusia dan Kazakhstan.[6] Kadeer mendirikan Perusahaan Kerjasama Perdagangan dan Industri Akida, yang memiliki sejumlah properti di provinsi Xinjiang. Properti-properti tersebut meliputi Pusat Perdagangan Akida, Pusat Perdagangan Kadeer dan Tuanjie, atau Unity, teater di Ürümqi.[7]

Kadeer menjadi seorang filantropis aktif pada komunitasnya, yang paling dikenal dengan yayasannya, Gerakan 1,000 Ibu, sebuah organisasi kepedulian untuk membantu wanita Uighur untuk memulai bisnis lokal mereka sendiri serta membantu anak yatim piatu atau kurang mampu.[5]

Pembebasan dan karier selanjutnya

250px-Bush_Wei_Jingsheng.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rebiya Kadeer bersama Presiden George W. Bush dan tokoh pembela hak asasi manusia lainnya di Gedung Putih, 29 Juli 2008.

The 10 Conditions of Love

Pada 2009, Jeff Daniels[8] membuat sebuah film dokumenter, The 10 Conditions of Love, mengenai Kadeer. Penayangan perdananya dijadwalkan dilakukan di Festival Film Internasional Melbourne, yang bertentangan dengan permintaan dari konsulat Tiongkok di Melbourne untuk menarik film tersebut.[9][10]

Dokumenter tersebut dijadwalkan akan ditayangkan di Festival Film Kaoshiung, Taiwan, pada Oktober 2009, namun kemudian dijadwalkan ulang pada bulan September, sebelum festival tersebut diselenggarakan.[11]

Meminta dukungan kepada Jepang

Pada Mei 2012, ketika berada di Tokyo untuk mengikuti sebuah konferensi, Kadeer mengunjungi Kuil Yasukuni, yang kontroversial karena kuil tersebut tempat dimana para penjahat perang Jepang dihormati. Ia mengatakan bahwa pemerintah Jepang mendukung Uighur secara keuangan dan politik.[12]

Karya

Referensi

  1. ↑ Kadeer 2009, p. 9.
  2. ↑ Kadeer 2009, p. 13.
  3. ↑ Chu Miniter, Paulette (Maret 2007). "Taking a Stand for China's Uighurs". Far Eastern Economic Review (54).
  4. ↑ qingzhenblogs. "The enticing life of Rebiya Kadeer". Blog article. qingzhenblogs. Diakses tanggal 14 Desember 2011.
  5. 1 2 "Profile: Rebiya Kadeer". BBC News. 17 Maret 2005. Diakses tanggal 4 Januari 2010.
  6. ↑ "Films "Leaving Fear Behind" and "China's Public Enemy No. 1 – Rebiya Kaadeer"". Online Article about a Movie. City of Tublin. Diakses tanggal 14 Desember 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Chan, Royston (8 September 2009). Reuters China to demolish Kadeer buildings in restive Urumqi http://www.reuters.com/article/latestCrisis/idUSSP473138 China to demolish Kadeer buildings in restive Urumqi.{{cite news}}: |title= tidak ada atau kosong; Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ See details at IMDb
  9. ↑ McGuirk, Rod (26 July 2009). Hackers put China flag on Australian film Web site. Associated Press.
  10. ↑ Uighur premiere a sell-out in Australia Pranala usang diarsipkan 2012-12-08 di archive.today. Agence France-Presse. 27 Juli 2009.
  11. ↑ Chang, Maubo ( 22 September 2009). Documentary about Uighur political dissident shown in Kaohsiung[pranala nonaktif permanen]. Central News Agency.
  12. ↑ "Uyghur leader visits Yasukuni shrine during Tokyo conference". Want China Times. 2012-05-16. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2012-08-29.
Additional References

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rebiya Kadeer.
Latar belakang
Peristiwa
Tokoh
Hal terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan