Selasa, 06 Oktober 2026
23:17 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Klorobenzena

Klorobenzena

senyawa kimia

Bagikan:
Klorobenzena
Chlorobenzene
Chlorobenzene
Chlorobenzene
Chlorobenzene
250px-Chlorobenzene.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
Klorobenzena
Nama lain
Fenil klorida, monoklorobenzena[1]
Penanda
Model 3D (JSmol)
Singkatan PhCl
Referensi Beilstein 605632
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
Referensi Gmelin 26704
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
Nomor UN 1134
  • InChI=1S/C6H5Cl/c7-6-4-2-1-3-5-6/h1-5H checkY
    Key: MVPPADPHJFYWMZ-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/C6H5Cl/c7-6-4-2-1-3-5-6/h1-5H
    Key: MVPPADPHJFYWMZ-UHFFFAOYAG
  • Clc1ccccc1
Sifat
C6H5Cl
Massa molar 112,56 g·mol−1
Penampilan cairan tak berwarna
Bau mirip almond[2]
Densitas 1,11 g/cm3, cairan
Titik lebur −45,58 °C (−50,04 °F; 227,57 K)
Titik didih 131,70 °C (269,06 °F; 404,85 K)
0,5 g l−1 dalam air pada suhu 20 °C
Kelarutan dalam pelarut lainnya larut dalam sebagian besar pelarut organik
Tekanan uap 9 mmHg[2]
−69,97·10−6 cm3/mol
Indeks bias (nD) 1,52138
Viskositas 0,7232
Bahaya
Bahaya utama Bahaya rendah hingga menengah[3]
Piktogram GHS GHS02: Mudah terbakar GHS07: Tanda Seru GHS09: Bahaya Lingkungan
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H226, H302, H305, H315, H332, H411
P210, P233, P240, P241, P242, P243, P261, P264, P271, P273, P280, P302+P352, P303+P361+P353, P304+P312, P304+P340, P312, P321, P332+P313, P362, P370+P378, P391, P403+P235, P501
Titik nyala 29 °C (84 °F; 302 K)
Ambang ledakan 1,3%–9,6%[2]
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
2290 mg/kg (pada tikus, oral)

590 mg/kg (pada mencit, oral)[4]
2250 mg/kg (pada kelinci, oral)
2300 mg/kg (pada mencit, oral)
2250 mg/kg (pada marmut, oral)[5]

8000 ppm (pada kucing, 3 jam)[5]
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
TWA 75 ppm (350 mg/m3)[2]
REL (yang direkomendasikan)
none[2]
IDLH (langsung berbahaya)
1000 ppm[2]
Senyawa terkait
Related Halobenzena
Senyawa terkait
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
checkY verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Klorobenzena atau fenil klorida (Bahasa Inggris: phenyl chloride, disingkat PhCl) adalah senyawa aril klorida dan yang paling sederhana dari golongan klorobenzena, yang terdiri dari cincin benzena yang disubstitusi oleh satu atom klorin. Rumus kimianya adalah C6H5Cl. Cairan tak berwarna dan mudah terbakar ini merupakan pelarut umum serta senyawa antara yang banyak digunakan dalam pembuatan bahan kimia lainnya.[6]

Kegunaan

klorobenzena adalah sebagai prekursor untuk senyawa antara (intermediat) lebih lanjut seperti nitrofenol, nitroanisol, kloroanilina, dan fenilenadiamina, yang digunakan dalam produksi herbisida, zat warna, bahan kimia untuk karet, dan farmasi.[7]

Senyawa ini juga digunakan sebagai pelarut dengan titik didih tinggi dalam penggunaan industri dan laboratorium, untuk bahan-bahan seperti minyak, malam, resin, dan karet.[7][8]

Klorobenzena dinitrasi dalam skala besar untuk menghasilkan campuran 2-nitroklorobenzena dan 4-nitroklorobenzena, yang kemudian dipisahkan dan digunakan sebagai senyawa antara dalam produksi bahan kimia lainnya. Senyawa mononitroklorobenzena ini diubah menjadi turunan terkait—yaitu 2-nitrofenol, 2-nitroanisol, bis(2-nitrofenil)disulfida, dan 2-nitroanilina—melalui substitusi nukleofilik pada atom klorida, masing-masing menggunakan natrium hidroksida, natrium metoksida, natrium disulfida, dan amonia. Konversi untuk turunan 4-nitro berlangsung serupa.[9]

Kegunaan khusus dan kegunaan pada masa lalu

Klorobenzena pernah digunakan dalam pembuatan pestisida, terutama DDT, melalui reaksi dengan kloral (trikloroasetaldehida), namun penggunaan ini telah menurun seiring dengan berkurangnya penggunaan DDT. Pada suatu masa, klorobenzena merupakan prekursor utama untuk pembuatan fenol:[10]

C6H5Cl + NaOH → C6H5OH + NaCl

Reaksi ini dikenal sebagai proses Dow, di mana reaksi dilakukan pada suhu 350 °C menggunakan natrium hidroksida leleh tanpa pelarut. Eksperimen pelabelan menunjukkan bahwa reaksi berlangsung melalui mekanisme eliminasi/adisi, dengan benzuna sebagai senyawa antara.

Produksi

Senyawa ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1851. Klorobenzena diproduksi melalui klorinasi benzena dengan bantuan katalis asam Lewis seperti feri klorida, sulfur diklorida, dan aluminium klorida:[6]

330px-Chlorination_benzene.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Dalam skala industri, reaksi ini dijalankan sebagai proses kontinu untuk meminimalkan pembentukan diklorobenzena. Karena sifat elektronegatif klorin, C6H5Cl memiliki reaktivitas yang agak lebih rendah terhadap klorinasi lebih lanjut.

Metode laboratorium

Klorobenzena dapat diproduksi dari anilina melalui benzenadiazonium klorida, yang dikenal sebagai reaksi Sandmeyer.

500px-Sandmeyer-Reaktion_%28Mechanismus%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Keamanan

Klorobenzena memiliki tingkat toksisitas "rendah hingga sedang", sebagaimana ditunjukkan oleh nilai LD50 sebesar 2,9 g/kg.[8] Occupational Safety and Health Administration (OSHA) telah menetapkan batas paparan yang diizinkan sebesar 75 ppm (350 mg/m3) berdasarkan rata-rata tertimbang waktu delapan jam bagi pekerja yang menangani klorobenzena.[11]

Toksikologi dan biodegradasi

Klorobenzena dapat bertahan di dalam tanah selama beberapa bulan; di udara selama sekitar 3,5 hari; dan di air selama kurang dari satu hari. Manusia dapat terpapar zat ini melalui penghirupan udara yang tercemar (terutama akibat paparan di tempat kerja), konsumsi makanan atau air yang tercemar, atau kontak dengan tanah yang tercemar (biasanya di dekat lokasi limbah berbahaya). Namun, karena zat ini hanya ditemukan di 97 dari 1.177 lokasi limbah berbahaya NPL, zat ini tidak dianggap sebagai kontaminan lingkungan yang tersebar luas. Bakteri Rhodococcus phenolicus menguraikan klorobenzena, diklorobenzena, dan fenol sebagai satu-satunya sumber karbon.[12]

Setelah masuk ke dalam tubuh, biasanya melalui udara yang tercemar, klorobenzena dikeluarkan melalui paru-paru maupun sistem kemih.

Di planet lain

Klorobenzena telah terdeteksi pada batuan sedimen di Mars.[13] Terdapat dugaan bahwa klorobenzena tersebut mungkin terbentuk saat sampel dipanaskan di dalam ruang pengambilan sampel pada instrumen. Pemanasan tersebut memicu reaksi senyawa organik di dalam tanah Mars, yang diketahui mengandung perklorat.

Referensi

  1. ↑ Pubchem. "Chlorobenzene". pubchem.ncbi.nlm.nih.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-21.
  2. 1 2 3 4 5 6 NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards. "#0121". Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH).
  3. ↑ Chlorobenzene toxicity
  4. ↑ Chlorobenzene: LD50
  5. 1 2 "Chlorobenzene". Immediately Dangerous to Life and Health. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).
  6. 1 2 Beck, Uwe; Löser, Eckhard (2011). "Chlorinated Benzenes and Other Nucleus-Chlorinated Aromatic Hydrocarbons". Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. doi:10.1002/14356007.o06_o03. ISBN 978-3-527-30385-4.
  7. 1 2 Uwe Beck; Eckhard Löser (2005), "Chlorinated Benzenes and other Nucleus-Chlorinated Aromatic Hydrocarbons", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Weinheim: Wiley-VCH{{citation}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |authors=
  8. 1 2 Rossberg, Manfred; Lendle, Wilhelm; Pfleiderer, Gerhard; Tögel, Adolf; Dreher, Eberhard-Ludwig; Langer, Ernst; Rassaerts, Heinz; Kleinschmidt, Peter; Strack, Heinz; Cook, Richard; Beck, Uwe; Lipper, Karl-August; Torkelson, Theodore R.; Löser, Eckhard; Beutel, Klaus K.; Mann, Trevor (2006). "Chlorinated Hydrocarbons". Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. doi:10.1002/14356007.a06_233.pub2. ISBN 3527306730.
  9. ↑ Gerald Booth (2007). "Nitro Compounds, Aromatic". Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Weinheim: Wiley-VCH. doi:10.1002/14356007.a17_411. ISBN 978-3527306732.
  10. ↑ Weber, Manfred; Weber, Markus; Kleine-Boymann, Michael (2004). "Phenol". Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. doi:10.1002/14356007.a19_299.pub2. ISBN 3527306730.
  11. ↑ CDC - NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards
  12. ↑ Rehfuss, M.; Urban, J. (2005). "Rhodococcus phenolicus sp. nov., a novel bioprocessor isolated actinomycete with the ability to degrade chlorobenzene, dichlorobenzene and phenol as sole carbon sources". Systematic and Applied Microbiology. 28 (8): 695–701. doi:10.1016/j.syapm.2005.05.011. PMID 16261859. Erratum: Rehfuss, M. (2006). "Erratum to "Rhodococcus phenolicus sp. nov., a novel bioprocessor isolated actinomycete with the ability to degrade chlorobenzene, dichlorobenzene and phenol as sole carbon sources" [Systematic and Applied Microbiology 28 (2005) 695–701]". Systematic and Applied Microbiology. 29 (2): 182. doi:10.1016/j.syapm.2005.11.005.
  13. ↑ Freissinet, C.; Glavin, D. P.; Mahaffy, P. R.; Miller, K. E.; Eigenbrode, J. L.; Summons, R. E.; Brunner, A. E.; Buch, A.; Szopa, C.; Archer, P. D.; Franz, H. B.; Atreya, S. K.; Brinckerhoff, W. B.; Cabane, M.; Coll, P.; Conrad, P. G.; Des Marais, D. J.; Dworkin, J. P.; Fairén, A. G.; François, P.; Grotzinger, J. P.; Kashyap, S.; ten Kate, I. L.; Leshin, L. A.; Malespin, C. A.; Martin, M. G.; Martin-Torres, F. J.; McAdam, A. C.; Ming, D. W.; Navarro-González, R.; Pavlov, A. A.; Prats, B. D.; Squyres, S. W.; Steele, A.; Stern, J. C.; Sumner, D. Y.; Sutter, B.; Zorzano, M.-P.; the MSL Science Team (2015). "Organic molecules in the Sheepbed Mudstone, Gale Crater, Mars". Journal of Geophysical Research: Planets. 120 (3): 495–514. Bibcode:2015JGRE..120..495F. doi:10.1002/2014JE004737. ISSN 2169-9097. PMC 4672966. PMID 26690960.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan