Rabu, 04 November 2026
03:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kelembit Bok

Kelembit Bok

Perisai tradisional dari Kalimantan

Bagikan:
Kelembit Bok
330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Houten_schild_versierd_met_mensenhaar_TMnr_1552-8.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perisai Klebit Bok, dari tahun 1875–1925.
Jenis Perisai
Negara asal Borneo (Sarawak, Malaysia, Kalimantan Timur & Kalimantan Utara, Indonesia)
Sejarah pemakaian
Digunakan oleh Suku Dayak Kayan, Suku Dayak Kenyah
Spesifikasi
Panjang 110–130 cm

Kelembit Bok ( atau variasi ejaan: Klebit Bok dan Kelavit Bok) adalah perisai tradisonal suku Dayak Kayan dan Kenyah di Kalimantan.[1] Untuk varian perisai tampa rambut (bok) disebut Klebit, Kelembit, Kalbit, Kliau saja.

Deskripsi

Klebit Bok adalah perisai berbentuk 'kilau' dan dicat di kedua sisi. Di bagian depannya, sering dilukiskan tiga wajah setan, berwarna merah, putih dan hitam dan disusun secara vertikal. Bagian mata dan mulut bertaring dikelilingi oleh jumbai rambut manusia yang dilekatkan dengan resin.[2]

Bagian depan dihiasi dengan gumpalan rambut manusia yang ditekan ke celah-celah kayu yang sempit sebelum direkatkan dengan menggunakan lilin segar. Rambut itu berasal dari kepala yang diburu. Ini membuat perisai itu terlihat semakin menakutkan bagi musuh.[3]

Pada sisi belakang dari perisai ini sering digambarkan satu atau dua sosok yang kepala dan anggota tubuhnya menyambung dengan sulur-sulur yang fantastis. Namanya berasal dari klebit (berarti "perisai") dan bok (berarti "rambut") yang menunjukkan hubungan yang kuat antara perisai dan rambut yang menghiasinya.

Referensi

  1. ↑ Anton Willem Nieuwenhuis (1994). Di Pedalaman Borneo: Perjalanan Dari Pontianak Ke Samarinda, 1894. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan Borneo Research Council, Indonesia Office. ISBN 978-979-605-051-2.
  2. ↑ Fraser, Douglas (1968). Early Chinese Art and the Pacific Basin: A Photographic Exhibition. Intercultural Arts Press. ISBN 0-913456-17-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Albert G Van Zonneveld (2002). Traditional Weapons of The Indonesian Archipelago. Koninklyk Instituut Voor Taal Land. ISBN 90-5450-004-2.
Senjata tradisional, pelindung, dan senjata berbasis bubuk mesiu wilayah Indonesia
Senjata tradisional
Pedang
Belati & pisau
Perimbas & parang
Senjata hantam
Senjata galah atau tombak
Senjata lentur
Senjata lainnya
Keris display
Meriam perunggu isian belakang dan garuda kayu
Peurise teumaga
Senjata berbasis Mesiu
Senjata api
Meriam
Dari nama
Pelindung dan pakaian
Perisai
Zirah
Helm


120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan