Senin, 19 Oktober 2026
18:54 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Mongolia (1911–24)

Mongolia (1911–24)

Bagikan:
Negara Mongolia Raya
60px-Monggol_ulus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Монгол улс
大蒙古國
1911–1919
1921–1924
Lagu kebangsaan: Зуун лангийн жороо луус
Lagu kebangsaan Negara mongolia Raya
Mongolia tahun 1914
Mongolia tahun 1914
Mongolia Luar pada tahun 1914, ditunjukkan dengan warna jingga
Mongolia Luar pada tahun 1914, ditunjukkan dengan warna jingga
Ibu kotaNiislel Khüree (sekarang Ulaanbaatar)
Bahasa umumBahasa Mongolia
Agama Buddhisme Tibet, Syamanisme
PemerintahanTeokratik[1] Monarki Absolut
Bogd Khaan 
• 1911–1924
Bogd Gegeen Kedelapan
Perdana Menteri 
• 1912–1915
Tögs-Ochiryn Namnansüren
• 1919–1920
Gonchigjalzangiin Badamdorj
Era SejarahAbad ke-20
• Pendirian
29 Desember 1911
1915
1919–1921
26 November 1924
Mata uangTael, dolar Mongolia
Kode ISO 3166MN
Didahului olehDigantikan oleh
dnsDinasti
Qing
Pendudukan Mongolia
Republik Rakyat Mongolia

Kekhanan Bogd Mongolia adalah pemerintahan Mongolia (Mongolia Luar) dari tahun 1911 hingga 1919 dan dari tahun 1921 hingga 1924. Pada musim semi tahun 1911, beberapa bangsawan ternama Mongolia (termasuk Pangeran Tögs-Ochiryn Namnansüren) berhasil meyakinkan Jebstundamba Khutukhtu untuk mengadakan pertemuan bangsawan-bangsawan dan pemuka agama untuk membahas kemerdekaan Mongolia dari Dinasti Qing. Pada tanggal 30 November 1911, orang-orang Mongol mendirikan Pemerintahan Sementara Khalkha. Kemudian, pada tanggal 29 Desember 1911, Mongolia menyatakan kemerdekaannya dari Dinasti Qing yang sedang mengalami keruntuhan akibat Revolusi Xinhai. Mereka menjadikan Bogd Gegeen Kedelapan (pemuka agama Buddha tertinggi di Mongolia) sebagai penguasa yang bergelar Bogd Khaan atau "Penguasa Suci".[2] Maka dimulailah periode "Mongolia Teokratik",[3] yang juga dikenal dengan sebutan Kekhanan Bogd.[4]

Terdapat tiga ambisi yang saling bertentangan pada periode ini. Ambisi pertama adalah yang ingin mendirikan negara Mongolia yang juga mencakup wilayah Mongolia Dalam, Barga (juga dikenal dengan nama Hulunbuir), Mongolia Hulu, Mongolia Barat, dan Tannu Uriankhai ("pan-Mongolia"). Ambisi kedua adalah ambisi Kekaisaran Rusia untuk mendominasi Mongolia, tetapi pada saat yang sama juga tetap menjamin otonomi Mongolia di negara Tiongkok yang baru. Sementara itu, ambisi ketiga adalah ambisi Tiongkok untuk menghapus otonomi Mongolia dan mengembalikan kedaulatan penuh di wilayah tersebut.

Catatan kaki

  1. ↑ Timothy Michael May, Culture and customs of Mongolia, Greenwood Press, 2008, p. 22.
  2. ↑ Thomas E. Ewing, Revolution on the Chinese Frontier: Outer Mongolia in 1911, Journal of Asian History (Wiesbaden), v. 12, hlm. 101–119 (1978).
  3. ↑ Академия наук СССР History of the Mongolian People's Republic, hlm.232
  4. ↑ William Elliott Butler. The Mongolian legal system: contemporary legislation and documentation. hlm.255
Afrika
Asia
Eropa
Oseania
Amerika
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Mongolia 1911-1921.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan