Kamis, 24 September 2026
00:35 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kabupaten Kayong Utara

Kabupaten Kayong Utara

kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat

Kabupaten Kayong Utara
Transkripsi bahasa daerah
  Abjad Jawiكابوڤاتين كايوڠ اوتارا
Masjid Agung Oesman Al-Khair Sukadana
Masjid Agung Oesman Al-Khair Sukadana
Lambang resmi Kabupaten Kayong Utara
Lambang
Julukan: 
Negeri Bertuah
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kabupaten_Kayong_Utara&revid=29839118&groups=_1b3c9043a30d574506e8d1d754265310755f92e2&parser=parsoid
Peta Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara di Kalimantan
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara
Peta Kabupaten Kayong Utara
Tampilkan peta Kalimantan
Kabupaten Kayong Utara di Indonesia
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 1°26′14″S 110°47′52″E / 1.43711°S 110.79781°E / -1.43711; 110.79781
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Barat
Tanggal berdiri26 Juni 2007;19 tahun lalu (2007-06-26)
Dasar hukumUU RI No. 6 Tahun 2007
Ibu kotaSukadana
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 6
  • Desa: 43
Pemerintahan
  BupatiRomi Wijaya
  Wakil BupatiAmru Chanwari
  Sekretaris DaerahRene Rienaldy (Pj.)
Luas
  Total4.568,26 km2 (1,763,82 sq mi)
Populasi
 (31 Desember 2023)[1]
  Total128.009
  Kepadatan28/km2 (73/sq mi)
Demografi
  Agama
  IPMKenaikan 66,06 (2023)
 sedang [3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
6111 Suntingan nilai di Wikidata
Pelat kendaraanKB xxxx Z*
Kode Kemendagri61.11 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 511.417.446.000,00- (2020)[4]
Situs webwww.kayongutarakab.go.id

Kabupaten Kayong Utara (Melayu Jawi: كابوڤاتين كايوڠ اوتارا) adalah kabupaten di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Sukadana. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2007 pada tanggal 2 Januari 2007.

Kabupaten Kayong Utara adalah 1 dari 16 usulan pemekaran kabupaten/kota yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada tanggal 8 Desember 2006. Dan kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Ketapang. Jumlah penduduk Kayong Utara pada akhir tahun 2023 sebanyak 127.956 jiwa.[1]

Geografi

Batas Wilayah

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang dan Selat Karimata
Timur Kabupaten Ketapang
Selatan Kabupaten Ketapang dan Selat Karimata
Barat Selat Karimata

Pemerintahan

Daftar Bupati

Bupati Kayong Utara
60px-Lambang_Daerah_Kab._Kayong_Utara.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Kabupaten Kayong Utara
250px-Bupati_Kayong_Utara_Romi_Wijaya.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Petahana
Romi Wijaya

sejak 20 Februari 2025
Masa jabatan5 tahun
Dibentuk2007
Pejabat pertamaSyarif Umar Alkadrie
Situs webkayongutarakab.go.id

Berikut ini adalah Daftar Bupati Kayong Utara yang menjabat sejak pembentukannya pada tahun 2007. <onlyinclude>

40px-Flag_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Bupati Kayong Utara 40px-Lambang_Daerah_Kab._Kayong_Utara.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
No. Bupati Potret Partai Awal Akhir Periode Masa jabatan Pemilihan umum Wakil Ref.
1 Hildi Hamid
(lahir 1954)
120px-Duta_Besar_Indonesia_untuk_Azerbaijan_Hildi_Hamid_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Nonpartisipan 25 Juni 2008 25 Juni 2013 2008–2003 5 tahun, 0 hari 2008 Muhammad Said Tihi
25 Juni 2013 25 Juni 2018 2013–2018 5 tahun, 0 hari 2013 Idrus [5]
2   Citra Duani
(lahir 1964)
120px-Bupati_Kayong_Utara_Citra_Duani.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hanura 19 September 2018 19 September 2023 2018–2023 5 tahun, 0 hari 2018 Effendi Ahmad [6]
3 Romi Wijaya
(?-)
120px-Bupati_Kayong_Utara_Romi_Wijaya.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Nonpartisipan 20 Februari 2025 Petahana 2025–2030 1 tahun, 215 hari 2024 Amru Chanwari

Pengganti sementara

Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil bupati, termasuk ketika posisi bupati berada dalam masa transisi.

Pejabat Potret Partai Awal Akhir Masa jabatan Bupati definitif Ref.
  Syarif Umar Alkadrie
(?-)
(Penjabat)
60px-Missing_photo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Nonpartisipan 2007 2008 0–1 tahun Transisi (2007–2008)
  Syarif Yusniarsyah
(?-)
(Penjabat)
60px-Missing_photo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Nonpartisipan 25 Juni 2018 19 September 2018 56 hari Transisi (2018) [7]
  Romi Wijaya
(?-)
(Penjabat)
60px-Penjabat_Bupati_Kayong_Utara_Romi_Wijaya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Nonpartisipan 19 September 2023 19 Juni 2024 274 hari Transisi (2023-2024)
  Alfian
(?-)
(Penjabat)
60px-Missing_photo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Nonpartisipan 19 Juni 2024 20 Februari 2025 246 hari Transisi (2024)
Keterangan

Lihat Pula

Referensi

  1. 1 2 3 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 22 Juli 2024.
  2. "Penduduk Menurut Wilayah Dan Agama Yang Dianut Di Kabupaten Kayong Utara". sp2010.bps.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-09. Diakses tanggal 1 Agustus 2021.
  3. "Indeks Pembangunan Manusia menurut Provinsi (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020) 2021-2023". www.kalbar.bps.go.id. Diakses tanggal 22 Juli 2024.
  4. "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 1 Agustus 2021. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. "Hildi Hamid Pimpin Upacara di Hari Pertama Ngantor". Tribunnews.com. Tribun Pontianak Online. 26 Juni 2013. Diakses tanggal 10 Desember 2016. {{cite news}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=
  6. Hamdan Darsani (19 September 2018). Madrosid (ed.). "Resmi Dilantik, Citra Duani Siap Bangun Kayong Utara". Tribunnews.com. Tribun Pontianak Online. Diakses tanggal 1 Oktober 2018. {{cite news}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  7. "Syarif Yusniarsyah Jabat Pj Bupati Kayong Utara". Tribunnews.com. Tribun Pontianak Online. 25 Juni 2018. Diakses tanggal 2 Agustus 2018. {{cite news}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=[pranala nonaktif permanen]
Daftar Bupati di Indonesia
Sumatra
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Bengkulu
Sumatera Selatan
Bangka Belitung
Lampung
Jawa
Banten
Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Nusa
Tenggara
Bali
Nusa Tenggara
Barat
Nusa Tenggara
Timur
Sulawesi
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Gorontalo
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Maluku
Papua
Papua Barat
Papua Barat Daya
Papua
Papua Tengah
Papua Pegunungan
Papua Selatan
Ikon rintisan

Artikel bertopik politik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[1] 2019–2024[2] 2024–2029
PKB 3 Penurunan 2 Kenaikan 3
Gerindra 2 Penurunan 1 Penurunan 0
PDI-P 2 Penurunan 1 Penurunan 0
Golkar 2 Kenaikan 3 Kenaikan 4
NasDem 3 Penurunan 2 Kenaikan 3
Gelora (baru) 2
PKS 1 Kenaikan 2 Penurunan 1
Hanura 1 Kenaikan 3 Kenaikan 4
PAN 2 Penurunan 1 Kenaikan 4
PBB 1 Penurunan 0 Steady 0
Demokrat 4 Steady 4 Penurunan 1
Perindo (baru) 2 Penurunan 1
PPP 3 Penurunan 2 Steady 2
PKPI 1 Kenaikan 2
Jumlah Anggota 25 Steady 25 Steady 25
Jumlah Partai 12 Steady 12 Penurunan 10

Kecamatan

Kabupaten Kayong Utara terdiri dari 6 kecamatan dan 43 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 122.311 jiwa dengan luas wilayah 4.568,26 km² dan sebaran penduduk 27 jiwa/km².[3][4]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Kayong Utara, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Desa
Daftar
Desa
61.11.06 Kepulauan Karimata 3
61.11.04 Pulau Maya 5
61.11.05 Seponti 6
61.11.02 Simpang Hilir 12
61.11.01 Sukadana 10
61.11.03 Teluk Batang 7
TOTAL43

Demografi

250px-Kelenteng_Sukadana_Ultah_ke-29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atraksi barongsai di Kelenteng Sukadana

Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2024 tercatat sebanyak 140.919 jiwa. Laki-laki berjumlah 73.054 orang, sedangkan perempuan sebanyak 67.865 orang. Rasio jenis kelamin mencapai 107,65, menunjukkan jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Penduduk terbanyak berada pada kelompok usia 10–14 tahun dengan jumlah 15.569 jiwa. Komposisi penduduk menurut kelompok umur menunjukkan struktur penduduk muda dengan persentase besar pada kelompok usia 0–14 tahun. Jumlah kepala keluarga sebanyak 39.083 rumah tangga. Rata-rata jumlah anggota rumah tangga sebesar 3,6 orang per rumah tangga. Berdasarkan klasifikasi wilayah, 92.324 penduduk tinggal di wilayah perdesaan dan 48.595 penduduk tinggal di wilayah perkotaan. Sebaran penduduk tidak merata dengan Kecamatan Sukadana menjadi wilayah berpenduduk terbanyak yaitu 38.273 jiwa, sedangkan Kecamatan Simpang Hilir menempati posisi kedua dengan 34.412 jiwa.[5]

Angkatan Kerja

Jumlah penduduk berusia kerja (15 tahun ke atas) di Kabupaten Kayong Utara sebanyak 102.231 jiwa. Angkatan kerja sebanyak 72.214 orang, terdiri atas 66.300 orang bekerja dan 5.914 orang menganggur. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mencapai 70,61 %. Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat sebesar 8,19 %. Penduduk bekerja terbanyak berada di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu 33.769 orang. Sektor perdagangan besar dan eceran menyerap 9.163 tenaga kerja, sementara sektor konstruksi mempekerjakan 4.654 orang. Penduduk bekerja berdasarkan status pekerjaan didominasi oleh pekerja keluarga atau pekerja tidak dibayar sebanyak 26.100 orang, diikuti oleh buruh/karyawan sebanyak 17.705 orang.[5]

Suku Bangsa dan Agama

Kayong Utara memiliki populasi minoritas Tionghoa dengan mayoritas penduduk asli. Sebagian besar penduduk Tionghoa di Kayong Utara adalah Teochew atau Hakka. Penduduk asli Indonesia yang tinggal di sana sebagian besar adalah keturunan Melayu. Dalam hal tutur kata, sebagian besar warga Kayong Utara menggunakan jenis aksen Melayu dalam bahasa Indonesia mereka, yang agak mirip dengan yang digunakan di Malaysia. Jumlah penduduk menurut agama didominasi oleh pemeluk Islam sebanyak 120.257 jiwa, kemudian Kristen Protestan sebanyak 11.221 jiwa, Katolik 4.431 jiwa, Buddha 4.244 jiwa, dan Konghucu 166 jiwa. Sebanyak 600 orang tercatat menganut kepercayaan lain di luar agama-agama besar tersebut. Fasilitas keagamaan yang terdata terdiri dari 218 masjid, 182 musala, 30 gereja Protestan, 17 gereja Katolik, dan 6 vihara.[5]

Sosial

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2024 tercatat sebanyak 18.880 jiwa, menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar 19.500 jiwa. Persentase penduduk miskin terhadap jumlah penduduk mencapai 14,65 persen, turun dari 15,24 % pada tahun 2023. Garis kemiskinan tahun 2024 tercatat sebesar Rp 586.218 per kapita per bulan, meningkat dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 540.384. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada tahun 2024 sebesar 2,45, lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 2,64. Indeks Keparahan Kemiskinan tercatat sebesar 0,60, juga mengalami penurunan dari angka 0,72 pada tahun 2023. Rasio gini Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2024 berada di angka 0,267. Sebaran rumah tangga penerima bantuan sosial berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosia mencakup Program Keluarga Harapan sebanyak 4.296 rumah tangga, Bantuan Pangan Non Tunai sebanyak 5.820 rumah tangga, dan Program Indonesia Pintar menjangkau 7.824 siswa. Pemerintah juga menyalurkan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional kepada 19.732 peserta yang berasal dari keluarga kurang mampu.[5]

Kesehatan

250px-RSUD_Sultan_Muhammad_Jamaludin%2C_Kayong_Utara.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
RSUD Sultan Muhammad Jamaludin, Kayong Utara

Fasilitas kesehatan di Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2024 terdiri dari 5 rumah sakit, 7 puskesmas, 3 puskesmas pembantu, 11 poliklinik, 12 balai pengobatan, serta 45 posyandu aktif yang tersebar di seluruh kecamatan. Dari sisi tenaga medis, tersedia 7 orang dokter umum, 4 dokter gigi, 2 dokter spesialis, 105 perawat, 81 bidan, serta 12 tenaga kesehatan lainnya. Puskesmas di Kabupaten Kayong Utara rata-rata melayani wilayah kerja seluas 560 km² dengan jumlah penduduk sekitar 13 ribu jiwa per unit, sementara posyandu secara rutin melakukan pelayanan terpadu bagi balita dan ibu hamil. Data pelayanan imunisasi menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 87,49 %, imunisasi campak 89,12 persen, dan imunisasi hepatitis B sebesar 90,07 %. Jumlah bayi yang lahir selama tahun 2024 tercatat sebanyak 1.014 jiwa, dengan angka kematian bayi sebesar 5 kasus. Angka kematian balita dilaporkan sebanyak 4 kasus, sedangkan angka kematian ibu melahirkan sebanyak 1 kasus. Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan melaksanakan berbagai program promotif dan preventif, termasuk layanan kunjungan rumah oleh bidan desa dan kampanye gizi seimbang untuk menekan angka stunting.[5]

Jumlah kasus penyakit menular yang tercatat di Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2024 meliputi 59 kasus tuberkulosis, 18 kasus HIV/AIDS, 102 kasus diare akut, dan 4 kasus demam berdarah dengue. Penyakit tidak menular yang paling banyak dilaporkan adalah hipertensi dengan 1.380 kasus, disusul oleh diabetes melitus sebanyak 268 kasus dan penyakit jantung sebanyak 142 kasus. Pemeriksaan kesehatan rutin melalui puskesmas keliling dilaporkan mencapai 8.954 kunjungan selama tahun berjalan, termasuk pelayanan kesehatan gigi dan mata. Angka kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan mencapai 97,3 % dari total kehamilan yang tercatat, dan 92,8 % persalinan berlangsung di fasilitas kesehatan dengan bantuan tenaga kesehatan profesional. Sebanyak 1.278 ibu menerima pelayanan pasca persalinan dalam waktu 42 hari setelah melahirkan. Untuk pelayanan kesehatan jiwa, tercatat 13 kasus gangguan jiwa berat yang ditangani oleh fasilitas layanan kesehatan primer, sementara pelayanan kesehatan lansia menjangkau 2.047 orang usia di atas 60 tahun melalui posyandu lansia dan klinik geriatri di puskesmas induk.[5]

Ekonomi

Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp 5.375,84 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 4.920,69 miliar. Sektor terbesar berasal dari pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp 2.457,25 miliar, kemudian sektor perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil serta sepeda motor sebesar Rp 624,49 miliar, dan sektor administrasi pemerintahan sebesar Rp 557,84 miliar. Sektor konstruksi memberikan nilai sebesar Rp367,69 miliar, sementara sektor transportasi dan pergudangan menghasilkan Rp 204,12 miliar. Industri pengolahan menyumbang Rp 151,31 miliar terhadap total PDRB. Struktur PDRB atas dasar harga konstan 2010 juga mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang cukup merata antar sektor. Nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2023 mencapai Rp 2.914,91 miliar, naik dari tahun 2022 sebesar Rp 2.751,23 miliar. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kayong Utara tahun 2023 tercatat sebesar 5,94 %, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,31 %. Laju inflasi pada tahun 2023 mencapai 3,12 %, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang berada pada angka 4,05 %. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,23 %, sementara kelompok transportasi hanya mencatat inflasi sebesar 1,06 %.[5]

Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Kayong Utara mencapai 7.169 unit pada tahun 2023, terdiri atas 6.749 usaha mikro, 382 usaha kecil, dan 38 usaha menengah. UMKM ini tersebar di seluruh kecamatan dengan konsentrasi tertinggi berada di Kecamatan Sukadana. Jenis usaha yang paling umum meliputi perdagangan eceran, makanan dan minuman, serta kerajinan tangan dan pengolahan hasil pertanian. Sektor perdagangan besar dan eceran mengalami perkembangan cukup pesat, tercermin dari pertumbuhan nilai sektor ini dalam PDRB dan meningkatnya jumlah toko, kios, serta pasar rakyat yang beroperasi aktif. Fasilitas pasar terdiri atas 7 pasar permanen dan 3 pasar semi permanen yang tersebar di lima kecamatan. Investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing tercatat sebesar Rp 231,25 miliar pada tahun 2023. Penanaman modal terbesar berada di sektor perkebunan, perdagangan, serta perikanan tangkap. Pemerintah daerah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu telah menerima dan memproses 2.718 permohonan perizinan usaha selama tahun 2023. Perizinan terbanyak berasal dari sektor perdagangan dan jasa, diikuti oleh industri rumah tangga serta konstruksi bangunan sederhana. Arus barang dan jasa didukung oleh 5 pelabuhan lokal aktif serta 1 pelabuhan utama di Teluk Melano yang melayani rute logistik domestik antar-pulau.[5]

Komoditas

Sektor pertanian di Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2024 didominasi oleh produksi padi sawah dan jagung sebagai komoditas utama tanaman pangan. Luas panen padi sawah mencapai 2.036 ha dengan total produksi sebesar 8.456 ton gabah kering giling, menghasilkan produktivitas rata-rata 4,15 ton per ha. Tanaman jagung ditanam pada lahan seluas 70 hektare dengan produksi 196 ton, menghasilkan produktivitas rata-rata sebesar 2,80 ton per ha. Komoditas sayuran juga menunjukkan angka produksi signifikan, antara lain cabai rawit sebanyak 54 ton, tomat 40 ton, sawi 20 ton, dan bayam 16 ton. Produksi buah-buahan meliputi pisang sebanyak 628 ton, mangga 76 ton, pepaya 80 ton, dan semangka 126 ton. Tanaman obat seperti jahe dan lengkuas masing-masing menghasilkan 10 ton dan 5 ton. Kegiatan pertanian tersebar di enam kecamatan dengan Kecamatan Simpang Hilir dan Sukadana sebagai sentra utama produksi padi. Dukungan terhadap petani diwujudkan dalam bentuk penyediaan pupuk bersubsidi dan bantuan alat mesin pertanian seperti traktor roda dua dan pompa air. Petani di wilayah ini tergabung dalam Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani yang aktif dalam distribusi input produksi serta pemasaran hasil panen. Jumlah tenaga kerja pertanian terus meningkat seiring dengan ekspansi lahan pertanian baru serta program intensifikasi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten.[5]

Perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas unggulan dengan total luas areal mencapai 32.406 ha dan produksi tandan buah segar sebanyak 632.260 ton pada tahun 2024. Komoditas lainnya yaitu kelapa dengan luas tanam 6.352 ha dan produksi 4.208 ton kopra, karet seluas 4.106 ha dengan produksi getah sebesar 1.034 ton, serta lada seluas 176 ha yang menghasilkan 112 ton lada kering. Sektor peternakan menunjukkan populasi sapi potong sebanyak 2.374 ekor, kerbau 21 ekor, kambing 1.912 ekor, dan ayam kampung sebanyak 74.260 ekor. Produksi daging sapi mencapai 140 ton, daging kambing 20 ton, serta daging ayam kampung 98 ton. Ternak unggas didominasi oleh ayam kampung dan itik dengan populasi 12.460 ekor, menghasilkan telur sebanyak 460 ribu butir sepanjang tahun. Perikanan tangkap laut memberikan kontribusi terbesar dengan volume produksi sebesar 10.602 ton, didominasi oleh ikan tongkol, tenggiri, dan kakap. Jumlah kapal nelayan tercatat sebanyak 1.416 unit, terdiri atas kapal tanpa motor dan kapal motor di bawah 5 GT. Perikanan budidaya menghasilkan 2.685 ton ikan konsumsi yang berasal dari budidaya air payau dan air tawar, antara lain ikan bandeng, lele, dan nila. Dukungan pemerintah terhadap sektor ini meliputi penyediaan benih ikan, pakan, bantuan keramba, dan pelatihan teknis budidaya kepada kelompok pembudidaya ikan di kecamatan Pulau Maya Karimata dan Teluk Batang.[5]

Pendidikan

Jumlah lembaga pendidikan formal di Kabupaten Kayong Utara tahun ajaran 2023/2024 terdiri dari 99 Sekolah Dasar, 26 Sekolah Menengah Pertama, 7 Sekolah Menengah Atas, dan 5 Sekolah Menengah Kejuruan. Pada jenjang dasar, terdapat 16.013 murid dan 1.149 guru. Jenjang SMP memiliki 4.836 murid dan 465 guru. SMA memiliki 1.681 murid dengan 170 guru, sementara SMK memiliki 726 murid dan 94 guru. Madrasah Ibtidaiyah berjumlah 13 sekolah dengan total 1.406 siswa dan 144 guru. Madrasah Tsanawiyah terdiri dari 6 sekolah, dihuni oleh 1.128 siswa dengan 115 guru. Madrasah Aliyah hanya berjumlah 3 sekolah dengan 368 siswa dan 59 guru. Di jenjang PAUD dan pendidikan anak usia dini lainnya, terdapat 69 lembaga TK dengan jumlah murid 2.233 dan 243 guru. Pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C juga diselenggarakan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, meskipun data detail peserta dan pengajar tidak tercantum dalam format agregat. Sekolah Luar Biasa berjumlah satu unit, melayani kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus, dengan jumlah murid sebanyak 37 orang dan guru 15 orang. Pemerintah daerah juga mengelola satu unit Sanggar Kegiatan Belajar sebagai pusat pelatihan pendidikan non-formal untuk warga dewasa.[5]

Angka Partisipasi Murni jenjang Sekolah Dasar mencapai 99,95 % dan jenjang SMP sebesar 81,57 %. Angka Partisipasi Kasar untuk Sekolah Dasar tercatat sebesar 108,06 % dan untuk jenjang SMP sebesar 93,17 %. APM Sekolah Menengah Atas berada pada angka 67,65 % dan APK mencapai 86,84 %. Data ini menunjukkan bahwa sebagian peserta didik masih berada di luar jenjang usia ideal pendidikan formal, khususnya di tingkat atas. Angka Melek Huruf untuk penduduk usia 15 tahun ke atas tercatat sebesar 97,73 %, dengan perempuan sebesar 97,49 % dan laki-laki sebesar 97,98 %. Kelompok usia 15–24 tahun memiliki angka melek huruf sebesar 99,91 %, sedangkan kelompok usia 60 tahun ke atas hanya sebesar 84,23 %. Pemerintah daerah belum memiliki perguruan tinggi negeri maupun swasta di dalam wilayah administratif Kabupaten Kayong Utara. Mahasiswa asal kabupaten ini sebagian besar melanjutkan studi ke luar daerah, dan belum terdapat institusi pendidikan tinggi vokasi, politeknik, ataupun universitas terbuka yang aktif secara penuh di wilayah tersebut.[5]

Pariwisata

Pantai Pulau Datok

250px-Pantai_Pulau_Datok.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Indahnya Pantai Pulau Datok

Pantai Pulau Datok adalah salah satu taman wisata alam yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Palung dan memiliki panorama alam perpaduan antara pantai dan bukit serta teluk merupakan tempat yang ideal untuk parawisata. Pada saat musim liburan dan lebaran, pengunjung akan semakin banyak datang ke pantai Pulau Datok.[6]

Kota Sukadana

250px-Dragon_dance_in_Sukadana%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tarian naga liong di Sukadana

Pada Desember - Januari, penduduk setempat di Sukadana sedang panen durian. Biasanya tiap panen besar atau disebut buah raya, penduduk banyak membuat dodol durian yang di daerah setempat disebut lempok, lempok-lempok produksi Kabupaten Kayong Utara ini sudah sering dipamerkan pada acara-acara jajanan daerah, bahkan sudah menembus pasar dunia.[butuh rujukan]

Durian asli dari daerah ini juga sering dijual keluar kabupaten dan biasanya tujuan utamanya ke daerah Kabupaten Ketapang. Selain memiliki rasa yang khas durian dari Sukadana ini juga memiliki keanekaragaman varitasnya, sehingga cocok untuk para ilmuwan yang akan meneliti buah durian di kawasan ini.

Tak hanya durian, monyet, hewan dan orang utan (Pongo pygmaeus) pada saat panen durian juga datang ke kebun-kebun buah pada siang hari, sehingga saat ini juga merupakan saat yang tepat untuk meneliti perilaku satwa orang hutan langsung di habitatnya. Jadi sambil berwisata kuliner pegunjung juga dapat menikmati kehidupan binatang liar yang tedapat di daerah Sukadana ini.

Pranala luar

Referensi

  1. Perolehan Kursi DPRD Kayong Utara 2014-2019
  2. Perolehan Kursi DPRD Kayong Utara 2019-2024
  3. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  4. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Utara, Badan Pusat Statistik Kabupaten Kayong. "Kabupaten Kayong Utara Dalam Angka 2025". kayongutarakab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-18.
  6. Fita, Admin (2024-12-29). "Distributor Mesin Depot Air Minum di Kayong Utara Kalbar Terbaru [year]". AirMinum. Diakses tanggal 2025-05-11.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan