Senin, 21 September 2026
04:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Katar

Artikel ini bukan mengenai Qatar.
Katar
Nama lainRadang kataral
Pelafalan
SpesialisasiPulmonologi

Katar (Bahasa Inggris: Catarrh, /kəˈtɑːr/ kə-TAR) atau radang kataral adalah peradangan selaput lendir di salah satu saluran napas atau rongga tubuh,[1][2] biasanya merujuk pada tenggorokan dan sinus paranasal. Hal ini dapat mengakibatkan eksudat lendir kental dan sel darah putih yang disebabkan oleh pembengkakan selaput lendir di kepala sebagai respons terhadap infeksi. Ini merupakan gejala yang biasanya dikaitkan dengan flu biasa, faringitis, dan batuk berdahak, tetapi juga dapat ditemukan pada pasien dengan adenoiditis, otitis media, sinusitis atau radang amandel. Ingus yang dihasilkan oleh katar dapat keluar atau menyebabkan penyumbatan yang dapat menjadi kronis.

250px-Catarrh_ad.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Iklan tahun 1896 untuk Elys Cream Balm, obat untuk katar.

Kata "Catarrh" banyak digunakan dalam pengobatan sejak sebelum era ilmu kedokteran, yang menjelaskan mengapa kata ini memiliki berbagai arti dan dalam teks-teks lama mungkin sinonim dengan, atau samar-samar tidak dapat dibedakan dari, flu biasa, nasofaringitis, faringitis, rinitis, atau sinusitis. Kata ini tidak lagi banyak digunakan dalam praktik medis Amerika, sebagian besar karena kata-kata yang lebih tepat tersedia untuk penyakit tertentu. Bahkan, sejauh masih digunakan, kata ini tidak lagi dipandang secara nosologis sebagai entitas penyakit tetapi sebagai gejala, tanda, atau sindrom dari keduanya. Istilah "Catarrh" ditemukan dalam sumber-sumber medis dari Inggris.[3] Kata ini juga umum dalam pengobatan tradisional Appalachia, di mana tumbuhan obat telah digunakan untuk mengobati peradangan dan drainase yang terkait dengan kondisi tersebut.[4]

Relevansi klinis

Karena fungsi telinga manusia dalam mengatur tekanan di daerah kepala, penyumbatan katar juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan selama perubahan tekanan atmosfer.

Etimologi

Kata catarrh berasal dari bahasa Prancis abad ke-15 yakni catarrhe, bahasa Latin yakni catarrhus, dan bahasa Yunani Kuno yakni καταρρεῖν[5] (katarrhein. kata- = "turun" dan rhein = "mengalir.") Oxford English Dictionary mengutip terjemahan Thomas Bowes dari Pierre de la Primaudaye dalam The [second part of the] French academic (1594): "Secara rutin tersedak oleh katar, yang seperti banjir air, mengalir ke bawah."[6]

Lihat juga

  • Alergi  Kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara tidak normal terhadap zat asing.
  • Rinitis alergi  Penyakit pada manusia
  • Rinitis
  • Rheum – Lendir yang secara alami keluar dari mata, hidung, atau mulut saat tidur.

Referensi

  1. "Catarrh - Definition and More from the Free Merriam-Webster Dictionary". Merriam-webster.com. Diakses tanggal November 8, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Chronic Catarrh — Its Symptoms, Causes and Effects. — A Few Practical Remarks by Dr. Lighthill, Author of "A Popular Treatise on Deafness", "Letters on Catarrh." No. 34 St. Mark's-Place, New-York. Symptoms of Catarrh. Causes of Catarrh. Treatment of Catarrh. From J.S. Beecher, Esq., firm of Ives, Beecher and Co., No. 98 Front-St. From Maj. Alvin Walker, Paymaster, U.S.A. From W. Larrabee, Esq. - Article". The New York Times. 3 Maret 1865. Diakses tanggal November 8, 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Catarrh". nhs.uk. 2022-05-06. Diakses tanggal 2022-08-30.
  4. "A Guide to Medicinal Plants of Appalachia" (PDF). 1969. Diakses tanggal Mei 12, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Catarrh" . Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press.
  6. "catarrh". OED Online. Oxford University Press. Diakses tanggal Mei 12, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Klasifikasi
Lihat entri katar di kamus bebas Wikikamus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan