Senin, 26 Oktober 2026
16:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kerak kerbau

Kerak kerbau

spesies burung

Bagikan:
"jalak ungu" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat jalak ungu (disambiguasi).
Untuk spesies lain dari genus yang sama yang juga disebut jalak ungu, lihat kerak sulawesi.
Kerak kerbau
250px-Javan_Myna_%28Acridotheres_javanicus%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Sturnidae
Genus: Acridotheres
Spesies:
A. javanicus
Nama binomial
Acridotheres javanicus

Kerak kerbau (Acridotheres javanicus) atau juga dikenal sebagai jalak kebo, jalak hitam, jalak ungu, dan jalak penyu adalah spesies burung yang merupakan termasuk familia jalak.[2] Burung ini menyebar luas di Asia Timur, Asia Tenggara dan Kepulauan Indonesia bagian barat.

Deskripsi

Berukuran sedang (25 cm). Diselimuti bulu berwarna abu-abu tua (hampir hitam)/ungu kehitaman (hampir hitam) pada kepala, sayap, dan ekor,[2] kecuali bercak putih pada bulu primer (yang terlihat mencolok sewaktu terbang), serta tunggir dan ujung ekor yang berwarna putih.[3] Jambulnya pendek. Mirip kerak jambul, perbedaan terletak pada lebar warna putih pada ujung ekor, yang mana kalau jalak hitam memiliki warna putih lebih lebar daripada kerak jambul,[4] warna paruh yang kuning, dan tunggir yang putih.[5] Burung remaja berwarna lebih coklat. Iris jingga; paruh dan kaki kuning.[3][6]

Postur tubuh burung jalak hitam jantan lebih panjang ketimbang betina. Tatapan matanya pun lebih tajam. Betina juga bisa berkicau sebagaimana pejantan.[7]

Kicauannya berbunyi parau dengan nada berkeriut “ciriktetowi“; juga berbagai siulan dan nada berderik “criuk, criuk” yang khas, terutama sewaktu terbang.[3] Kadang meniru kicauan burung lain. Belum tersedia rekaman suara yang diambil di wilayah Indonesia.[6]

Karena kicauannya yang bagus inilah, jalak hitam banyak dicari. Apalagi spesies bermata dan kaki putih, mentalnya amatlah berani dan jalak hitam pun termasuk hewan yang rajin berkicau dengan variasi yang harmonis.[2]

Persebaran dan habitat

250px-Sturnus_ex_albo_et_fusco_varius_Bengalensis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karena spesies jalak suren lebih sedikit daripada jalak hitam, maka harga jalak hitam lebih murah.

Burung ini menyebar luas di Asia bagian timur, mulai dari Bangladesh hingga ke Tiongkok selatan, Pulau Jawa, dan Sulawesi.[8] Merupakan jenis jalak yang paling umum di sekitar kota dan lahan garapan di Jawa dan Bali.[9] Tersebar di Asia Tenggara kecuali di Semenanjung Malaya; diintroduksi ke Sumatra.[10]

Diintroduksi ke Taiwan, Thailand tenggara, Singapura, Puerto Rico, serta juga ke Pulau Honshu, Jepang.[4] Kadang diperlakukan sebagai ras dari kerak india (Acridotheres fuscus), ada juga yang memasukkannya sebagai ras dari kerak besar (Acridotheres grandis).[3] Introduksi ke Singapura bermula pada tahun 1925, semenjak itu jalak hitam termasuk spesies jalak yang paling banyak di Singapura selain kerak ungu.[11][12]

Populasi di Sumatra, kemungkinan besar terbentuk dari burung peliharaan yang terlepas, terutama dari daerah Medan, dan saat ini telah tersebar di seluruh pulau Sumatra.[3]

Karena spesies ini lebih banyak daripada jalak suren, maka harga jalak hitam lebih murah daripada jalak suren.[2] Habitatnya di padang rumput, sawah, kebun, mangrove, pedesaan, perkotaan. Tersebar sampai ketinggian 1.500 m dpl.[6] Jalak hitam berhabitat asli di lubang-lubang pohon besar.[13]

Kebiasaan

Jalak hitam hidup dalam kelompok besar atau kecil. Sebagian besar mencari makan di padang rumput, pemukiman, lahan pertanian, dan di kota.[14] Di alam bebas, jalak hitam sering mendatangi areal yang menjadi ladang penggembalaan kerbau. la senang bertengger di punggung kerbau, sambil mencari kutu yang menempel di tubuh kerbau tersebut.[15] Oleh sebab itu, ia dikenal sebagai jalak kerbau.[7][2] la juga senang mencari makanan di tanah. Makanan apapun yang ditemukannya di tanah langsung disantap.[7]

Apabila hewan ini dalam pemeliharaan kita, hendaknya diberi makan berupa voer dan serangga seperti jangkrik, ulat hongkong, atau ulat bambu.[2] Lubang atau pelepah pohon dijadikannya tempat untuk kawin di musim kawin. Apabila hendak tidur, ia mengeluarkan suara khusus.[16] Selain memakan kutu, ia juga memakan buah-buahan, seperti pisang dan pepaya, [17] serangga seperti belalang, jangkrik dan cacing tanah.[7][15] Sarangnya terdapat di lubang pohon. Telur berwarna hijau biru pucat, jumlahnya 2-3 butir. Berkembang-biak pada bulan Mei-November.[6]

Dalam kebudayaan dan pemanfaatan

Sebelum banyak dipelihara penggemar burung, ia biasa dijual di restoran sebagai menu burung goreng seperti halnya burung tekukur. Umumnya, jalak hitam digemari penggemar burung kelas bawah. Orang Sunda menyebut ini sebagai kerak,[16] tapi orang Jawa menyebut burung ini jalak kaleng karena bunyi teriakannya seperti bunyi kaleng yang dipukul-pukul.[2]

Untuk penyakit sesak nafas, bakarlah daging burung ini hingga benar-benar masak. Lalu tambahkan dengan sedikit asam, garam, lombok, merica/lada, serta gula jawa yang telah ditumbuk halus. Makanlah secara rutin ramuan daging jalak bakar ini 3 kali sehari.[18]

Jalak yang paling pintar adalah jalak hitam, ia dapat meniru suara manusia, suaranya tidak jauh beda dengan beo. Karena populasinya yang berkurang di Pulau Jawa, pedagang burung di Jawa mengandalkan populasi di Sumatra.[19] Penggemar burung menjadikannya sebagai burung rumahan. Namun, ada juga yang memeliharanya untuk dijadikan burung master, atau pengisi suara burung-burung ocehan lainnya.[19][7]

Bahkan, pada tahun baru 2012 yang lalu, di sebuah kota kecil di Arkansas, Kota Beebe diketahui sebanyak 5000 ekor burung jalak hitam secara tiba-tiba jatuh dari langit. Kejadian ini merupakan kedua kalinya setiap kali pergantian tahun baru.[20]

Pada tahun 2011 yang lalu, Antara menulis penyebabnya adalah kembang api. Adapaun, penyebab lainnya adalah sambaran petir. Namun, pada saat itu tidak ada petir. Padahal, polisi telah berulang-ulang mengingatkan masyarakat supaya tidak menyalakan kembang api sewaktu tahun baru.[20]

Bahasa lain

Referensi

Catatan bawah

  1. ↑ IUCN Detail 103871334
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Sudrajat 1997, hlm. 34.
  3. 1 2 3 4 5 Kutilang Indonesia, Kerak kerbau.
  4. 1 2 Brazil 2009, hlm. 392.
  5. ↑ FOBI, Acridotheres javanicus.
  6. 1 2 3 4 SBW, Javan Myna. sfn error: tanpa target: CITEREFSBW,_Javan_Myna (bantuan)
  7. 1 2 3 4 5 ANF Bird Farm, Jenis-jenis Jalak.
  8. ↑ King, B., M. Woodcock, E.C. Dickinson. 1975. A Field Guide to the Birds of South-East Asia. Collins, London. p. 410-411
  9. ↑ MacKinnon, J. 1993. Panduan Lapangan Pengenalan Burung-burung di Jawa dan Bali. Gadjah Mada Univ. Press. hal. 353-354
  10. ↑ MacKinnon, J., K. Phillipps, B. van Balen 2000. Burung-burung di Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. Puslitbang Biologi LIPI, Bogor. hal. 396
  11. ↑ RMBR, Acridotheres javanicus:Cabanis, 1851.
  12. ↑ Edumall.sg, Introduction.
  13. ↑ Hermawan 2012, hlm. 99.
  14. ↑ Ayat 2011, hlm. 93. sfn error: tanpa target: CITEREFAyat2011 (bantuan)
  15. 1 2 Hermawan 2012, hlm. 100.
  16. 1 2 Turut 2010, hlm. 80.
  17. ↑ Turut 2010, hlm. 81.
  18. ↑ Artikel Kesehatan, Jalak hitam.
  19. 1 2 Suara Merdeka, Jalak Hitam Bisa. sfn error: banyak target (2×): CITEREFSuara_Merdeka,_Jalak_Hitam_Bisa (bantuan)
  20. 1 2 Ribuan jalak hitam, Bisnis Indonesia. sfn error: tanpa target: CITEREFRibuan_jalak_hitam,_Bisnis_Indonesia (bantuan)
  21. 1 2 3 4 Avibase, Kerak Kerbau (Acridotheres javanicus).

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan