Senin, 21 September 2026
02:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
BirdLife International

BirdLife International

BirdLife International
250px-BirdLife_International_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal pendirian20 Juni 1922;104 tahun lalu (1922-06-20)
JenisLSM
TujuanKonservasi
Kantor pusatBritania Raya Cambridge, Britania Raya
Wilayah layanan
Seluruh dunia
Ketua
Braulio Ferreira de Souza Dias
Ketua Pelaksana
Patricia Zurita
Situs webwww.birdlife.org
Nama sebelumnya
International Council for Bird Preservation

BirdLife International (dulu bernama International Council for Bird Preservation) adalah organisasi konservasi international yang bergiat dengan keterlibatan masyarakat untuk melindungi semua jenis burung di dunia dan habitatnya. Organisasi ini memiliki lebih dari 2,5 juta anggota di 116 organisasi mitra, termasuk Burung Indonesia, RSPB, Gibraltar Ornithological & Natural History Society (GONHS), National Audubon Society, Bombay Natural History Society, Birds Australia, Royal Forest and Bird Protection Society of New Zealand, Nature Seychelles, Malaysian Nature Society, dan BirdWatch Ireland.

Birdlife International adalah otoritas ilmiah pada status keterancaman seluruh jenis burung di dunia dengan jenis-jenis burung yang terancam punah secara global tercatat dalam Red List dengan IUCN sebagai badan konservasi pengelolanya. BirdLife International telah mengidentifikasi 13.000 Burung Penting dan Kawasan Keanekaragaman Hayati. Pada 2015, BirdLife International telah menetapkan bahwa 1.375 spesies burung (13% dari total) sebagai terancam punah (Terancam kritis, terancam punah, atau rentan).[1]

BirdLife International menerbitkan majalah triwulanan, BirdLife: The Magazine, yang berisi berita terbaru dan artikel resmi tentang burung dan pelestariannya.[2][3]

Presiden organisasi ini saat ini adalah Princess Takamado dari Jepang.

Sejarah

BirdLife International didirikan pada tahun 1922 sebagai Dewan Internasional untuk Perlindungan Burung oleh Ahli Ornitologi Amerika T. Gilbert Pearson dan Jean Theodore Delacour. Organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Komite Internasional untuk Pelestarian Burung (International Committee for Bird Preservation) pada tahun 1928, Dewan Internasional untuk Pelestarian Burung (International Council for Bird Preservation) pada tahun 1960, dan BirdLife International pada tahun 1993.[4]

Program

250px-ICBP_warden_La_Digue_Seychelles_1970s.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang sipir dengan tanda ICBP di seragamnya di La Digue, Seychelles, pada tahun 1970-an

BirdLife International memiliki sembilan program konservasi yang dilaksanakan di Afrika, Amerika, Asia, Eropa dan Asia Tengah, Timur Tengah, dan Pasifik.[5] Program-program tersebut memberikan kerangka kerja untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi konservasi termasuk Program Kawasan Burung dan Keanekaragaman Hayati yang Penting,[6] Program Kelautan,[7] Program Pencegahan Kepunahan,[8][9] dan Program Jalur Terbang.[10]

Referensi

  1. "Birds". iucn.org. 19 Januari, 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-04.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. "BirdLife's World Bird Club". BirdLife International. Diakses tanggal 30 Agustus, 2015.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. "BirdLife: The Magazine". BirdLife (dalam bahasa American English).
  4. "Our History". BirdLife International. Diakses tanggal 30-08-2015.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  5. "Regions". BirdLife International. Diakses tanggal 30 Agustus, 2015.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  6. Donald, Paul F.; Fishpool, Lincoln D. C.; Ajagbe, Ademola; Bennun, Leon A.; Bunting, Gill; Burfield, Ian J.; Butchart, Stuart H. M.; Capellan, Sofia; Crosby, Michael J.; Dias, Maria P.; Diaz, David (Juni 2019). "Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs): the development and characteristics of a global inventory of key sites for biodiversity". Bird Conservation International (dalam bahasa Inggris). 29 (2): 177–198. doi:10.1017/S0959270918000102. ISSN 0959-2709.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "New research shows sustainable fishing and conservation can coexist". MercoPress (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 08-07-2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  8. Platt, John R. "Nextinction: Ralph Steadman Goes Gonzo for Endangered Birds". Scientific American Blog Network (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 08-07-2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  9. Stevens, Cressida (01-07-2019). "New Partnership To Protect Underdog Species From Direct Threats - Four leading NGOs have joined forces through Restore Species to tackle illegal and unsustainable hunting & trade as well as poisoning of animal species worldwide". Conservation Frontlines (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 08-07-2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  10. "What Saudi Arabia, neighbors are doing to protect bird migratory routes in the Middle East". Arab News (dalam bahasa Inggris). 11-05-2019. Diakses tanggal 08-07-2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan