Minggu, 08 November 2026
22:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
BirdLife International

BirdLife International

Bagikan:
BirdLife International
250px-BirdLife_International_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal pendirian20 Juni 1922;104 tahun lalu (1922-06-20)
JenisLSM
TujuanKonservasi
Kantor pusatBritania Raya Cambridge, Britania Raya
Wilayah layanan
Seluruh dunia
Ketua
Braulio Ferreira de Souza Dias
Ketua Pelaksana
Patricia Zurita
Nama sebelumnya
International Council for Bird Preservation
Situs webwww.birdlife.org

BirdLife International (dulu bernama International Council for Bird Preservation) adalah organisasi konservasi international yang bergiat dengan keterlibatan masyarakat untuk melindungi semua jenis burung di dunia dan habitatnya. Organisasi ini memiliki lebih dari 2,5 juta anggota di 116 organisasi mitra, termasuk Burung Indonesia, RSPB, Gibraltar Ornithological & Natural History Society (GONHS), National Audubon Society, Bombay Natural History Society, Birds Australia, Royal Forest and Bird Protection Society of New Zealand, Nature Seychelles, Malaysian Nature Society, dan BirdWatch Ireland.

Birdlife International adalah otoritas ilmiah pada status keterancaman seluruh jenis burung di dunia dengan jenis-jenis burung yang terancam punah secara global tercatat dalam Red List dengan IUCN sebagai badan konservasi pengelolanya. BirdLife International telah mengidentifikasi 13.000 Burung Penting dan Kawasan Keanekaragaman Hayati. Pada 2015, BirdLife International telah menetapkan bahwa 1.375 spesies burung (13% dari total) sebagai terancam punah (Terancam kritis, terancam punah, atau rentan).[1]

BirdLife International menerbitkan majalah triwulanan, BirdLife: The Magazine, yang berisi berita terbaru dan artikel resmi tentang burung dan pelestariannya.[2][3]

Presiden organisasi ini saat ini adalah Princess Takamado dari Jepang.

Sejarah

BirdLife International didirikan pada tahun 1922 sebagai Dewan Internasional untuk Perlindungan Burung oleh Ahli Ornitologi Amerika T. Gilbert Pearson dan Jean Theodore Delacour. Organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Komite Internasional untuk Pelestarian Burung (International Committee for Bird Preservation) pada tahun 1928, Dewan Internasional untuk Pelestarian Burung (International Council for Bird Preservation) pada tahun 1960, dan BirdLife International pada tahun 1993.[4]

Program

250px-ICBP_warden_La_Digue_Seychelles_1970s.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang sipir dengan tanda ICBP di seragamnya di La Digue, Seychelles, pada tahun 1970-an

BirdLife International memiliki sembilan program konservasi yang dilaksanakan di Afrika, Amerika, Asia, Eropa dan Asia Tengah, Timur Tengah, dan Pasifik.[5] Program-program tersebut memberikan kerangka kerja untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi konservasi termasuk Program Kawasan Burung dan Keanekaragaman Hayati yang Penting,[6] Program Kelautan,[7] Program Pencegahan Kepunahan,[8][9] dan Program Jalur Terbang.[10]

Referensi

  1. ↑ "Birds". iucn.org. 19 Januari, 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-04.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ "BirdLife's World Bird Club". BirdLife International. Diakses tanggal 30 Agustus, 2015.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. ↑ "BirdLife: The Magazine". BirdLife (dalam bahasa American English).
  4. ↑ "Our History". BirdLife International. Diakses tanggal 30-08-2015.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  5. ↑ "Regions". BirdLife International. Diakses tanggal 30 Agustus, 2015.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  6. ↑ Donald, Paul F.; Fishpool, Lincoln D. C.; Ajagbe, Ademola; Bennun, Leon A.; Bunting, Gill; Burfield, Ian J.; Butchart, Stuart H. M.; Capellan, Sofia; Crosby, Michael J.; Dias, Maria P.; Diaz, David (Juni 2019). "Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs): the development and characteristics of a global inventory of key sites for biodiversity". Bird Conservation International (dalam bahasa Inggris). 29 (2): 177–198. doi:10.1017/S0959270918000102. ISSN 0959-2709.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "New research shows sustainable fishing and conservation can coexist". MercoPress (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 08-07-2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  8. ↑ Platt, John R. "Nextinction: Ralph Steadman Goes Gonzo for Endangered Birds". Scientific American Blog Network (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 08-07-2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  9. ↑ Stevens, Cressida (01-07-2019). "New Partnership To Protect Underdog Species From Direct Threats - Four leading NGOs have joined forces through Restore Species to tackle illegal and unsustainable hunting & trade as well as poisoning of animal species worldwide". Conservation Frontlines (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 08-07-2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  10. ↑ "What Saudi Arabia, neighbors are doing to protect bird migratory routes in the Middle East". Arab News (dalam bahasa Inggris). 11-05-2019. Diakses tanggal 08-07-2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan