Jumat, 06 November 2026
21:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kembang api

Kembang api

Bagikan:
500px-OperaSydney-Fuegos2006-342289398.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sydney memiliki salah satu perayaan Tahun Baru terbesar di dunia.
250px-Firework_Yodogawa_Osaka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kembang api di Yodogawa, Osaka, Jepang

Kembang api adalah bahan peledak berdaya ledak rendah piroteknik yang digunakan umumnya untuk estetika dan hiburan. Salah satu bentuk kembang api yang umum adalah dalam pertunjukan kembang api. Kembang api menghasilkan empat efek primer: suara, cahaya, asap, dan bahan terbang (contohnya confetti). Kembang api dirancang agar dapat meletus sedemikian rupa dan menghasilkan cahaya yang berwarna-warni seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, dan perak. Pertunjukan kembang api umum di seluruh dunia dan merupakan titik pertemuan banyak pesta kultural dan religius.

Sejarah

Kembang api pertama kali ditemukan di Tiongkok kuno sekitar abad ke-2 SM. Awalnya, mereka menggunakan batang bambu yang meledak ketika dipanaskan karena udara di dalamnya mengembang. Orang Tiongkok percaya suara ledakan ini bisa mengusir roh jahat.[1] Pada abad ke-7 hingga ke-10 M, seorang alkemis Tiongkok menciptakan bubuk mesiu dengan mencampur kalium nitrat, sulfur, dan arang. Bubuk mesiu ini digunakan untuk menciptakan kembang api buatan dengan memasukkannya ke dalam bambu atau tabung kertas.[1] Pada masa Dinasti Song (960-1279), kembang api sebagai produk sampingan dari bubuk mesiu mulai digunakan sebagai alat perayaan.[2] Perayaan dan festival seperti Tahun Baru Imlek dan Festival Bulan pada pertengahan musim gugur masih dilengkapi dengan kembang api. Tiongkok adalah penghasil dan pengekspor kembang api terbesar di dunia.

Kembang api dibawa ke Eropa pada abad ke-13. Pada abad ke-15, kembang api mulai digunakan secara luas untuk acara-acara keagamaan dan hiburan umum. Orang Italia menjadi pelopor dalam memproduksi kembang api di Eropa, dan para penguasa Eropa menggunakannya untuk perayaan dan menarik perhatian rakyat mereka.[1]

Pembuatan

Kembang api dibuat dari berbagai bahan kimia. Warna-warna yang dihasilkan merupakan kombinasi yang rumit dari berbagai bahan kimia. Unsur yang sering digunakan untuk pembuatan kembang api antara lain adalah magnesium, natrium, fransium, litium, boron, kalium, kalsium dan berbagai oksidator.

Referensi

  1. 1 2 3 "History of Fireworks". www.americanpyro.com. Diakses tanggal 2024-12-26.
  2. ↑ "The History of Fireworks: From Ancient China to the Present Day". History Hit (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2024-12-26.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Fireworks.
Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan