Kamis, 22 Oktober 2026
17:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Ulat penggulung daun pisang

Ulat penggulung daun pisang

spesies serangga

Bagikan:
Palm redeye
250px-Erionota_thrax.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Erionota_thrax1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Lepidoptera
Famili: Hesperiidae
Genus: Erionota
Spesies:
E. thrax
Nama binomial
Erionota thrax
(Linnaeus, 1767)
Sinonim
  • Papilio thrax Linnaeus, 1767

Erionota thrax yang umumnya diketahui dengan nama ulat penggulung daun pisang atau Ulat Tuyung[1] adalah termasuk anggota kupu-kupu yang terdapat dalam familia Hesperiidae. Ia ditemukan dari India, Asia Tenggara hingga Papua New Guinea. Lalu, ke arah China Selatan. Ia merupakan spesies yang terintroduksi ke Kepulauan Pasifik, termasuk Kepulauan Solomon dan Hawaii. Ia juga tercatat berasal dari Mauritius.

Deskripsi

Ulat penggulung daun pisang merupakan sejenis kupu-kupu pisang, dengan sayap berwarna coklat dan bercak kuning pada pasangan sayap depan.[2] Sedangkan, sewaktu masih menjadi ulat, kepalanya hitam, badannya putih, gilig, agak mengecil di depan dan belakang, bergaris tengah 8 mm, dan panjangnya 6 cm. Kepompongnya berwarna putih, gilig, meruncing ke belakang, sebesar kelingking. Adapun ulat dan kepompongnya lebih dikenal ketimbang kupu-kupunya.[2]

Musuh Alami

Parasitoid merupakan musuh alami yang menyerang Erionota thrax. Parasitoid ini umumnya menyerang pada stadia telur, larva, dan pupa. Parasitoid telur yang sudah pernah dilaporkan berasal dari famili Encyrtidae, Eulophidae, Pteromalidae, dan Eupelmidae. Parasitoid larva yang sudah pernah dilaporkan berasal dari famili Braconidae, Tachinidae, dan Ichneumonidae. Parasitoid pupa yang pernah dilaporkan berasal dari famili Chalcididae, dan Ichneumonidae.[3][4]

Referensi

  1. ↑ Indra Putra, Ichsan Luqmana (2019-03-13). "ULAT PENGGULUNG DAUN PISANG Erionota thrax L. (Lepidoptera: Hesperiidae) DAN PARASITOIDNYA DI KEBUN PLASMA NUTFAH PISANG YOGYAKARTA". Gontor AGROTECH Science Journal. 4 (2): 125. doi:10.21111/agrotech.v4i2.2645. ISSN 2477-5800.
  2. 1 2 Sastrapradja, Setijati; Adisoemarto, Soenartono; Anggraitoningsih, Woro; Mussadarini, Bernadetta; Rahayuningsih, Yayuk; Suyanto, Agustinus (1980). Sumber Protein Hewani. 2. hal. 120-121. Jakarta:Balai Pustaka.
  3. ↑ http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/47093
  4. ↑ http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1887


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan