Rabu, 04 November 2026
08:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Islam di Kazakhstan

Islam di Kazakhstan

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Islam menurut negara
250px-Islam_percent_population_in_each_nation_World_Map_Muslim_data_by_Pew_Research.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PortalIslam

Islam adalah agama paling utama yang dianut di Kazakhstan. Bersamaan dengan kelompok etnik Muslim yang lain, termasuk orang Uzbek, orang Uyghur dan orang Tatar,[1] orang Kazakh adalah etnik yang terdiri dari lebih dari separuh jumlah penduduk menyebabkan penduduk beragama Islam menjadi sekitar 70% dari jumlah penduduk di Kazakhstan.[2] Sebagian besar orang Kazakh adalah Muslim Sunni dari mazhab Hanafi.[3] Islam dibawa oleh orang Arab ke Kazakhstan dan mencapai kawasan ini untuk pertama kali pada abad ke-8.[4]

Sejarah


Islam dibawa kepada orang Kazakh pada abad ke-8 saat orang Arab sampai di Asia Tengah. Islam pertama kali menyebar di bagian-bagian selatan Turkestan dan kemudian berangsur-angsur tersebar ke utara.[5] Raja-raja Samanid juga membantu menyebarkan Islam menerusi kegiatan dakwah mereka, khususnya di sekitar kawasan yang berdekatan dengan Taraz.[6] Pada akhir 1300-an, Angkatan Kencana juga menyebarkan Islam kepada orang Kazakh dan kelompok etnik Asia Tengah lainnya. Pada tahun 1700-an, pengaruh Rusia tersebar dengan pesat ke kawasan ini. Diketuai oleh Catherine, orang Rusia pada awalnya menunjukkan kesanggupan untuk membenarkan Islam berkembang maju, dengan banyak ulama dijemput ke kawasan ini untuk mendakwahi orang Kazakh yang dilihat oleh orang Rusia sebagai manusia buas yang tidak tahu akhlak dan etika.[7][8]

Walau bagaimanapun, dasar Rusia kemudian berangsur-angsur berubah dengan niat untuk melemahkan Islam melalui pengenalan unsur-unsur kesadaran kolektif pra-Islam.[9] Percobaan-percobaan tersebut termasuk kaidah untuk memuji-muji tokoh sejarah pra-Islam serta membuat orang Kazakh merasa rendah diri melalui pengantaran orang-orang Kazakh ke institusi tentara elit Rusia.[9] Sebagai balasan, ketua-ketua agama Kazakh mencoba menimbulkan kegairahan agama meneruskan dukungan konsep persatuan seluruh Turki, dengan akibat bahwa banyak dari golongan mereka mereka ditindas.[10] Sewaktu zaman Uni Soviet, insitusi Muslim dapat bertahan hanya di kawasan orang Kazakh jauh melebihi orang non-muslim.[11] Dalam percobaan untuk memaksa orang Kazakh memeluk ideologi komunis dan aspek-aspek budaya Kazakh menjadi sasaran utama perubahan sosial.[8]

Lebih terkini, orang Kazakh telah berangsur-angsur berusaha dengan lebih gigih untuk memulihkan institusi-institusi Islam setelah keruntuhan Uni Soviet. Walaupun tidak bersikap begitu fundamentalis, orang Kazakh terus mengaitkan diri mereka dengan agama Islam [12] dan dengan lebih benar di kawasan luar kota. Mereka yang mendakwa bahwa mereka berketurunan pahlawan dan pendakwah Muslim abad ke-8 yang asalnya amat dihormat oleh komunitas masing-masing.[13] Tokoh politik Kazakhstan juga menekankan keperluan untuk mendukung kesadaran Islam. Misalnya, Marat Tazhin, Menteri Luar Negeri, baru-baru ini menegaskan bahawa Kazakhstan perlu mengutamakan penggunaan "potensi positif Islam, serta mempelajari sejarah, budaya, dan warisannya".[14]

Pihak berkuasa Soviet mencobaa membentuk Islam yang terkontrol di bawah penyeliaan Pentadbiran Rohaniah Muslim Asia Tengah dan Kazakhstan sebagai pengaruh penyatuan di dalam masyarakat-masyarakat Asia Tengah, tetapi pada waktu yang sama, mengharamkan kebebasan agama yang benar. Sejak kemerdekaannya, kegiatan agama telah meningkat dengan ketara. Pembangunan masjid dan sekolah agama berkembang pesat pada dekade 1990-an, dengan bantuan keuangan dari Turki, Mesir, dan terutama, Arab Saudi. Pada 1991, 170 buah masjid telah disediakan untuk penggunaan, dengan melebihi separuh merupakan masjid yang baru dibangun. Saat itu terdapat sekitar 230 buah komunitas Muslim yang aktif di Kazakhstan.

Islam dan negara


Pada 1990, Nursultan Nazarbayev, Setiausaha Pertama Partai Komunis Kazakhstan saat itu, menciptakan sebuah asas negara untuk Islam dengan mengeluarkan Kazakhstan dari kekuasaan Lembaga Muslim Asia Tengah, pendirian agama berorientasi politik yang diluluskan oleh Soviet untuk semua negara Asia Tengah. Sebagai gantinya, ia menciptakan sebuah pihak berkuasa agama yang terpisah untuk Muslim Kazakhstan.[15]

Berhati-hati terhadap pemerintahan Islam di Iran dan Afghanistan yang bertetangga, pengasas perlembagaan 1993 secara khusus mengharamkan partai politik agama. Perlembagaan 1995 juga mengharamkan organisasi yang mencoba merangsang perbelahan bangsa, politik, atau agama, dan mengenakan kontrol pemerintahan yang ketat pada organisasi agama asing. Sebagaimana dengan pendahulunya, perlembagaan 1995 menetapkan bahwa Kazakhstan adalah negara sekuler. Kazakhstan adalah satu-satunya negara Asia Tengah yang perlembagaannya tidak memperuntukkan status yang khas kepada agama Islam. Keputusan ini berdasarkan dasar luar negeri pemerintahan Nazarbayev serta pertimbangan domestik.

Sadar akan potensi intervensi dari negara-negara Islam di Timur Tengah, Nazarbayev mengunjungi Iran, Turki, dan Arab Saudi. Pada waktu yang bersamaan, ia menjadikan Kazakhstan sebagai perantara antara Timur Muslim dengan Barat Kristen. Oleh karena itu, ia pada mulanya hanya menerima status peninjau di dalam Organisasi Kerjasama Ekonomi (ECO) yang anggota-anggotanya terdiri sebagian besar dari negara-negara Islam. Perjalanan Presiden Nazarbayev ke kota suci Muslim di Mekkah pada tahun 1994 adalah sebagian dari jadwal perjalanannya yang juga merangkumi kunjungan ke Vatikan untuk mengunjungi Paus John Paul II.[15]

Referensi

  1. ↑ Kazakhstan - International Religious Freedom Report 2008 U.S. Department of State. Retrieved on 2009-09-07.
  2. ↑ Anggaran ini berdasarakn bahagian jumlah penduduk Kazakh sebanyak 67% (Итоги 10 дней с 25 февраля по 6 марта[pranala nonaktif permanen]) dan jumlah penduduk sebanyak 16.3 juta, menurut hasil permulaan Banci Negara 2009 Diarsipkan 2009-04-21 di Wayback Machine
  3. ↑ International Religious Freedom Report 2006 U.S. Embassy in Astana, Kazakhstan
  4. ↑ Kazakhstan - International Religious Freedom Report 2008 U.S. Department of State. Retrieved on 2009-09-07.
  5. ↑ Atabaki, Touraj. Central Asia and the Caucasus: transnationalism and diaspora, pg. 24
  6. ↑ Ibn Athir, Jilid 8, m.s. 396
  7. ↑ Khodarkovsky, Michael. Russia's Steppe Frontier: The Making of a Colonial Empire, 1500-1800, pg. 39.
  8. 1 2 Ember, Carol R. and Melvin Ember. Encyclopedia of Sex and Gender: Men and Women in the World's Cultures, pg. 572
  9. 1 2 Hunter, Shireen. "Islam in Russia: The Politics of Identity and Security", pg. 14
  10. ↑ Farah, Caesar E. Islam: Beliefs and Observances, pg. 304
  11. ↑ Farah, Caesar E. Islam: Beliefs and Observances, pg. 340
  12. ↑ Page, Kogan. Asia and Pacific Review 2003/04, m.s. 99
  13. ↑ Atabaki, Touraj. Central Asia and the Caucasus: transnationalism and diaspora.
  14. ↑ "inform.kz | 154837". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-20. Diakses tanggal 2016-11-26.
  15. 1 2 Country Study - Kazakhstan Library of Congress

Lihat pula

Bacaan lanjutan

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Islam in Kazakhstan.
  • Karagiannis, Emmanuel (April 2007). "The Rise of Political Islam in Kazakhstan: Hizb Ut-Tahrir Al Islami". Nationalism and Ethnic Politics. 13 (2): 297–322. doi:10.1080/13537110701293567.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


 Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari situs web atau dokumenLibrary of Congress Country Studies.

Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Negara
berdaulat
Eropa Utara
Eropa Barat
Eropa Tengah
Eropa Timur
Eropa Selatan
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Asia, tergantung definisi perbatasan. 2 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan