Senin, 02 November 2026
21:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Hidup Betul

Bagikan:

Hidup Betul merupakan salah satu organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berkembang di Jawa Tengah. Organisasi ini didirikan oleh Purbahadiwidjaya dan berlandaskan pada gagasan mengenai “hidup betul”, yaitu kehidupan yang dijalankan secara benar sesuai dengan nilai moral, hukum, dan ajaran ketuhanan. Istilah hidup betul dalam konteks organisasi ini dimaknai oleh para anggotanya sebagai konsep kehidupan yang dianggap benar untuk dijalankan. Pengertian tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti aspek pribadi, hukum, sosial, serta nilai-nilai yang dipahami sebagai ajaran dari Tuhan. Dalam ajaran organisasi ini, konsep tersebut digunakan sebagai pedoman bagi anggotanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.[1]

Tujuan

Tujuan utama organisasi Hidup Betul adalah menuntun para anggotanya agar menjalani pamatan urip bener atau kehidupan yang benar. Kehidupan tersebut dipandang sebagai landasan bagi tindakan manusia dalam menjalankan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, dalam ajaran organisasi ini juga terdapat pandangan bahwa pemerintah dipahami sebagai wakil Tuhan di dunia. Oleh karena itu, warga Hidup Betul diharapkan menjalankan peraturan pemerintah secara sadar dan bertanggung jawab. Kepatuhan terhadap peraturan negara dipandang sebagai bagian dari kewajiban moral, terutama terhadap peraturan yang didasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.[2]

Ajaran pokok

Ajaran dalam organisasi Hidup Betul disebut bersumber dari petunjuk Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh Slirodiwismo dan kemudian dijadikan sebagai pedoman hidup bagi para anggota. Dalam ajaran tersebut dijelaskan hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia, serta dengan alam. Dalam hubungan manusia dengan Tuhan, anggota diajarkan untuk selalu berbakti, mengingat, dan bertakwa kepada Tuhan serta tidak mengabaikan ajaran dan petunjuk-Nya. Dalam hubungan dengan sesama manusia, ditekankan pentingnya menjaga keselarasan hidup baik di dunia maupun dalam kehidupan setelah kematian. Sementara itu, dalam hubungan dengan alam, manusia dipandang memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan alam sebagai bagian dari tanggung jawab kehidupan.[1][3]

Organisasi dan keanggotaan

Organisasi Hidup Betul memiliki lambang berupa dua huruf kapital, HB, yang menjadi singkatan nama organisasi tersebut. Struktur kepengurusannya mencakup beberapa jabatan, seperti sesepuh, ketua, sekretaris, dan bendahara. Pada periode kepengurusan terakhir yang tercatat, R. Sunardi menjabat sebagai sesepuh, R. Subiyanto sebagai ketua, Marta Suwito sebagai sekretaris, dan Kartomiharjo sebagai bendahara, dengan alamat organisasi berada di Dukuh Kadirojo, Kelurahan Muntilan, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.[4][5] Organisasi ini berpusat di Jawa Tengah dan memiliki cabang di beberapa daerah, antara lain Temanggung, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Sleman, dan Gunungkidul. Berdasarkan catatan terakhir, jumlah anggota Hidup Betul sekitar 577 orang, yang sebagian besar berasal dari kalangan petani, pedagang, buruh, dan pelajar.[2]

Kegiatan

Kegiatan dalam organisasi Hidup Betul mencakup aktivitas sosial dan spiritual. Dalam bidang sosial, para anggota menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat, seperti menjaga hubungan yang baik dengan lingkungan, menaati peraturan pemerintah, serta berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong dan kerja sama sosial. Anggota juga mengikuti norma adat yang berlaku di lingkungan masyarakat, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Sementara itu, dalam bidang spiritual, praktik penghayatan dilakukan berdasarkan keyakinan masing-masing anggota. Salah satu bentuk praktik tersebut adalah mesu raga, yaitu pengaturan jasmani dengan duduk tenang dan bersedekap, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa atau mantra tertentu. Kegiatan spiritual dapat dilakukan secara individu maupun bersama-sama, serta pada waktu-waktu tertentu seperti peringatan 1 Sura dalam kalender Jawa, peringatan 17 Agustus, atau kegiatan yang disepakati oleh anggota untuk melaksanakan upacara atau pendalaman spiritual.[2]

Referensi

  1. 1 2 Nurhadi, Gendro (1996) Ajaran organisasi penghayat kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa: hidup betul. Proyek Inventarisasi Kepercayaan terhadap Tuhan YME, Jakarta.
  2. 1 2 3 Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi (2010) Ensiklopedi kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Jakarta.
  3. ↑ Kartapradja, Kamil (1963*). Aliran2 kebathinan di Indonesia.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ Ajaran organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa : Hidup Betul. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1997.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Catatan singkat tentang organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1998.
Agama dan
kepercayaan
Ireligiusitas
Sejarah
Kajian agama
Hukum dan hak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan