Senin, 26 Oktober 2026
00:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Halte Kaliboto

Halte Kaliboto

halte kereta api di Indonesia

Bagikan:
Halte Kaliboto
Kaliboto+51 M
330px-Halte_Kaliboto_2023.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sisa-sisa reruntuhan tembok bangunan Halte Kaliboto yang sudah tidak lagi beratap
Lokasi
Koordinat 8°6′33.138″S 113°20′47.634″E / 8.10920500°S 113.34656500°E / -8.10920500; 113.34656500
Ketinggian+51 M
Operator
Letak
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiPerhentian dilayani[3]
Sejarah
Dibuka15 Mei 1904
Ditutup?
Diagram lintasan stasiun
ke Jatiroto
ke Randuagung
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-8.109205,113.346565,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Halte_Kaliboto&revid=30019256&groups=_b956283b5424f2e91135591dbcf049f05d3a8b4d&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Halte Kaliboto (KLO) adalah halte kereta api nonaktif yang terletak di Kaliboto Lor, Jatiroto, Lumajang; termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember pada ketinggian +51 meter.[4] Posisi bangunan stasiun kira-kira 1 km di selatan Jalan Raya Randuagung, tepatnya sedikit ke arah barat dari pertigaan Puskesmas Pembantu Kaliboto Lor di Jalan Imam Bonjol.

Sejarah

Halte Kaliboto tidak dibangun bersamaan dengan jalur kereta api Bangil–Kalisat. Hal ini dibuktikan dengan adanya iklan dari Staatsspoorwegen (SS) yang mengumumkan pada tanggal 15 Mei 1904, sejumlah perubahan jadwal di lintas Oosterlijnen akan diberlakukan, dan buku jadwal perjalanannya dijual sebesar lima sen per eksemplar. Pada tanggal tersebut, Halte Kaliboto resmi dibuka.[5] Hanya empat tahun berselang, SS mengiklankan bahwa halte ini kemudian diturunkan statusnya menjadi stopplaats (perhentian) mulai 1 Mei 1908.[6] Alasan dari sempat diturunkannya status pemberhentian kereta api ini karena dibangunnya Pabrik Gula Djatiroto oleh Handelsvereeniging Amsterdam (HVA), yang mengharuskan pembangunan tempat pemberhentian kereta api baru.[7]

Berdasarkan peta yang diterbitkan oleh Belanda pada 1926, Kaliboto kembali berstatus sebagai halte, klasifikasi untuk stasiun kecil pada masa itu. Sebagai halte, Kaliboto memiliki sepur belok di sisi barat daya. Selain itu, terdapat pula jalur lori Pabrik Gula Jatiroto yang mengarah ke ujung utara emplasemen Halte Kaliboto serta perpotongan antara jalur kereta api dan lori di tenggara.[8] Klasifikasi halte beserta keberadaan sepur belok tersebut masih bertahan setidaknya hingga tahun 1941.[9]

Halte ini dinonaktifkan karena letaknya yang kurang strategis mengingat lokasinya agak sedikit menjauh ke arah barat laut dari pusat Kecamatan Jatiroto dan jaraknya tidak terlalu jauh dengan Stasiun Jatiroto.

Galeri

  • Tampak emplasemen dari Halte Kaliboto yang telah ditumbuhi berbagai tumbuhan dan semak-semak dengan Halte Kaliboto terletak dibaliknya
    Tampak emplasemen dari Halte Kaliboto yang telah ditumbuhi berbagai tumbuhan dan semak-semak dengan Halte Kaliboto terletak dibaliknya
  • Sisa fondasi peron yang terletak di sekitar Halte Kaliboto
    Sisa fondasi peron yang terletak di sekitar Halte Kaliboto

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura. Bandung: Perusahaan Jawatan Kereta Api. 1982. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-26. Diakses tanggal 2020-07-07.
  4. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2023 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2023-04-14. hlm. 50. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2023-05-11. Diakses tanggal 2024-12-13 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  5. ↑ "Staatsspoorwegen op Java - Oosterlijnen (advertentie)". Soerabaijasch handelsblad. 1904-04-23.
  6. ↑ "Staatsspoorwegen op Java - Oosterlijnen (Advertentie)". De Nieuwe Vorstenlanden. 1908-04-25.
  7. ↑ "Spoor-en tramzaken". de Locomotief. 1907-08-30.
  8. ↑ "Tanggoel" (Peta). 1:50.000 (dalam bahasa Belanda). Batavia: Reproductiebedrijf topografische dienst. 1926.{{cite map}}: |title= tidak ada atau kosong
  9. ↑ "Tanggoel" (Peta). 1:50.000 (dalam bahasa Belanda). Batavia: Reproductiebedrijf topografische dienst. 1941.{{cite map}}: |title= tidak ada atau kosong
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Randuagung
menuju Bangil
Surabaya–Bangil–Kalisat
Bangil–Kalisat
Jatiroto
menuju Kalisat
Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan