Senin, 21 September 2026
02:28 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Gorgonops

Gorgonops

Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Gorgonops
Rentang waktu: Wuchiapingium, 260–254 jtyl
250px-Gorgonops.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tengkorak G. whaitsi (specimen 5537)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
Famili:
Subfamili:
Gorgonopsinae
Genus:
Gorgonops
Spesies tipe
Gorgonops torvus
Spesies
  • G. torvus Owen, 1876
  • G. whaitsi Broom, 1912
  • G. longifrons Haughton, 1915
Artikel takson sembarang

Gorgonops (dari bahasa Yunani Γοργών 'Gorgon' dan ὤψ 'mata, wajah', secara harfiah "Mata Gorgon" or "Wajah Gorgon ") adalah nama yang diberikan pada genus therapsida yang telah punah yang hidup pada sekitar 255-250 juta tahun yang lalu, yaitu pada masa terakhir dari periode Permian akhir. Gorgonops adalah representatif tipikal pada kelompok Gorgonopsia, predator yang mendominasi pada saat itu, yang ukuran terpanjangnya dapat mencapai tiga meter.

Deskripsi

250px-Gorgonops_whaitsii1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Restorasi G. whaitsi restoration

Gorgonops adalah representatif dari kelompok tersebut yang berukuran sedang, dengan panjang tengkorak sepanjang 22 sampai 35 sentimeter, tergantung spesiesnya. Panjangnya berkisar dari 1.2 sampai 2 meter dari moncong ke ekor. Gorgonops mungkin menjadi salah satu predator kunci yang melintasi Afrika selatan selama Permian Akhir, karena memiliki gigi taring besar, mungkin mereka akan sedikit bermasalah saat menancapkan gigi taringnya di kulit beberapa binatang herbivora yang tebal pada saat itu, khususnya Pareiasauria seperti Pareiasaurus. Selain gigi, salah satu keuntungan kunci predator yang dimiliki Gorgonops saat memangsa hewan adalah kakinya yang menopang tubuh dari bawah dibanding postur kaki yang melebar seperti hewan yang menjadi mangsanya pada saat itu. Selain memungkinkan pergerakan yang lebih hemat energi, kaki-kakinya juga memungkinkannya untuk bergerak jauh lebih cepat. Hewan yang diburu juga tergantung pada ukuran individu Gorgonops, dan ada beberapa perbedaan ukuran di antara spesies-spesies yang ada.

Tengkorak

Relatif dengan ukuran tubuh, Gorgonops memiliki tengkorak dalam yang memiliki muka berbentuk segitiga ketika dilihat dari atas. Mungkin fitur yang paling membedakan adalah dua gigi taring yang sangat besar (sepanjang 12 cm), hampir menonjol melebihi rahang bawah. Untuk melindungi gigi ini, rahang bawah tumbuh dengan bentuk tertentu jadi bagian anterior (depan) lebih tebal daripada bagian posterior (belakang). Bentuk ini akan melindungi gigi taring yang besar dari kerusakan yang tidak disengaja, dan mirip fungsi tulang untuk flans tulang kucing bergigi pedang pada Senozoikum.

Klasifikasi

250px-Gorgonops_BW.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Restorasi G. whaitsi

Dibawah adalah kladogram dari Analisis filogenetis Gebauer (2007):[1]

Lihat pula

Referensi

  1. Gebauer, E.V.I. (2007). Phylogeny and evolution of the Gorgonopsia with a special reference to the skull and skeleton of GPIT/RE/7113 ('Aelurognathus?' parringtoni) (PDF) (Ph.D. tesis). Tübingen: Eberhard-Karls Universität Tübingen. hlm. 1–316.
  • Sigogneau-Russell, D., 1989, "Theriodontia I - Phthinosuchia, Biarmosuchia, Eotitanosuchia, Gorgonopsia" Part 17 B I, Encyclopedia of Paleoherpetology, Gutsav Fischer Verlag, Stuttgart and New York
  • Jacobs, L. L., Winkler, D. A., Newman, K. D., Gomani, E. M. & Deino, A., 2005, Therapsids from the Permian Chiweta Beds and the age of the Karoo Supergroup in Malawi. Palaeontologia Electronica. Vol. 8, #1, pp. 28A: 21-23 online[pranala nonaktif permanen]
  • Smith, R.H.M. and Keyser, A.W. 1995. Biostratigraphy of the Tropidostoma Assemblage Zone. Geological Survei of South Africa, South African Committee for Stratigraphy, Biostratigraphic Series, 1:18-22.


Ikon rintisan

Artikel bertopik periode Perem ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan