Minggu, 11 Oktober 2026
04:19 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Gelembung dot-com

Bagikan:

Gelembung dot-com (bahasa Inggris:dot-com bubble) atau kadang-kadang disebut gelembung teknologi informasi[1] adalah gelembung spekulasi yang terjadi antara tahun 1998–2000 (berpuncak pada 10 Maret 2000 ketika NASDAQ mencapai 5132,52 poin) ketika bursa saham di negara-negara industri mengalami kenaikan nilai ekuitas secara tajam berkat pertumbuhan industri sektor Internet dan bidang-bidang yang terkait. Pesatnya pertumbuhan internet dimulai pada tahun 1993 dan berlangsung hingga tahun 1990-an [2] yang ditandai dengan teknologi world wide web yang semakin maju setelah dirilisnya versi pertama penjelajah web Mosaic.

Dampak dari Gelembung Teknologi Infomasi

Periode gelembung dot-com ditandai oleh didirikannya (dan berakhir dengan kegagalan usaha) perusahaan-perusahaan baru di bidang situs-situs Internet yang disebut perusahaan dot-com. Pemilik perusahaan mengalami kenaikan tajam pada harga saham dengan hanya menambah awalan atau akhiran .com pada nama perusahaan mereka. Praktik ini disebut salah seorang penulis sebagai investasi prefiks.[3]

Kombinasi dari meningkatnya harga saham secara cepat dan kepercayaan pasar bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan untung pada masa depan, spekulasi saham oleh individu, dan modal ventura yang dapat diperoleh secara mudah membuat investor melupakan indikator tradisional seperti rasio P/E rasio harga terhadap laba, dan lebih percaya terhadap kemajuan teknologi.

Manfaat Gelombang Teknologi Informasi

Gelombang teknologi informasi ini bermanfaat dalam memantau nilai saham yang dapat dilakukan dimana saja, sehingga memudahkan individu dalam melihat saham.[4]

Referensi

  1. ↑ James K. Galbraith and Travis Hale (2004). Income Distribution and the Information Technology Bubble Diarsipkan 2016-03-20 di Wayback Machine. University of Texas Inequality Project Working Paper
  2. ↑ Indonesia, Data Lake (2025-10-03). "Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia". Data Lake Indonesia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-20.
  3. ↑ Nanotech Excitement Boosts Wrong Stock Diarsipkan 2020-11-11 di Wayback Machine, The Market by Mike Maznick, Techdirt.com, 4 Desember 2003
  4. ↑ Río, Alejandro Del (2025-11-20). "Gelembung dot-com: penyebab, kronologi, dampak, dan pelajaran yang dapat dipetik". Rural Caja. Diakses tanggal 2026-05-20.

Pranala luar

Pra-1000
Revolusi Perdagangan
(1000-1760)
Revolusi Industri
(1760–1840)
1840–1870
Revolusi Industri Kedua
(1870–1914)
Periode antarperang
(1918–1939)
1931–1973
Inflasi Hebat
(1973–1982)
Moderasi Hebat
(1982–2007)
Resesi Hebat
(2007–2013)
Revolusi Digital
(2013–sekarang)
1000–1760
1760–1840
1840–1870
1870–1914
1918–1939
1945–1973
1973–1982
1982–2007
2007–sekarang
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan