Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Gandum khorasan" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Desember 2020) |
| Gandum Khorasan | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Monocots |
| Klad: | Commelinids |
| Ordo: | Poales |
| Famili: | Poaceae |
| Subfamili: | Pooideae |
| Genus: | Triticum |
| Spesies: | T. turanicum |
| Nama binomial | |
| Triticum turanicum | |
| Sinonim[1] | |

Gandum Khorasan atau gandum Oriental (Triticum turgidum subsp. turanicum, juga disebut Triticum turanicum) adalah spesies gandum tetraploid.[2] Bijinya berukuran dua kali lebih besar daripada gandum modern,[butuh rujukan] dan memiliki rasa yang kaya serta menyerupai kacang.[3]
Deskripsi
Sebagai tumbuhan semusim, rumput yang melakukan penyerbukan sendiri dan dibudidayakan untuk bijinya, gandum Khorasan terlihat sangat mirip dengan gandum biasa. Namun, bijinya berukuran dua kali lebih besar daripada biji gandum modern, dengan bobot seribu biji mencapai 60 gram (2,1 ons). Biji tersebut mengandung lebih banyak protein, lipid, asam amino, vitamin, dan mineral daripada gandum modern.[3] Bijinya berwarna kuning-jingga dan memiliki tingkat kekacaan yang tinggi.[4]
Taksonomi
Identifikasi botani awalnya tidak pasti. Varietas ini merupakan bentuk dari Triticum turgidum subsp. turanicum (juga dikenal sebagai Triticum turanicum), yang biasanya disebut gandum Khorasan. Khorasan adalah sebuah provinsi di Iran. Identifikasi yang terkadang dijumpai sebagai T. polonicum tidak tepat karena varietas ini, meskipun berbiji panjang, tidak memiliki gluma panjang yang menjadi ciri spesies tersebut. Bukti genetik terbaru berdasarkan sidik jari DNA menunjukkan bahwa varietas ini kemungkinan berasal dari hibrida alami antara T. durum dan T. polonicum, yang dapat menjelaskan kesulitan pada masa lalu dalam menentukan klasifikasi yang pasti.[5]
Sejarah
Biji-bijian ini dinamai berdasarkan Khorasan—sebuah wilayah historis di bagian timur Dataran Tinggi Iran yang mencakup Afghanistan, provinsi modern Khorasan Utara, Khorasan Selatan, dan Khorasan Razavi (yang disatukan sebagai Provinsi Khorasan hingga tahun 2004) di Republik Islam Iran, sebagian wilayah Turkmenistan dan Asia Tengah. Biji-bijian kuno seperti gandum Khorasan kemungkinan telah dibudidayakan atau diperdagangkan melalui wilayah ini, yang merupakan bagian penting dari Jalur Sutra. Dalam sejarah modern, gandum Khorasan ditemukan kembali dan diimpor ke Amerika Serikat pada pertengahan abad ke-20, tempat gandum ini dibudidayakan oleh petani gandum dan sapi dari Montana, T. Mack Quinn, bersama putranya Bob, yang saat itu merupakan seorang ilmuwan pertanian di University of California, Davis. Quinn yang lebih muda kemudian mendirikan perusahaan Kamut International dan mendaftarkan merek dagang "Kamut" sebagai merek khusus gandum Khorasan dengan persyaratan budidaya organik.[6]
Budidaya dan distribusi
Gandum Khorasan merupakan komponen kecil dalam pasar global biji-bijian kuno, dengan perkiraan luas penanaman antara 35.000 hingga 100.000 ekar selama satu dekade terakhir, yang sebagian besar ditanam di Montana dan Kanada melalui lisensi dari Kamut International.[7][8] Gandum ini juga ditanam dalam skala yang lebih kecil di Italia, tempat sebagian besar pasar globalnya berada.
Praktik budidayanya cukup mirip dengan spesies gandum lainnya, terutama gandum durum. Karena sebagian besar gandum Khorasan diproduksi secara organik, pasokan hara (terutama nitrogen) terutama diperoleh melalui rotasi tanaman, seperti melalui legum padang rumput yang ditanam sebelumnya.[9]
Panen secara umum mengikuti prosedur yang sama seperti pada spesies gandum lainnya. Berbeda dengan gandum biasa, biji gandum Khorasan sangat rapuh dan mudah sekali pecah menjadi dua, sehingga diperlukan penanganan yang lebih hati-hati selama panen dan pascapanen.
Persyaratan iklim dan tanah
Iklim kontinental beriklim sedang dengan malam yang dingin pada awal musim semi (lihat vernalisasi), curah hujan rendah hingga sedang (0,5 hingga 1 m per tahun), serta musim panas yang hangat untuk pematangan optimal merupakan kondisi iklim yang disukai gandum Khorasan. Kondisi ini sangat mirip dengan kondisi yang dibutuhkan gandum durum, yang berasal dari wilayah yang sama. Namun, karena upaya pemuliaan gandum Khorasan sangat terbatas, adaptasinya terhadap kondisi iklim lain masih terbatas. Gandum ini terutama dikenal karena toleransinya terhadap kekeringan, yang bahkan lebih baik daripada gandum durum. Curah hujan yang terlalu tinggi, terutama pada akhir musim, dapat menyebabkan masalah penyakit yang parah. Tanah yang biasanya digunakan untuk gandum Khorasan sama dengan yang digunakan untuk gandum durum, yaitu tanah liat hitam yang dalam dan gembur dengan kemampuan menyimpan air tertentu, yang juga dikenal sebagai vertisol.[9]
Penyakit
Kisaran penyakit pada gandum Khorasan kurang lebih sama dengan pada semua spesies gandum lainnya. Penyakit utama biasanya disebabkan oleh jamur, seperti hawar kepala Fusarium atau "ujung hitam". Gandum Khorasan diketahui sangat rentan terhadap hawar kepala Fusarium.[2]
Karena kerentanannya yang tinggi terhadap jamur, rotasi tanaman cukup penting, terutama dalam kondisi produksi organik. Persyaratan rotasinya kurang lebih menyerupai gandum durum.[9] Bergantung pada kondisi produksi tertentu, penanaman gandum Khorasan setelah jagung atau serealia lainnya sebaiknya dihindari. Rotasi yang umum dan kuat dapat mencakup beberapa tanaman berikut: kanola, bunga matahari, polong-polongan, sorgum, dan legum padang rumput.
Kegunaan
Gandum Khorasan digunakan dengan cara yang serupa dengan gandum modern. Bijinya dapat dikonsumsi secara utuh atau digiling menjadi tepung. Gandum ini dapat ditemukan dalam roti, campuran roti, sereal sarapan, kukis, wafel, panekuk, bulgur, produk panggang, pasta, minuman, bir, dan makanan ringan. Gandum Khorasan dikenal karena teksturnya yang lembut serta rasanya yang menyerupai kacang dan mentega.[3]
Nutrisi
Zat gizi
| Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz) | |
|---|---|
| Energi | 1.411 kJ (337 kcal) |
70.38 g | |
| Pati | 52.41 g |
| Serat pangan | 9.1 g |
2.2 g | |
| Jenuh | 0.192 g |
| Tak jenuh tunggal | 0.214 g |
| Tak jenuh jamak | 0.616 g |
14.7 g | |
| Vitamin | Kuantitas %AKG† |
| Tiamina (B1) | 51% 0.591 mg |
| Riboflavin (B2) | 15% 0.178 mg |
| Niasin (B3) | 42% 6.35 mg |
| Asam pantotenat (B5) | 18% 0.9 mg |
| Vitamin B6 | 20% 0.255 mg |
| Vitamin E | 4% 0.6 mg |
| Mineral | Kuantitas %AKG† |
| Zat besi | 34% 4.41 mg |
| Magnesium | 38% 134 mg |
| Mangan | 136% 2.86 mg |
| Fosfor | 55% 386 mg |
| Potasium | 9% 446 mg |
| Seng | 39% 3.68 mg |
| Komponen lainnya | Kuantitas |
| Air | 10.95 g |
| |
| †Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa. Sumber: USDA FoodData Central | |
Dalam porsi referensi 100-gram (3+1⁄2-ons), gandum Khorasan menyediakan 1.410 kilojoule (337 kilocalorie) energi pangan dan merupakan sumber yang kaya (lebih dari 19% Nilai Harian, DV) dari berbagai zat gizi esensial, termasuk protein (29% DV), serat pangan (46% DV), beberapa vitamin B, dan mineral, terutama mangan (136% DV) (tabel). Gandum Khorasan mengandung 11% air, 70% karbohidrat, 2% lemak, dan 15% protein (tabel).Templat:Reference needed Gandum Khorasan memiliki kandungan protein yang tinggi, yang meningkatkan kekacaan bijinya[10] dan menunjukkan hasil penggilingan yang tinggi.[3]
Dampak terhadap kesehatan
Karena gandum Khorasan mengandung gluten, gandum ini tidak cocok bagi penderita gangguan terkait gluten, seperti penyakit celiac, sensitivitas gluten non-selakia, dan penderita alergi gandum, serta kondisi lainnya.[11]
Lihat pula
Referensi
- ↑ "The Plant List: A Working List of All Plant Species".
- 1 2 Oliver R. E.; Cai X.; Friesen T. L.; Halley S.; Stack R. W.; Xu S. S. (2008). "Evaluation of Fusarium Head Blight Resistance in Tetraploid Wheat (Triticum turgidum L.)". Crop Science. 48 (1): 213–222. doi:10.2135/cropsci2007.03.0129.
- 1 2 3 4 Amal M.H. Abdel Haleem; Henar A. Seleem; Wafaa K. Galal (2012). "Assessment of Kamut wheat quality". World Journal of Science, Technology and Sustainable Development. 9 (3): 194–203. doi:10.1108/20425941211250543.
- ↑ Quinn, R.M (1999). "Kamut: Ancient grain, new cereal". In Janick, J. Perspectives on new crops and new uses. Alexandria: ASHS Press. hlm. 182–183.
- ↑ Khlestkina, Elena K.; Röder, Marion S.; Grausgruber, Heinrich; Börner, Andreas (2006). "A DNA fingerprinting-based taxonomic allocation of Kamut wheat". Plant Genetic Resources. 4 (3): 172–180. Bibcode:2006PGRCU...4..172K. doi:10.1079/PGR2006120. S2CID 86510231.
- ↑ Cowan, Brandi (2 Februari 2012). "Kamut or khorasan?". Diakses tanggal 25 Mei 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Heirloom Khorasan Wheat – From 36 Kernels to 35,000 Acres – GoodFood World" (dalam bahasa American English). 2016-06-08. Diakses tanggal 2026-07-18.
- ↑ Rowell, Jenn (2017-01-09). "Kamut Makes a Comeback". Civil Eats (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-18.
- 1 2 3 Kneipp J. (2008), Durum wheat production, State of New South Wales through NSW Department of Primary Industries - Tamworth Agricultural Institute, Calala
- ↑ El-Rassas, H.N.; Atwa, M.F.; Mostafa, K.M. (1989). "Studies on the effect of gamma rays on the technological characteristics of some Egyptian wheat varieties". Faculty Journal of Agricultural Research Development. 3 (1): 1–21.
- ↑ Tovoli, Francesco; Masi, C.; Guidetti, E.; Negrini, G.; Paterini, P.; Bolondi, L. (2015). "Clinical and diagnostic aspects of gluten related disorders". World Journal of Clinical Cases. 3 (3): 275–284. doi:10.12998/wjcc.v3.i3.275. PMC 4360499. PMID 25789300.
Bacaan lebih lanjut
- Sacks, Gordon (2005). "Kamut: A New Old Grain". Gastronomica. 5 (4): 95–98. doi:10.1525/gfc.2005.5.4.95. JSTOR 10.1525/gfc.2005.5.4.95.
- Quinn, R.M. (1999). "Kamut: Ancient grain, new cereal". Dalam Janick, J. (ed.). Perspectives on new crops and new uses. ASHS Press, Alexandria. hlm. 182–183.
- Rodríguez-Quijano, Marta; Lucas, Regina; Ruiz, Magdalena; Giraldo, Patricia; Espí, Araceli; Carrillo, José M. (2010). "Allelic Variation and Geographical Patterns of Prolamins in the USDA-ARS Khorasan Wheat Germplasm Collection". Crop Science. 50 (6): 2383–91. doi:10.2135/cropsci2010.02.0089. hdl:20.500.12792/3843.
| Triticum turanicum |
|
|---|---|