Minggu, 27 September 2026
21:10 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

GDDR2 SDRAM

Artikel ini berisi tentang Graphics DDR2 SDRAM (GDDR2 SDRAM). Untuk DDR2 SDRAM non-grafis, lihat DDR2 SDRAM.

Graphics Double Data Rate 2 Synchronous Dynamic Random-Access Memory (GDDR2 SDRAM) adalah jenis GDDR SDRAM generasi kedua yang dikembangkan oleh Samsung dan pertama kali diperkenalkan pada Juli 2002.[1] Memori ini dirancang sebagai penerus dari generasi awal GDDR (yang dikenal sebagai DDR SGRAM) dan digunakan pada kartu grafis untuk meningkatkan lebar pita data dibandingkan dengan DDR SDRAM biasa pada masanya.

Produk komersial pertama yang mengklaim menggunakan teknologi "DDR2" pada kartu grafis adalah Nvidia GeForce FX 5800. Meskipun demikian, penggunaan istilah "GDDR2" sesungguhnya merupakan sebutan yang agak keliru (misnomer) secara populer, sebab GDDR2 sebenarnya bukanlah versi grafis dari standar DDR2 SDRAM resmi milik JEDEC. GDDR2 lebih tepat digambarkan sebagai teknologi peralihan (titik tengah) antara DDR dan DDR2, karena fitur utama DDR2 berupa penggandaan laju clock jalur input/output (I/O) tidak sepenuhnya diterapkan pada GDDR2.[2]

Latar belakang dan pengembangan

GDDR2 dikembangkan sebagai kelanjutan dari generasi pertama memori grafis DDR (DDR SGRAM), yang saat itu sudah mulai mencapai batas kemampuan dalam menyokong kebutuhan lebar pita GPU generasi baru. Samsung memperkenalkan GDDR2 dengan tujuan memberikan laju transfer data yang lebih tinggi sambil tetap mempertahankan struktur dasar arsitektur DDR yang sudah ada, tanpa perubahan besar pada desain internal seperti yang kelak dilakukan pada GDDR3.

Karena dikembangkan secara terburu-buru untuk mengejar kebutuhan pasar kartu grafis kelas atas pada awal tahun 2000-an, GDDR2 pada praktiknya hanya menggunakan tegangan operasi yang mirip dengan DDR standar (bukan tegangan DDR2 yang lebih rendah), sehingga menimbulkan berbagai masalah teknis, terutama terkait konsumsi daya dan panas berlebih.

Implementasi komersial

Kartu grafis pertama yang menggunakan GDDR2 secara komersial adalah Nvidia GeForce FX 5800 Ultra, yang dirilis awal tahun 2003. Kartu ini menggunakan 128 MB memori GDDR2 yang berjalan pada clock sekitar 400 MHz, dipasangkan dengan inti GPU berbasis proses fabrikasi 130 nm.[3]

GeForce FX 5800 Ultra menjadi terkenal (dan sering dijadikan bahan lelucon di kalangan penggemar perangkat keras) karena sistem pendingin bawaannya yang sangat berisik, hingga mendapat julukan tidak resmi "dustbuster" (merujuk pada alat penyedot debu genggam) akibat suara kipasnya yang menyerupai suara pengering rambut atau peniup daun saat beroperasi penuh.[4] Kebisingan ini sebagian besar disebabkan oleh kebutuhan pendinginan ekstra akibat panas berlebih yang dihasilkan oleh kombinasi GPU NV30 dan modul memori GDDR2 yang beroperasi pada tegangan nominal setara DDR biasa (sekitar 2,5 V), jauh lebih tinggi dibandingkan tegangan operasi DDR2 resmi yang seharusnya sekitar 1,8 V.

Berdasarkan sejumlah laporan komunitas pengguna dan penggemar modifikasi perangkat keras, cip GDDR2 pada kartu-kartu seperti GeForce FX 5800 Ultra dan varian profesionalnya (Quadro FX) diketahui dapat mencapai suhu di atas 60 °C pada bagian heatsink belakang saat beroperasi normal, yang dianggap sangat panas untuk standar memori grafis pada masanya.[5]

Karakteristik teknis

  • GDDR2 secara arsitektur masih sangat mirip dengan DDR SDRAM standar generasi pertama, hanya dengan sejumlah penyesuaian kecil untuk keperluan aplikasi grafis.
  • Tegangan operasi GDDR2 pada implementasi awal (seperti pada GeForce FX 5800) mendekati tegangan DDR biasa (sekitar 2,5 V), bukan tegangan rendah 1,8 V sebagaimana standar DDR2 resmi JEDEC untuk memori non-grafis.
  • Fitur penggandaan laju clock I/O yang menjadi ciri khas performa DDR2 sesungguhnya (dibandingkan DDR generasi pertama) tidak diimplementasikan secara penuh pada GDDR2, sehingga peningkatan performanya terhadap GDDR generasi pertama relatif terbatas.
  • Karena keterbatasan efisiensi daya dan tantangan panas berlebih, penggunaan GDDR2 pada kartu grafis komersial tidak berlangsung lama dan segera digantikan oleh GDDR3, yang dikembangkan oleh ATI Technologies bekerja sama dengan berbagai produsen DRAM dan menawarkan efisiensi daya serta manajemen panas yang jauh lebih baik.

Perbandingan laju transfer

Jenis modulLaju clock memoriTransfer/detikTransfer/clockLaju transfer
32 jalur 400–500 MHz 0,8–1,0 GT/s 2 3,2–4,0 GB/s

Suksesor

Karena berbagai kekurangan GDDR2 dalam hal efisiensi daya dan pengelolaan panas, industri kartu grafis dengan cepat beralih ke GDDR3, yang dikembangkan atas inisiatif ATI Technologies bersama sejumlah produsen DRAM seperti Elpida, Hynix, dan Infineon (yang kemudian menjadi Qimonda). GDDR3 kemudian diadopsi secara luas oleh produsen GPU besar seperti Nvidia dan ATI/AMD, serta digunakan pada konsol permainan seperti PlayStation 3 dan Xbox 360.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "GDDR2". Wikipedia (versi Inggris). Diakses tanggal 25 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "DDR2 SDRAM". Wikipedia (versi Inggris). Diakses tanggal 25 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "This GPU Was So Loud That Nvidia Made A Funny Video About It". SlashGear. Diakses tanggal 25 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "The GPU Nvidia would rather forget – GeForce FX". PCGamesN. Diakses tanggal 25 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "The story of the QuForce FX 5800 Ultra". VOGONS Forum. Diakses tanggal 25 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan