Sabtu, 03 Oktober 2026
12:47 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Fatimah az-Zahra

Fatimah az-Zahra

putri dari Rasulullah Muhammad dan Khadijah

Bagikan:
Per WP:GELARISLAM, artikel ini berkualitas rendah karena menggunakan kata-kata yang berlebihan dan hiperbolis tanpa memberikan informasi yang jelas. Silakan buang istilah-istilah yang hiperbolis tersebut. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Fatimah az-Zahra" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Fatimah
az-Zahra
250px-Fatimah_Calligraphy.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaligrafi Arab dengan nama Fatimah
Lahir605 atau 612/15 (dipersengketakan)
Gelar
Daftar gelar
  • az-Zahra
    (terj. har. 'yang bersinar')
  • ash-Siddiqah
    (terj. har. 'orang yang jujur')
  • al-Muhadditsah
    (terj. har. 'dia yang diajak bicara oleh malaikat')
  • Umm Abiha
    (terj. har. 'ibu dari ayahnya')
  • Sayyidat Nisa al-Janna (terj. har. 'nyonya para wanita surga')
  • Sayyidat Nisa al-Alamin (terj. har. 'nyonya para wanita sedunia')
Pasangan menikahAli bin Abi Thalib
Anak
Orang tua
Kerabat
KeluargaKeluarga Muhammad

Fatimah binti Muhammad (bahasa Arab:فَاطِمَة بِنْت مُحَمَّد, translit. Fāṭimah binti Muḥammad; 605/15–632 M), umumnya dikenal sebagai Fatimah az-Zahra' (bahasa Arab:فَاطِمَة ٱلزَّهْرَاء, translit. Fāṭima az-Zahrāʾ), adalah putri nabi Islam Muhammad dan istrinya Khadijah binti Khuwailid.[1] Suami Fatimah adalah Ali bin Abi Thalib, khalifah Rasyidin keempat. Putra Fatimah adalah Hasan dan Husain, masing-masing Imam Syiah kedua dan ketiga.[2][3] Melalui Fatimah, garis keturunan keluarga Muhammad bertahan hingga saat ini.[4][5] Nama dan julukannya tetap menjadi pilihan populer bagi gadis-gadis Muslim.[6][7]

Ketika Muhammad meninggal pada tahun 632, Fatimah dan suaminya Ali menolak untuk mengakui otoritas khalifah pertama, Abu Bakar. Pasangan tersebut dan para pendukung mereka berpendapat bahwa Ali adalah penerus sah Muhammad,[8] mungkin merujuk pada pengumumannya di Ghadir Khumm.[9] Kontroversi seputar kematian Fatimah dalam waktu enam bulan setelah kematian Muhammad.[10] Islam Sunni menyatakan bahwa Fatimah meninggal karena kesedihan.[3] Namun, dalam Islam Syiah, (keguguran dan) kematian Fatimah dikatakan sebagai akibat langsung dari luka-lukanya selama penggerebekan di rumahnya untuk menaklukkan Ali, yang diperintahkan oleh Abu Bakar.[11] Dipercayai bahwa keinginan terakhir Fatimah adalah agar khalifah tidak menghadiri pemakamannya.[12][13] Dia dimakamkan secara rahasia pada malam hari dan tempat pemakamannya yang tepat masih belum pasti.[14][15]

Orang tua dan saudara

Fatimah az-Zahra lahir lima tahun sebelum kerasulan Nabi Muhammad. Ia merupakan anak perempuan termuda dari Nabi Muhammad. Berdasarkan nasabnya, namanya adalah Fatimah binti Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Keluarga Fatimah az-Zahra merupakan keturunan dari bani Hasyim dan suku Quraisy.[16]

Fatimah az-Zahra merupakan anak perempuan keempat dari pernikahan antara Muhammad dengan Khadijah binti Khuwailid. Ia memiliki tiga kakak perempuan yaitu Zainab binti Muhammad, Ruqayyah binti Muhammad dan Ummu Kultsum binti Muhammad. Fatimah az-Zahra juga memiliki dua saudara laki-laki sekandung, tetapi keduanya meninggal ketika masih kecil. Nama kedua saudaranya yang wafat ini adalah Qasim dan Ibrahim. Selain itu, ia memiliki seorang saudara angkat yang diadopsi oleh ayahnya. Nama saudara angkat ini ialah Zaid bin Haritsah, yang kelak menjadi Hawariyyun dari Nabi Muhammad.[17]

Kelahiran Fatimah az-Zahra bertepatan dengan peristiwa besar yaitu ditunjuknya Rasulullah sebagai penengah ketika terjadi perselisihan antara suku Quraisy tentang siapa yang berhak meletakkan kembali Hajar Aswad setelah Ka'bah diperbaharui. Dengan kecerdasan akalnya, baginda mampu memecahkan persoalan yang hampir menjadikan peperangan di antara kabilah-kabilah yang ada di Makkah.[18]

Kelahiran Fatimah disambut gembira oleh Muhammad dengan memberikan nama Fatimah dan julukannya Az-Zahra, sedangkan kunyahnya adalah Ummu Abiha (ibu dari ayahnya).[butuh rujukan]

Ia putri yang mirip dengan ayahnya, Ia tumbuh dewasa dan ketika menginjak usia 5 tahun terjadi peristiwa besar terhadap ayahnya yaitu turunnya wahyu dan tugas berat yang diemban oleh ayahnya. Dan ia juga menyaksikan kaum kafir melancarkan gangguan kepada ayahnya, sampai cobaan yang berat dengan meninggal ibunya Khadijah. Ia sangat pun sedih dengan kematian ibunya.[butuh rujukan]

Rasulullah sangat menyayangi Fatimah. Setelah Rasulullah bepergian ia lebih dulu menemui Fatimah sebelum menemui istri istrinya. Aisyah berkata,”Aku tidak melihat seseorang yang perkataannya dan pembicaraannya yang menyerupai Rasulullah selain Fatimah, jika ia datang mengunjungi Rasulullah, Rasulullah berdiri lalu menciumnya dan menyambut dengan hangat, begitu juga sebaliknya yang diperbuat Fatimah bila Rasulullah datang mengunjunginya.”[butuh rujukan]

Rasulullah mengungkapkan rasa cintanya kepada putrinya takala diatas mimbar: ”Sungguh Fatimah bagian dariku, siapa yang membuatnya marah berarti membuat aku marah”. Dan dalam riwayat lain disebutkan, ”Fatimah bagian dariku, aku merasa terganggu bila ia diganggu dan aku merasa sakit jika ia disakiti.”.[19]

Fatimah Az-Zahra tumbuh menjadi seorang gadis yang tidak hanya merupakan putri dari Rasulullah, namun juga mampu menjadi salah satu orang kepercayaan ayahnya pada masa baginda. Fatimah Az-Zahra memiliki kepribadian yang sabar,dan penyayang karena dan tidak pernah melihat atau dilihat lelaki yang bukan mahromnya. Rasullullah sering sekali menyebutkan nama Fatimah, salah satunya adalah ketika Rasulullah pernah berkata, "Fatimah merupakan bidadari yang menyerupai manusia".[butuh rujukan]

Pernikahan

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Fatimah az-Zahra menikah pada usia 18 tahun dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.[16] Pernikahan antara keduanya diadakan setahun setelah Muhammad dan pengikutnya hijrah ke Madinah. Nabi Muhammad sebagai ayah dari Fatimah az-Zahra menyetujui pernikahan ini karena adanya hubungan kekerabatan dan hubungan sosial dengan keluarga dari Ali bin Abi Thalib RA. Ayah dari Ali adalah Abu Thalib yang merupakan paman dari Nabi Muhammad. Nabi Muhammad hidup dalam asuhan pamannya ini. Ketika pamannya telah wafat, Ali diasuh oleh Nabi Muhammad. Jadi Nabi Muhammad sudah menganggap Ali seperti anaknya sendiri.[20] Aisyah bersama istri Muhammad yang lain ikut mempersiapkan pernikahan Fatimah, membersihkan kamar ruang pengantin dan perabotnya.[21]

Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim diketahui bahwa Fatimah az-Zahra pernah hampir mengalami poligami. Periwayatan hadis ini berasal dari al-Miswar bin Makhramah. Keterangan dalam hadis ini menyebutkan larangan Nabi Muhammad kepada Ali bin Abi Thalib untuk melakukan poligami dengan Juwairiyah binti Abu Jahal. Nabi Muhammad menyampaikan hal ini di atas mimbar. Ia memulai dengan menyebutkan latar belakang dari peristiwa ini. Di atas mimbar, Nabi Muhammad menyebutkan bahwa usulan pernikahan antara Ali bin Abi Thalib dengan Juwairiyah binti Abu Jahal merupakan usulan dan permintaan dari keluarga Hisyam bin al-Mughirah. Nabi Muhammad dengan tegas tidak mengizinkan hal ini dengan ucapan yang jelas yang diulanginya sebanyak tiga kali. Nabi Muhammad menyatakan bahwa Fatimah az-Zahra merupakan anak kandungnya, yang berarti menyusahkan dan menyakiti perasaannya sama dengan menyusahkan dan menyakiti perasaan Nabi Muhammad.[22]

Keturunan

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Dari pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib, Fatimah Az-Zahra dikaruniai 4 orang anak, 2 putra dan 2 putri. 2 putra yaitu Hasan dan Husain. Sedangkan kedua putrinya yaitu Zainab dan Ummu Kultsum. Hasan dan Husain sangat disayangi oleh Rasulullah. Sebenarnya ada satu lagi anak Fatimah Az Zahra bernama Muhsin, tetapi Muhsin meninggal dunia karena wafat ketika masih kecil.[23]

Klaim keturunan diberikan oleh Dinasti Fatimiyah kepada Fatimah az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib. Pendiri dinasti ini adalah Abdullah bin Mahdi yang merupakan cucu dari Imam Syiah yang ketujuh, Ismail bin Ja'far al-Sadiq.

Dari keturunannya, Ahlul bait Nabi Muhammad berlanjut. Umar bin Khatab juga disebutkan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Semua anak dari perempuan bernasab kepada ayah mereka, kecuali yang dilahirkan Fathimah. Akulah ayah mereka”. [24]

Perjuangan

Pertempuran Uhud

Pada saat Pertempuran Uhud, Fatimah az-Zahra turut ikut serta dengan para perempuan lainnya. Mereka ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan prajurit selama pertempuran. Tugas ini antara lain membantu mengangkat air, memberi minum dan merawat prajurit yang terluka.[25]

Wafat

330px-Makam_Fatimah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Fatimah (nomor 6) di Baqi.

Fatimah az-Zahra wafat pada usia 27 tahun. Ia meninggal dunia dengan jarak waktu enam bulan setelah wafatnya Nabi Muhammad.[26] Ketika Aisyah ditanya siapa yang paling dicintai Muhammad, ia menjawab Fatimah.[21]

Terdapat satu hadits shahih berkenaan dengan wafatnya Fatimah Az-Zahra.

Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah menceritakan kepada mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Sa'ad berkata, telah menceritakan kepada kami Ayahku dari Urwah bin Az Zubair dari Aisyah berkata, "Ketika Rasulullah ﷺ sakit, beliau memanggil putrinya, Fatimah lalu beliau membisikkan sesuatu kepadanya dan ia pun menangis. Kemudian beliau membisikkan sesuatu lalu ia tertawa. Aku pun bertanya akan hal itu; ia menjawab, "Aku menangis karena beliau memberitahuku bahwasanya beliau akan meninggal. Kemudian beliau memberitahuku bahwasanya aku adalah keluarganya yang pertama kali menyusul beliau, aku pun tertawa."[27]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Campo 2009a, hlm. 230. sfn error: tanpa target: CITEREFCampo2009a (bantuan)
  2. ↑ Buehler 2014, hlm. 183. sfn error: tanpa target: CITEREFBuehler2014 (bantuan)
  3. 1 2 Veccia Vaglieri 2022a. sfn error: tanpa target: CITEREFVeccia_Vaglieri2022a (bantuan)
  4. ↑ Abbas 2021, hlm. 57.
  5. ↑ Qutbuddin 2006, hlm. 249. sfn error: tanpa target: CITEREFQutbuddin2006 (bantuan)
  6. ↑ Amir-Moezzi & Calmard 1999. sfn error: tanpa target: CITEREFAmir-MoezziCalmard1999 (bantuan)
  7. ↑ Rogerson 2006, hlm. 42.
  8. ↑ Fedele 2018, hlm. 56. sfn error: tanpa target: CITEREFFedele2018 (bantuan)
  9. ↑ Amir-Moezzi 2022. sfn error: tanpa target: CITEREFAmir-Moezzi2022 (bantuan)
  10. ↑ Abbas 2021, hlm. 103.
  11. ↑ Buehler 2014, hlm. 186. sfn error: tanpa target: CITEREFBuehler2014 (bantuan)
  12. ↑ Mavani 2013, hlm. 117.
  13. ↑ Kassam & Blomfield 2015, hlm. 212. sfn error: tanpa target: CITEREFKassamBlomfield2015 (bantuan)
  14. ↑ Khetia 2013, hlm. 82.
  15. ↑ Klemm 2005, hlm. 184–185. sfn error: tanpa target: CITEREFKlemm2005 (bantuan)
  16. 1 2 Mursi 2020, hlm. 450.
  17. ↑ Nasution, Syamruddin (2013). Sejarah Peradaban Islam (PDF). Pekanbaru: Yayasan Pusaka Riau. hlm. 32. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-08-07. Diakses tanggal 2022-03-03.
  18. ↑ "Mengenal Fatimah Az Zahra Putri Tersayang Rasulullah". Republika Online. 2017-04-20. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-27. Diakses tanggal 2023-02-27.
  19. ↑ Edidarmo, Toto (Mei 2015). Pendidikan Agama Islam Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas XI. Semarang: PT. Karya Toha Putra. hlm. 82. ISBN 978-602-7718-94-4.{{cite book}}: |first2= tidak memiliki |last2=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  20. ↑ Katimin 2017, hlm. 101.
  21. 1 2 an-Nadawi, Sulaiman (2016-08-25). Aisyah. Qisthi Press. hlm. 70. ISBN 978-979-1303-07-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  22. ↑ Adawiyah, Robi’atul (2019). Reformasi Hukum Keluarga Islam dan Implikasinya Terhadap Hak-hak Perempuan dalam Hukum Perkawinan Indonesia dan Malaysia (PDF). Cirebon: Penerbit Nusa Litera Inspirasi. hlm. 70. ISBN 978-602-5668-88-3. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-01-21. Diakses tanggal 2022-03-03.
  23. ↑ Maharani, Berliana Intan. "Kisah Pernikahan Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah Putri Rasulullah". detikhikmah. Diakses tanggal 2024-01-27.
  24. ↑ Katimin 2017, hlm. 140.
  25. ↑ Zubaidah, Siti. Pemikiran Fatima Mernissi tentang Kedudukan Wanita dalam Islam (PDF). Medan: CV. Widya Puspita. hlm. 60. ISBN 978-602-51022-8-8. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-03-03. Diakses tanggal 2022-03-03.
  26. ↑ Mursi 2020, hlm. 452.
  27. ↑ Musnad Ahmad nomor 25210

Daftar pustaka

Bibliografi

Keluarga
Orang tua
Orang tua asuh
Saudara-saudara dan kerabat lainnya
Istri
Keturunan
Anak
Cucu
Mukjizat
Peristiwa
Tokoh-tokoh terkait
Topik lainnya
Hal-hal terkait
Kitab
Hadis
Kitab sejarah
Sirah Nabawiyah
Selawat
Tempat
Kota
Tempat khusus
Masjid

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan