Jumat, 02 Oktober 2026
11:12 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah
Ruqayyah binti Muhammad

Ruqayyah binti Muhammad

Bagikan:
Ruqayyah
Ruqayyah binti Muhammad
250px-%D8%B1%D9%82%DB%8C%DB%81_%D8%A8%D9%86%D8%AA_%D9%85%D8%AD%D9%85%D8%AF%D8%93.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaligrafi
KunyaUmmu Abdillah
Lahir7 tahun sebelum diutusnya kenabian, 20 tahun sebelum H / tahun 603
EtnisArab, suku Quraisy, bani Hasyimiyah
ZamanPra Hijriah - Abad pertama Hijriah
Wilayah aktifJazirah Arab
Dipengaruhi  oleh
KeturunanAbdullah

Ruqayyah binti Muhammad (bahasa Arab:رُقيّة بنت محمد) adalah putri nabi Islam Muhammad dan istrinya Khadijah binti Khuwailid, putri tertua kedua setelah Zainab. Kunyahnya adalah Ummu Abdillah, dan laqab/gelarnyanya Dzat al-Hijratain, lahir sebelum diutusnya kenabian Muhammad sekitar 7 tahun, kemudian ia masuk Islam, dan hijrah ke Habasyah dan Madinah, ia meninggal dunia pada hari Pertempuran Badar tahun 2 H saat bersama dengan suaminya Utsman bin Affan pada usia 21 tahun. Kemudian, pada tahun ke-4 H adiknya, Ummu Kultsum binti Muhammad dinikahi Utsman bin Affan sehingga Utsman digelari Dzun-Nurain (pemilik dua cahaya).[1][2]

Biografi

Ruqayyah lahir di Makkah pada tahun 20 Sebelum Hijriah atau tahun 603 sebelum diutusnya kenabian Muhammad sekitar 7 tahun, pada waktu itu umur Nabi Muhammad 33 tahun. Ruqayyah menikah dengan sepupunya Utbah bin Abu Lahab ketika ia masih belum berusia 10 tahun, ketika diutusnya kenabian Muhammad, Ruqayyah masuk islam sedangkan suaminya tetap pada agamanya, ketika diturunkan surat al-Masad yang terdapat celaan bagi Abu Lahab dan istrinya, Abu Lahab memaksa anaknya Utbah untuk menceraikan Ruqayyah dan Utbah belum menyentuhnya.[3] Kemudian Utsman bin Affan menikahinya di Makkah, dan hijrah bersamanya ke Habasyah, dan lahirlah darinya seorang anak yang bernama Abdullah, oleh karena itu ia berkunyah Ummu Abdullah. Hingga berusia 6 tahun, Abdullah wafat pada tahun ke-4 Hijriah karena sakit.[4]

Keteladanan

Ruqayyah, putri kedua Muhammad dan Khadijah Al-Kubra, lahir sekitar 20 tahun sebelum Hijriah, setelah kakaknya Zainab. Tak lama kemudian, lahirlah Ummu Kultsum, yang selalu bersama Ruqayyah setelah Zainab menikah. Ketika kedua saudari ini tumbuh dewasa, Abu Lahab, paman mereka, melamar mereka berdua untuk kedua putranya. Sebelum kenabian Muhammad, Ruqayyah dinikahkan dengan Utbah bin Abu Lahab, yang tidak disukai oleh Khadijah karena kepribadian buruk ibu Utbah, Ummu Jamil. Khadijah khawatir Ruqayyah akan terpengaruh oleh ibu mertuanya yang jahat.[5]

Ketika Muhammad diangkat menjadi Nabi, Abu Lahab menjadi musuhnya yang paling tegas, menghasut orang-orang Makkah untuk menentangnya. Turunlah ayat yang menegur perilaku Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil. Abu Lahab memerintahkan putranya, Utbah, untuk menceraikan Ruqayyah. Utsman bin Affan kemudian menikahinya di Makkah, membawa kebahagiaan karena Utsman adalah seorang muslim yang teguh imannya.[5]

Suatu ketika Muhammad menjenguk putrinya, sementara putrinya sedang menyisir kepala Utsman, maka ia berkata, "Wahai putriku, hendaknya kamu memuliakan Abu Abdillah (Utsman bin Affan), sesungguhnya dia menyerupai sahabatku yang akhlaknya serupa denganku."[6]

250px-Daughters-prophet-grave.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Ruqayyah di Baqi Madinah.

Mereka hijrah ke Habasyah bersama sejumlah muslim lainnya, memperoleh perlakuan baik dari Raja Habasyah. Namun, saat mereka kembali ke Makkah, mereka menemukan keadaan yang berbeda. Ruqayyah kemudian pulang ke rumah, merindukan orang tuanya. Namun, kesedihan Ruqayyah tidak berakhir di situ. Anak mereka, Abdullah, meninggal ketika masih berusia dua tahun. Kemudian, mereka hijrah ke Madinah, di mana Ruqayyah terserang penyakit saat Perang Badar pecah. Dia meninggal pada bulan Ramadhan tahun kedua Hijriah, saat Rasulullah masih berada di medan perang.[5]

Ketika berita kemenangan Perang Badar dan wafatnya Ruqayyah mencapai Rasulullah, beliau menyampaikan bahwa Ruqayyah telah bergabung dengan mereka yang telah meninggal. Ketika jenazahnya akan dimakamkan, Umar ingin menghentikan tangisan para perempuan, tetapi Rasulullah meminta agar mereka dibiarkan menangis. Setelah masa berkabung, Rasulullah menikahkan Utsman dengan Ummu Kultsum, adik Ruqayyah.[5]

Kematian

Ruqayyah wafat ketika Nabi Muhammad masih hidup, tepatnya pada bulan Ramadhan tahun 2 H/Maret 624, ketika sedang berlangsungnya Pertempuran Badar, ia sakit, suaminya Utsman bin Affan menetap bersamanya di Madinah untuk menjaganya serta tidak ikut serta dalam Pertempuran Badar atas perintah Nabi Muhammad, ketika Ruqayyah wafat, Utsman memakamkan jenazah istrinya pada hari di mana datangnya Zaid bin Haritsah ke Madinah membawa kabar kemenangan kaum muslimin pada pertempuran Badar.[2] Ketika Nabi Muhammad mendapatkan kabar atas wafat putrinya Ruqayyah, ia bersabda: Segala puji bagi Allah, telah dimakamkan putri-putri dari perempuan-perempuan yang mulia.[4]

Referensi

  1. ↑ "Utsman bin Affan, Pemilik Dua Cahaya (1)". Republika Online. 2012-07-18. Diakses tanggal 2022-06-06.
  2. 1 2 Ar-Rawi, Umar Ahmad (2015). Wanita-Wanita Kebanggaan Islam. Jakarta : Penerbit Akbarmedia. ISBN 978-602-9215-29-8
  3. ↑ Al-Mawahib al-Laduniyah bil Minah al-Muhammadiyah, Syihabuddin al-Qasthallani
  4. 1 2 Al-Isti'ab fi Ma'rifatil Ashab, Ibnu Abdil Barr
  5. 1 2 3 4 "Teladan Ruqayyah binti Muhammad SAW". Emir (dalam bahasa American English). 2020-07-08. Diakses tanggal 2024-03-31.
  6. ↑ Ash-Shallabi, Prof Dr Ali Muhammad. Biografi Utsman bin Affan. Pustaka Al-Kautsar.
Keluarga
Orang tua
Orang tua asuh
Saudara-saudara dan kerabat lainnya
Istri
Keturunan
Anak
Cucu
Mukjizat
Peristiwa
Tokoh-tokoh terkait
Topik lainnya
Hal-hal terkait
Kitab
Hadis
Kitab sejarah
Sirah Nabawiyah
Selawat
Tempat
Kota
Tempat khusus
Masjid
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan